وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَا هَامَانُ ابْنِ لِي صَرْحًا لَعَلِّي أَبْلُغُ الْأَسْبَابَ
Dan Firaun berkata, “Wahai Haman, bangunkanlah untukku sebuah menara, agar aku sampai ke jalan-jalan itu,
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَقَالَ فِرْعَوْنُwa-qaala fir'awnudan Firaun berkata
- يَا هَامَانُ ابْنِ لِي صَرْحًاyaa haamaanu bni lii sharhanwahai Haman, bangunkanlah untukku sebuah menara
- لَعَلِّي أَبْلُغُ الْأَسْبَابَla'allii ablughu l-asbaabaagar aku sampai ke jalan-jalan itu
Terjemahan per kata (10 kata)
- وَقَالَwa-qaaladan berkata
- فِرْعَوْنُfir'awnuFiraun
- يَاyaawahai
- هَامَانُhaamaanuHaman
- ابْنِbnibangunkanlah
- لِيliiuntukku
- صَرْحًاsharhanmenara
- لَعَلِّيla'alliiboleh jadi aku
- أَبْلُغُablughuaku mencapai
- الْأَسْبَابَl-asbaabajalan-jalan
Inti bacaan
Susunan (لَعَلِّي أَبْلُغُ الْأَسْبَابَ, la'allii ablughu l-asbaaba) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 40:36.
Penjelasan pilihan kata
Ucapan Firaun dibuka (وَقَالَ فِرْعَوْنُ, wa-qaala fir'awnu) yang berarti "dan Firaun berkata". Susunan itu ada di empat ayat, yaitu 10:79, 28:38, 40:26, dan 40:36. Sapaan sesudahnya, (يَا هَامَانُ, yaa haamaanu) yang berarti "wahai Haman", ada di dua ayat saja, yaitu 28:38 dan 40:36, dan di keduanya Firaun yang menyapa. Nama Haman ada di enam ayat, yaitu 28:6, 28:8, 28:38, 29:39, 40:24, dan 40:36. Di empat ayat yang lain nama itu hanya disebut bersama Firaun.
Perintah (ابْنِ لِي صَرْحًا, bni lii sharhan) yang berarti "bangunkanlah untukku sebuah menara" tersusun dari (ابْنِ, bni) yang berarti "bangunkanlah", kata kerja perintah dari akar ب-ن-ي, lalu (لِي, lii) yang berarti "untukku", dan (صَرْحًا, sharhan) yang berarti "sebuah menara". Dua kata pertama, (ابْنِ لِي, bni lii), ada di dua ayat, yaitu 40:36 dan 66:11, (رَبِّ ابْنِ لِي, rabbi bni lii) yang berarti "Tuhanku, bangunkanlah untukku", yang diucapkan istri Firaun dengan sasaran (عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ, 'indaka baytan fii l-jannati) yang berarti "di sisi-Mu sebuah rumah di taman". Kata sharh ada di tiga ayat, yaitu 27:44, 28:38, dan 40:36. Di 28:38 bunyinya (فَاجْعَلْ لِي صَرْحًا, fa-j'al lii sharhan) yang berarti "lalu buatkanlah untukku bangunan yang tinggi", dan di 27:44 bentuknya (الصَّرْحَ, sh-sharha) yang berarti "istana", tempat orang diminta masuk. Di 40:36 bangunan itu dibuat untuk mencapai sesuatu, dan ayat berikutnya menyebut tujuan itu sebagai jalan-jalan langit, sehingga terjemahan memakai "menara", bangunan yang dibangun ke atas.
Tujuan bangunan itu disebut (لَعَلِّي أَبْلُغُ الْأَسْبَابَ, la'allii ablughu l-asbaaba) yang berarti "agar aku sampai ke jalan-jalan itu". Kata (لَعَلِّي, la'allii) ada di enam ayat, yaitu 12:46, 20:10, 23:100, 28:29, 28:38, dan 40:36, dan di semuanya pembicara menyebut sesuatu yang ia harapkan dengan kata ini di awal kalimat. Susunan la'allii ablughu hanya ada di 40:36. Kata kerja (أَبْلُغُ, ablughu) berakar ب-ل-غ dan diterjemahkan "sampai". Kata (الْأَسْبَابَ, l-asbaaba) adalah bentuk jamak dari sabab dan didahului kata sandang al-, sehingga terjemahan memakai "itu" dan baru dijelaskan oleh (أَسْبَابَ السَّمَاوَاتِ, asbaaba s-samaawaati) di ayat berikutnya, yang berarti "jalan-jalan langit". Bentuk l-asbaaba dengan kata sandang itu hanya ada di 40:36.
Kata sabab di ayat lain dipakai untuk sesuatu yang diikuti atau dinaiki. Di 18:85, (فَأَتْبَعَ سَبَبًا, fa-atba'a sababan) yang berarti "maka ia pun menyusuri suatu jalan", kata kerjanya mengikuti, dan di 38:10 kata al-asbaab disusul (فَلْيَرْتَقُوا, fa-l-yartaquu) yang berarti "maka biarlah mereka naik", dalam ayat tentang kerajaan langit dan bumi. Terjemahan 40:36 memakai "jalan-jalan" karena Firaun menyebutnya dengan kata kerja "sampai". Tanda koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat Firaun berlanjut ke 40:37.
Tafsiran
Ayat ini memuat ucapan Firaun yang tidak ditujukan kepada lelaki beriman. Di 40:29 Firaun menjawab ucapan lelaki itu langsung dengan (قَالَ فِرْعَوْنُ, qaala fir'awnu) yang berarti "Firaun berkata", disusul (مَا أُرِيكُمْ إِلَّا مَا أَرَىٰ, maa uriikum illaa maa araa) yang berarti "aku tidak memperlihatkan kepada kalian kecuali apa yang aku pandang". Di 40:36 Firaun berbicara kepada Haman, dan ucapannya tidak menanggapi peringatan tentang hari, tentang kebiasaan kaum-kaum, tentang keterangan, ataupun tentang hati yang dikunci. Isinya sebuah perintah membangun.
Dua rencana Firaun tercatat di surah ini, dan keduanya menyangkut Musa. Di 40:26 Firaun berkata (ذَرُونِي أَقْتُلْ مُوسَىٰ, dzaruunii aqtul muusaa) yang berarti "biarkan aku, aku akan membunuh Musa", lalu menyebut Musa memohon kepada Tuhannya. Di 40:36 sampai 40:37 tujuannya bergeser dari Musa kepada apa yang disebut Tuhan Musa, yang hendak dicapai lewat bangunan. Ayat 28:38 memuat ucapan serupa, tetapi di sana perintah kepada Haman didahului pernyataan bahwa Firaun tidak mengetahui ada tuhan bagi para pembesar selain dirinya, dan perintah itu lebih rinci karena menyebut membakar tanah liat lebih dulu. Ayat 40:36 tidak memuat pernyataan itu dan langsung menyebut bangunannya.
Ayat ini juga bersentuhan dengan 66:11. Dua kata perintah yang sama, bni lii, dipakai di sana oleh istri Firaun dalam permintaan kepada Tuhannya. Kedua permintaan itu sama-sama memohon dibangunkan sesuatu, yang satu berupa menara dari seorang bawahan dan yang lain berupa rumah di sisi Tuhan. Ayat 40:36 tidak menunjuk ke 66:11, dan hubungan keduanya sebatas pemakaian kata yang sama oleh dua orang dari satu rumah tangga. Kalimat ini belum selesai, dan 40:37 menjelaskan jalan-jalan yang dituju sebagai jalan-jalan langit.
Renungan dan Hikmah
- Di 40:29 Firaun menjawab ucapan lelaki beriman secara langsung, dengan kata bahwa dirinya tidak memperlihatkan kepada mereka kecuali apa yang dipandangnya. Di 40:36, sesudah ucapan panjang tentang hari, kebiasaan kaum-kaum, dan keterangan, Firaun menoleh kepada Haman dan memberi perintah membangun. Ayat ini tidak mencatat jawaban atas satu pun hal yang diucapkan lelaki beriman. Kritik yang tidak dijawab dapat berubah menjadi pekerjaan bagi orang lain. Ketika pembaca sendiri dikritik, jawaban apa yang diberikannya, dan kepada siapa jawaban itu dialamatkan?
- Dua kata (ابْنِ لِي, bni lii) hanya ada dua kali di Al-Qur'an. Di 40:36 Firaun mengucapkannya kepada Haman, dan di 66:11 istri Firaun mengucapkannya dengan kata Tuhanku di depannya, dengan sasaran sebuah rumah di sisi-Nya di taman. Keduanya meminta dibangunkan sesuatu untuk diri sendiri. Yang pertama meminta kepada bawahan sebuah menara agar sampai ke sesuatu, dan yang kedua meminta kepada Tuhan sebuah rumah di sisi-Nya. Bila pembaca menyusun permintaan akan sesuatu yang dibangun untuk dirinya, kepada siapa permintaan itu dialamatkan, dan di mana tempat yang dituju?
- Firaun menyampaikan tujuannya dengan kata semoga, dan ayat berikutnya, 40:37, menyusulinya dengan (وَإِنِّي لَأَظُنُّهُ كَاذِبًا, wa-innii la-azhunnuhu kaadziban) yang berarti "dan sesungguhnya aku benar-benar mengiranya seorang pendusta", tentang Musa. Rencana sebesar sebuah menara untuk menengok Tuhan Musa bertumpu pada satu harapan dan satu dugaan, dan teks mencatat keduanya dengan kata yang menunjukkan ketidakpastian. Pekerjaan besar mana dalam hidup pembaca yang bertumpu pada kata semoga dan kata kukira. Seandainya dugaan itu keliru, apa yang tersisa dari pekerjaan itu?
- Akar kata sampai di 40:36 dipakai Firaun untuk sesuatu yang diinginkan. Di 40:56 akar yang sama dipakai untuk sesuatu yang disebut tidak akan dicapai, yaitu kesombongan dalam dada orang-orang yang memperdebatkan tanda-tanda Allah tanpa keterangan, dan ayat itu langsung disusul perintah untuk memohon perlindungan kepada Allah. Dua ayat itu berbeda, yang satu ucapan seorang penguasa dan yang lain keterangan tentang para pendebat. Pembaca dapat bertanya tujuan apa dalam hidupnya yang digerakkan oleh kesombongan, dan apakah tujuan itu dapat disebut sampai bila sudah dicapai?
- Kata jalan di 40:36 dipakai di 18:85 untuk jalan yang disusuri, dan di 38:10 berdampingan dengan kata kerja naik dalam ayat tentang kerajaan langit dan bumi. Firaun ingin sampai ke jalan-jalan itu dengan membangun sesuatu yang baru. Membuat jalan baru ke sebuah tujuan berbeda dari mengikuti jalan yang sudah terbentang. Untuk tujuan yang paling penting dalam hidupnya, jalan mana yang sedang dibangunnya, dan jalan mana yang sedang disusurinya?
- Perintah di 40:36 ditujukan kepada orang lain: Haman diminta membangun, sedangkan tujuannya milik Firaun. Di 28:38 perintah serupa lebih rinci, yaitu membakar tanah liat lebih dulu lalu menjadikan bangunan itu. Ayat 40:36 tidak mencatat siapa yang akhirnya membangun atau apakah bangunan itu selesai. Pembaca dapat bertanya pekerjaan mana yang paling ingin diserahkan kepada orang lain padahal tujuannya miliknya sendiri. Apakah orang lain itu tahu ke mana bangunan itu akan menuju?