وَقَالَ الَّذِي آمَنَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُونِ أَهْدِكُمْ سَبِيلَ الرَّشَادِ

Dan orang yang beriman itu berkata, “Wahai kaumku, ikutilah aku, aku akan menunjukkan kepada kalian jalan yang benar.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَقَالَ الَّذِي آمَنَwa-qaala lladzii aamanadan orang yang beriman itu berkata
  2. يَا قَوْمِ اتَّبِعُونِ أَهْدِكُمْ سَبِيلَ الرَّشَادِyaa qawmi ittabi'uuni ahdikum sabiila r-rasyaadiwahai kaumku, ikutilah aku, aku akan menunjukkan kepada kalian jalan yang benar

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. وَقَالَwa-qaaladan berkata
  2. الَّذِيlladziiyang
  3. آمَنَaamanaberiman
  4. يَاyaawahai
  5. قَوْمِqawmikaumku
  6. اتَّبِعُونِittabi'uuniikutilah aku
  7. أَهْدِكُمْahdikumaku menunjukkan kalian
  8. سَبِيلَsabiilajalan
  9. الرَّشَادِr-rasyaadikebenaran

Inti bacaan

Rangkaian (وَقَالَ الَّذِي آمَنَ, wa-qaala lladzii aamana) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 40:30 dan 40:38.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَقَالَ الَّذِي آمَنَ, wa-qaala lladzii aamana) yang berarti "dan orang yang beriman itu berkata". Rangkaian ini muncul dua kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 40:30 dan 40:38. Di 40:28 pembicara ini diperkenalkan dengan kata tak tentu, (رَجُلٌ مُؤْمِنٌ, rajulun mu'minun) yang berarti "seorang lelaki beriman", disusul keterangan (يَكْتُمُ إِيمَانَهُ, yaktumu iimaanahu) yang berarti "menyembunyikan imannya". Di 40:30 dan 40:38 pembicara itu disebut dengan (الَّذِي, lladzii) yang berarti "yang", sebagai orang yang sudah dikenal, dan karena itu terjemahan menambahkan "itu" sesudah "orang yang beriman".

Sapaan (يَا قَوْمِ, yaa qawmi) yang berarti "wahai kaumku" dipakai pembicara ini di enam ayat surah 40, yaitu 40:29, 40:30, 40:32, 40:38, 40:39, dan 40:41, dengan bentuk (وَيَا قَوْمِ, wa-yaa qawmi) di 40:32 dan 40:41. Kata qawm berakar ق-و-م dan di sini memuat akhiran -i yang berarti "-ku", sehingga terjemahan memakai "kaumku" dan tidak "kaum".

Kata (اتَّبِعُونِ, ittabi'uuni) yang berarti "ikutilah aku" berakar ت-ب-ع, terdiri dari perintah kepada banyak orang dan akhiran -ni yang berarti "aku". Perintah dengan akhiran itu muncul di empat ayat, yaitu 3:31, 20:90, 40:38, dan 43:61. Di 20:90 bunyinya (فَاتَّبِعُونِي, fa-ttabi'uunii) yang berarti "maka ikutilah aku", diucapkan Harun kepada kaumnya dengan sapaan yang sama, yaa qawmi. Akar ت-ب-ع dipakai juga di 11:97 untuk pihak lain, (فَاتَّبَعُوا أَمْرَ فِرْعَوْنَ, fa-ttaba'uu amra fir'awna) yang berarti "tetapi mereka mengikuti perintah Firaun".

Kata (أَهْدِكُمْ, ahdikum) yang berarti "aku akan menunjukkan kepada kalian" berakar ه-د-ي dan memuat akhiran (كُمْ, -kum) yang berarti "kalian". Bentuk ini hanya muncul satu kali, di 40:38. Di 40:29 Firaun memakai kata kerja yang sama dalam bentuk yang lebih panjang satu huruf, (وَمَا أَهْدِيكُمْ, wa-maa ahdiikum) yang berarti "dan aku tidak menunjukkan kepada kalian". Kata "akan" tidak berasal dari awalan waktu seperti sa- atau sawfa. Terjemahan memakainya karena perintah disusul kata kerja yang dipendekkan, pola yang sama dengan 3:31, (فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ, fa-ttabi'uunii yuhbibkumu llaahu) yang berarti "maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian". Data morfologi menandai kedua kata kerja pendek itu dengan bentuk akhir yang sama.

Frasa (سَبِيلَ الرَّشَادِ, sabiila r-rasyaadi) yang berarti "jalan yang benar" muncul dua kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 40:29 dan 40:38. Di 40:29 Firaun mengucapkannya dalam (وَمَا أَهْدِيكُمْ إِلَّا سَبِيلَ الرَّشَادِ, wa-maa ahdiikum illaa sabiila r-rasyaadi) yang berarti "dan aku tidak menunjukkan kepada kalian kecuali jalan yang benar". Di 40:38 lelaki beriman memakai frasa yang sama tanpa (مَا, maa) dan (إِلَّا, illaa), sehingga ucapannya tidak memakai bentuk penyisihan seperti ucapan Firaun. Kata rasyaad berakar ر-ش-د dan hanya muncul di dua ayat itu. Akar yang sama dipakai di 11:97, (وَمَا أَمْرُ فِرْعَوْنَ بِرَشِيدٍ, wa-maa amru fir'awna bi-rasyiidin) yang berarti "padahal perintah Firaun bukanlah yang benar", dan di 2:256, (الرُّشْدُ, r-rusydu) yang berarti "jalan yang benar". Terjemahan memakai "yang benar" untuk akar ini di keempat ayat itu.

Kata (سَبِيلَ, sabiila) berakar س-ب-ل dan sama dengan (السَّبِيلِ, s-sabiili) di 40:37, tempat Firaun disebut dihalangi dari jalan. Dua ayat yang berurutan itu memakai kata Arab yang sama untuk jalan, dan terjemahan memakai "jalan" di keduanya.

Tafsiran

Ayat ini membuka ucapan ketiga lelaki beriman. Ucapan pertama ada di 40:28 dan 40:29, ucapan kedua di 40:30 sampai 40:35, dan di antara ucapan kedua dan ketiga hanya ada ucapan Firaun di 40:36 dan 40:37. Isi dua ucapan pertama berupa pertanyaan dan peringatan, misalnya (أَتَقْتُلُونَ رَجُلًا, a-taqtuluuna rajulan) yang berarti "apakah kalian akan membunuh seorang lelaki" di 40:28 dan (إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ, innii akhaafu 'alaykum) yang berarti "sesungguhnya aku khawatir atas kalian" di 40:30 dan 40:32. Ayat 40:38 adalah ayat pertama dalam ucapan lelaki ini yang memuat perintah, dan perintah itu langsung disusul janji.

Dua kata dari 40:29 kembali di ayat ini, yaitu akar ه-د-ي dan frasa sabiila r-rasyaadi. Bedanya, di 40:29 keduanya ada dalam ucapan Firaun, sedangkan di 40:38 keduanya ada dalam ucapan lelaki beriman, dan ayat ini sendiri tidak mengomentari kemiripan itu. Letak ayat juga penting. Ayat 40:37 ditutup dengan Firaun yang dihalangi dari jalan, dan 40:38 dibuka dengan tawaran jalan, sehingga dua pernyataan tentang jalan berdampingan tanpa kata penghubung di antaranya.

Bentuk tawaran di ayat ini sederhana: satu perintah, yaitu mengikuti pembicara, dan satu janji, yaitu menunjukkan jalan. Sumber jalan itu dan akibat bila perintahnya tidak diikuti belum dituturkan di ayat ini. Ayat 40:39 menyusul dengan sapaan yang sama dan memuat ukuran untuk memilih, yaitu perbandingan antara kehidupan dunia dan akhirat, lalu 40:41 sampai 40:42 menyebut ke mana ajakan itu mengarah. Dengan demikian 40:38 berfungsi sebagai pintu tawaran, dan alasan serta tujuannya dituturkan di ayat-ayat sesudahnya.

Renungan dan Hikmah

  • Frasa sabiila r-rasyaadi diucapkan dua kali di surah ini, sekali oleh Firaun di 40:29 dan sekali oleh lelaki beriman di 40:38, dan frasa itu sendiri tidak membawa tanda siapa yang benar. Penilaian atas salah satu pengucapnya ada di 11:97, yang menyebut bahwa perintah Firaun bukanlah yang benar, dan ayat yang sama menyebut orang-orang yang mengikuti perintah itu. Karena kata yang dipakai dua pihak sama, pendengar tidak dapat memilih dari bunyinya saja. Orang yang pernah mendengar dua orang berbeda sama-sama berkata bahwa mereka hanya menunjukkan yang benar dapat bertanya, apa yang dipakainya untuk membedakan keduanya sebelum mengikuti salah satu?
  • Lelaki beriman memakai ucapan pertama dan kedua untuk bertanya dan memperingatkan, dan perintah pertamanya baru datang di 40:38. Di antara peringatan itu lelaki ini menyebut apa yang tidak dikehendaki Allah, (وَمَا اللَّهُ يُرِيدُ ظُلْمًا لِلْعِبَادِ, wa-maa llaahu yuriidu zhulman li-l-'ibaadi) yang berarti "dan Allah tidak menghendaki kezaliman terhadap hamba-hamba" di 40:31, dan apa yang tidak tersedia bagi pendengarnya, "tidak ada bagi kalian dari Allah seorang pelindung pun" di 40:33. Ajakan mengikuti datang sesudah pendengar diberi gambaran tentang keadaan mereka. Orang yang menerima ajakan dapat bertanya apakah gambaran seperti itu sudah dimilikinya sebelum diajak, atau baru ada sesudahnya?
  • Di 3:31 perintah mengikuti didahului syarat tentang cinta kepada Allah dan disusul janji bahwa Allah akan mencintai dan mengampuni. Di 20:90 Harun lebih dulu berkata (وَإِنَّ رَبَّكُمُ الرَّحْمَٰنُ, wa-inna rabbakumu r-rahmaanu) yang berarti "dan sesungguhnya Tuhan kalian ialah Ar-Rahman", lalu memerintahkan (فَاتَّبِعُونِي, fa-ttabi'uunii). Di 40:38 perintah itu hanya disertai satu janji, bahwa pembicara akan menunjukkan jalan. Tiga ayat itu tidak diucapkan oleh orang yang sama dan tidak dalam keadaan yang sama, sehingga tidak ditimbang sebagai satu ajakan. Pembaca dapat membandingkan alasan yang disebut masing-masing, lalu bertanya ketika diajak mengikuti seseorang, alasan apa yang sudah didengarnya sebelum perintahnya tiba?
  • Di 40:28 lelaki ini digambarkan menyembunyikan imannya, dan di 40:38 lelaki itu memerintahkan kaumnya mengikutinya. Teks tidak menyebut kapan keadaan pertama berakhir, dan dua ayat yang memisahkan 40:35 dari 40:38 hanya memuat ucapan Firaun. Sapaan yang dipakainya tetap yaa qawmi, wahai kaumku, padahal ayat yang sama dengan penyebutan imannya itu menyebutnya berasal dari keluarga Firaun, sehingga orang-orang yang diajaknya adalah kaumnya sendiri. Orang yang berbeda keyakinan dengan lingkungannya dapat bertanya bagaimana menyebut orang-orang yang hendak diajaknya: orang lain, atau kaumku?
  • Kata kerja dari akar ه-د-ي muncul tiga kali di surah ini, dengan tiga pelaku. Di 40:28 subjeknya Allah, dalam penegasan bahwa Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang melampaui batas lagi banyak berdusta. Di 40:29 subjeknya Firaun, dan di 40:38 lelaki beriman. Ayat 40:33 menambahkan (فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ, fa-maa lahu min haadin) yang berarti "tidak ada baginya seorang pemberi petunjuk pun", tentang orang yang disesatkan Allah. Teks memakai kata yang sama untuk tiga pihak tanpa menyamakan kedudukan mereka, dan di 40:38 kata itu berbentuk janji. Orang yang ditawari penunjuk jalan dapat bertanya bagaimana tawaran itu bersanding dengan pernyataan Allah di 40:28 dan 40:33 tentang siapa yang diberi petunjuk?
  • Perintah Firaun di 40:36 berbunyi (ابْنِ لِي, bni lii) yang berarti "bangunkanlah untukku", sehingga manfaatnya kembali kepada yang memerintah. Perintah di 40:38 langsung disusul janji yang memakai akhiran -kum, kepada kalian, sehingga manfaatnya diarahkan kepada yang diperintah. Pembicara yang sama menutup ucapannya di 40:44 dengan (وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّهِ, wa-ufawwidhu amrii ilaa llaahi) yang berarti "dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah". Dua perintah itu tidak setara dalam keadaannya, dan pembaca tidak dapat menyimpulkan lebih jauh dari susunan katanya. Orang yang menerima sebuah perintah dapat bertanya untuk siapa ia diminta bergerak?