يَا قَوْمِ إِنَّمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَإِنَّ الْآخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ

Wahai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan, dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. يَا قَوْمِ إِنَّمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌyaa qawmi innamaa haadzihi l-hayaatu d-dunyaa mataa'unwahai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan
  2. وَإِنَّ الْآخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِwa-inna l-aakhirata hiya daaru l-qaraaridan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. يَاyaawahai
  2. قَوْمِqawmikaumku
  3. إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
  4. هَٰذِهِhaadzihiini
  5. الْحَيَاةُl-hayaatukehidupan
  6. الدُّنْيَاd-dunyaadunia
  7. مَتَاعٌmataa'unkesenangan
  8. وَإِنَّwa-innadan sungguh
  9. الْآخِرَةَl-aakhirataakhirat
  10. هِيَhiyaia
  11. دَارُdaarunegeri
  12. الْقَرَارِl-qaraaritempat menetap

Inti bacaan

Perbandingan nilai fundamental 'kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan. akhirat itulah negeri yang kekal', kerangka prioritas yang jelas antara yang sementara dan yang permanen sebagai dasar pengambilan keputusan.

Penjelasan pilihan kata

'Haadzihi' (dekat) benar diterjemahkan 'ini' pada 'kehidupan dunia ini', sesuai disiplin demonstrativa proyek. Tanda kutip ganda tidak ditutup di sini: dicek dulu ke 40:41 sebelum memutuskan, dan ternyata 40:41 masih memakai sapaan orang pertama 'wa yaa qawmi... ad'uukum' (Aku menyerumu), jadi pidato lelaki beriman ini justru masih berlanjut jauh melewati rangkaian ini.

Tafsiran

Ayat ini menutup pidato lelaki beriman dengan kontras klasik dunia-akhirat: dunia sekadar kesenangan sementara, akhirat adalah tempat menetap yang kekal.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam ucapannya: kehidupan dunia hanyalah kesenangan. Bukan buruk, hanya sementara. Yang dipersoalkan bukan nikmatnya, melainkan berapa lama ia bertahan.
  • Kata yang dipakai untuk akhirat negeri, sedangkan untuk dunia hanya kesenangan. Yang satu tempat tinggal, yang satu lagi bekal jalan. Perbandingannya bukan antara sedikit dan banyak, melainkan antara singgah dan menetap.
  • Allah menempatkan kalimat ini di mulut seorang dari kalangan Firaun sendiri. Bukan di mulut Musa. Peringatan yang datang dari dalam lingkaran kekuasaan lebih sulit ditepis sebagai suara orang luar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-m, h-y-y, d-n-w, m-t-', a-kh-r, d-w-r, q-r-r): mataa' diterjemahkan 'kesenangan' (akar m-t-'); daar al-qaraar diterjemahkan 'negeri yang kekal' (akar d-w-r + akar q-r-r). gloss '(sementara)' dibuang.