مَنْ عَمِلَ سَيِّئَةً فَلَا يُجْزَىٰ إِلَّا مِثْلَهَا ۖ وَمَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ يُرْزَقُونَ فِيهَا بِغَيْرِ حِسَابٍ
Siapa yang mengerjakan keburukan, ia tidak dibalas kecuali sebanding dengannya; dan siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, sedang ia beriman, maka, mereka itu masuk taman; mereka diberi rezeki di dalamnya tanpa perhitungan.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- مَنْ عَمِلَ سَيِّئَةً فَلَا يُجْزَىٰ إِلَّا مِثْلَهَاman 'amila sayyi'atan fa-laa yujzaa illaa mitslahaasiapa yang mengerjakan keburukan, ia tidak dibalas kecuali sebanding dengannya
- وَمَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌwa-man 'amila shaalihan min dzakarin aw untsaa wa-huwa mu'minundan siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, sedang ia beriman
- فَأُولَٰئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَfa-ulaa'ika yadkhuluuna l-jannatamaka, mereka itu masuk taman
- يُرْزَقُونَ فِيهَا بِغَيْرِ حِسَابٍyurzaquuna fiihaa bi-ghayri hisaabinmereka diberi rezeki di dalamnya tanpa perhitungan
Terjemahan per kata (23 kata)
- مَنْmanorang yang
- عَمِلَ'amilaberamal
- سَيِّئَةًsayyi'atankeburukan
- فَلَاfa-laamaka tidak
- يُجْزَىٰyujzaadibalas
- إِلَّاillaakecuali
- مِثْلَهَاmitslahaayang serupa dengannya
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- عَمِلَ'amilaberamal
- صَالِحًاshaalihankebajikan
- مِنْmindari
- ذَكَرٍdzakarinlaki-laki
- أَوْawatau
- أُنْثَىٰuntsaaperempuan
- وَهُوَwa-huwasedang ia
- مُؤْمِنٌmu'minunorang beriman
- فَأُولَٰئِكَfa-ulaa'ikamaka mereka itu
- يَدْخُلُونَyadkhuluunamereka masuk
- الْجَنَّةَl-jannatataman
- يُرْزَقُونَyurzaquunamereka diberi rezeki
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- بِغَيْرِbi-ghayritanpa
- حِسَابٍhisaabinperhitungan
Inti bacaan
Rangkaian (فَأُولَٰئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ, fa-ulaa'ika yadkhuluuna l-jannata) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 4:124, 19:60, dan 40:40.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (مَنْ عَمِلَ سَيِّئَةً, man 'amila sayyi'atan) yang berarti "siapa yang mengerjakan keburukan". Kata (سَيِّئَةً, sayyi'atan) berbentuk tak tentu dan muncul dalam bentuk itu tiga kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 2:81, 4:85, dan 40:40. Kata kerjanya (عَمِلَ, 'amila) yang berarti "mengerjakan" berbeda dari 2:81, tempat bunyinya (مَنْ كَسَبَ سَيِّئَةً, man kasaba sayyi'atan) yang berarti "siapa yang mengusahakan keburukan". Rangkaian man 'amila sayyi'atan hanya ada di 40:40.
Kata kerja (يُجْزَىٰ, yujzaa) yang berarti "dibalas" berakar ج-ز-ي dan berbentuk pasif, sehingga ayat tidak menyebut siapa yang membalas. Di 6:160 dan 40:40 kata yujzaa disusul (إِلَّا مِثْلَهَا, illaa mitslahaa) yang berarti "kecuali sebanding dengannya". Di 6:160 kalimatnya (وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَىٰ إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ, wa-man jaa'a bi-s-sayyi'ati fa-laa yujzaa illaa mitslahaa wa-hum laa yuzhlamuuna) yang berarti "dan siapa yang membawa keburukan, ia tidak dibalas kecuali sebanding dengannya, dan mereka tidak dizalimi". Kata mitsl bersanding dengan sayyi'ah dalam urusan balasan di empat ayat, yaitu 6:160, 10:27, 40:40, dan 42:40. Di 10:27 bunyinya (جَزَاءُ سَيِّئَةٍ بِمِثْلِهَا, jazaa'u sayyi'atin bi-mitslihaa) yang berarti "balasan suatu keburukan dengan yang sebanding", dan di 42:40 (وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا, wa-jazaa'u sayyi'atin sayyi'atun mitsluhaa) yang berarti "dan balasan suatu keburukan adalah keburukan yang sebanding". Terjemahan ayat ini memakai "sebanding dengannya" untuk mitslahaa, dan subjek "ia" untuk yujzaa karena kata kerjanya berbentuk tunggal.
Kata (مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ, min dzakarin aw untsaa) yang berarti "dari laki-laki atau perempuan" muncul empat kali, yaitu di 3:195, 4:124, 16:97, dan 40:40. Kata (أَوْ, aw) yang berarti "atau" menaruh dua kemungkinan pelaku berdampingan, dan terjemahan memakai "baik laki-laki maupun perempuan" supaya kedua-duanya terbaca tercakup. Rangkaian (مَنْ عَمِلَ صَالِحًا, man 'amila shaalihan) yang berarti "siapa yang mengerjakan amal saleh" muncul lima kali, yaitu di 16:97, 30:44, 40:40, 41:46, dan 45:15. Kalimat di 16:97 dan 40:40 sama sampai kata mu'minun, yaitu (مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ, man 'amila shaalihan min dzakarin aw untsaa wa-huwa mu'minun), dan baru berbeda pada sambungannya.
Huruf (وَ, wa-) pada (وَهُوَ مُؤْمِنٌ, wa-huwa mu'minun) ditandai data morfologi sebagai wa yang menyatakan keadaan, sehingga terjemahan memakai "sedang ia beriman". Rangkaian wa-huwa mu'minun muncul di tujuh ayat pada enam surah, yaitu 4:92, 4:124, 16:97, 17:19, 20:112, 21:94, dan 40:40. Keadaan itu dituturkan bersamaan dengan perbuatan, dan ayat tidak menyebutnya sebagai urutan sebelum atau sesudah amal. Kata man memakai kata kerja tunggal, 'amila dan huwa, lalu (فَأُولَٰئِكَ, fa-ulaa'ika) yang berarti "maka mereka itu" membawa kalimat ke bentuk jamak, (يَدْخُلُونَ, yadkhuluuna) yang berarti "mereka masuk". Terjemahan mengikuti perpindahan itu, dari "ia" menjadi "mereka".
Rangkaian fa-ulaa'ika yadkhuluuna l-jannata, (فَأُولَٰئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ, fa-ulaa'ika yadkhuluuna l-jannata) yang berarti "maka mereka masuk taman", muncul tiga kali, yaitu di 4:124, 19:60, dan 40:40. Terjemahan memakai "taman" untuk balasan, seperti di 4:124. Hanya di 40:40 rangkaian itu disusul (يُرْزَقُونَ فِيهَا بِغَيْرِ حِسَابٍ, yurzaquuna fiihaa bi-ghayri hisaabin) yang berarti "mereka diberi rezeki di dalamnya tanpa perhitungan".
Kata kerja (يُرْزَقُونَ, yurzaquuna) berakar ر-ز-ق dan berbentuk pasif, sehingga ayat tidak menyebut pemberi rezeki. Bentuk persis ini muncul dua kali, di 3:169 dan 40:40. Rangkaian (بِغَيْرِ حِسَابٍ, bi-ghayri hisaabin) yang berarti "tanpa perhitungan" muncul tujuh kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 2:212, 3:27, 3:37, 24:38, 38:39, 39:10, dan 40:40, dan terjemahan memakai "tanpa perhitungan" di ketujuhnya. Tiga ayat memakai kata kerja aktif yang pelakunya Allah, (يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ, yarzuqu man yasyaa'u bi-ghayri hisaabin) yang berarti "memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan", yaitu 2:212, 3:37, dan 24:38. Di 40:40 pelaku itu tidak disebut, dan terjemahan tidak menambahkannya.
Tafsiran
Ayat ini menaruh dua keadaan dalam satu kalimat panjang, dan bentuk keduanya tidak setara. Keburukan disebut dengan satu anak kalimat pendek yang berhenti pada ukuran, yaitu tidak dibalas kecuali sebanding. Amal saleh disebut dengan dua keterangan, yaitu dari laki-laki atau perempuan dan sedang beriman, lalu dua hasil, masuk taman dan diberi rezeki tanpa perhitungan. Anak kalimat pertama menyebut ukuran, dan anak kalimat kedua menyebut ketiadaan perhitungan.
Kedua balasan memakai kata kerja pasif, sehingga ayat ini tidak menyebut siapa yang membalas dan siapa yang memberi rezeki. Surah yang sama menyebut pelakunya di 40:17: (الْيَوْمَ تُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ, al-yawma tujzaa kullu nafsin bi-maa kasabat) yang berarti "pada hari ini, setiap jiwa dibalas dengan apa yang telah ia usahakan", disusul (لَا ظُلْمَ الْيَوْمَ, laa zhulma l-yawma) yang berarti "tidak ada kezaliman pada hari ini" dan (إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ, inna llaaha sarii'u l-hisaabi) yang berarti "sesungguhnya Allah cepat perhitungan-Nya". Kata kerja dari akar ج-ز-ي di 40:17 juga pasif, dan akar perhitungan muncul di surah ini pada tiga ayat: di 40:17 sebagai sifat Allah, di 40:27 dalam (بِيَوْمِ الْحِسَابِ, bi-yawmi l-hisaabi) yang berarti "kepada hari perhitungan", dan di 40:40 dalam bentuk penafian. Ketiga ayat itu diucapkan oleh pembicara yang berbeda, sehingga tidak disamakan, tetapi kata yang sama menyambungkannya.
Dalam ucapan lelaki beriman, ayat ini memuat kata taman satu kali dan kata rezeki satu kali, dua-duanya di 40:40, sedangkan kata api muncul dua kali, di 40:41 dan 40:43. Ayat 40:39 sudah menyebut akhirat dan ayat ini tidak mengulang kata itu, juga tidak menyebut kapan balasan diterima.
Sesudah ayat ini, 40:41 membuka dengan pertanyaan tentang dua seruan, satu kepada keselamatan dan satu kepada api, dan kata api serta kata taman tidak berada dalam ayat yang sama di mana pun dalam ucapan itu.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 40:40 memasang dua ukuran dalam satu kalimat: keburukan dibalas sebanding, dan balasan bagi amal saleh disebut tanpa perhitungan. Di 6:160 ukuran bagi kebaikan lain lagi, yaitu sepuluh kali lipat, dan ayat itu menutup bagian keburukan dengan "dan mereka tidak dizalimi". Dua ayat itu tidak diucapkan dalam keadaan yang sama, jadi angkanya tidak dipindahkan ke 40:40. Di 40:17 kata perhitungan muncul sebagai sifat Allah, bahwa Dia cepat perhitungan-Nya, dan di ayat ini kata yang sama muncul sebagai sesuatu yang tidak ada pada balasan amal saleh. Pembaca yang biasa menyimpan catatan atas segala yang diberikan dan diterimanya dapat memperhatikan bahwa kalimat ini memakai pembukuan untuk satu pihak dan melepaskannya untuk pihak lain. Apa yang terjadi pada kebiasaan menghitung bila kalimat ini dibaca sampai habis?
- Ayat 40:40 menyebut pelaku amal saleh sebagai laki-laki atau perempuan, dan syarat yang disebut berikutnya adalah keadaan sedang beriman. Di 3:195 Tuhan mereka berkata (أَنِّي لَا أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِنْكُمْ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ, annii laa udhii'u 'amala 'aamilin minkum min dzakarin aw untsaa) yang berarti "sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kalian, baik laki-laki maupun perempuan", dalam keadaan yang berbeda dari 40:40, yaitu sebagai jawaban atas permohonan. Pembaca yang pernah merasa pekerjaannya tidak dihitung karena siapa dirinya dapat memperhatikan bahwa dua ayat itu menyebut pelaku dengan cara yang sama dan tidak menjadikan jenis pelaku sebagai syarat. Bila Tuhan mereka berkata tidak menyia-nyiakan, siapa lagi yang masih perlu menyaksikan agar sebuah amal terasa berlaku?
- Ayat 40:40 menuturkan keadaan beriman bersamaan dengan amal, dengan kata sedang. Rangkaian yang sama ada di 17:19, tempat keadaan itu menyertai orang yang menghendaki akhirat dan berusaha untuknya dengan usaha yang sungguh-sungguh, dan di 20:112, 21:94, serta 4:92. Tiap ayat memakai rangkaian itu dalam keadaan berbeda, sehingga isinya tidak disamakan. Menurut tanda morfologinya, ayat ini menuturkan amal dan iman sebagai dua hal yang berjalan pada saat yang sama. Pembaca dapat menanyai dirinya pada saat sedang berbuat baik, apakah imannya sedang hadir di dalam perbuatan itu atau menunggu di tempat lain?
- Di 40:40 orang-orang itu diberi rezeki dan pemberinya tidak disebut. Tiga ayat lain memakai kata perhitungan yang sama dan menyebut pemberinya: di 2:212, 3:37, dan 24:38 Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan. Di 3:37 kalimat itu diucapkan Maryam ketika ditanya dari mana rezeki di mihrabnya datang, sehingga ayat itu berbicara tentang rezeki di dunia dan tidak dipindahkan begitu saja ke 40:40. Namun, kata perhitungan dan kata rezeki bertemu di keempat ayat itu. Pembaca yang menerima sesuatu tanpa tahu dari mana datangnya dapat memperhatikan bahwa 40:40 membiarkan pemberi itu tak bernama, sedangkan tiga ayat lain menyebutnya. Bila penerima rezeki di 3:37 menjawab dengan menyebut sisi Allah, bagaimana seseorang menjawab ketika ditanya dari mana yang ada padanya datang?
- Di 42:40 bunyinya (وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا, wa-jazaa'u sayyi'atin sayyi'atun mitsluhaa) yang berarti "dan balasan suatu keburukan adalah keburukan yang sebanding", dan ayat itu langsung melanjutkan dengan orang yang memaafkan dan memperbaiki, yang pahalanya atas tanggungan Allah. Ayat 42:40 dan 40:40 berada di surah dan keadaan yang berbeda, sehingga keduanya tidak disamakan. Kata mitsl, "sebanding", muncul di dua ayat itu. Orang yang pernah disakiti dapat memperhatikan bahwa 42:40 menyebut ukuran sebanding, lalu menyebut jalan lain yang pahalanya ditanggung Allah. Bila keinginan membalas dan keinginan melepas datang sekaligus, ukuran mana dari kedua ayat itu yang lebih dulu terasa dipegang?
- Ayat 40:40 dimulai dengan kata siapa dan kata kerja tunggal, lalu berpindah ke bentuk jamak sesudah kata mereka itu. Orang yang mengerjakan keburukan tetap satu sampai akhir kalimatnya, dan ia tidak dibalas kecuali sebanding. Orang yang mengerjakan amal saleh diawali sebagai satu pelaku juga, tetapi di ujung kalimat menjadi mereka yang masuk dan diberi rezeki. Kata siapa menunjuk satu pelaku, sedangkan kata mereka menunjuk semua pelaku yang memenuhi dua keterangan tadi. Ayat tidak mengatakan bahwa mereka saling mengenal atau berkumpul di satu tempat. Pembaca yang bekerja sendirian dapat memperhatikan bahwa kalimat yang memuat amal sendirian itu berakhir dengan kata jamak. Apa artinya bagi sebuah pekerjaan yang dikerjakan seorang diri, bahwa balasannya dituturkan untuk mereka?