وَيَا قَوْمِ مَا لِي أَدْعُوكُمْ إِلَى النَّجَاةِ وَتَدْعُونَنِي إِلَى النَّارِ

Dan wahai kaumku, mengapa aku menyeru kalian kepada keselamatan, sedangkan kalian menyeruku kepada api?

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَيَا قَوْمِ مَا لِيwa-yaa qawmi maa liidan wahai kaumku, mengapa aku
  2. أَدْعُوكُمْ إِلَى النَّجَاةِad'uukum ilaa n-najaatimenyeru kalian kepada keselamatan
  3. وَتَدْعُونَنِي إِلَى النَّارِwa-tad'uunanii ilaa n-naarisedangkan kalian menyeruku kepada api

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. وَيَاwa-yaadan wahai
  2. قَوْمِqawmikaumku
  3. مَاmaamengapa
  4. لِيliibagiku
  5. أَدْعُوكُمْad'uukumaku menyeru kalian
  6. إِلَىilaakepada
  7. النَّجَاةِn-najaatikeselamatan
  8. وَتَدْعُونَنِيwa-tad'uunaniidan kalian menyeruku
  9. إِلَىilaakepada
  10. النَّارِn-naariapi

Inti bacaan

Kata (تَدْعُونَنِي, tad'uunanii) muncul tiga kali berturut-turut di Al-Qur'an, yaitu di 40:41, 40:42, dan 40:43.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَيَا قَوْمِ, wa-yaa qawmi) yang berarti "dan wahai kaumku". Rangkaian wa-yaa qawmi muncul sembilan kali di seluruh Al-Qur'an pada dua surah, yaitu tujuh kali di surah 11 (11:29, 11:30, 11:52, 11:64, 11:85, 11:89, dan 11:93) dan dua kali di surah 40 (40:32 dan 40:41). Huruf (وَ, wa-) di awal menyambung ayat ini dengan ucapan yang sama sebelumnya, dan terjemahan memakai "dan" untuk menjaga sambungan itu.

Kata tanya (مَا لِي, maa lii) yang berarti "mengapa aku" tersusun dari (مَا, maa) yang berarti "apa" dan (لِي, lii) yang berarti "bagiku", sehingga bunyi harfiahnya "apa bagiku". Terjemahan memakai "mengapa aku" karena kalimatnya bertanya tentang keadaan si pembicara sendiri. Bentuk (مَا لِيَ, maa liya) dengan fatah di ujung muncul dua kali, yaitu di 27:20 dan 36:22, dan di keduanya terjemahan memakai "mengapa aku". Di 27:20 dan 36:22 kata tanya itu disusul penafian (لَا, laa) yang berarti "tidak", sedangkan di 40:41 kata tanya itu disusul kata kerja tanpa penafian.

Kata kerja (أَدْعُوكُمْ, ad'uukum) yang berarti "aku menyeru kalian" berakar د-ع-و dan terdiri dari awalan a- untuk "aku" serta akhiran (كُمْ, -kum) yang berarti "kalian". Bentuk persis ini muncul dua kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 40:41 dan 40:42. Pasangannya (تَدْعُونَنِي, tad'uunanii) yang berarti "kalian menyeruku" muncul tiga kali berturut-turut, yaitu di 40:41, 40:42, dan 40:43. Terjemahan memakai "menyeru" untuk akar ini, seperti di 28:41, tempat bunyinya (يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ, yad'uuna ilaa n-naari) yang berarti "menyeru ke api". Rangkaian yad'uuna ilaa n-naari itu muncul dua kali, yaitu di 2:221 dan 28:41.

Kata (النَّجَاةِ, n-najaati) yang berarti "keselamatan" berakar ن-ج-و dan muncul satu kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 40:41. Akar yang sama dipakai untuk kata kerja di ayat lain, misalnya (نُنْجِي, nunjii) di 21:88, (وَكَذَٰلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ, wa-ka-dzaalika nunjii l-mu'miniina) yang berarti "dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang beriman". Terjemahan memakai "keselamatan" untuk kata benda ini dan "menyelamatkan" untuk kata kerjanya.

Kata (النَّارِ, n-naari) yang berarti "api" berdiri sejajar dengan n-najaati. Keduanya didahului (إِلَى, ilaa) yang berarti "kepada" dan kata sandang al-, sehingga ayat ini menaruh dua tujuan dalam bentuk yang sama: ilaa n-najaati dan ilaa n-naari.

Huruf (وَ, wa-) pada (وَتَدْعُونَنِي, wa-tad'uunanii) ditandai data morfologi sebagai wa yang menyatakan keadaan, yaitu keadaan yang berjalan bersamaan dengan kalimat sebelumnya, sehingga terjemahan memakai "sedangkan".

Tafsiran

Ayat ini berbentuk pertanyaan, dan jawabannya tidak diberikan di dalamnya. Pembicara menaruh dirinya di awal kalimat dengan "mengapa aku", lalu menghadapkan dua seruan yang arahnya berlawanan: seruannya kepada keselamatan dan seruan kaumnya kepada api. Kedua seruan memakai kata kerja yang sama, tetapi penyerunya dan tujuannya berbeda.

Ayat ini menyebut tujuan kedua seruan dan belum menyebut isinya. Apa yang diminta dari pembicara agar sampai ke api baru dituturkan di 40:42, yaitu kufur kepada Allah dan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu yang tidak diketahuinya. Urutan kedua seruan dibalik di ayat itu, sehingga 40:41 dan 40:42 saling menjawab. Ayat 40:43 menyusul dengan kata (تَدْعُونَنِي, tad'uunanii) untuk ketiga kalinya.

Di 40:38 pembicara memakai kata kerja (أَهْدِكُمْ, ahdikum) yang berarti "aku akan menunjukkan kepada kalian", berakar ه-د-ي, dan di 40:41 kata kerja (أَدْعُوكُمْ, ad'uukum), berakar د-ع-و. Ucapan lelaki ini memakai kata menunjukkan jalan ketika menawarkan, lalu kata menyeru ketika menyebut tujuan. Ayat ini tidak mengatakan apakah keselamatan di sini sama dengan taman di 40:40, dan kata taman tidak dipakai di dalamnya.

Sampai 40:44 tidak ada jawaban dari kaumnya yang dicatat, karena ucapan lelaki beriman itu tidak diselingi suara lain di antara 40:38 dan 40:44. Pertanyaan di 40:41 karena itu tinggal sebagai pertanyaan, dan jawaban atasnya, bila ada, tidak dituturkan oleh ayat ini maupun ayat-ayat sesudahnya dalam ucapan itu.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 40:41 membuka dengan pertanyaan tentang diri pembicara, (مَا لِي, maa lii) yang berarti "mengapa aku". Di 36:22 bentuk yang mirip, (وَمَا لِيَ, wa-maa liya) yang berarti "dan mengapa aku", dipakai pembicara yang bertanya mengapa dirinya tidak menyembah Dia yang menciptakannya, dan di 27:20 dipakai orang yang memeriksa burung-burung dan tidak melihat salah satunya. Tiga pembicara itu berada dalam keadaan yang berbeda, sehingga tidak disamakan, tetapi ketiganya mengajukan pertanyaan tentang diri sendiri lebih dulu. Orang yang mendapati ajakannya dibalas ajakan sebaliknya dapat memperhatikan ke mana keheranan itu pertama diarahkan, ke lawan bicara atau ke dirinya. Apa yang berubah pada sebuah perselisihan bila pertanyaan pertamanya menyangkut diri sendiri?
  • Kedua seruan di 40:41 memakai kata kerja yang sama dan kalimatnya sejajar: seruan kepada keselamatan, seruan kepada api. Bunyi kedua ajakan itu tidak membedakan mana yang benar, karena tujuannya berbeda. Pendengar yang menerima dua ajakan dengan kata kerja yang sama dapat memeriksa tujuan lebih dulu sebelum memeriksa siapa yang mengajak dan seberapa meyakinkan caranya. Ayat ini tidak mencatat bahwa kaumnya menyatakan tujuan itu. Kata api diucapkan oleh si pembicara tentang seruan mereka, dan isi seruan mereka baru dituturkan di ayat berikutnya. Apa yang tersisa dari dua ajakan yang bunyinya sama bila tujuannya ditutup?
  • Al-Qur'an menyebut pihak yang menyeru ke api dan pihak yang menyeru ke tempat lain. Di 28:41 Kami menjadikan para pemimpin (يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ, yad'uuna ilaa n-naari) yang berarti "menyeru ke api", dan di 10:25 (وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَىٰ دَارِ السَّلَامِ, wa-llaahu yad'uu ilaa daari s-salaami) yang berarti "dan Allah menyeru ke negeri keselamatan". Di 2:221 dua kalimat serupa berdampingan, satu dengan Allah sebagai penyerunya dan satu dengan orang-orang yang disebut di ayat itu. Ayat 40:41 menaruh pembicara di sisi seruan kepada keselamatan, dan ayat itu sendiri tidak menyebut bahwa pembicara menyeru atas nama Allah; tujuan seruannya baru disebut di 40:42. Orang yang sedang menyeru atau diseru dapat bertanya di sisi mana seruannya berdiri bila ditaruh di samping kalimat-kalimat itu, dan siapa yang berdiri di belakangnya?
  • Seruan di ayat ini berjalan dua arah: pembicara menyeru kaumnya, dan kaumnya menyeru pembicara. Ayat tidak memuat kutipan ucapan kaumnya, hanya tujuan seruan mereka menurut pembicara. Dalam sebuah perbedaan pendapat, kedua pihak dapat mengalami dirinya sebagai penyeru dan pihak lain sebagai yang diseru, dan ayat ini menaruh keduanya dalam satu kalimat dengan kata kerja yang sama. Pembaca yang pernah mengajak orang lain pada sesuatu dapat memperhatikan bahwa kalimat ini tidak menaruh penyeru dan yang diseru di dua tempat terpisah. Pada saat mengajak, seberapa jauh disadari bahwa diri sendiri sedang diajak ke arah lain?
  • Kata (النَّجَاةِ, n-najaati) yang berarti "keselamatan" hanya muncul sekali di seluruh Al-Qur'an, sedangkan akarnya dipakai untuk kata kerja di ayat lain. Di 10:103 dan 21:88 pelaku penyelamatan adalah Kami, yaitu Allah yang berbicara dalam ayat itu, dan yang diselamatkan orang-orang beriman. Ayat 40:41 memakai kata benda untuk apa yang ditawarkan, dan tidak menyebut siapa yang menyelamatkan. Pembaca dapat memperhatikan perbedaan antara tawaran yang ditulis sebagai kata kerja dengan pelaku yang jelas dan tawaran yang ditulis sebagai kata benda tanpa pelaku. Bila kata keselamatan ditaruh di depan seseorang tanpa penyelamatnya, apa yang sebenarnya ia terima?
  • Pertanyaan di 40:41 tinggal tanpa jawaban di dalam teks. Ayat-ayat sesudahnya meneruskan dengan isi seruan di 40:42 dan kesimpulan di 40:43, dan ucapan itu ditutup dengan penyerahan urusan kepada Allah di 40:44. Pertanyaan yang tidak dijawab tetap tercatat sebagai pertanyaan, lengkap dengan dua tujuan yang disebutnya. Pembaca yang pernah bertanya dan tidak mendapat jawaban dapat memperhatikan bahwa ucapan ini terus berjalan sesudah pertanyaannya. Apa yang dilakukan seseorang dengan pertanyaan yang sudah diajukan dan belum dijawab, sementara pembicaraan masih harus diteruskan?