تَدْعُونَنِي لِأَكْفُرَ بِاللَّهِ وَأُشْرِكَ بِهِ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ وَأَنَا أَدْعُوكُمْ إِلَى الْعَزِيزِ الْغَفَّارِ
Kalian menyeruku agar aku kufur kepada Allah dan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanku tentangnya, padahal aku menyerumu kepada Sang Digdaya, Sang Pengampun.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- تَدْعُونَنِي لِأَكْفُرَ بِاللَّهِtad'uunanii li-akfura bi-llaahikalian menyeruku agar aku kufur kepada Allah
- وَأُشْرِكَ بِهِ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌwa-usyrika bihi maa laysa lii bihi 'ilmundan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanku tentangnya
- وَأَنَا أَدْعُوكُمْ إِلَى الْعَزِيزِ الْغَفَّارِwa-anaa ad'uukum ilaa l-'aziizi l-ghaffaaripadahal aku menyerumu kepada Sang Digdaya, Sang Pengampun
Terjemahan per kata (15 kata)
- تَدْعُونَنِيtad'uunaniikalian menyeruku
- لِأَكْفُرَli-akfuraagar aku kufur
- بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
- وَأُشْرِكَwa-usyrikadan aku mempersekutukan
- بِهِbihidengan-Nya
- مَاmaaapa yang
- لَيْسَlaysabukanlah
- لِيliibagiku
- بِهِbihitentangnya
- عِلْمٌ'ilmunpengetahuan
- وَأَنَاwa-anaadan aku
- أَدْعُوكُمْad'uukumaku menyeru kalian
- إِلَىilaakepada
- الْعَزِيزِl-'aziiziSang Digdaya
- الْغَفَّارِl-ghaffaariYang Maha Pengampun
Inti bacaan
Puncak dialog sang mukmin: membedakan seruannya kepada 'Sang Digdaya lagi Sang Pengampun' dari seruan syirik tanpa dasar pengetahuan, kontras tajam antara dua ajakan yang bertolak belakang sumbernya.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(beriman)' tidak dipakai. 'Al-aziizi l-ghaffaari' diterjemahkan 'Sang Digdaya, Sang Pengampun', konsisten dengan pasangan kata yang identik persis di 38:66.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan kontras teologis inti: ajakan menyembah tuhan tanpa dasar pengetahuan versus seruan kepada Allah yang digdaya dan pengampun.
Renungan dan Hikmah
- Dua ajakan berhadapan dalam satu kalimat. Allah merekam keduanya utuh. Mereka mengajak ke satu arah, ia ke arah sebaliknya.
- Yang ditolaknya bukan tuhannya, melainkan ketiadaan dasarnya. Aku tidak punya pengetahuan tentangnya. Alasannya soal bukti.
- Dua nama dipilih untuk penutup: Sang Digdaya dan Sang Pengampun. Allah disebut kuat sekaligus pemaaf. Yang diseru bukan kuasa saja.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Kamu” diterjemahkan “Kalian”; “Maha” diterjemahkan “Sang”. g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. Dalam ayat ini, 'ghaffaar' bertakrif (memakai kata sandang al-). ghaffaar (intensif fa'aal) diterjemahkan 'pengampun'.