لَا جَرَمَ أَنَّمَا تَدْعُونَنِي إِلَيْهِ لَيْسَ لَهُ دَعْوَةٌ فِي الدُّنْيَا وَلَا فِي الْآخِرَةِ وَأَنَّ مَرَدَّنَا إِلَى اللَّهِ وَأَنَّ الْمُسْرِفِينَ هُمْ أَصْحَابُ النَّارِ

Sudah pasti bahwa apa yang kalian serukan kepadaku tidak mempunyai seruan di dunia dan tidak di akhirat; dan sesungguhnya tempat kembali kita kepada Allah; dan sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas, merekalah penghuni api.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. لَا جَرَمَ أَنَّمَا تَدْعُونَنِي إِلَيْهِlaa jarama annamaa tad'uunanii ilayhisudah pasti bahwa apa yang kalian serukan kepadaku
  2. لَيْسَ لَهُ دَعْوَةٌ فِي الدُّنْيَا وَلَا فِي الْآخِرَةِlaysa lahu da'watun fii d-dunyaa wa-laa fii l-aakhiratitidak mempunyai seruan di dunia dan tidak di akhirat
  3. وَأَنَّ مَرَدَّنَا إِلَى اللَّهِwa-anna maraddanaa ilaa llaahidan sesungguhnya tempat kembali kita kepada Allah
  4. وَأَنَّ الْمُسْرِفِينَ هُمْ أَصْحَابُ النَّارِwa-anna l-musrifiina hum ash-haabu n-naaridan sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas, merekalah penghuni api

Terjemahan per kata (22 kata)

  1. لَاlaatidak
  2. جَرَمَjaramasesungguhnya
  3. أَنَّمَاannamaabahwa hanyalah
  4. تَدْعُونَنِيtad'uunaniikalian menyeruku
  5. إِلَيْهِilayhikepadanya
  6. لَيْسَlaysabukanlah
  7. لَهُlahubaginya
  8. دَعْوَةٌda'watunseruan
  9. فِيfiidi
  10. الدُّنْيَاd-dunyaadunia
  11. وَلَاwa-laadan tidak pula
  12. فِيfiidi
  13. الْآخِرَةِl-aakhiratiakhirat
  14. وَأَنَّwa-annadan bahwa
  15. مَرَدَّنَاmaraddanaatempat kembali kami
  16. إِلَىilaakepada
  17. اللَّهِllaahiAllah
  18. وَأَنَّwa-annadan bahwa
  19. الْمُسْرِفِينَl-musrifiinaorang-orang yang melampaui batas
  20. هُمْhummereka
  21. أَصْحَابُash-haabupenghuni
  22. النَّارِn-naariapi

Inti bacaan

Penegasan tanpa keraguan bahwa objek sembahan mereka 'tidak mempunyai seruan yang layak' baik di dunia maupun akhirat, pembongkaran kekosongan klaim yang selama ini dipertahankan tanpa dasar.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(yang layak)' dan '(pula)' tidak dipakai: tidak berpadanan kata dalam teks Arab.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan kesia-siaan menyembah selain Allah: baik di dunia maupun akhirat, seruan semacam itu tidak berdaya, dan kembali sejati hanyalah kepada Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam bantahan yang memakai ukuran dua alam. Di sini tidak berguna. Di sana pun sama.
  • Yang membantah orang beriman dari kalangan mereka sendiri. Bukan Musa. Suaranya dari dalam.
  • Kalimat penutupnya menyebut tempat kembali kita. Allah merekam kata kita, bukan kalian. Ia menyertakan dirinya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar j-r-m, d-'-w, l-y-s, d-n-w, a-kh-r, r-d-d, a-l-h, s-r-f, s-h-b, n-w-r): tad'uunanii ilayhi laysa lahu da'wah fii d-dunyaa wa laa fii l-aakhirah diterjemahkan 'apa yang kalian serukan kepadaku tak punya seruan (yang sah) di dunia & akhirat' (akar d-'-w, tuhan-palsu tak punya da'wah/klaim-sah, tak dapat menjawab/diseru); maraddanaa ilaa llaah diterjemahkan 'tempat kembali kita kepada Allah' (akar r-d-d); musrifiin diterjemahkan 'orang melampaui batas' (akar s-r-f). gloss '(agar menyembah)-nya' dibuang.