فَسَتَذْكُرُونَ مَا أَقُولُ لَكُمْ ۚ وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ

Kelak kalian akan mengingat apa yang aku katakan kepada kalian. Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah melihat hamba-hamba.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. فَسَتَذْكُرُونَ مَا أَقُولُ لَكُمْfa-sa-tadzkuruuna maa aquulu lakumkelak kalian akan mengingat apa yang aku katakan kepada kalian
  2. وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّهِwa-ufawwidhu amrii ilaa llaahidan aku menyerahkan urusanku kepada Allah
  3. إِنَّ اللَّهَ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِinna llaaha bashiirun bi-l-'ibaadisesungguhnya Allah melihat hamba-hamba

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. فَسَتَذْكُرُونَfa-sa-tadzkuruunamaka kelak kalian akan mengingat
  2. مَاmaaapa yang
  3. أَقُولُaquuluaku katakan
  4. لَكُمْlakumkepada kalian
  5. وَأُفَوِّضُwa-ufawwidhudan aku menyerahkan
  6. أَمْرِيamriiurusanku
  7. إِلَىilaakepada
  8. اللَّهِllaahiAllah
  9. إِنَّinnasesungguhnya
  10. اللَّهَllaahaAllah
  11. بَصِيرٌbashiirunmelihat
  12. بِالْعِبَادِbi-l-'ibaadipada para hamba

Inti bacaan

(أَمْرِي, amrii) muncul delapan kali di Al-Qur'an, di 18:73, 18:82, 20:26, 20:32, 20:90, 20:93, 27:32, dan 40:44.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (فَسَتَذْكُرُونَ, fa-sa-tadzkuruuna) yang berarti "maka kelak kalian akan mengingat". Bentuk ini tersusun dari (فَ, fa) yang berarti "maka", awalan (سَ, sa-) yang menandai masa depan, dan (تَذْكُرُونَ, tadzkuruuna) yang berarti "kalian mengingat", berakar ذ-ك-ر. Bentuk persis fa-sa-tadzkuruuna muncul satu kali, yaitu di 40:44. Awalan fa menyambung ayat ini dengan 40:43, tempat pembicara baru saja menyatakan tiga hal dengan kepastian, sehingga "maka" membawa pendengar dari pernyataan itu ke saat mengingat. Terjemahan memakai "kelak" dan "akan" sekaligus untuk menandai masa depan itu, dan ayat tidak menyebut kapan kelak itu tiba.

Kata (مَا أَقُولُ لَكُمْ, maa aquulu lakum) berarti "apa yang aku katakan kepada kalian". Kata kerja (أَقُولُ, aquulu) berakar ق-و-ل dan menunjuk pembicara sendiri, sedangkan (لَكُمْ, lakum) menunjuk beberapa orang yang diajak bicara. Susunan aquulu lakum muncul tiga kali di tiga surah, yaitu di 6:50, 11:31, dan 40:44. Di 6:50 dan 11:31 susunan itu didahului laa dan menyebut hal-hal yang tidak dikatakan pembicaranya, misalnya (لَا أَقُولُ لَكُمْ, laa aquulu lakum) yang berarti "aku tidak mengatakan kepada kalian" di 6:50, yang disusul pernyataan tentang perbendaharaan Allah. Di 40:44 susunan itu tidak dinegasikan, dan isi ucapannya ditunjuk oleh maa, yaitu "apa yang". Ayat ini tidak mengulang isi ucapan itu, dan maa dapat dibaca menunjuk pada tuturan yang berjalan sejak 40:38.

Kata kerja (أُفَوِّضُ, ufawwidhu) yang berarti "aku menyerahkan" berakar ف-و-ض, dan baik bentuk ini maupun akarnya hanya muncul di 40:44. Objeknya, (أَمْرِي, amrii), tersusun dari amr yang berarti "urusan" dan akhiran -ii yang berarti "-ku". Kata amrii muncul delapan kali di empat surah, yaitu di 18:73, 18:82, 20:26, 20:32, 20:90, 20:93, 27:32, dan 40:44. Di 20:26, (وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي, wa-yassir lii amrii) yang berarti "dan mudahkanlah untukku urusanku", dan di 20:32, (وَأَشْرِكْهُ فِي أَمْرِي, wa-asyrik-hu fii amrii) yang berarti "dan sertakanlah ia dalam urusanku", pembicara meminta sesuatu dilakukan atas urusannya. Di 40:44 pembicara sendiri memindahkan urusan itu, dan tujuannya ditunjuk oleh (إِلَى اللَّهِ, ilaa llaahi) yang berarti "kepada Allah". Susunan serupa tanpa kata kerja ada di 2:275, (وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ, wa-amruhu ilaa llaahi) yang berarti "dan urusannya kepada Allah", tentang orang lain, sehingga ayat itu menyebut keadaan dan 40:44 menyebut tindakan.

Kalimat penutup (إِنَّ اللَّهَ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ, inna llaaha bashiirun bi-l-'ibaadi) berarti "sesungguhnya Allah melihat hamba-hamba". Kata (بَصِيرٌ, bashiirun) berakar ب-ص-ر dan diterjemahkan "melihat". Di 40:20 dan 40:56 kata ini berpasangan dengan "mendengar" dalam (السَّمِيعُ الْبَصِيرُ, s-samii'u l-bashiiru) yang berarti "Yang Mendengar, Yang Melihat", dan pasangan itu muncul empat kali di tiga surah, yaitu di 17:1, 40:20, 40:56, dan 42:11. Di 40:58, (الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُ, l-a'maa wa-l-bashiiru) memakai kata yang sama untuk manusia, yaitu orang buta dan orang yang melihat. Di 40:44 bashiirun berdiri tanpa pasangan dan tanpa lawan, lalu disusul (بِالْعِبَادِ, bi-l-'ibaadi) yang berarti "hamba-hamba". Susunan bashiirun bi-l-'ibaadi muncul tiga kali di dua surah, yaitu di 3:15, 3:20, dan 40:44. Di 3:20, (وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ, wa-llaahu bashiirun bi-l-'ibaadi) menutup ayat sesudah pernyataan bahwa tugas pembicara ialah menyampaikan, sehingga di 3:20 dan 40:44 penutup itu datang sesudah penyampaian kepada orang yang belum tentu menerimanya.

Kata (الْعِبَادِ, l-'ibaadi) muncul tujuh kali di empat surah, yaitu di 2:207, 3:15, 3:20, 3:30, 36:30, 40:44, dan 40:48. Arabnya tidak memuat kata ganti, sehingga terjemahan memakai "hamba-hamba" tanpa "-Nya". Bentuk dengan huruf li di depannya, (لِلْعِبَادِ, li-l-'ibaadi), muncul dua kali, yaitu di 40:31 dan 50:11.

Tafsiran

Ayat ini menutup tuturan lelaki beriman yang berjalan sejak 40:38, dan 40:45 melanjutkannya dengan narasi tanpa kata berkata. Isinya tiga pernyataan yang masing-masing menghadap pihak yang berlainan: kaumnya lewat kata "kalian", Allah sebagai tujuan penyerahan, dan Allah dalam hubungannya dengan hamba-hamba. Tidak ada kata perintah kepada kaumnya di ayat ini, padahal tuturan ini dibuka di 40:38 dengan (اتَّبِعُونِ, ittabi'uuni) yang berarti "ikutilah aku".

Di 40:30 dan 40:32 pembicara menyebut kekhawatiran dan ketakutannya atas kaumnya, misalnya (إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ, innii akhaafu 'alaykum) yang berarti "sesungguhnya aku khawatir atas kalian" di 40:30. Di 40:44 sikapnya terhadap kaumnya digambarkan lewat ingatan mereka kelak, tanpa kata takut. Ayat tidak menyebut kapan kelak itu tiba, dan tidak menyebut apa yang terjadi pada kaumnya pada saat itu.

Ayat 40:45 melaporkan bahwa Allah melindungi lelaki itu dari keburukan makar mereka, dengan awalan fa. Ayat itu tidak menyatakan bahwa perlindungan tersebut menjawab penyerahan di 40:44, dan 40:44 sendiri tidak meminta perlindungan: kata kerjanya menyerahkan urusan, tanpa menyebut apa yang diharapkan sesudahnya.

Kata hamba-hamba muncul dua kali dalam tuturan ini. Di 40:31 pembicara menyebut bahwa Allah tidak menghendaki kezaliman terhadap hamba-hamba, dan di 40:44 pembicara menutup dengan penglihatan Allah atas hamba-hamba. Pada kedua tempat Allah terkait dengan hamba-hamba lewat kata yang sama, sehingga tuturan ini terbuka dan tertutup dengan kata itu. Kata yang sama diulang di 40:48 oleh pihak lain.

Renungan dan Hikmah

  • Pembicara tidak meminta kaumnya menyetujui ucapannya saat itu. Pembicara menyebut ingatan kelak, dan ayat tidak menyebut kapan atau apa yang memicunya. Dari sisi pendengar, ini berarti sebuah ucapan yang pernah terdengar sia-sia dapat kembali pada waktu yang tidak dikendalikan siapa pun di ruangan itu. Dari sisi penutur, ucapan sudah selesai disampaikan sebelum ada tanda diterima. Kata-kata siapa yang dahulu ditepis dalam sebuah percakapan dan kini teringat kembali, dan apa yang membuatnya teringat?
  • Di 2:275 urusan seseorang digambarkan berada pada Allah sebagai keadaan, tanpa kata kerja dan tanpa kehendak orang itu. Di 40:44 pembicara sendiri melakukan perpindahan itu dengan kata kerja yang pelakunya aku, sehingga penyerahan menjadi sesuatu yang dikerjakan pembicara sendiri. Ayat 2:275 menyangkut orang yang telah menerima peringatan lalu berhenti, sedangkan 40:44 menyangkut lelaki beriman, sehingga keduanya tidak disamakan. Dari keduanya satu pertanyaan dapat diajukan kepada diri sendiri: urusan mana yang selama ini disebut sudah diserahkan kepada Allah tetapi masih dipegang erat setiap hari?
  • Di 6:50 dan 11:31 pembicara menyebut apa yang tidak dikatakannya kepada orang-orang yang diajaknya bicara, yaitu bahwa perbendaharaan Allah ada padanya, bahwa pembicara mengetahui yang gaib, dan bahwa pembicara malaikat. Di 40:44 pembicara meminta kaumnya mengingat apa yang dikatakannya, dan ayat tidak memuat pernyataan tentang kedudukannya sendiri. Kedua ayat pertama berasal dari tuturan lain dan tidak dipakai untuk menafsirkan 40:44. Dari perbandingan itu penutur dapat memeriksa ucapannya sendiri: bila kata-katanya ingin diingat, apakah bobotnya diletakkan pada isi kata-kata itu atau pada siapa yang mengucapkannya?
  • Di 3:20 penutup tentang Allah yang melihat hamba-hamba datang sesudah pernyataan bahwa tugas pembicara ialah menyampaikan, dan di 40:44 penutup yang sama datang sesudah ucapan yang telah disampaikan kepada kaum yang belum tentu menerimanya. Kedua ayat itu berasal dari tuturan yang berbeda, tetapi urutannya serupa: penyampaian lebih dulu, penglihatan Allah di akhir. Orang yang telah mengatakan semua yang perlu dikatakannya dapat memperhatikan ke mana perhatiannya pergi sesudah itu. Apakah perhatiannya menunggu tanggapan pendengar, atau diarahkan kepada Dia yang melihat hamba-hamba?
  • Tuturan ini dibuka di 40:38 dengan perintah ikutilah aku, dan ditutup di 40:44 dengan tiga pernyataan tanpa satu perintah pun. Setelah menasihati, mengingatkan tentang dunia dan akhirat, dan menyebut seruan yang berlawanan, pembicara berhenti meminta dan mulai menyatakan apa yang akan diingat, kepada siapa urusannya diserahkan, dan siapa yang melihat hamba-hamba. Allah disebut dua kali dalam penutup itu. Dalam sebuah ajakan panjang yang pernah disampaikan seseorang, apakah kalimat terakhirnya masih sebuah permintaan, atau sudah berubah menjadi pernyataan tentang siapa yang melihat?
  • Ayat ini berbicara tentang ucapan, yaitu apa yang aku katakan kepada kalian, lalu menutup dengan penglihatan. Di 40:20 dan 40:56 Allah disebut Yang Mendengar dan Yang Melihat sekaligus, sedangkan di 40:44 penglihatan disebut tanpa pasangannya. Ayat tidak menjelaskan kenapa pasangannya tidak ikut, sehingga tidak ada alasan yang dapat dikutip di sini. Ucapan pembicara bisa hilang dari ingatan pendengarnya, sedangkan kalimat penutup menaruh penglihatan Allah atas hamba-hamba di luar ingatan siapa pun. Apa yang berubah pada cara seseorang berbicara bila ia ingat bahwa kata-katanya dilihat, tidak hanya didengar?