فَسَتَذْكُرُونَ مَا أَقُولُ لَكُمْ ۚ وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ
Kelak kalian akan mengingat apa yang aku katakan kepada kalian. Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah melihat hamba-hamba.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَسَتَذْكُرُونَ مَا أَقُولُ لَكُمْfa-sa-tadzkuruuna maa aquulu lakumkelak kalian akan mengingat apa yang aku katakan kepada kalian
- وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّهِwa-ufawwidhu amrii ilaa llaahidan aku menyerahkan urusanku kepada Allah
- إِنَّ اللَّهَ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِinna llaaha bashiirun bi-l-'ibaadisesungguhnya Allah melihat hamba-hamba
Terjemahan per kata (12 kata)
- فَسَتَذْكُرُونَfa-sa-tadzkuruunamaka kelak kalian akan mengingat
- مَاmaaapa yang
- أَقُولُaquuluaku katakan
- لَكُمْlakumkepada kalian
- وَأُفَوِّضُwa-ufawwidhudan aku menyerahkan
- أَمْرِيamriiurusanku
- إِلَىilaakepada
- اللَّهِllaahiAllah
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- بَصِيرٌbashiirunmelihat
- بِالْعِبَادِbi-l-'ibaadipada para hamba
Inti bacaan
Penutup tenang tanpa dendam: 'aku menyerahkan urusanku kepada Allah', sikap damai meski menghadapi penolakan keras, melepaskan hasil akhir kepada otoritas yang lebih tinggi.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '-Nya' setelah 'hamba-hamba' tidak dipakai: 'al-ibaadi' berartikel definit generik, bukan frasa posesif, konsisten dengan terjemahan kata yang sama tanpa '-Nya' di 40:31. Tanda kutip ganda ditutup di sini: pidato ketiga lelaki beriman yang dimulai 40:38 berakhir, narasi kembali ke suara narator di 40:45.
Tafsiran
Ayat ini menutup pidato lelaki beriman dengan sikap tawakal penuh: menyerahkan seluruh urusan kepada Allah setelah menyampaikan kebenaran semampunya.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam ia berkata kelak kalian akan mengingat apa yang aku katakan. Bukan sekarang. Yang menyampaikan menyerahkan pembuktiannya kepada waktu.
- Yang ia lakukan menyerahkan urusannya kepada Allah. Bukan membela diri lebih lanjut. Sesudah dinasihati dan ditolak, yang tersisa memindahkan bebannya.
- Ia menutup dengan menyebut Allah melihat hamba-hamba. Tanpa penyandaran. Yang menjaganya bukan pembelaan siapa pun, melainkan bahwa ada yang menyaksikan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
sebutan diterjemahkan 'melihat' per takrif corpus; kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.