فَوَقَاهُ اللَّهُ سَيِّئَاتِ مَا مَكَرُوا ۖ وَحَاقَ بِآلِ فِرْعَوْنَ سُوءُ الْعَذَابِ
Maka, Allah melindunginya dari keburukan makar mereka, dan keluarga Firaun diliputi oleh seburuk-buruk azab.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَوَقَاهُ اللَّهُ سَيِّئَاتِ مَا مَكَرُواfa-waqaahu llaahu sayyi'aati maa makaruumaka, Allah melindunginya dari keburukan makar mereka
- وَحَاقَ بِآلِ فِرْعَوْنَ سُوءُ الْعَذَابِwa-haaqa bi-aali fir'awna suu'u l-'adzaabidan keluarga Firaun diliputi oleh seburuk-buruk azab
Terjemahan per kata (10 kata)
- فَوَقَاهُfa-waqaahumaka Dia memeliharanya
- اللَّهُllaahuAllah
- سَيِّئَاتِsayyi'aatikeburukan
- مَاmaaapa yang
- مَكَرُواmakaruumereka membuat makar
- وَحَاقَwa-haaqadan menimpa
- بِآلِbi-aalikepada keluarga
- فِرْعَوْنَfir'awnaFiraun
- سُوءُsuu'ukeburukan
- الْعَذَابِl-'adzaabiazab
Inti bacaan
(وَحَاقَ, wa-haaqa) muncul tujuh kali di Al-Qur'an (11:8, 16:34, 39:48, 40:45, 40:83, 45:33, 46:26), dan enam ayat selain 40:45 menyebut apa yang dahulu diolok-olokkan sebagai yang meliputi.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (فَوَقَاهُ, fa-waqaahu) yang berarti "maka melindunginya". Bentuk ini tersusun dari fa yang berarti "maka", kata kerja waqaa yang berarti "melindungi" dan berakar و-ق-ي, serta akhiran (هُ, -hu) yang berarti "-nya". Korpus morfologi menandai fa di sini sebagai penyambung kalimat baru, dan terjemahan menandainya dengan "Maka,". Susunan (فَوَقَاهُ اللَّهُ, fa-waqaahu llaahu) muncul satu kali, yaitu di 40:45, sedangkan di 76:11 muncul (فَوَقَاهُمُ, fa-waqaahumu) yang berarti "maka melindungi mereka", dengan kata kerja yang sama dan objek jamak. Akhiran -hu menunjuk satu orang laki-laki yang tidak disebut namanya di ayat ini. Ayat 40:28 menyebut (رَجُلٌ مُؤْمِنٌ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ, rajulun mu'minun min aali fir'awna) yang berarti "seorang lelaki beriman dari keluarga Firaun", dan tuturan yang selesai di 40:44 milik lelaki itu, sehingga -hu dapat dibaca menunjuk kepadanya.
Akar و-ق-ي muncul juga dalam dua permohonan di surah yang sama. Di 40:7, (وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ, wa-qihim 'adzaaba l-jahiimi) berarti "dan lindungilah mereka dari azab neraka yang menyala-nyala", dan di 40:9, (وَقِهِمُ السَّيِّئَاتِ, wa-qihimu s-sayyi'aati) berarti "dan lindungilah mereka dari keburukan". Akar kata kerja itu dan kata (السَّيِّئَاتِ, s-sayyi'aati) di 40:9 sama dengan yang dipakai di 40:45. Ayat 40:45 tidak mengutip permohonan itu dan tidak menyatakan bahwa perlindungan di sini menjawabnya.
Frasa (سَيِّئَاتِ مَا مَكَرُوا, sayyi'aati maa makaruu) tersusun dari sayyi'aati, bentuk jamak yang berarti "keburukan-keburukan", dan (مَا مَكَرُوا, maa makaruu) yang berarti "apa yang mereka makarkan". Terjemahan menyatukannya menjadi "keburukan makar mereka". Kata kerja (مَكَرُوا, makaruu) berakar م-ك-ر, dan bentuk persisnya muncul enam kali di enam surah, yaitu di 3:54, 14:46, 16:45, 27:50, 40:45, dan 71:22. Terjemahan memakai "makar" di keenamnya. Di 16:45, (الَّذِينَ مَكَرُوا السَّيِّئَاتِ, lladziina makaruu s-sayyi'aati) menaruh sayyi'aati sebagai hal yang dimakarkan, sedangkan di 40:45 sayyi'aati menjadi hal yang dihindarkan oleh perlindungan Allah. Ayat ini menyebut keburukan yang datang dari makar itu, dan tidak menyebut apakah makar itu terlaksana. Kata ganti -uu pada makaruu menunjuk beberapa orang yang tidak dinamai.
Kata (وَحَاقَ, wa-haaqa) yang berarti "dan meliputi" berakar ح-ي-ق. Akar ini muncul sepuluh kali di sembilan surah menurut korpus morfologi, dan bentuk wa-haaqa muncul tujuh kali di enam surah, yaitu di 11:8, 16:34, 39:48, 40:45, 40:83, 45:33, dan 46:26. Di enam ayat selain 40:45, wa-haaqa disusul (بِهِمْ, bihim) yang berarti "pada mereka" dan (مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ, maa kaanuu bihi yastahzi'uuna) yang berarti "apa yang dahulu mereka olok-olokkan". Susunan kedua itu ada juga di 6:10 dan 21:41 sesudah (فَحَاقَ, fa-haaqa), sehingga delapan ayat memasangkannya dengan kata kerja ini. Di 40:45 kata kerja itu disusul (بِآلِ فِرْعَوْنَ, bi-aali fir'awna) yang berarti "pada keluarga Firaun" dan (سُوءُ الْعَذَابِ, suu'u l-'adzaabi), sehingga azab itu sendiri yang meliputi. Terjemahan memakai "diliputi oleh" di sini, seperti di 39:48 dan 45:33.
Kata (آلِ, aali) berakar أ-و-ل dan diterjemahkan "keluarga". Frasa aal fir'awna, dengan akhiran yang berganti menurut kedudukannya, muncul tiga belas kali di delapan surah, yaitu di 2:49, 2:50, 3:11, 7:130, 7:141, 8:52, 8:54, 14:6, 28:8, 40:28, 40:45, 40:46, dan 54:41. Di 40:28 frasa itu menyebut asal lelaki beriman, dan di 40:45 menyebut pihak yang diliputi azab. Ayat 40:45 menaruh lelaki yang dilindungi dan keluarga yang diliputi dalam dua kalimat berurutan, tanpa menjelaskan bagaimana keduanya dipisahkan.
Frasa suu'u l-'adzaabi, dengan akhiran yang berganti menurut kedudukannya, muncul sembilan kali di tujuh surah, yaitu di 2:49, 6:157, 7:141, 7:167, 14:6, 27:5, 39:24, 39:47, dan 40:45. Di 2:49, 7:141, dan 14:6 frasa itu bersanding dengan aal fir'awn dalam (آلِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوءَ الْعَذَابِ, aali fir'awna yasuumuunakum suu'a l-'adzaabi) yang berarti "keluarga Firaun menimpakan kepada kalian seburuk-buruk azab". Di 40:45 dua kata yang sama muncul lagi dengan arah berbalik, karena keluarga Firaun menjadi pihak yang diliputi azab itu. Ketiga ayat pertama menyebut tindakan manusia kepada orang lain, sedangkan 40:45 tidak menyebut siapa yang membuat azab itu meliputi mereka.
Tafsiran
Ayat ini melaporkan dua nasib dalam satu kalimat panjang tanpa kutipan ucapan: seorang lelaki dilindungi, dan sebuah keluarga diliputi azab. Tuturan lelaki itu sudah tertutup di 40:44, dan 40:45 tidak lagi memakai kata berkata. Kedua nasib dihubungkan oleh wa, dan masing-masing dibawa satu kata kerja yang berbentuk lampau menurut korpus morfologi, yaitu waqaa dan haaqa. Ayat tidak menyebut kapan keduanya terjadi.
Dapat dibaca bahwa pelaku makar di ayat ini adalah keluarga Firaun, karena merekalah yang disebut diliputi azab dalam kalimat yang sama, tetapi ayat tidak menyatakan siapa yang bermakar. Ayat 40:45 memuat dua akar, م-ك-ر dan ح-ي-ق, dalam satu ayat, dan ayat lain yang memuat keduanya hanya 35:43. Di 35:43, (وَلَا يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلَّا بِأَهْلِهِ, wa-laa yahiiqu l-makru s-sayyi'u illaa bi-ahlihi) berarti "dan makar yang buruk tidak meliputi kecuali orang yang merencanakannya". Ayat 40:45 tidak mengutip pernyataan itu, dan kedua ayat berbicara dalam suasana yang berbeda, sehingga 35:43 hanya menjadi pembanding.
Frasa yang menyebut asal lelaki itu di 40:28 dipakai lagi di sini untuk pihak yang diliputi azab, dan ini membuat kedua nasib tampak sebagai bagian dari satu rumah tangga yang sama. Ayat ini tidak menjelaskan sebab pemisahannya. Tuturan sebelumnya berisi ajakan, peringatan, dan penyerahan urusan kepada Allah, dan tidak menyebut perlindungan sebagai syarat atau janji.
Ayat sesudahnya, 40:46, menyebut keluarga Firaun lagi dan memerinci azab mereka. Ayat 40:45 menyebut azab itu dengan nama saja, (سُوءُ الْعَذَابِ, suu'u l-'adzaabi), dan tidak merincinya.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 40:28 menyebut lelaki ini sebagai orang dari keluarga Firaun, dan 40:45 memakai frasa yang sama untuk keluarga yang diliputi azab, sementara Allah dikatakan melindungi lelaki itu. Dua nasib berlainan jatuh pada orang-orang yang disebut dengan satu frasa yang sama. Ayat tidak menjelaskan bagaimana pemisahan itu terjadi, dan tuturan sebelumnya, yang berisi ajakan dan penyerahan urusan, tidak menyebut perlindungan sebagai janji. Orang yang hidup di tengah lingkungan yang tidak disetujuinya dapat bertanya kepada diri sendiri, bila dua orang berasal dari rumah yang sama, apa yang memisahkan nasib keduanya dalam satu kalimat Allah?
- Kalimat itu mengatakan Allah melindungi lelaki itu dari keburukan makar mereka, dan ayat tidak menyebut apakah makar itu terlaksana. Perlindungan di sini diarahkan pada akibat yang datang dari rencana orang lain. Orang yang merasa menjadi sasaran rencana orang lain sering menghabiskan tenaga untuk mencegah rencana itu terbentuk. Berapa banyak hal yang dikhawatirkan dari orang lain sebenarnya berupa akibat, dan kepada siapa akibat itu diserahkan?
- Di 35:43 makar yang buruk dinyatakan tidak meliputi kecuali orang yang merencanakannya, dan 40:45 memuat kata makar dan kata meliputi dalam satu ayat tanpa mengulang pernyataan itu. Dua ayat tersebut berbicara dalam suasana yang berbeda, sehingga 35:43 hanya menjadi pembanding. Dari pembandingan itu pembaca dapat mengamati satu gerak yang dilukiskan 35:43: sebuah rencana disusun ke arah orang lain, lalu mengelilingi penyusunnya sendiri. Rencana apa yang pernah disusun untuk orang lain dan sekarang terasa mengelilingi penyusunnya sendiri?
- Frasa seburuk-buruk azab dipakai di 2:49, 7:141, dan 14:6 untuk apa yang keluarga Firaun timpakan kepada orang lain, lalu dipakai lagi di 40:45 untuk apa yang meliputi keluarga itu sendiri. Tiga ayat pertama menyebut perbuatan manusia, dan 40:45 tidak menyebut siapa yang menimpakan azab di sini, sehingga keduanya tidak disamakan. Tampak dua kata yang sama dengan arah yang berbalik. Orang yang pernah memakai sebuah ukuran untuk menilai atau menekan orang lain dapat bertanya, bila ukuran itu suatu hari diterapkan kepada dirinya sendiri, apakah ukuran itu masih terasa adil di hadapan Allah?
- Ayat 40:44 ditutup dengan Allah yang melihat hamba-hamba, dan 40:45 dibuka dengan Allah yang melindungi lelaki itu. Dua kata kerja dengan Allah sebagai pelaku datang berurutan, tanpa ayat yang menyatakan bahwa kata kerja kedua menjawab kata kerja pertama. Pembaca yang telah menyampaikan sesuatu dan menyerahkan hasilnya dapat memperhatikan urutan itu: sesudah ucapan selesai, ayat mencatat tindakan Allah dan tidak mencatat tanggapan pendengar. Dalam urusan yang pernah disampaikan dan diserahkan, perhatian mana yang lebih sering tertuju kepada tindakan Allah?
- Ayat ini menaruh seorang lelaki di satu sisi dan sebuah keluarga di sisi lain, dan keluarga, yang jumlahnya lebih besar, diliputi azab. Ayat tidak mengaitkan jumlah dengan hasil, dan lelaki itu disebut dilindungi Allah tanpa keterangan tentang berapa banyak yang berdiri bersamanya. Orang yang berdiri sendirian dalam pendapat di tengah lingkungan yang ramai dapat memeriksa ukuran apa yang ia pakai ketika menimbang siapa yang akan selamat, jumlah pendukung atau sesuatu yang lain. Bila pendukungnya hanya perlindungan Allah, apakah hitungan itu cukup untuk melangkah?