وَإِذْ يَتَحَاجُّونَ فِي النَّارِ فَيَقُولُ الضُّعَفَاءُ لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا إِنَّا كُنَّا لَكُمْ تَبَعًا فَهَلْ أَنْتُمْ مُغْنُونَ عَنَّا نَصِيبًا مِنَ النَّارِ
Dan ketika mereka saling berbantah di dalam api, orang-orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, “Sesungguhnya kami adalah pengikut kalian; maka, dapatkah kalian melepaskan dari kami sebagian dari api?”
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَإِذْ يَتَحَاجُّونَ فِي النَّارِwa-idz yatahaajjuuna fii n-naaridan ketika mereka saling berbantah di dalam api
- فَيَقُولُ الضُّعَفَاءُ لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُواfa-yaquulu dh-dhu'afaa'u li-lladziina stakbaruulalu, orang-orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri
- إِنَّا كُنَّا لَكُمْ تَبَعًاinnaa kunnaa lakum taba'ansesungguhnya kami adalah pengikut kalian
- فَهَلْ أَنْتُمْ مُغْنُونَ عَنَّا نَصِيبًا مِنَ النَّارِfa-hal antum mughnuuna 'annaa nashiiban mina n-naarimaka, dapatkah kalian melepaskan dari kami sebagian dari api
Terjemahan per kata (19 kata)
- وَإِذْwa-idzdan ketika
- يَتَحَاجُّونَyatahaajjuunamereka berbantah
- فِيfiidi dalam
- النَّارِn-naariapi
- فَيَقُولُfa-yaquulumaka ia berkata
- الضُّعَفَاءُdh-dhu'afaa'uorang-orang lemah
- لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
- اسْتَكْبَرُواstakbaruumereka menyombongkan diri
- إِنَّاinnaasesungguhnya kami
- كُنَّاkunnaakami adalah
- لَكُمْlakumbagi kalian
- تَبَعًاtaba'anpengikut
- فَهَلْfa-halmaka apakah
- أَنْتُمْantumkalian
- مُغْنُونَmughnuunayang dapat menolak
- عَنَّا'annaadari kami
- نَصِيبًاnashiibanbagian
- مِنَminadari
- النَّارِn-naariapi
Inti bacaan
Dialog saling menyalahkan di neraka: 'orang lemah' menagih pertanggungjawaban dari yang 'menyombongkan diri', pengikut yang dulu patuh kini menuntut penjelasan dari pemimpin yang menyesatkan mereka.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(Ingatlah)', '(dahulu)', dan '(azab)' tidak dipakai: masing-masing tidak berpadanan kata dalam teks Arab; 'kunnaa' (bentuk lampau) sudah mengandung makna waktu tanpa perlu keterangan tambahan.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan pertengkaran di api: orang-orang lemah yang dahulu mengikuti para pemimpin sombong kini menuntut pertanggungjawaban mereka.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut mereka saling berbantah di dalam api. Masih bertengkar. Yang sudah sampai di sana pun belum selesai urusannya.
- Yang menagih orang-orang yang lemah, kepada yang menyombongkan diri. Terbalik. Yang dahulu menurut kini menuntut.
- Allah merekam mereka menyebut diri pengikut. Mengakui. Alasannya berupa pengakuan bahwa mereka memang mengikuti.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Ayat verba/nomina gny non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (laa yughnii 'tidak berguna/bermanfaat' dkk., konsisten; sub-putusan verba terdokumentasi di belum diputuskan); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi gny: ghaniyy diterjemahkan 'berkecukupan' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berkecukupan'); ghaniyy an diterjemahkan 'tidak memerlukan' (cabang preposisional); verba/istaghnaa/mughnuun pemakaian diteruskan (terjemahan lain konsisten; sub-putusan di belum diputuskan). Antonim internal: faqiir (35:15, 47:38, 3:181), fqr belum dibedah, 'fakir/miskin' interim. 'cukup' polos = wilayah k-f-y ('Cukuplah Allah' 27 ayat), beda bentuk dgn 'berkecukupan', didokumentasi. al-Ghaniyy (glos ilahi) = 'The Self-sufficient; aghnaa an = idiom 'mencukupi/menghindarkan dari' (laa yughnii = 'tidak berguna/menolong').