قَالُوا أَوَلَمْ تَكُ تَأْتِيكُمْ رُسُلُكُمْ بِالْبَيِّنَاتِ ۖ قَالُوا بَلَىٰ ۚ قَالُوا فَادْعُوا ۗ وَمَا دُعَاءُ الْكَافِرِينَ إِلَّا فِي ضَلَالٍ

Mereka berkata, “Bukankah rasul-rasul kalian telah datang kepada kalian dengan bukti-bukti yang nyata?” Mereka menjawab, “Benar.” Mereka berkata, “Maka, berdoalah.” Dan doa orang-orang kafir itu tidak lain adalah sia-sia.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. قَالُوا أَوَلَمْ تَكُ تَأْتِيكُمْ رُسُلُكُمْ بِالْبَيِّنَاتِqaaluu a-wa-lam taku ta'tiikum rusulukum bi-l-bayyinaatimereka berkata, bukankah rasul-rasul kalian telah datang kepada kalian dengan bukti-bukti yang nyata
  2. قَالُوا بَلَىٰqaaluu balaamereka menjawab, benar
  3. قَالُوا فَادْعُواqaaluu fa-d'uumereka berkata, maka, berdoalah
  4. وَمَا دُعَاءُ الْكَافِرِينَ إِلَّا فِي ضَلَالٍwa-maa du'aa'u l-kaafiriina illaa fii dhalaalindan doa orang-orang kafir itu tidak lain adalah sia-sia

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. قَالُواqaaluumereka berkata
  2. أَوَلَمْa-wa-lamdan tidakkah
  3. تَكُtakuadalah
  4. تَأْتِيكُمْta'tiikumdatang kepada kalian
  5. رُسُلُكُمْrusulukumrasul-rasul kalian
  6. بِالْبَيِّنَاتِbi-l-bayyinaatidengan bukti-bukti yang nyata
  7. قَالُواqaaluumereka berkata
  8. بَلَىٰbalaaya
  9. قَالُواqaaluumereka berkata
  10. فَادْعُواfa-d'uumaka berdoalah kalian
  11. وَمَاwa-maadan tidaklah
  12. دُعَاءُdu'aa'udoa
  13. الْكَافِرِينَl-kaafiriinaorang-orang yang kufur
  14. إِلَّاillaakecuali
  15. فِيfiidalam
  16. ضَلَالٍdhalaalinkesesatan

Inti bacaan

Pasangan (قَالُوا بَلَىٰ, qaaluu balaa) muncul tujuh kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:30, 7:172, 39:71, 40:50, 46:34, 57:14, dan 67:9.

Penjelasan pilihan kata

Kata kerja (قَالُوا, qaaluu) yang berarti "mereka berkata" muncul tiga kali dalam ayat ini dengan bentuk yang sama, dan tidak ada kata yang menandai pergantian pembicara. Terjemahan memakai "mereka menjawab" untuk yang kedua karena isinya, (بَلَىٰ, balaa), menjawab pertanyaan sebelumnya, dan "mereka berkata" untuk yang pertama dan ketiga. Pembicaranya tidak disebut namanya. Ayat sebelumnya mengalamatkan permintaan kepada penjaga-penjaga Jahanam, sehingga ayat ini dapat dibaca sebagai jawaban para penjaga, dan pertanyaan di dalamnya mirip dengan pertanyaan penjaga di 39:71 dan 67:8. Pembacaan itu bersandar pada urutan ayat dan kemiripan susunan, bukan pada sebuah kata yang menyebut penjaga.

Kalimat tanya (أَوَلَمْ تَكُ تَأْتِيكُمْ رُسُلُكُمْ بِالْبَيِّنَاتِ, a-wa-lam taku ta'tiikum rusulukum bi-l-bayyinaati) yang berarti "bukankah rasul-rasul kalian telah datang kepada kalian dengan bukti-bukti yang nyata" terdiri atas kata tanya (أَوَلَمْ, a-wa-lam) yang berarti "bukankah", kata kerja (تَكُ, taku) dari akar ك-و-ن, kata (تَأْتِيكُمْ, ta'tiikum) yang berarti "datang kepada kalian", (رُسُلُكُمْ, rusulukum) yang berarti "rasul-rasul kalian", dan (بِالْبَيِّنَاتِ, bi-l-bayyinaati) yang berarti "dengan bukti-bukti yang nyata". Kata ta'tiikum muncul dua kali, yaitu di 7:187 dan 40:50. Di 7:187 kata itu dipakai untuk kiamat, (لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً, laa ta'tiikum illaa baghtatan) yang berarti "tidak akan datang kepada kalian kecuali secara tiba-tiba", dan di 40:50 untuk rasul-rasul. Kata rusulukum hanya muncul di 40:50. Sebutan rasul-rasul bersama bukti-bukti yang nyata muncul sembilan kali dalam bentuk (رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ, rusuluhum bi-l-bayyinaati) yang berarti "rasul-rasul mereka dengan bukti-bukti yang nyata", yaitu di 7:101, 9:70, 10:13, 14:9, 30:9, 35:25, 40:22, 40:83, dan 64:6. Kesembilannya memakai akhiran -hum yang berarti "mereka", jadi rasul-rasul itu dituturkan tentang pihak ketiga, termasuk di 40:22 dan 40:83 yang berada di surah yang sama. Hanya di 40:50 sebutan itu berubah menjadi "kalian", sehingga rasul-rasul disebut kepada orang-orang yang sedang dihadapi penanya.

Kata (بَلَىٰ, balaa) menjawab pertanyaan yang memakai kata "bukankah" atau "belum", dan terjemahannya "benar". Pasangan (قَالُوا بَلَىٰ, qaaluu balaa) muncul tujuh kali, yaitu di 6:30, 7:172, 39:71, 40:50, 46:34, 57:14, dan 67:9. Di ketujuhnya pertanyaan sebelumnya berbentuk negatif, misalnya "Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul" di 39:71 dan "Bukankah seorang pemberi peringatan telah datang kepada kalian?" di 67:8. Jawaban itu membenarkan isi pertanyaan, yaitu bahwa rasul-rasul memang telah datang. Di enam ayat lain kata balaa diikuti tambahan, seperti (شَهِدْنَا, syahidnaa) yang berarti "kami bersaksi" di 7:172. Di 40:50 jawabannya berhenti pada satu kata.

Perintah (فَادْعُوا, fa-d'uu) yang berarti "maka, berdoalah" memuat huruf (فَ, fa) yang berarti "maka" dan kata kerja (ادْعُوا, ud'uu) dari akar د-ع-و, yang sama dengan perintah di 40:49. Bentuk persis fa-d'uu muncul dua kali, keduanya di surah yang sama, yaitu di 40:14 dan 40:50. Di 40:14 kata kerja itu langsung disusul nama Allah, (فَادْعُوا اللَّهَ, fa-d'uu llaaha), sedangkan di 40:50 tidak ada nama atau tujuan yang menyusul, dan terjemahan memakai "berdoalah" tanpa objek. Tujuan doa yang diperintahkan itu tidak dinyatakan, dan rujukan terdekat adalah (رَبَّكُمْ, rabbakum) di ayat sebelumnya.

Kalimat penutup (وَمَا دُعَاءُ الْكَافِرِينَ إِلَّا فِي ضَلَالٍ, wa-maa du'aa'u l-kaafiriina illaa fii dhalaalin) memuat (دُعَاءُ, du'aa'u) yang berarti "doa", (الْكَافِرِينَ, l-kaafiriina) yang berarti "orang-orang kafir", dan (فِي ضَلَالٍ, fii dhalaalin) yang berarti "dalam kesesatan" menurut arti dasarnya. Kalimat utuh ini muncul dua kali, yaitu di 13:14 dan 40:50. Kerangka (الْكَافِرِينَ إِلَّا فِي ضَلَالٍ, l-kaafiriina illaa fii dhalaalin) muncul tiga kali, yaitu di 13:14, 40:25, dan 40:50. Di 40:25 yang dikenai adalah (كَيْدُ, kaydu) yang berarti "siasat", dan terjemahannya "kesesatan". Di 13:14 kalimat itu menutup perumpamaan orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke air, (كَبَاسِطِ كَفَّيْهِ إِلَى الْمَاءِ, ka-baasithi kaffayhi ilaa l-maa'i) yang berarti "seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke air", agar air itu sampai ke mulutnya padahal tidak akan sampai, dan terjemahannya "kesia-siaan". Terjemahan 40:50 mengikuti 13:14 karena subjeknya sama, yaitu doa orang-orang kafir, dan perumpamaan di 13:14 menjelaskan arah maknanya: sesuatu yang diucapkan tanpa pernah sampai pada tujuannya. Kata per kata tetap memberi arti dasar "kesesatan", dan penerjemah memilih "sia-sia" untuk doa yang dituturkan di sini.

Tafsiran

Ayat ini menjawab permintaan di 40:49 dengan pertanyaan tentang riwayat, tanpa kata penolakan. Ada tiga giliran bicara, yaitu tanya, jawab, dan perintah, lalu satu kalimat penilaian yang tidak dibuka kata berkata. Pertanyaan pertama menyapa pihak yang pernah didatangi rasul-rasul dengan bukti-bukti yang nyata, jawabannya satu kata, dan perintah (فَادْعُوا, fa-d'uu) memulangkan kata kerja yang diminta di 40:49 kepada para pemintanya. Dapat dibaca bahwa perintah itu ditujukan kepada para penghuni, karena pertanyaan sebelumnya memakai "kalian" untuk mereka. Pembacaan itu tidak dinyatakan ayat dengan nama penerimanya.

Urutan di dalam surah ikut menjelaskan letak ayat ini. Di 40:22 dan 40:83 rasul-rasul dengan bukti-bukti yang nyata dituturkan tentang umat terdahulu yang kufur atau bergembira dengan pengetahuan mereka sendiri. Di 40:50 hal yang sama dituturkan sebagai pertanyaan kepada orang-orang yang kini berada di dalam api. Peristiwa yang dahulu dilaporkan sekarang diperiksa dari dalam adegannya.

Penilaian penutup menyatukan dua hal yang dilakukan orang-orang kafir dalam satu surah. Di 40:25 siasat mereka terhadap rasul yang datang membawa kebenaran dinilai dengan kerangka yang sama, dan di 40:50 doa mereka. Satu kerangka dipakai untuk siasat di dunia dan doa di dalam api. Di 13:14 kerangka itu didahului kalimat (لَهُ دَعْوَةُ الْحَقِّ, lahu da'watu l-haqqi) yang berarti "bagi-Nya seruan yang benar", sehingga doa yang bernilai dan doa yang sia-sia disebut berdampingan. Ayat 40:50 tidak memuat kalimat pembanding itu, tetapi 40:60 memuat pembanding sejenis dalam bentuk undangan, (ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ, ud'uunii astajib lakum) yang berarti "berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagi kalian".

Kata rasul menjadi jembatan ke ayat berikutnya. Pertanyaan di ayat ini menyebut (رُسُلُكُمْ, rusulukum) yang berarti "rasul-rasul kalian", dan 40:51 menyebut (رُسُلَنَا, rusulanaa) yang berarti "rasul-rasul Kami". Pembicaraan berpindah dari penghuni api yang diingatkan tentang rasul ke pembicara yang berjanji menolong rasul dan orang-orang beriman, tanpa kata penghubung yang menyatakan pertalian keduanya.

Renungan dan Hikmah

  • Permintaan keringanan di 40:49 dijawab dengan pertanyaan tentang apa yang sudah terjadi: apakah rasul-rasul telah datang dengan bukti-bukti yang nyata. Pembaca dapat membayangkan permintaan yang diajukannya sendiri suatu hari, besar atau kecil, dan pertanyaan apa tentang perbuatannya yang akan lebih dulu menyambutnya. Bila jawaban atas sebuah permohonan lebih sering berupa tinjauan terhadap yang sudah lewat, perbuatan apa yang kini sedang dijalani dan belum sempat ditinjau?
  • Di antara tujuh jawaban dengan balaa, jawaban di 40:50 paling pendek. Tidak ada kalimat tambahan, tidak ada sumpah, tidak ada sanggahan. Satu kata itu mengiyakan bahwa rasul-rasul memang telah datang kepada mereka. Satu kata itu dapat dibaca sebagai pengakuan yang tidak lagi disertai pembelaan. Pembaca dapat memikirkan pengakuan yang masih ditundanya hingga kata-katanya mencukupi, dan apakah pengakuan yang terucap lebih awal akan lebih panjang atau lebih ringan daripada satu kata ini?
  • Perintah berdoa di ayat ini berdiri tanpa tujuan, padahal perintah yang sama di 40:14 langsung diikuti nama Allah. Rujukan terdekat adalah Tuhan kalian di 40:49, sehingga doa yang dimaksud dapat dibaca tertuju kepada-Nya, tetapi ayat tidak menuliskannya. Doa tanpa alamat tertulis dapat terdengar seperti seruan di ruangan kosong. Pembaca dapat meninjau doanya sendiri dari sisi ini, yaitu apakah nama yang dituju disebut dengan jelas, atau kata-kata hanya dilepas ke udara. Seberapa sering doa berhenti sebelum sampai pada nama yang dituju?
  • Kerangka yang sama dipakai untuk siasat orang-orang kafir di 40:25 dan doa mereka di 40:50. Siasat dijalankan ketika mereka kuat, doa diucapkan ketika mereka tidak berdaya, dan keduanya dinilai dengan kalimat yang sama. Di 13:14 kalimat itu disandingkan dengan pernyataan bahwa seruan yang benar adalah milik-Nya. Pembaca dapat memperhatikan bahwa satu kerangka dipakai untuk dua keadaan pelaku. Bila keadaan kuat dan keadaan lemah dinilai oleh satu ukuran, ukuran mana yang sedang dipakai pembaca untuk menimbang doanya sendiri?
  • Sembilan ayat lain menuturkan rasul-rasul dengan bukti-bukti yang nyata sebagai kisah tentang mereka, sedangkan di sini kisah itu menjadi rasul-rasul kalian. Kata ganti berubah dari orang ketiga menjadi orang kedua, dan pergeseran itu menaruh pembaca di posisi yang diajak bicara. Cerita tentang umat terdahulu kini terbaca sebagai pertanyaan yang diarahkan kepada siapa pun yang sampai di bagian ini. Pembaca dapat mencoba mengganti kata mereka dengan kalian saat membaca kisah-kisah lama, lalu melihat apa yang berubah pada jarak antara dirinya dan kisah itu.
  • Ayat 40:50 menyebut rasul-rasul kalian dalam sebuah pertanyaan kepada para penghuni, dan 40:51 menyebut rasul-rasul Kami dalam suara yang menjanjikan pertolongan. Kata rasul yang sama datang dari dua pihak dalam dua ayat berurutan, yang satu sebagai pengingat bagi para penghuni dan yang lain sebagai janji Allah. Perbedaannya ada pada posisi pembicara terhadap rasul-rasul itu. Pembaca dapat menanyakan dari sisi mana ia memandang rasul-rasul itu hari ini, dan apakah pertolongan yang dijanjikan di ayat berikutnya terasa sebagai kabar atau sebagai pertanyaan yang belum selesai dijawab?