إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ

Sesungguhnya Kami benar-benar menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari para saksi berdiri,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَاinnaa la-nanshuru rusulanaa wa-lladziina aamanuu fii l-hayaati d-dunyaasesungguhnya Kami benar-benar menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia
  2. وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُwa-yawma yaquumu l-asyhaadudan pada hari para saksi berdiri

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
  2. لَنَنْصُرُla-nanshurusungguh Kami menolong
  3. رُسُلَنَاrusulanaarasul-rasul Kami
  4. وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
  5. آمَنُواaamanuuberiman
  6. فِيfiidalam
  7. الْحَيَاةِl-hayaatikehidupan
  8. الدُّنْيَاd-dunyaadunia
  9. وَيَوْمَwa-yawmadan pada hari
  10. يَقُومُyaquumubangkit
  11. الْأَشْهَادُl-asyhaadupara saksi

Inti bacaan

Gabungan (رُسُلَنَا وَالَّذِينَ, rusulanaa wa-lladziina) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 10:103 dan 40:51.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (إِنَّا لَنَنْصُرُ, innaa la-nanshuru) yang berarti "sesungguhnya Kami benar-benar menolong". Kata (إِنَّا, innaa) berarti "sesungguhnya Kami", huruf (لَ, la-) pada kata kerja memberi penegasan dan terjemahan menyampaikannya dengan "benar-benar", dan (نَنْصُرُ, nanshuru) berarti "Kami menolong" dari akar ن-ص-ر. Bentuk la-nanshuru hanya muncul di 40:51. Kata benda dari akar yang sama, (نَصْرُ, nashru) yang berarti "pertolongan", muncul antara lain di 2:214, 6:34, 12:110, 30:47, dan 110:1. Empat dari kelima ayat itu berkaitan dengan rasul atau orang beriman. Di 2:214 rasul dan orang-orang beriman bertanya kapan datang (نَصْرُ اللَّهِ, nashru llaahi) yang berarti "pertolongan Allah", di 6:34 dan 12:110 yang disebut (نَصْرُنَا, nashrunaa) yang berarti "pertolongan Kami" datang kepada rasul-rasul, dan di 30:47 disebut (نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ, nashru l-mu'miniina) yang berarti "pertolongan bagi orang-orang beriman". Di 6:34 pertolongan itu datang sesudah rasul-rasul bersabar atas pendustaan, dan di 12:110 sesudah mereka berputus asa. Ayat 40:51 tidak memuat kata nashru, tetapi memakai kata kerjanya dalam pernyataan yang tidak menyebut kapan pertolongan itu tiba.

Pihak yang ditolong disebut dalam (رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا, rusulanaa wa-lladziina aamanuu) yang berarti "rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman". Kata (رُسُلَنَا, rusulanaa) yang berarti "rasul-rasul Kami" muncul enam kali di empat surah, yaitu di 10:21, 10:103, 23:44, 40:51, 40:70, dan 57:25. Gabungan (رُسُلَنَا وَالَّذِينَ, rusulanaa wa-lladziina) muncul dua kali, yaitu di 10:103 dan 40:51. Di 10:103 kata kerjanya (نُنَجِّي, nunajjii) yang berarti "Kami selamatkan", sedangkan di 40:51 kata kerjanya "Kami menolong". Orang-orang beriman disambungkan dengan huruf (وَ, wa-) yang berarti "dan", jadi ayat ini menaruh rasul dan orang beriman dalam satu kalimat pertolongan.

Dua keterangan waktu menyusul. Kata (فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا, fii l-hayaati d-dunyaa) yang berarti "dalam kehidupan dunia" dipasangkan dengan (وَيَوْمَ, wa-yawma) yang berarti "dan pada hari". Pasangan (الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ, l-hayaati d-dunyaa wa-yawma) hanya muncul dua kali, yaitu di 2:85 dan 40:51. Di 2:85 dua waktu itu mengapit kehinaan, (خِزْيٌ, khizyun), dan azab yang paling keras, sedangkan di 40:51 mengapit pertolongan. Susunan waktunya sama, isinya berlawanan.

Hari yang kedua ditentukan oleh (يَقُومُ الْأَشْهَادُ, yaquumu l-asyhaadu) yang berarti "para saksi berdiri". Kata (الْأَشْهَادُ, al-asyhaadu) yang berarti "para saksi" berakar ش-ه-د dan, menurut data morfologi korpus, berbentuk jamak pelaku. Kata itu muncul dua kali, yaitu di 11:18 dan 40:51. Di 11:18 para saksi berbicara, (وَيَقُولُ الْأَشْهَادُ, wa-yaquulu l-asyhaadu) yang berarti "dan para saksi berkata", sedangkan di 40:51 mereka berdiri, dan apa yang mereka katakan tidak dituliskan. Kata kerja (يَقُومُ, yaquumu) yang berarti "berdiri" muncul lima kali, yaitu di 2:275, 14:41, 40:51, 78:38, dan 83:6. Terjemahan memakai "berdiri" seperti di 2:275 dan 78:38, sedangkan 14:41 dan 83:6 diterjemahkan lain.

Tanda koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat berlanjut ke 40:52, yang dibuka dengan (يَوْمَ, yawma) yang berarti "pada hari" dan menerangkan hari yang sama.

Tafsiran

Ayat ini mengganti pembicara. Di 40:50 rasul-rasul disebut kepada penghuni api sebagai rasul-rasul kalian, dan di 40:51 suara yang memakai kata Kami berbicara tentang rasul-rasul Kami. Kata rasul tetap sama, tetapi yang menyebutnya berpindah dari pihak yang bertanya ke pihak yang menjanjikan pertolongan.

Janji ini dapat dibaca sebagai penyeimbang bagi tiga ayat di depannya. Ayat 40:47 sampai 40:49 menggambarkan penghuni api yang meminta kepada berbagai pihak tanpa tercatat menerima pertolongan, dan 40:51 menyatakan bahwa pertolongan ada pada pihak lain, yaitu rasul dan orang beriman. Ayat 40:45 menuturkan satu bentuk perlindungan di dunia, (فَوَقَاهُ اللَّهُ, fa-waqaahu llaahu) yang berarti "maka Allah melindunginya". Ayat itu dapat dibaca sebagai contoh dari janji ini, tetapi 40:51 tidak menunjuk ayat itu.

Ada ketegangan antara janji ini dan ayat-ayat lain tentang rasul. Di 6:34 rasul-rasul didustakan dan disakiti sebelum pertolongan datang, di 12:110 mereka berputus asa lebih dulu, dan di 2:214 mereka bertanya kapan pertolongan itu tiba. Ayat 40:51 tidak mengubah gambaran itu. Ayat ini menyatakan pertolongan di dua waktu tanpa menjanjikan bahwa penantian di antaranya singkat. Ayat 40:55, beberapa ayat sesudahnya, memberi pegangan untuk penantian itu, (فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ, fa-shbir inna wa'da llaahi haqqun) yang berarti "maka, bersabarlah; sesungguhnya janji Allah itu benar".

Kalimat ini juga membuka hari yang akan diuraikan dua ayat berikutnya. Ayat 40:51 menyebut hari para saksi berdiri dari sisi pertolongan bagi rasul dan orang beriman, dan 40:52 menyebut hari yang sama dari sisi orang-orang zalim, (يَوْمَ لَا يَنْفَعُ, yawma laa yanfa'u) yang berarti "pada hari tidak berguna". Satu hari dilukiskan dari dua pihak yang berlawanan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut pertolongan itu di dua waktu, dalam kehidupan dunia dan pada hari para saksi berdiri, dan tidak menaruhnya hanya di salah satunya. Kalimat itu memberi tempat bagi pembaca yang menimbang apakah pertolongan termasuk urusan nanti saja atau juga urusan hari-hari yang sedang dijalani. Bagi pembaca yang sedang berada di tengah masa sulit, ayat ini menaruh pertanyaan tentang tempat pertolongan yang dijanjikan itu dicari. Apakah pertolongan itu diharapkan di dunia yang sedang dijalani, atau di hari yang belum tiba saja?
  • Pernyataan Kami menolong di ayat ini tidak disertai kapan. Ayat lain tentang pertolongan menunjukkan bahwa penantian itu nyata: rasul-rasul bersabar atas pendustaan di 6:34, berputus asa di 12:110, dan bertanya kapan pertolongan Allah datang di 2:214. Ketiganya ditulis sebagai bagian dari kisah, tanpa disingkat. Pembaca yang sedang menunggu sesuatu dapat membaca ayat ini bersama ketiganya dan melihat bahwa penantian tidak ditutup-tutupi. Bila para rasul sendiri sampai bertanya kapan, apa yang sebenarnya diminta ayat ini dari pembaca yang ikut menunggu?
  • Rasul-rasul tidak ditolong sendirian. Huruf wa menyambung orang-orang yang beriman ke dalam kalimat pertolongan yang sama, sehingga pertolongan Allah di ayat ini mencakup mereka yang mengikuti selain yang diutus. Pada tingkat pembaca, ayat ini menaruh orang biasa di dalam barisan yang disebut Allah bersama para rasul. Barisan itu ditandai satu kata kerja, aamanuu, yang berarti beriman, dan tidak ditandai jabatan atau kedudukan. Bagaimana pembaca memandang tempatnya di barisan itu bila syarat yang tertulis berupa kata kerja beriman dan tidak ada kedudukan yang disebut?
  • Pernyataan pertolongan itu diawali penegasan ganda, innaa dan la-, yang diterjemahkan sesungguhnya Kami benar-benar. Penegasan seberat itu diucapkan tepat sesudah adegan penghuni api yang tidak tercatat menerima pertolongan dari siapa pun yang mereka mintai. Dua adegan itu bersebelahan, dan keduanya tidak saling menjelaskan. Bagi pembaca, kepastian sebuah kalimat dapat datang dari cara kalimat itu diucapkan, bukan dari pengalaman sendiri. Ketika pengalamannya sendiri belum menunjukkan pertolongan, seberapa besar bobot yang ia berikan pada kalimat yang ditegaskan Allah sendiri?
  • Hari itu dinamai dari para saksi yang berdiri, bukan dari apa yang mereka katakan. Di 11:18 para saksi berbicara, sedangkan di sini mereka hadir dalam sikap berdiri dan ucapannya tidak dituliskan. Hadirnya saksi menandakan bahwa sesuatu pernah terjadi dan ada yang menyaksikannya. Pembaca dapat membayangkan hari-hari yang dijalaninya sebagai bahan kesaksian: tindakan kecil yang tidak sempat dicatat siapa pun, pertolongan yang diberikan atau ditolak, dan percakapan yang selesai tanpa pernah disebut lagi. Apa yang akan tampak ketika hari-hari itu dipandang dari sudut seorang saksi yang berdiri?
  • Dunia disebut bersama pertolongan Allah: dalam kehidupan dunia dan pada hari para saksi berdiri. Susunan itu menaruh dunia dalam satu kalimat dengan hari yang kelak dihadiri para saksi, tanpa merendahkan yang pertama demi yang kedua. Pembaca yang terbiasa menganggap dunia hanya tempat menunggu dapat membandingkannya dengan susunan ini, yang memuat pertolongan di sana. Bila dunia termasuk tempat pertolongan Allah turun, apa yang berubah pada cara pembaca memandang kesulitan hari ini sebagai tempat yang masih mungkin disentuh pertolongan itu?