يَوْمَ لَا يَنْفَعُ الظَّالِمِينَ مَعْذِرَتُهُمْ ۖ وَلَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوءُ الدَّارِ
pada hari dalih orang-orang zalim tidak berguna bagi mereka; dan bagi mereka laknat, dan bagi mereka tempat tinggal yang buruk.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- يَوْمَ لَا يَنْفَعُ الظَّالِمِينَ مَعْذِرَتُهُمْyawma laa yanfa'u zh-zhaalimiina ma'dziratuhumpada hari dalih orang-orang zalim tidak berguna bagi mereka
- وَلَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوءُ الدَّارِwa-lahumu l-la'natu wa-lahum suu'u d-daaridan bagi mereka laknat, dan bagi mereka tempat tinggal yang buruk
Terjemahan per kata (10 kata)
- يَوْمَyawmahari
- لَاlaatidak
- يَنْفَعُyanfa'ubermanfaat bagi
- الظَّالِمِينَzh-zhaalimiinayang zalim
- مَعْذِرَتُهُمْma'dziratuhumalasan mereka
- وَلَهُمُwa-lahumudan bagi mereka
- اللَّعْنَةُl-la'natulaknat
- وَلَهُمْwa-lahumdan bagi mereka
- سُوءُsuu'ukeburukan
- الدَّارِd-daarinegeri
Inti bacaan
Kata (مَعْذِرَتُهُمْ, ma'dziratuhum) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 30:57 dan 40:52.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (يَوْمَ لَا يَنْفَعُ, yawma laa yanfa'u) yang berarti "pada hari tidak berguna". Kata (يَنْفَعُ, yanfa'u) berakar ن-ف-ع, dan susunan yawma laa yanfa'u muncul dua kali, yaitu di 26:88 dan 40:52. Di 26:88 subjeknya (مَالٌ وَلَا بَنُونَ, maalun wa-laa banuuna) yang berarti "harta dan anak-anak", sedangkan di 40:52 subjeknya dalih. Kata (يَوْمَ, yawma) di awal ayat melanjutkan hari yang disebut di ujung 40:51, sehingga terjemahan dimulai dengan huruf kecil dan tanda koma di ayat sebelumnya.
Kata (الظَّالِمِينَ, zh-zhaalimiina) yang berarti "orang-orang zalim" berada tepat sesudah kata kerja, dan (مَعْذِرَتُهُمْ, ma'dziratuhum) yang berarti "dalih mereka" menyusul. Dalam urutan Arabnya, kata kerja lebih dulu menyebut pihak yang tidak diuntungkan, lalu hal yang tidak berguna. Terjemahan menaruh dalih di depan dan mengulang orang-orang zalim dengan "bagi mereka", supaya terbaca wajar dalam bahasa Indonesia. Kata ma'dziratuhum berakar ع-ذ-ر, dan kata benda ma'dzirah muncul tiga kali menurut data morfologi korpus, yaitu di 7:164, 30:57, dan 40:52. Di 7:164 bentuknya (مَعْذِرَةً, ma'dziratan) diterjemahkan "alasan", diucapkan sekelompok orang tentang nasihat mereka dan ditujukan (إِلَىٰ رَبِّكُمْ, ilaa rabbikum) yang berarti "kepada Tuhan kalian". Di 30:57 dan 40:52 bentuknya (مَعْذِرَتُهُمْ, ma'dziratuhum), diterjemahkan "dalih", dan pemiliknya orang-orang zalim. Kata benda yang sama diberi dua padanan sesuai pengucapnya.
Di 30:57 kalimatnya hampir kembar, (لَا يَنْفَعُ الَّذِينَ ظَلَمُوا مَعْذِرَتُهُمْ, laa yanfa'u lladziina zhalamuu ma'dziratuhum) yang berarti "tidak berguna bagi orang-orang yang zalim dalih mereka". Perbedaannya, di 30:57 orang zalim ditunjuk lewat kata kerja (ظَلَمُوا, zhalamuu) yang berarti "mereka berbuat zalim", sedangkan di 40:52 lewat kata benda pelaku al-zhaalimiina. Ayat 30:57 menambahkan (وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ, wa-laa hum yusta'tabuuna) yang berarti "dan mereka tidak diberi kesempatan untuk bertobat", sedangkan 40:52 menambahkan dua hal lain, yaitu laknat dan tempat tinggal.
Dua hal itu disusun dengan (وَلَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوءُ الدَّارِ, wa-lahumu l-la'natu wa-lahum suu'u d-daari) yang berarti "dan bagi mereka laknat, dan bagi mereka tempat tinggal yang buruk". Frasa (لَهُمْ, lahum) yang berarti "bagi mereka" diulang untuk masing-masing, jadi terjemahan juga mengulang "dan bagi mereka". Kata (اللَّعْنَةُ, l-la'natu) yang berarti "laknat" berakar ل-ع-ن, dan (سُوءُ الدَّارِ, suu'u d-daari) muncul dua kali, yaitu di 13:25 dan 40:52. Di 13:25 keduanya bersebelahan dengan susunan yang sama, tetapi pemiliknya orang-orang yang menyalahi janji Allah, memutuskan apa yang diperintahkan untuk disambungkan, dan berbuat kerusakan di bumi. Kata (سُوءُ, suu'u) yang berarti "keburukan" berakar س-و-ء, dan (الدَّارِ, d-daari) berarti "negeri" menurut kata per kata. Terjemahan membalik susunan itu menjadi "tempat tinggal yang buruk", karena kata ganti "bagi mereka" menjadikan dar sebagai tempat yang dihuni oleh pemiliknya. Dari tiga hal yang disusun di ayat ini, yaitu dalih yang tidak berguna, laknat, dan tempat tinggal, hanya yang pertama didahului kata hari.
Tafsiran
Ayat ini memberi sisi kedua bagi hari yang dibuka di 40:51. Di 40:51 hari para saksi berdiri membawa pertolongan bagi rasul-rasul dan orang-orang yang beriman, dan di 40:52 hari yang sama membuat dalih orang-orang zalim tidak lagi berguna. Dua ayat itu dihubungkan oleh kata yawma yang diulang, dan keduanya menyebut dua kelompok yang berlawanan arah nasibnya.
Dalih menjadi jenis ucapan ketiga yang disebut dalam adegan ini. Di 40:49 penghuni api meminta keringanan, di 40:50 jawabannya satu kata, balaa, tanpa pembelaan, dan di 40:52 dinyatakan bahwa dalih tidak berguna. Kedua ayat itu dapat dibaca berpasangan, yaitu jawaban satu kata tanpa pembelaan di 40:50 dan pernyataan di 40:52 bahwa pembelaan tidak berguna. Pembacaan ini bersandar pada urutan ayat, dan apakah dalih benar-benar diajukan tidak dinyatakan.
Kesamaan dengan 30:57 menunjukkan bahwa kalimat tentang dalih ini muncul juga di surah lain. Di 30:57 kalimat tentang dalih yang tidak berguna diikuti pernyataan bahwa mereka tidak diberi kesempatan untuk bertobat, sedangkan di 40:52 diikuti laknat dan tempat tinggal yang buruk. Satu pernyataan pembuka dipasangkan dengan dua akibat yang berbeda di dua surah.
Di 40:52 akibat itu disebut berurutan sebagai milik pihak yang bersangkutan, yaitu laknat yang menimpa dan tempat tinggal yang menjadi bagian mereka. Ayat 13:25 memakai pasangan yang sama untuk orang yang menyalahi janji Allah, jadi pasangan itu bukan khusus untuk satu sebutan. Sesudah 40:52, ayat 40:53 membawa pembicaraan ke Musa dan Kitab, dan hubungannya dengan hari yang dibicarakan di sini tidak dinyatakan.
Renungan dan Hikmah
- Hari yang sama dilukiskan dua kali berurutan. Di 40:51 pembicara yang memakai kata Kami, yaitu Allah, menjanjikan pertolongan bagi rasul-rasul dan orang-orang beriman pada hari para saksi berdiri, dan di 40:52 hari itu disebut sebagai hari ketika dalih orang-orang zalim tidak berguna. Ayat tidak menaruh dua kelompok di dua hari yang berbeda, tetapi di hari yang satu. Pembaca dapat membayangkan hari itu sebagai satu ruangan dengan dua kelompok di dalamnya. Dari pintu mana pembaca memasuki ruangan itu, dan apa yang dibawanya di tangan?
- Ayat tidak menyatakan bahwa orang-orang zalim kehilangan kata-kata. Dalih mereka tetap ada, dan ayat menyatakan bahwa dalih itu tidak berguna bagi mereka. Dalih dapat disiapkan sebelum waktunya, dalam bentuk kalimat yang dirapikan supaya terdengar masuk akal ketika ditanya. Pembaca yang pernah menyusun alasan untuk dirinya sendiri dapat melihat betapa dekat pekerjaan itu dengan pekerjaan mengarang dalih. Seberapa banyak kalimat pembelaan yang kini disimpan untuk suatu hari, dan siapa yang sebenarnya akan mendengarnya?
- Tiga hal disebut berurutan, yaitu dalih yang tidak berguna, laknat, dan tempat tinggal yang buruk. Urutan itu bergerak dari ucapan, ke penilaian, ke alamat. Di 13:25 laknat dan tempat tinggal yang buruk yang sama disebut bagi mereka yang menyalahi janji Allah, memutuskan apa yang diperintahkan untuk disambungkan, dan berbuat kerusakan di bumi. Pembaca dapat membaca kedua ayat itu berdampingan dan memperhatikan bahwa akibatnya dinamai tempat tinggal. Bila akibat sebuah pilihan menjadi alamat yang dihuni, pilihan kecil mana yang kini sedang membangun alamat itu?
- Kata Arab yang sama dipakai untuk dua jenis ucapan. Di 7:164 sekelompok orang berkata bahwa nasihat mereka dimaksudkan sebagai alasan kepada Tuhan kalian dan agar orang-orang yang dinasihati bertakwa. Di 40:52 kata itu menjadi dalih orang-orang zalim yang tidak berguna. Perbedaannya terletak pada siapa yang mengucapkan dan untuk apa. Pembaca dapat memeriksa kalimat-kalimat pembelaan yang pernah diucapkannya dan menimbang apakah yang diucapkan itu alasan yang jujur kepada Tuhan atau dalih yang disusun agar tampak benar. Apakah kedua jenis ucapan itu dapat dibedakan dari dalam diri sendiri?
- Akibat yang disebut terakhir di ayat ini berupa tempat tinggal, bukan hukuman yang berlalu. Kata daar menyebut tempat yang dihuni. Seperti apa tempat itu tidak dijelaskan, dan ayat hanya menulis bahwa keburukan menjadi bagian orang-orang zalim, dengan kata bagi mereka. Pembaca dapat memikirkan alamat-alamat yang dihuninya sekarang, rumah, lingkungan kerja, dan hubungan, serta apa yang membentuk keburukan atau kebaikan alamat itu. Bila sebuah alamat dibentuk oleh hal-hal yang dipilih setiap hari, hal mana yang paling cepat mengubahnya?
- Ayat ini menyebut hari para saksi berdiri, dan pada hari itu dalih tidak berguna. Dapat dibaca bahwa dalih kehilangan gunanya karena ada saksi yang menyaksikan sendiri apa yang terjadi. Bacaan ini bersifat kemungkinan, sebab ayat tidak menyebut alasan dalih itu tidak berguna. Gambaran ini mengubah ukuran sebuah pembelaan. Dalih yang meyakinkan bagi pendengar yang tidak hadir menjadi lemah di depan orang yang melihat sendiri kejadiannya. Bagaimana pembaca memandang pembelaan yang selama ini diandalkannya, bila pendengarnya hadir ketika kejadian itu berlangsung?