وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْهُدَىٰ وَأَوْرَثْنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ الْكِتَابَ

Dan sungguh, Kami telah memberi Musa petunjuk, dan Kami wariskan Kitab kepada Bani Israil,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْهُدَىٰwa-la-qad aataynaa muusaa l-hudaadan sungguh, Kami telah memberi Musa petunjuk
  2. وَأَوْرَثْنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ الْكِتَابَwa-awratsnaa banii israa'iila l-kitaabadan Kami wariskan Kitab kepada Bani Israil

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
  2. آتَيْنَاaataynaaKami memberikan
  3. مُوسَىmuusaaMusa
  4. الْهُدَىٰl-hudaapetunjuk
  5. وَأَوْرَثْنَاwa-awratsnaadan Kami mewariskan
  6. بَنِيbaniiBani
  7. إِسْرَائِيلَisraa'iilaIsrail
  8. الْكِتَابَl-kitaabaKitab

Inti bacaan

Bentuk (وَأَوْرَثْنَا, wa-awratsnaa) muncul empat kali di Al-Qur'an, termasuk dua yang bersufiks -haa, yaitu di 7:137, 26:59, 40:53, dan 44:28.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَلَقَدْ آتَيْنَا, wa-la-qad aataynaa) yang berarti "dan sungguh, Kami telah memberi". Kata (لَقَدْ, la-qad) memuat huruf penegas la- dan kata qad, dan terjemahan menyampaikannya dengan "sungguh" dan "telah". Kata (آتَيْنَا, aataynaa) berakar أ-ت-ي dan berarti "Kami memberi". Pasangan (آتَيْنَا مُوسَى, aataynaa muusaa) muncul empat belas kali di dua belas surah, yaitu di 2:53, 2:87, 4:153, 6:154, 11:110, 17:2, 17:101, 21:48, 23:49, 25:35, 28:43, 32:23, 40:53, dan 41:45. Kitab menjadi hal yang diberikan kepada Musa di sepuluh ayat, yaitu 2:53, 2:87, 6:154, 11:110, 17:2, 23:49, 25:35, 28:43, 32:23, dan 41:45. Di empat ayat lain Musa menerima hal yang berbeda, yaitu (سُلْطَانًا, sulthaanan) yang berarti "keterangan" di 4:153, (تِسْعَ آيَاتٍ, tis'a aayaatin) yang berarti "sembilan tanda" di 17:101, (الْفُرْقَانَ, l-furqaana) yang berarti "Pembeda" di 21:48, dan (الْهُدَىٰ, l-hudaa) yang berarti "petunjuk" di 40:53.

Kata (الْهُدَىٰ, l-hudaa) berakar ه-د-ي dan memakai kata sandang, sehingga terjemahan menulis "petunjuk" tanpa tambahan apa pun. Susunan (مُوسَى الْهُدَىٰ, muusaa l-hudaa) hanya muncul di 40:53. Ayat 17:2 dan 32:23 menyebut urutan yang berbeda, yaitu Kitab diberikan kepada Musa lalu (وَجَعَلْنَاهُ هُدًى لِبَنِي إِسْرَائِيلَ, wa-ja'alnaahu hudan li-banii israa'iila) yang berarti "dan Kami jadikan ia petunjuk bagi Bani Israil". Di dua ayat itu petunjuk sampai kepada Bani Israil lewat Kitab yang diterima Musa. Di 40:53 Musa menerima petunjuk, dan Bani Israil menerima Kitab. Hubungan antara petunjuk yang diberikan kepada Musa dan Kitab yang diwariskan kepada Bani Israil tidak diuraikan dalam ayat ini.

Kata kerja kedua adalah (وَأَوْرَثْنَا, wa-awratsnaa) yang berarti "dan Kami wariskan", dari akar و-ر-ث. Bentuk awratsnaa muncul lima kali, yaitu di 7:137, 26:59, 35:32, 40:53, dan 44:28. Di 7:137 belahan timur dan barat bumi diwariskan kepada kaum yang tertindas, dan di 26:59 serta 44:28 benda yang diwariskan ditunjuk dengan akhiran (هَا, -haa) yang berarti "-nya", yaitu (أَوْرَثْنَاهَا, awratsnaahaa), kepada Bani Israil di 26:59 dan kepada kaum lain di 44:28. Kitab yang diwariskan hanya disebut di dua ayat, yaitu (ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ, tsumma awratsnaa l-kitaaba) di 35:32, tempat penerimanya orang-orang yang Kami pilih dari hamba-hamba Kami, dan di 40:53, tempat penerimanya Bani Israil. Ayat ini tidak menyebut dari siapa Kitab itu diwariskan.

Kata kerja pertama memakai "memberi" dan yang kedua "mewariskan", dan terjemahan membedakannya dengan "memberi" dan "wariskan". Keduanya berasal dari akar yang berbeda, أ-ت-ي dan و-ر-ث, sehingga pembedaan itu mengikuti kata Arabnya. Kata (بَنِي إِسْرَائِيلَ, banii israa'iila) yang berarti "Bani Israil" hanya muncul sekali dalam surah ini, yaitu di ayat ini.

Tanda koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat berlanjut ke 40:54. Ayat berikutnya hanya berisi frasa benda, yaitu (هُدًى وَذِكْرَىٰ, hudan wa-dzikraa), dan sebutan penerima, tanpa kata kerja baru, sehingga semuanya dibaca sebagai keterangan bagi Kitab yang baru disebut.

Tafsiran

Ayat ini memindahkan pembicaraan dari adegan akhirat kembali ke Musa. Tokoh itu sudah dituturkan sejak 40:23, dan ayat itu mencatat bahwa Musa diutus dengan (بِآيَاتِنَا, bi-aayaatinaa) yang berarti "dengan tanda-tanda Kami" dan (وَسُلْطَانٍ مُبِينٍ, wa-sulthaanin mubiinin) yang berarti "dan keterangan yang nyata". Ayat 40:53 menambah satu pemberian yang tidak tercatat di ayat itu, yaitu petunjuk bagi Musa, dan menutup rangkaian dengan menyebut apa yang sampai kepada Bani Israil.

Ayat ini juga dapat dibaca sebagai penggenap bagi 40:51. Di 40:51 pembicara yang memakai kata Kami berbicara tentang rasul-rasul Kami tanpa menyebut nama, dan di 40:53 satu nama muncul, yaitu Musa, lengkap dengan hal yang diberikan kepadanya. Pembacaan itu bersifat kemungkinan, karena ayat 40:53 tidak menyatakan dirinya contoh dari janji di 40:51.

Ayat ini membagi dua pemberian kepada dua penerima, petunjuk kepada Musa dan Kitab kepada Bani Israil, dengan dua kata kerja yang berbeda. Ayat 17:2 dan 32:23 menaruh Kitab di tangan Musa lebih dulu dan menjadikannya petunjuk bagi Bani Israil. Ayat 40:53 tidak mengulang susunan itu, dan apakah ketiga ayat menggambarkan satu peristiwa yang sama tidak dinyatakan.

Ayat ini membuka bagian penutup yang dilanjutkan 40:54, yang menyebut fungsi Kitab itu. Sesudah dua ayat tentang hari pertolongan dan dalih yang tidak berguna, pembicaraan kembali ke Musa dan Kitab. Hubungan perpindahan itu dengan hari yang baru dibicarakan tidak dinyatakan, dan 40:55 kemudian menyapa dengan perintah untuk bersabar.

Renungan dan Hikmah

  • Petunjuk disebut sampai kepada Musa dan Kitab sampai kepada Bani Israil, sehingga dua hal itu ditaruh di dua tangan yang berbeda. Petunjuk bergerak lebih dulu dan Kitab menyusul, dan ayat tidak menyebut jarak antara keduanya. Pembaca yang memegang sebuah kitab dapat bertanya apakah di tangannya terdapat petunjuk atau hanya halaman. Pertanyaan itu memisahkan dua hal yang di ayat ini dibawa oleh dua penerima. Apa yang sampai kepada pembaca dari Kitab itu, tulisannya saja atau juga petunjuknya?
  • Kata kerja untuk Kitab di ayat ini adalah mewariskan. Kitab itu tidak dibuat oleh penerimanya, dan ayat tidak menyebut dari siapa Kitab itu diwariskan. Pembaca dapat meninjau hal-hal yang diterimanya tanpa ikut membuatnya, seperti bahasa, nama, kebiasaan, dan bahan bacaan, serta bagaimana warisan semacam itu diperlakukan. Di ayat ini Allah mewariskan dengan kata Kami, dan Bani Israil menerimanya. Seberapa jauh warisan yang diterima pembaca terasa sebagai miliknya, dan seberapa jauh warisan itu terasa sebagai amanah dari Pemberinya?
  • Ayat 35:32 menyebut penerima Kitab yang diwariskan sebagai orang-orang pilihan dari hamba-hamba Allah, lalu membagi mereka menjadi tiga, yaitu yang menzalimi diri sendiri, yang pertengahan, dan yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Ayat 40:53 berbicara tentang Bani Israil, bukan orang-orang pilihan itu, sehingga keduanya tidak disamakan. Ayat 35:32 memperlihatkan bahwa di antara penerima Kitab yang diwariskan ada yang berbeda tingkat kebaikannya. Pembaca yang telah menerima Kitab dapat bertanya di barisan mana dirinya berdiri, dan apa yang akan menggesernya ke barisan yang lain?
  • Ayat ini diawali dengan penegasan wa-la-qad, sungguh telah. Setelah adegan akhirat di 40:47 sampai 40:52, kalimat ini menyebut sesuatu yang dituturkan sebagai sudah terjadi, yaitu pemberian petunjuk dan pewarisan Kitab. Perpindahan itu menaruh pembaca di antara dua jenis berita, yang akan datang dan yang sudah lewat, dan Allah menyampaikan keduanya dalam satu suara. Berita yang sudah lewat dapat dicek lewat catatan, sedangkan yang akan datang menunggu. Bagaimana pembaca menimbang kedua jenis berita itu bila keduanya datang dari pihak yang sama?
  • Kisah Musa di surah ini sudah panjang, dengan tanda-tanda, keterangan yang nyata, dan pertentangan dengan Firaun. Pemberian petunjuk kepada Musa tidak termuat di dalam kisah itu dan baru disebut di ayat ini, setelah kisahnya selesai. Dalam kisah yang panjang, satu pemberian dapat luput dari penuturan sampai bagian penutup. Pembaca dapat meninjau kisah hidupnya sendiri dengan cara yang sama dan mencari pemberian yang tidak masuk dalam cerita yang ia ceritakan kepada orang lain. Apa yang mungkin belum pernah disebutnya, padahal Dia yang memberikannya?
  • Kata Kami muncul dua kali di ayat ini, pada kata kerja memberi dan mewariskan, dan pembicaranya adalah Allah. Pemberi dan pewaris disebut dalam satu suara, sementara Musa dan Bani Israil disebut dengan nama. Ayat tidak menyebut apa yang dilakukan Musa dan Bani Israil terhadap pemberian itu. Pembaca dapat memeriksa apa saja dalam hidupnya yang datang sebagai pemberian dan bukan hasil usahanya sendiri, lalu menimbang siapa yang disebutnya ketika menceritakan pemberian itu. Apakah nama pemberi itu masih ikut disebut, atau yang tersisa hanya nama penerimanya?