هُدًى وَذِكْرَىٰ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

sebagai petunjuk dan peringatan bagi orang-orang yang berakal.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. هُدًى وَذِكْرَىٰ لِأُولِي الْأَلْبَابِhudan wa-dzikraa li-ulii l-albaabisebagai petunjuk dan peringatan bagi orang-orang yang berakal

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. هُدًىhudanpetunjuk
  2. وَذِكْرَىٰwa-dzikraadan peringatan
  3. لِأُولِيli-uliibagi orang-orang yang memiliki
  4. الْأَلْبَابِl-albaabiakal

Inti bacaan

Pasangan (هُدًى وَذِكْرَىٰ, hudan wa-dzikraa) hanya muncul di 40:54, sedangkan (ذِكْرَىٰ لِأُولِي الْأَلْبَابِ, dzikraa li-ulii l-albaabi) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:43, 39:21, dan 40:54.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini hanya terdiri atas kata benda dan huruf, tanpa kata kerja. Kata pertama (هُدًى, hudan) yang berarti "petunjuk" berakar ه-د-ي dan berbentuk tak tentu. Menurut data morfologi korpus, kata ini memiliki lema yang sama dengan (الْهُدَىٰ, l-hudaa) di 40:53, tetapi di 40:53 bentuknya tentu dan menjadi hal yang diberikan kepada Musa, sedangkan di 40:54 bentuknya tak tentu dan menjadi keterangan. Terjemahan memakai "petunjuk" di kedua tempat. Kata "sebagai" di awal terjemahan tidak punya kata Arab sendiri. Penerjemah menambahkannya supaya hudan dan kata sesudahnya terbaca sebagai keterangan bagi Kitab yang baru disebut di ayat sebelumnya, karena tanpa kata kerja kalimat ini tidak dapat berdiri sendiri.

Kata kedua (وَذِكْرَىٰ, wa-dzikraa) yang berarti "dan peringatan" berakar ذ-ك-ر. Bentuk (ذِكْرَىٰ, dzikraa) muncul empat belas kali di sebelas surah, yaitu di 6:69, 6:90, 7:2, 11:114, 11:120, 21:84, 26:209, 29:51, 38:43, 39:21, 40:54, 50:8, 50:37, dan 74:31. Pasangan (هُدًى وَذِكْرَىٰ, hudan wa-dzikraa) hanya muncul di 40:54. Di 38:43 kata dzikraa bersanding dengan kata lain, (رَحْمَةً مِنَّا وَذِكْرَىٰ, rahmatan minnaa wa-dzikraa) yang berarti "rahmat dari Kami dan pelajaran", sehingga yang menemaninya di sana rahmat, sedangkan di 40:54 yang menemaninya petunjuk.

Sebutan penerimanya adalah (لِأُولِي الْأَلْبَابِ, li-ulii l-albaabi) yang berarti "bagi orang-orang yang berakal". Huruf (لِ, li-) berarti "bagi", (أُولِي, ulii) berarti "orang-orang yang memiliki", dan (الْأَلْبَابِ, l-albaabi) berarti "akal" dari akar ل-ب-ب. Pasangan li-ulii l-albaabi muncul lima kali, yaitu di 3:190, 12:111, 38:43, 39:21, dan 40:54. Susunan (ذِكْرَىٰ لِأُولِي الْأَلْبَابِ, dzikraa li-ulii l-albaabi) muncul tiga kali, yaitu di 38:43, 39:21, dan 40:54. Seluruh sebutan ini, termasuk bentuk (أُولُو الْأَلْبَابِ, uluu l-albaabi) dan yang dipakai untuk menyeru, muncul di enam belas ayat, yaitu 2:179, 2:197, 2:269, 3:7, 3:190, 5:100, 12:111, 13:19, 14:52, 38:29, 38:43, 39:9, 39:18, 39:21, 40:54, dan 65:10.

Dari tujuh ayat yang memakai bentuk uluu l-albaabi, enam memuat kata kerja dari akar ذ-ك-ر yang sama dengan dzikraa, yaitu 2:269, 3:7, 13:19, 14:52, 38:29, dan 39:9. Di 2:269 dan 3:7 bunyinya (وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ, wa-maa yadzdzakkaru illaa uluu l-albaabi) yang berarti "dan tidak ada yang mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal", dan di 13:19 serta 39:9 bunyinya (إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ, innamaa yatadzakkaru uluu l-albaabi). Di 14:52 dan 38:29 kata kerja itu didahului huruf li yang menyatakan tujuan, (وَلِيَذَّكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ, wa-li-yadzdzakkara uluu l-albaabi). Ayat ketujuh, 39:18, tidak memuat kata kerja itu. Pola tersebut terulang di 40:54 dalam bentuk kata benda, karena dzikraa dan sebutan ulii l-albaabi berdampingan seperti kata kerja dan sebutan itu berdampingan di enam ayat tadi.

Karena ayat ini tidak memuat kata kerja, terjemahan tidak menambahkan kata kerja apa pun. Hubungan antara hudan, dzikraa, dan Kitab dibaca dari urutan ayat, dengan koma di ujung 40:53 yang menandai bahwa kalimat belum selesai.

Tafsiran

Ayat ini menyebut dua fungsi Kitab yang diwariskan di 40:53 dan menyempitkan penerima fungsi itu. Fungsinya dua, petunjuk dan peringatan, dan penerimanya orang-orang yang berakal. Ayat ini tidak memerintah dan tidak menguraikan, dan isinya sebutan dan keterangan yang menutup dua ayat tentang Musa dan Kitab.

Ayat 40:51 sampai 40:54 dapat dibaca sebagai satu rangkaian, yaitu janji pertolongan, hari para saksi, pemberian kepada Musa dan Bani Israil, lalu fungsi Kitab. Di 40:51 dan 40:52 dua kelompok disebut dengan nasib yang berlawanan, dan di 40:54 sebutan penerima menjadi satu kelompok saja, orang-orang yang berakal. Ayat itu tidak menyatakan siapa yang tidak termasuk di dalamnya, dan tidak menyebut apa yang terjadi pada pihak lain.

Dua fungsi itu dapat dibaca menghadap dua arah, petunjuk ke jalan yang akan ditempuh dan peringatan ke hal yang sudah diketahui, dan ayat menaruh keduanya dalam satu sebutan tanpa menyatakan mana yang lebih dahulu. Di 40:53 petunjuk diberikan kepada Musa, dan di 40:54 petunjuk muncul lagi sebagai fungsi Kitab. Kata yang sama bergerak dari hal yang diterima seorang rasul ke fungsi sebuah kitab, sementara peringatan baru disebut di ayat ini.

Ayat ini juga menyiapkan perintah di 40:55. Sesudah menyebut Kitab sebagai petunjuk dan peringatan, ayat 40:55 menyapa penerima wahyu dengan (فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ, fa-shbir inna wa'da llaahi haqqun) yang berarti "maka, bersabarlah; sesungguhnya janji Allah itu benar". Peringatan di 40:54 dan perintah bersabar di 40:55 diletakkan berurutan, dan hubungan keduanya tidak dinyatakan.

Renungan dan Hikmah

  • Kitab yang diwariskan Allah di 40:53 disebut punya dua fungsi, petunjuk dan peringatan. Petunjuk menyangkut arah yang akan ditempuh, dan peringatan menyangkut hal yang sudah diketahui tetapi dapat terlupa. Dua kebutuhan itu tidak selalu datang bersamaan pada pembaca. Ada saat ketika yang dicari arah, dan ada saat ketika yang dibutuhkan ingatan. Kebutuhan mana yang kini lebih sering membawa pembaca membuka Kitab itu, dan apakah Kitab itu pernah dibuka tanpa kesadaran akan kebutuhan yang menggerakkannya?
  • Ayat ini menyebut penerima kedua fungsi itu sebagai orang-orang yang berakal. Jabatan, keturunan, dan jumlah bacaan tidak disebut sama sekali. Pembaca dapat bertanya apakah akal yang disebut itu sedang dipakai ketika Kitab dibuka, atau pembaca mengandalkan hal lain, seperti kebiasaan, suara orang di sekitarnya, atau bunyi yang sudah dihafal. Bila Kitab itu petunjuk dan peringatan Allah bagi yang berakal, bagian mana dari akal pembaca yang kini masih dibiarkan menganggur ketika Kitab dibaca?
  • Tidak ada kata kerja perintah di ayat ini. Allah tidak menyuruh pembaca membaca, merenung, atau mengikuti. Ayat ini berisi keterangan tentang apa Kitab itu dan untuk siapa. Pembaca dapat memperhatikan perbedaan nada antara ayat yang memberi perintah dan ayat yang menyatakan fungsi, serta apa yang terjadi pada dirinya ketika diperkenalkan pada sesuatu tanpa diperintah. Bila Kitab diperkenalkan sebagai petunjuk dan peringatan lebih dulu sebelum menuntut apa pun, bagaimana pembaca memandang hubungannya sendiri dengan Kitab itu?
  • Di enam ayat lain sebutan orang-orang yang berakal berdampingan dengan kata kerja mengambil peringatan. Sebutan itu menandai siapa yang mengambil peringatan, sehingga akal digambarkan lewat perbuatan mengambil. Ayat 40:54 menaruh peringatan di satu sisi dan akal di sisi lain. Pembaca dapat menimbang kapan terakhir sesuatu diambil dari bacaan yang sudah lama dikenalnya. Apa yang kini dipegang sebagai peringatan, dan apa yang hanya diketahui sebagai bacaan?
  • Petunjuk muncul dua kali berturut-turut, pertama diberikan kepada Musa di 40:53 dan kedua menjadi fungsi Kitab yang diwariskan kepada Bani Israil di 40:54. Kata petunjuk yang sama berpindah dari tangan seorang rasul ke dalam sebuah kitab, dan dari kitab ke orang-orang yang berakal. Pembaca berada di ujung perpindahan itu. Ayat tidak menyebut berapa banyak tangan yang dilewati. Bila petunjuk pernah ada pada seorang rasul, lalu pada sebuah kitab, di manakah petunjuk itu kini terasa paling dekat dengan pembaca?
  • Ayat 40:55 menyapa dengan perintah bersabar dan menyebut janji Allah itu benar, dan perintah itu datang tepat sesudah ayat yang menyebut Kitab sebagai peringatan. Urutan teks menempatkan peringatan lebih dulu, lalu perintah, tanpa menyebut hubungan keduanya. Pembaca dapat membaca kedua ayat itu berurutan dan melihat bahwa kesabaran diminta setelah sesuatu diingatkan. Bila janji Allah yang diingatkan, apa yang terasa berbeda pada kesabaran yang ditopang ingatan, dibandingkan kesabaran yang ditopang tekad semata?