فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ

Maka, bersabarlah; sesungguhnya janji Allah itu benar; dan mohonlah ampun untuk dosamu, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. فَاصْبِرْfa-shbirmaka, bersabarlah
  2. إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّinna wa'da llaahi haqqunsesungguhnya janji Allah itu benar
  3. وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَwa-staghfir li-dzanbikadan mohonlah ampun untuk dosamu
  4. وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِwa-sabbih bi-hamdi rabbika bi-l-'asyiyyi wa-l-ibkaaridan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. فَاصْبِرْfa-shbirmaka bersabarlah
  2. إِنَّinnasesungguhnya
  3. وَعْدَwa'dajanji
  4. اللَّهِllaahiAllah
  5. حَقٌّhaqqunbenar
  6. وَاسْتَغْفِرْwa-staghfirdan mohonlah ampun
  7. لِذَنْبِكَli-dzanbikaatas dosamu
  8. وَسَبِّحْwa-sabbihdan bertasbihlah
  9. بِحَمْدِbi-hamdidengan memuji
  10. رَبِّكَrabbikaTuhanmu
  11. بِالْعَشِيِّbi-l-'asyiyyipada petang hari
  12. وَالْإِبْكَارِwa-l-ibkaaridan pagi hari

Inti bacaan

Susunan (وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ, wa-sabbih bi-hamdi rabbika) muncul empat kali di Al-Qur'an (20:130, 40:55, 50:39, 52:48), dan di antara keempatnya 40:55 memuat permintaan ampun sebelum pujian.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (فَاصْبِرْ, fa-shbir) yang berarti "maka, bersabarlah". Kata kerja shbir berakar ص-ب-ر dan berbentuk perintah untuk satu orang, sedangkan awalan (فَ, fa) yang berarti "maka" mengikatnya ke ayat sebelumnya. Bentuk fa-shbir muncul sebelas kali di sepuluh surah, yaitu 11:49, 20:130, 30:60, 40:55, 40:77, 46:35, 50:39, 68:48, 70:5, 74:7, dan 76:24, dan Surah 40 memuatnya dua kali. Di 20:130 dan 50:39 perintah itu disusul (عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ, 'alaa maa yaquuluuna) yang berarti "atas apa yang mereka katakan", sehingga hal yang harus disabari disebut. Di 40:55 hal itu tidak disebut, dan sesudah perintah ayat langsung menulis alasannya. Terjemahan memakai "bersabarlah" tanpa tambahan "atas gangguan" atau "atas penolakan", karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya.

Alasan itu berbunyi (إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ, inna wa'da llaahi haqqun) yang berarti "sesungguhnya janji Allah itu benar". Kata (وَعْدَ, wa'da) berakar و-ع-د dan berarti "janji", sedangkan (حَقٌّ, haqqun) berarti "benar". Kalimat utuh ini ada di delapan ayat pada tujuh surah, yaitu 10:55, 30:60, 31:33, 35:5, 40:55, 40:77, 45:32, dan 46:17. Di 31:33 dan 35:5 kalimat itu disusul larangan membiarkan kehidupan dunia memperdaya, dan di 10:55 disusul pernyataan bahwa kebanyakan mereka tidak mengetahui. Di 45:32 dan 46:17 kalimat itu berupa ucapan yang ditolak pendengarnya: di 45:32 mereka menjawab bahwa mereka tidak tahu apa itu kiamat, dan di 46:17 mereka menyebutnya dongeng orang-orang terdahulu. Hanya di 30:60, 40:55, dan 40:77 kalimat itu menjadi alasan bagi perintah bersabar. Isi janji itu tidak diuraikan di 40:55.

Perintah berikutnya, (وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ, wa-staghfir li-dzanbika), berarti "dan mohonlah ampun untuk dosamu". Kata kerjanya berakar غ-ف-ر dan berbentuk perintah untuk satu orang. Susunan (لِذَنْبِكَ, li-dzanbika) muncul dua kali, di 40:55 dan 47:19, dan kata benda (ذَنْبِكَ, dzanbika) dengan akhiran -ka muncul sekali lagi di 48:2 dalam (مِنْ ذَنْبِكَ, min dzanbika) yang berarti "dari dosamu". Di 47:19 permohonan ampun diteruskan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedangkan di 40:55 sasarannya satu, yaitu dosa orang yang diperintah itu sendiri. Ayat ini tidak merinci dosa apa yang dimaksud, dan terjemahan memakai "dosamu" tanpa tambahan apa pun.

Perintah ketiga, (وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ, wa-sabbih bi-hamdi rabbika), berarti "dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu". Kata kerja sabbih berakar س-ب-ح, dan (بِحَمْدِ, bi-hamdi) berakar ح-م-د. Susunan utuh ini muncul empat kali, yaitu di 20:130, 40:55, 50:39, dan 52:48, dan di keempatnya perintah bertasbih didahului perintah bersabar: (فَاصْبِرْ, fa-shbir) di 20:130 dan 50:39, serta (وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ, wa-shbir li-hukmi rabbika) di 52:48. Di tiga ayat selain 40:55, tasbih disusul keterangan waktu atau keadaan, yaitu sebelum matahari terbit dan terbenam di 20:130 dan 50:39, atau ketika berdiri di 52:48. Perintah memohon ampun di antara sabar dan tasbih hanya ada di 40:55.

Waktu bertasbih disebut dengan (بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ, bi-l-'asyiyyi wa-l-ibkaari) yang berarti "pada waktu petang dan pagi". Kata (الْعَشِيِّ, al-'asyiyyi) berakar ع-ش-و dan berarti "petang", sedangkan (الْإِبْكَارِ, al-ibkaari) berakar ب-ك-ر dan berarti "pagi". Pasangan ini muncul dua kali, di 3:41 dan 40:55, dan di 3:41 bunyinya (وَسَبِّحْ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ, wa-sabbih bi-l-'asyiyyi wa-l-ibkaari). Di kedua ayat petang disebut lebih dulu. Urutan pagi lalu petang ada pada kata-kata lain, yaitu (بُكْرَةً وَعَشِيًّا, bukratan wa-'asyiyyan) yang berarti "pagi dan petang" di 19:11 dan 19:62. Terjemahan 40:55 mengikuti urutan Arabnya, "petang dan pagi".

Tafsiran

Ayat 40:55 menyusun tiga perintah dan satu alasan dalam satu kalimat panjang: bersabar, alasan bersabar, memohon ampun, lalu bertasbih. Kata "maka" di awalnya menyambung perintah itu dengan ayat-ayat sebelumnya. Ayat 40:51 menyatakan bahwa Kami benar-benar menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, 40:53 menuturkan petunjuk yang diberikan kepada Musa, dan 40:54 menyebut Kitab itu petunjuk dan peringatan bagi orang-orang yang berakal. Dapat dibaca bahwa perintah bersabar adalah kesimpulan dari rangkaian itu, tetapi 40:55 sendiri tidak menunjuk janji mana yang dimaksud.

Kalimat pembuka yang sama dipakai lagi di 40:77 dengan sambungan berbeda. Di 40:55 sambungannya perintah memohon ampun dan bertasbih, yaitu pekerjaan selama menunggu. Di 40:77 sambungannya (فَإِمَّا نُرِيَنَّكَ, fa-immaa nuriyannaka) yang berarti "maka jika Kami perlihatkan kepadamu", dan kalimat itu membuka dua kemungkinan: sebagian dari yang dijanjikan kepada mereka diperlihatkan, atau Kami mewafatkanmu. Dalam kedua kemungkinan itu mereka dikembalikan kepada Kami. Surah 40 dengan begitu memuat dua kali kalimat sabar dan janji, yang pertama berisi apa yang dikerjakan selama menunggu dan yang kedua berisi bagaimana menunggu itu berakhir.

Ketiga perintah di 40:55 tidak menyebut pihak yang menentang siapa pun. Perintah pertama bersandar pada janji Allah, perintah kedua menyangkut dosa orang yang diperintah, dan perintah ketiga mengarah kepada Tuhan yang dipuji. Ayat sesudahnya, 40:56, berpindah kepada orang-orang yang memperdebatkan tanda-tanda Allah, sehingga 40:55 lebih dulu memberi pekerjaan kepada orang yang diajak bicara, dan baru kemudian 40:56 menggambarkan orang-orang yang membuat kesabaran itu perlu. Hubungan sebab itu adalah pembacaan, karena 40:55 tidak mengaitkan kesabaran dengan perbuatan siapa pun.

Renungan dan Hikmah

  • Perintah bersabar di 40:55 langsung disusul alasannya, yaitu janji Allah itu benar. Alasan itu menunjuk kebenaran sebuah janji, dan tidak menunjuk kekuatan orang yang bersabar. Di 30:60 kalimat yang sama disusul larangan agar orang-orang yang tidak yakin tidak membuat si penyabar goyah, sehingga di sana goyahnya kesabaran dikaitkan dengan keyakinan orang lain. Pembaca yang sedang menunggu sesuatu dapat memeriksa apa yang dipegangnya selama menunggu, tekadnya sendiri atau sebuah janji yang dipercayainya. Apakah kesabarannya masih berdiri ketika orang-orang di sekitarnya mulai ragu?
  • Di antara perintah bersabar dan perintah bertasbih, ayat menaruh permohonan ampun untuk dosa sendiri. Urutan itu menunjukkan bahwa orang yang diminta bersabar menghadapi sesuatu tetap diminta menengok keadaannya sendiri, dan ayat tidak mengaitkan dosa itu dengan apa pun yang sedang dialaminya. Karena dosanya tidak dirinci, pembaca tidak diberi daftar untuk dicocokkan dan mendapat kata "dosamu" untuk dijawab sendiri. Pembaca yang merasa berada di pihak yang benar dalam sebuah perselisihan dapat bertanya, kapan terakhir kali dirinya sendiri disebut dalam permohonan ampun? Apakah kesabarannya selama ini berjalan tanpa bagian itu?
  • Waktu untuk memuji disebut petang dan pagi, dua ujung hari, dan ayat tidak menyebut berapa lama atau berapa kali. Ukurannya hari itu sendiri, yang datang lagi tiap hari tanpa perlu dihitung. Pujian itu ditujukan kepada Tuhan, sehingga dua ujung hari terisi kalimat pujian. Pembaca yang hari-harinya berjalan dari pagi sampai petang dapat memperhatikan apa yang biasa mengisi kedua ujung itu, berita, daftar pekerjaan, atau sebutan bagi Tuhan. Apakah nama-Nya ada di antara dua ujung hari itu?
  • Ayat ini tidak menyebut isi janji yang dimaksud, dan tidak menyebut kapan janji itu terlihat. Orang yang diperintah bersabar hanya diberi tahu bahwa janji Allah itu benar. Sambungan di 40:77 memuat kemungkinan bahwa orang itu diwafatkan sebelum sebagian janji diperlihatkan, sehingga kesabaran di surah ini tidak dijamin berakhir dengan melihat hasilnya. Pembaca yang menanam sesuatu yang buahnya mungkin baru datang sesudah ia tiada dapat bertanya, apa yang tersisa dari sabar bila hasilnya tidak ada di depan mata? Apakah janji yang dipegangnya cukup kuat untuk menanggung itu?
  • Empat ayat menaruh perintah bersabar mendahului perintah bertasbih dengan memuji Tuhan, dan 40:55 adalah salah satunya. Dalam susunan itu kesabaran tidak diminta berjalan sendirian, karena ia diberi pekerjaan yang mengisi waktu menunggu. Pembaca yang sedang menahan diri dapat memperhatikan apa yang dikerjakannya dengan waktu menunggunya, menghitung hari, mengeluh, atau memuji. Ayat menaruh pujian di tempat itu. Apa yang akan berubah pada rasa menunggu bila pujian kepada Tuhan menjadi isi hari-harinya?
  • Karena ketiga perintah di 40:55 tidak menyebut pihak yang menentang siapa pun, tenaga orang yang diperintah diarahkan ke tiga tempat, yaitu janji Allah, dosa sendiri, dan pujian kepada Tuhannya. Pembaca yang sedang berhadapan dengan orang yang menolaknya dapat memperhatikan ke mana tenaganya mengalir sehari-hari, ke arah lawan atau ke tiga tempat yang disebut ayat ini. Seandainya seluruh tenaga itu dipakai untuk tiga hal tadi, apa yang tersisa dari perselisihannya?