لَخَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَكْبَرُ مِنْ خَلْقِ النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Sungguh, penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. لَخَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَكْبَرُ مِنْ خَلْقِ النَّاسِla-khalqu s-samaawaati wa-l-ardhi akbaru min khalqi n-naasisungguh, penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia
  2. وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَwa-laakinna aktsara n-naasi laa ya'lamuunatetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. لَخَلْقُla-khalqusungguh penciptaan
  2. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  3. وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
  4. أَكْبَرُakbarulebih besar
  5. مِنْmindari
  6. خَلْقِkhalqipenciptaan
  7. النَّاسِn-naasimanusia
  8. وَلَٰكِنَّwa-laakinnatetapi
  9. أَكْثَرَaktsarakebanyakan
  10. النَّاسِn-naasimanusia
  11. لَاlaatidak
  12. يَعْلَمُونَya'lamuunamengetahui

Inti bacaan

Susunan (أَكْبَرُ مِنْ, akbaru min) muncul empat kali di Al-Qur'an (2:219, 40:10, 40:57, 43:48), dan 40:57 membandingkan dua penciptaan sedangkan tiga ayat lainnya membandingkan kemurkaan, dosa, dan tanda.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (لَخَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ, la-khalqu s-samaawaati wa-l-ardhi) yang berarti "sungguh, penciptaan langit dan bumi". Huruf (لَ, la) yang melekat di depan kata benda ditandai sebagai penegas dalam data morfologi, dan terjemahan memakainya sebagai "sungguh". Kata (خَلْقُ, khalqu) berakar خ-ل-ق dan berarti "penciptaan". Rangkaian "penciptaan langit dan bumi" muncul tujuh kali di enam surah, yaitu 2:164, 3:190, 3:191, 18:51, 30:22, 40:57, dan 42:29, dengan akhiran kata yang berganti menurut kedudukannya, dan bentuk dengan awalan la- ada di 40:57 saja. Empat dari tujuh ayat itu menyebut penciptaan tersebut bersama kata tanda, yaitu (لَآيَاتٍ, la-aayaatin) di 2:164 dan 3:190, serta (مِنْ آيَاتِهِ, min aayaatihi) di 30:22 dan 42:29. Di 40:57 penciptaan itu tidak disebut tanda, dan dipakai sebagai ukuran pembanding.

Kata (أَكْبَرُ, akbaru) yang berarti "lebih besar" berakar ك-ب-ر, akar yang sama dengan (كِبْرٌ, kibrun) di 40:56 dan (يَسْتَكْبِرُونَ, yastakbiruuna) di 40:60. Susunan (أَكْبَرُ مِنْ, akbaru min) yang berarti "lebih besar daripada" muncul empat kali, yaitu di 2:219, 40:10, 40:57, dan 43:48. Di 40:10 bunyinya (لَمَقْتُ اللَّهِ أَكْبَرُ مِنْ مَقْتِكُمْ, la-maqtu llaahi akbaru min maqtikum) yang berarti "kemurkaan Allah lebih besar daripada kemurkaan kalian", di 2:219 yang dibandingkan dosa dengan manfaat, dan di 43:48 satu tanda dengan tanda saudaranya. Perbandingan antara dua penciptaan tidak ada di tiga ayat lain itu.

Perbandingan serupa diajukan sebagai pertanyaan di dua ayat dengan kata yang berbeda. Di 79:27 bunyinya (أَأَنْتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاءُ, a-antum asyaddu khalqan ami s-samaa'u) yang berarti "apakah penciptaan kalian yang lebih keras ataukah langit?", dan di 37:11 bunyinya (أَهُمْ أَشَدُّ خَلْقًا, a-hum asyaddu khalqan) yang berarti "apakah mereka lebih sulit penciptaannya". Susunan (أَشَدُّ خَلْقًا, asyaddu khalqan) muncul dua kali, di 37:11 dan 79:27. Kata di sana asyaddu, sedangkan 40:57 memakai akbaru, sehingga ukuran yang dibandingkan di 40:57 adalah besar, dan di dua ayat lain adalah kerasnya atau sulitnya penciptaan.

Pihak kedua dalam perbandingan itu ditulis (خَلْقِ النَّاسِ, khalqi n-naasi) yang berarti "penciptaan manusia". Kata (النَّاسِ, n-naasi) berakar ن-و-س dan muncul dua kali dalam ayat ini, sekali sebagai pihak yang diciptakan dan sekali dalam penutup sebagai pihak yang kebanyakan tidak mengetahui.

Penutupnya, (وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ, wa-laakinna aktsara n-naasi laa ya'lamuuna), berarti "tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". Susunan ini muncul 11 kali di tujuh surah, yaitu 7:187, 12:21, 12:40, 12:68, 16:38, 30:6, 30:30, 34:28, 34:36, 40:57, dan 45:26. Pangkal kalimatnya, (وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ, wa-laakinna aktsara n-naasi), muncul 17 kali di sepuluh surah dengan tiga kata kerja berbeda di ujungnya, yaitu 2:243, 7:187, 11:17, 12:21, 12:38, 12:40, 12:68, 13:1, 16:38, 30:6, 30:30, 34:28, 34:36, 40:57, 40:59, 40:61, dan 45:26. Surah 40 memuatnya tiga kali: di 40:57 dengan "tidak mengetahui", di 40:59 dengan (لَا يُؤْمِنُونَ, laa yu'minuuna) yang berarti "tidak beriman", dan di 40:61 dengan (لَا يَشْكُرُونَ, laa yasykuruuna) yang berarti "tidak bersyukur".

Tafsiran

Ayat 40:57 memuat satu perbandingan dan satu pernyataan tentang kebanyakan manusia, tanpa perintah dan tanpa larangan. Ayat sebelumnya, 40:56, menyebut kesombongan di dada para pembantah dan menyatakan bahwa mereka tidak akan mencapainya. Akar kata besar yang dipakai 40:56 untuk kesombongan dipakai lagi di 40:57 untuk ukuran penciptaan langit dan bumi. Dapat dibaca bahwa kebesaran yang dikejar para pembantah disandingkan dengan ukuran besar yang lain, tetapi ayat ini sendiri tidak menyebut hubungan itu.

Di 79:27 dan 37:11 perbandingan serupa dibuka sebagai pertanyaan, sehingga pendengarnya diminta memilih. Di 37:11 pertanyaan itu disusul jawaban tentang asal manusia, (إِنَّا خَلَقْنَاهُمْ مِنْ طِينٍ لَازِبٍ, innaa khalaqnaahum min thiinin laazibin) yang berarti "sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari tanah liat yang lekat". Di 40:57 jawabannya langsung berupa pernyataan, dan tidak ada pendengar yang diminta memilih. Dengan bentuk itu ayat ini memberi ukuran tanpa menunggu jawaban, lalu menutup dengan keadaan kebanyakan manusia terhadap ukuran tersebut.

Dalam rangkaian 40:55 sampai 40:61, penutup yang sama pangkalnya hadir di 40:57, 40:59, dan 40:61, sedangkan 40:58 dan 40:60 di antaranya berakhir dengan kalimat lain, yaitu "sedikit sekali kalian mengambil pelajaran" dan "dalam keadaan hina". Ayat 40:57 membuka seri itu dengan kata kerja pengetahuan, sebelum 40:59 beralih ke iman dan 40:61 ke syukur. Penutup tentang kebanyakan manusia ini tidak menyatakan semua manusia: kata "kebanyakan" membiarkan sisanya ada.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 40:57 membandingkan ukuran, dan tidak menimbang nilai. Penciptaan langit dan bumi disebut lebih besar daripada penciptaan manusia, tanpa kalimat yang mengatakan mana yang lebih berharga. Ukuran semacam itu menaruh seseorang di samping sesuatu yang jauh lebih luas dan membiarkan jaraknya terlihat. Pembaca yang sedang menimbang dirinya dapat memperhatikan hal-hal yang selama ini dianggap besar dalam hidupnya, lalu membayangkan hal itu diletakkan di samping langit dan bumi, yang di 79:27 disebut bangunan: Dia telah membangunnya. Berapa banyak yang masih tampak besar?
  • Dua ayat berurutan memakai akar kata besar: pertama untuk kesombongan para pembantah tanda-tanda Allah, lalu untuk penciptaan langit dan bumi. Kesombongan itu disebut tidak akan mereka capai, dan ukuran yang sungguh besar kemudian ditaruh di depan mereka. Pembaca yang pernah merasa dirinya penting dalam sebuah perdebatan dapat memperhatikan bahwa ayat tidak memarahi perasaan itu. Ayat hanya meletakkan ukuran lain di sampingnya. Bagaimana rasanya sebuah kemenangan debat bila diukur dengan ukuran sebesar ini?
  • Jawaban 37:11 menyebut bahan manusia, tanah liat yang lekat, sehingga dua ayat memberi dua cara memandang manusia, lewat ukurannya di samping langit dan bumi serta lewat bahannya. Pembaca yang merasa terlalu penting untuk disalahkan dapat bertanya bagaimana bahan itu terdengar bila disebut keras-keras dalam sebuah rapat, dan bagaimana ukuran itu terasa bila diucapkan sendirian di malam hari. Apakah salah satu dari keduanya pernah dipakainya untuk menilai diri?
  • Penutup ayat ini menyatakan bahwa kebanyakan manusia tidak mengetahui. Kata kebanyakan menyisakan pihak lain, sehingga ayat tidak menutup kemungkinan bahwa ada manusia yang mengetahui. Pembaca membaca kalimat itu dari posisi tertentu, dan ayat tidak mengatakan di barisan mana pembaca berdiri. Termasuk kebanyakan itu atau termasuk sisanya? Dan apa yang perlu diketahui agar bisa berpindah barisan, bila yang disebut ayat hanya ukuran dua penciptaan?
  • Ayat 40:57 tidak memuat perintah, larangan, atau ancaman. Isinya satu perbandingan dan satu keterangan tentang kebanyakan manusia. Pembaca yang terbiasa mencari apa yang harus dikerjakan dalam sebuah ayat mendapati ayat ini hanya memberi ukuran. Apa yang dilakukan seseorang dengan ukuran yang tidak disertai perintah? Ayat berhenti pada ukuran itu, dan jawabannya tinggal pada cara pembaca menempatkan dirinya. Nama pelaku penciptaan baru muncul di 40:62, yang menyebut Allah, Tuhan kalian, Pencipta segala sesuatu.
  • Ketidaktahuan di ayat ini disebut terang-terangan sebagai keadaan kebanyakan manusia, dan sebabnya tidak diuraikan. Ayat tidak mengatakan mereka diperdaya, dilarang belajar, atau dihalangi. Ayat hanya mengatakan tidak mengetahui. Di 40:19 Dia disebut mengetahui apa yang disembunyikan dada, sehingga ketidaktahuan manusia dan pengetahuan Dia berdiri berhadapan di surah yang sama. Pembaca dapat bertanya, dalam urusan apa ia sendiri yakin sudah tahu, padahal yang dipegangnya baru sebagian kecil?