إِنَّ السَّاعَةَ لَآتِيَةٌ لَا رَيْبَ فِيهَا وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ

Sesungguhnya hari kiamat pasti datang, tidak ada keraguan padanya; tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنَّ السَّاعَةَ لَآتِيَةٌ لَا رَيْبَ فِيهَاinna s-saa'ata la-aatiyatun laa rayba fiihaasesungguhnya hari kiamat pasti datang, tidak ada keraguan padanya
  2. وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَwa-laakinna aktsara n-naasi laa yu'minuunatetapi kebanyakan manusia tidak beriman

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. السَّاعَةَs-saa'atahari Kiamat
  3. لَآتِيَةٌla-aatiyatunbenar-benar akan datang
  4. لَاlaatidak
  5. رَيْبَraybakeraguan
  6. فِيهَاfiihaapadanya
  7. وَلَٰكِنَّwa-laakinnatetapi
  8. أَكْثَرَaktsarakebanyakan
  9. النَّاسِn-naasimanusia
  10. لَاlaatidak
  11. يُؤْمِنُونَyu'minuunaberiman

Inti bacaan

Rangkaian (لَا رَيْبَ فِيهَا, laa rayba fiihaa) muncul empat kali di Al-Qur'an (18:21, 22:7, 40:59, 45:32), dan keempatnya berbicara tentang kiamat.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (إِنَّ السَّاعَةَ لَآتِيَةٌ, inna s-saa'ata la-aatiyatun) yang berarti "sesungguhnya hari kiamat pasti datang". Kata (السَّاعَةَ, s-saa'ata) berakar س-و-ع, dan terjemahan di ayat ini memakai "hari kiamat" untuknya. Dengan kata sandang dan kedudukan seperti di sini, kata itu muncul 12 kali di 11 surah, yaitu 15:85, 18:21, 18:36, 19:75, 20:15, 22:7, 33:63, 40:59, 41:50, 42:17, 43:66, dan 47:18. Rangkaian (إِنَّ السَّاعَةَ لَآتِيَةٌ, inna s-saa'ata la-aatiyatun) ada dua kali, yaitu di 15:85, tempat inna didahului wa-, dan di 40:59. Dalam bentuk apa pun, kata as-saa'ah ada di 35 ayat pada 23 surah, dan Surah 40 memuatnya dua kali, di 40:46 dan 40:59.

Sifat (لَآتِيَةٌ, la-aatiyatun) berakar أ-ت-ي dan berarti "pasti datang", dengan huruf (لَ, la) penegas di depannya. Sifat yang sama muncul empat kali dalam dua bentuk: dengan huruf penegas di 15:85 dan 40:59, tanpa huruf penegas di 20:15 dan 22:7, yaitu (آتِيَةٌ, aatiyatun). Terjemahan memakai "pasti datang" untuk keempatnya dan tidak menambahkan keterangan waktu, karena tidak ada kata Arab yang menyebut kapan. Di 40:59 dua penegas berjejer dalam satu kalimat pendek, yaitu (إِنَّ, inna) yang berarti "sesungguhnya" dan huruf la- pada sifat itu, sehingga terjemahan menaruh "sesungguhnya" di depan dan "pasti" di dalam sifatnya.

Kepastian itu diperkuat dengan (لَا رَيْبَ فِيهَا, laa rayba fiihaa) yang berarti "tidak ada keraguan padanya". Kata (رَيْبَ, rayba) berakar ر-ي-ب, dan akhiran -haa menunjuk hari kiamat, yang ditandai sebagai kata ganti perempuan tunggal dalam data morfologi. Frasa laa rayba muncul 14 kali di 12 surah, yaitu di 2:2, 3:9, 3:25, 4:87, 6:12, 10:37, 17:99, 18:21, 22:7, 32:2, 40:59, 42:7, 45:26, dan 45:32. Frasa utuh dengan akhiran -haa ada empat, yaitu 18:21, 22:7, 40:59, dan 45:32, dan keempatnya menyangkut hari kiamat. Dengan akhiran -hi, (لَا رَيْبَ فِيهِ, laa rayba fiihi), frasa itu dipakai untuk Kitab di 2:2, 10:37, dan 32:2, untuk hari pengumpulan di 3:9, 3:25, 4:87, 6:12, 42:7, dan 45:26, dan untuk sebuah ajal di 17:99.

Penutupnya, (وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ, wa-laakinna aktsara n-naasi laa yu'minuuna), berarti "tetapi kebanyakan manusia tidak beriman". Kata kerja (يُؤْمِنُونَ, yu'minuuna) berakar أ-م-ن. Susunan utuh ini muncul tiga kali, yaitu di 11:17, 13:1, dan 40:59. Di 11:17 yang mendahuluinya (إِنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ, innahu l-haqqu min rabbika) yang berarti "sesungguhnya ia kebenaran dari Tuhanmu", dan di 13:1 yang mendahuluinya (مِنْ رَبِّكَ الْحَقُّ, min rabbika l-haqqu) yang berarti "dari Tuhanmu adalah kebenaran". Di 40:59 yang mendahuluinya pernyataan tentang kedatangan hari kiamat. Ayat ini tidak menyebut kepada apa mereka tidak beriman, dan terjemahan memakai "tidak beriman" tanpa objek.

Tafsiran

Ayat 40:59 menyatakan satu kepastian lalu menaruh penolakan manusia di seberangnya. Kata "tetapi" membuat penolakan itu berdiri berhadapan dengan kepastian, dan kepastiannya tidak dibuat bergantung pada penolakan itu. Keraguan juga ditempatkan di tempat yang jelas: hari kiamat disebut tidak mengandung keraguan, sehingga ketidakpercayaan yang disebut sesudahnya berada pada manusia.

Dua kepastian muncul dalam rangkaian ini pada ayat yang berjauhan. Di 40:55 janji Allah disebut benar, dan di 40:59 kedatangan hari kiamat disebut tidak diragukan. Di 18:21 dan 45:32 kedua pernyataan itu berada dalam satu ayat, yaitu (وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ, wa'da llaahi haqqun) yang berarti "janji Allah benar" dan (لَا رَيْبَ فِيهَا, laa rayba fiihaa) yang berarti "tidak ada keraguan padanya". Di Surah 40 keduanya dipisahkan tiga ayat. Apa isi janji di 40:55 tidak dinyatakan, dan 40:59 tidak mengatakan bahwa janji itu sama dengan hari kiamat.

Ayat sebelumnya, 40:58, menyebut sedikitnya orang yang mengambil pelajaran, dan 40:59 menyebut banyaknya yang tidak beriman. Dua kalimat itu dapat dibaca sebagai dua sisi dari satu keadaan, tetapi kata kerjanya berbeda dan ayat tidak menyamakannya. Ayat sesudahnya, 40:60, tidak melanjutkan pembicaraan tentang penolakan itu. Ayat itu membuka dengan (وَقَالَ رَبُّكُمُ, wa-qaala rabbukumu) yang berarti "dan Tuhan kalian berfirman", lalu mengundang untuk berdoa.

Renungan dan Hikmah

  • Hari kiamat disebut pasti datang, dan sesudah itu baru disebut bahwa kebanyakan manusia tidak beriman. Urutan itu menaruh kepastian lebih dulu dan penolakan sesudahnya, sehingga penolakan tidak menjadi syarat bagi kepastian. Pembaca yang pernah menunda urusan sampai dirinya yakin dapat memperhatikan bahwa ayat ini tidak menunggu keyakinannya. Apa yang dilakukan seseorang dengan hari-harinya, bila sesuatu yang pasti datang tidak memerlukan persetujuannya?
  • Ayat ini menyebut hari kiamat tidak mengandung keraguan, lalu menyebut kebanyakan manusia tidak beriman. Dengan susunan itu keraguan tidak diletakkan pada peristiwanya, dan tinggal pada manusia yang menghadapinya. Pembaca yang merasa ragu terhadap sesuatu dapat bertanya dari mana keraguannya datang, dari bukti yang kurang atau dari hal lain yang jarang diperiksa. Bagaimana rasanya mengakui bahwa keraguan itu mungkin ada di dalam dirinya, tidak di dalam hal yang diragukan?
  • Di 40:55 janji Allah disebut benar, dan di 40:59 kedatangan hari kiamat disebut tidak diragukan. Ayat 18:21 dan 45:32 menaruh keduanya dalam satu kalimat, sedangkan Surah 40 memisahkan keduanya tiga ayat. Ayat tidak menyamakan janji itu dengan hari kiamat, tetapi pembaca dapat melihat dua hal yang oleh teks dinyatakan benar dan tidak diragukan berjalan berdampingan di surah yang sama. Pembaca yang sedang menunggu janji Allah dapat bertanya, apakah penantiannya pernah dibawa sampai ke ujung yang tidak diragukan itu?
  • Ayat ini menyebut hari kiamat pasti datang dan tidak menyebut kapan. Di 20:15 kalimat yang sama disusul pernyataan bahwa pembicaranya hampir menyembunyikannya agar setiap jiwa dibalas menurut yang diusahakannya, dan pembicara itu menyebut dirinya Allah di 20:14. Kepastian tanpa tanggal membuat setiap hari menjadi mungkin. Pembaca dapat bertanya bagaimana seseorang hidup dengan sesuatu yang pasti tetapi tidak diberi tanggal, dan hari-hari yang mana yang dianggapnya tidak terkena kepastian itu?
  • Penutup ayat ini menyebut kebanyakan manusia tidak beriman, dan tidak menyebut kepada apa. Objeknya dibiarkan terbuka, sehingga pembaca perlu mengisi sendiri apakah yang dimaksud hari kiamat, kebenaran, atau yang lain. Pembaca dapat mencoba menulis kalimat itu lengkap dengan objeknya, lalu memeriksa bagaimana kalimat itu terbaca bila objeknya diganti satu per satu. Apakah jawabannya berubah ketika objek yang ditulis adalah sesuatu yang paling dihindarinya untuk dipikirkan?
  • Setelah kalimat tentang penolakan kebanyakan manusia, 40:60 dibuka dengan Tuhan kalian berfirman, lalu mengundang untuk berdoa kepada-Nya. Ayat tentang penolakan tidak berhenti sebagai kabar buruk, karena kalimat berikutnya langsung memuat undangan. Pembaca yang membaca 40:59 sampai selesai dan merasa berat dapat memperhatikan bahwa lembar berikutnya tidak menutup. Apa yang berubah bagi seseorang yang tahu bahwa kabar yang berat itu disusul sebuah undangan?