وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhan kalian berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagi kalian. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari pengabdian kepada-Ku akan masuk Jahanam dalam keadaan hina.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَقَالَ رَبُّكُمُwa-qaala rabbukumudan Tuhan kalian berfirman
  2. ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْud'uunii astajib lakumberdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagi kalian
  3. إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَinna lladziina yastakbiruuna 'an 'ibaadatii sa-yadkhuluuna jahannama daakhiriinasesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari pengabdian kepada-Ku akan masuk Jahanam dalam keadaan hina

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. وَقَالَwa-qaaladan berkata
  2. رَبُّكُمُrabbukumuTuhan kalian
  3. ادْعُونِيud'uuniiserulah Aku
  4. أَسْتَجِبْastajibAku akan memperkenankan
  5. لَكُمْlakumbagi kalian
  6. إِنَّinnasesungguhnya
  7. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  8. يَسْتَكْبِرُونَyastakbiruunamereka menyombongkan diri
  9. عَنْ'andari
  10. عِبَادَتِي'ibaadatiipengabdian kepada-Ku
  11. سَيَدْخُلُونَsa-yadkhuluunamereka akan masuk
  12. جَهَنَّمَjahannamaJahanam
  13. دَاخِرِينَdaakhiriinaorang-orang yang tunduk

Inti bacaan

Susunan (يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ, yastakbiruuna 'an) muncul tiga kali di Al-Qur'an (7:206, 21:19, 40:60), dan dua ayat pertama memakai penyangkal sedangkan 40:60 tidak.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَقَالَ رَبُّكُمُ, wa-qaala rabbukumu) yang berarti "dan Tuhan kalian berfirman". Kata (رَبُّكُمُ, rabbukumu) berakar ر-ب-ب dan berarti "Tuhan kalian". Rangkaian wa-qaala rabbukumu hanya ada di ayat ini, sedangkan kata rabbukumu sendiri muncul empat kali, yaitu di 10:32, 17:66, 40:60, dan 79:24. Sesudah kalimat pembuka itu seluruh ucapan memakai kata ganti pertama, yaitu "-Ku" pada ud'uunii dan 'ibaadatii serta "Aku" pada astajib, sehingga tanda kutip dalam terjemahan baru ditutup di ujung ayat.

Perintah pertama, (ادْعُونِي, ud'uunii), berarti "berdoalah kepada-Ku". Kata kerjanya berakar د-ع-و dan berbentuk perintah untuk beberapa orang, dengan akhiran -nii yang berarti "-Ku". Bentuk ud'uunii hanya ada di ayat ini. Perintah serupa dengan rabb sebagai tujuan, (ادْعُوا رَبَّكُمْ, ud'uu rabbakum) yang berarti "berdoalah kepada Tuhan kalian", muncul dua kali, yaitu di 7:55 dan 40:49. Di 40:49 kalimat itu diucapkan orang-orang di dalam api kepada penjaga-penjaga Jahanam, (ادْعُوا رَبَّكُمْ يُخَفِّفْ عَنَّا, ud'uu rabbakum yukhaffif 'annaa) yang berarti "mohonkanlah kepada Tuhan kalian agar Dia meringankan dari kami", dan 40:50 ditutup dengan (وَمَا دُعَاءُ الْكَافِرِينَ إِلَّا فِي ضَلَالٍ, wa-maa du'aa'u l-kaafiriina illaa fii dhalaalin) yang berarti "dan doa orang-orang kafir itu tidak berada kecuali dalam kesia-siaan".

Jawaban atas perintah itu, (أَسْتَجِبْ لَكُمْ, astajib lakum), berarti "niscaya akan Aku kabulkan bagi kalian". Kata kerja (أَسْتَجِبْ, astajib) berakar ج-و-ب, dan bentuk itu hanya ada di ayat ini. Akar ج-و-ب tidak muncul di ayat lain Surah 40 menurut data morfologi. Akar yang sama, misalnya di 2:186, ada pada dua kata kerja. Yang pertama, (أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ, ujiibu da'wata d-daa'i) yang berarti "Aku mengabulkan doa orang yang berdoa", memuat pelaku yang berkata "Aku", sedangkan yang kedua, (فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي, fa-l-yastajiibuu lii) yang berarti "maka hendaklah mereka menyambut seruan-Ku", memakai batang kata kerja yang sama dengan astajib tetapi pelakunya manusia. Di 40:60 yang mengabulkan adalah pihak yang berfirman, dan perintahnya satu, yaitu berdoa. Syarat lain tidak tertulis, dan bentuk pengabulannya juga tidak dirinci.

Kalimat kedua menyebut (يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي, yastakbiruuna 'an 'ibaadatii) yang berarti "menyombongkan diri dari pengabdian kepada-Ku". Kata kerja (يَسْتَكْبِرُونَ, yastakbiruuna) berakar ك-ب-ر dan muncul tujuh kali, yaitu di 5:82, 7:206, 16:49, 21:19, 32:15, 37:35, dan 40:60. Lima di antaranya menyangkal bahwa pelakunya menyombongkan diri, yaitu 5:82, 7:206, 16:49, 21:19, dan 32:15, sedangkan dua menyatakan pelakunya menyombongkan diri, yaitu 37:35 dan 40:60. Susunan dengan (عَنْ, 'an) yang berarti "dari" ada tiga: (لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ, laa yastakbiruuna 'an 'ibaadatihi) dengan penyangkal di 7:206 dan 21:19, dan yastakbiruuna 'an 'ibaadatii tanpa penyangkal di 40:60. Kata (عِبَادَتِي, 'ibaadatii) berakar ع-ب-د dan hanya ada di sini. Terjemahan memakai "pengabdian" untuk 'ibaadah, sama dengan (نَعْبُدُ, na'budu) yang berarti "kami mengabdi" di 1:5 dan (بِعِبَادَتِهِمْ, bi-'ibaadatihim) yang berarti "terhadap pengabdian mereka" di 46:6.

Akibatnya ditulis (سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ, sa-yadkhuluuna jahannama daakhiriina) yang berarti "akan masuk Jahanam dalam keadaan hina". Awalan (سَ, sa) menandai masa depan, (يَدْخُلُونَ, yadkhuluuna) berakar د-خ-ل, dan (جَهَنَّمَ, jahannama) adalah nama tempat. Kata (دَاخِرِينَ, daakhiriina) berakar د-خ-ر dan muncul empat kali dalam dua bentuk, yaitu daakhiriina di 27:87 dan 40:60 serta daakhiruuna di 16:48 dan 37:18. Dua kemunculan pertama menyangkut makhluk yang tunduk kepada Allah. Di 16:48 bunyinya (وَهُمْ دَاخِرُونَ, wa-hum daakhiruuna) yang berarti "sedang mereka rendah", dan 16:49 langsung disusul (وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ, wa-hum laa yastakbiruuna) yang berarti "dan mereka tidak menyombongkan diri". Di 27:87 bunyinya (وَكُلٌّ أَتَوْهُ دَاخِرِينَ, wa-kullun atawhu daakhiriina) yang berarti "dan semuanya datang kepada-Nya dengan tunduk merendah". Di 37:18 kata itu disifatkan kepada orang yang meragukan kebangkitan, dan terjemahannya "terhina". Dengan begitu kata ini menyebut keadaan merendah, dan terjemahan 40:60 memakai "hina" karena yang disifati orang yang tadinya menyombongkan diri.

Tafsiran

Ayat 40:60 memuat satu undangan dan satu peringatan dalam satu ucapan Tuhan kalian. Undangannya ditujukan kepada "kalian" dan peringatannya menyebut "orang-orang yang menyombongkan diri", sehingga ayat ini berganti dari sapaan langsung ke gambaran tentang pihak lain. Berdoa dan mengabdi ditaruh berurutan, dan hubungan keduanya adalah pembacaan.

Dalam Surah 40 doa pernah disebut dalam keadaan yang berlawanan. Di 40:49 orang-orang di dalam api meminta penjaga Jahanam untuk memohonkan sesuatu kepada Tuhan, dan 40:50 menyatakan bahwa doa orang-orang kafir berada dalam kesia-siaan. Di 40:60 seruan berdoa datang langsung dari yang berfirman, tanpa perantara, dan disertai janji pengabulan. Akar د-ع-و dipakai di 14 ayat surah ini, yaitu 40:10, 40:12, 40:14, 40:20, 40:26, 40:41, 40:42, 40:43, 40:49, 40:50, 40:60, 40:65, 40:66, dan 40:74.

Kesombongan di ayat ini mengikat ayat-ayat sebelumnya ke ayat-ayat sesudahnya. Di 40:56 kesombongan disebut berada di dada para pembantah, dan di 40:60 gerak kesombongan itu disebut sebagai menjauh dari pengabdian kepada Tuhan. Akibat itu, yakni masuk Jahanam, muncul lagi di 40:76 dalam kalimat (ادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ, udkhuluu abwaaba jahannama) yang berarti "masuklah ke pintu-pintu Jahanam", dan kalimat itu ditutup dengan (فَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ, fa-bi'sa matswaa l-mutakabbiriina) yang berarti "maka seburuk-buruk tempat tinggal bagi orang-orang yang sombong".

Renungan dan Hikmah

  • Di 40:49 orang-orang di dalam api meminta penjaga Jahanam untuk memohonkan kepada Tuhan mereka, sedangkan di 40:60 Tuhan sendiri berfirman, berdoalah kepada-Ku. Di ayat ini tidak ada perantara antara yang berdoa dan yang menjawab. Pembaca yang biasa menitipkan kebutuhannya lewat orang lain dapat memperhatikan bahwa ayat ini menyebut pintunya secara langsung. Kalimat apa saja yang selama ini dititipkan kepada orang lain, padahal dapat diucapkan sendiri kepada Tuhan?
  • Janji pengabulan ditulis tepat sesudah perintah berdoa, tanpa syarat tambahan, dan bentuk pengabulannya tidak dirinci. Kapan dan bagaimana tidak disebut, dan kalimat itu hanya menyatakan bahwa pengabulan menjadi milik mereka yang berdoa. Pembaca yang pernah berdoa lalu menunggu dapat memperhatikan bahwa ayat tidak menjanjikan jawaban dalam bentuk yang dibayangkannya. Bagaimana seseorang menyikapi janji yang menjamin pengabulan tetapi tidak menjamin rupa pengabulan itu?
  • Undangan di awal ayat ditujukan kepada kalian, dan peringatan di akhirnya berbicara tentang mereka yang menyombongkan diri. Sapaan berubah dari orang kedua ke orang ketiga di tengah ucapan yang sama. Pembaca yang menerima janji sebagai kabar untuk dirinya dan peringatan sebagai kabar untuk orang lain dapat memeriksa apakah pembaca itu menaruh dirinya di sisi yang sama pada kedua kalimat. Pada kalimat mana pembaca merasa disapa sebagai kalian, dan pada kalimat mana pembaca merasa orang lain saja yang dibicarakan?
  • Kesombongan di ayat ini diarahkan dari pengabdian kepada Tuhan. Di 40:56 kesombongan itu berada di dada, dan di 40:60 gerak kesombongan itu terlihat sebagai menjauh dari tempat mengabdi. Pembaca dapat memperhatikan hal-hal yang selama ini dihindarinya karena terasa di bawah martabatnya, entah menunduk, meminta tolong, atau mengakui salah. Apakah ada pengabdian yang dijauhinya karena merasa terlalu besar untuk itu?
  • Kata untuk keadaan hina di ayat ini dipakai juga untuk makhluk yang tunduk kepada Allah di 16:48 dan untuk semua yang datang kepada-Nya di 27:87. Merendah disebut di dua sisi, sebagai sikap makhluk yang tidak menyombongkan diri dan sebagai keadaan orang yang menyombongkan diri sesudah masuk Jahanam. Pembaca dapat bertanya apa bedanya dua keadaan itu bila keduanya sama-sama merendah di hadapan Dia. Kapan seseorang memilih merendah, dan kapan kerendahan itu akhirnya ditimpakan kepadanya?
  • Ayat 40:55 memuat tiga perintah untuk masa menunggu, yaitu bersabar, memohon ampun, dan bertasbih. Ayat ini menambah perintah keempat, berdoa kepada Tuhan. Menunggu dengan begitu tidak berjalan diam, karena ada empat hal yang dapat dikerjakan sementara janji Allah belum terlihat. Pembaca yang sedang menunggu sesuatu dapat memeriksa mana dari keempat hal itu yang paling jarang dikerjakannya. Apa yang akan terjadi pada penantian itu bila hal yang paling jarang itu dikerjakan lebih dulu?