اللَّهُ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِرًا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ

Allahlah yang menjadikan malam untuk kalian agar kalian beristirahat padanya, dan siang terang-benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar memiliki karunia atas manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. اللَّهُ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِتَسْكُنُوا فِيهِallaahu lladzii ja'ala lakumu l-layla li-taskunuu fiihiAllahlah yang menjadikan malam untuk kalian agar kalian beristirahat padanya
  2. وَالنَّهَارَ مُبْصِرًاwa-n-nahaara mubshirandan siang terang-benderang
  3. إِنَّ اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِinna llaaha la-dzuu fadhlin 'alaa n-naasisesungguhnya Allah benar-benar memiliki karunia atas manusia
  4. وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَwa-laakinna aktsara n-naasi laa yasykuruunatetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur

Terjemahan per kata (20 kata)

  1. اللَّهُallaahuAllah
  2. الَّذِيlladziiyang
  3. جَعَلَja'alamenjadikan
  4. لَكُمُlakumubagi kalian
  5. اللَّيْلَl-laylamalam
  6. لِتَسْكُنُواli-taskunuuagar kalian tenteram
  7. فِيهِfiihidi dalamnya
  8. وَالنَّهَارَwa-n-nahaaradan siang
  9. مُبْصِرًاmubshiranyang terang
  10. إِنَّinnasesungguhnya
  11. اللَّهَllaahaAllah
  12. لَذُوla-dzuubenar-benar pemilik
  13. فَضْلٍfadhlinkarunia
  14. عَلَى'alaaatas
  15. النَّاسِn-naasimanusia
  16. وَلَٰكِنَّwa-laakinnatetapi
  17. أَكْثَرَaktsarakebanyakan
  18. النَّاسِn-naasimanusia
  19. لَاlaatidak
  20. يَشْكُرُونَyasykuruunamereka bersyukur

Inti bacaan

Siklus malam-siang untuk istirahat dan aktivitas sebagai bukti 'karunia yang dilimpahkan kepada manusia', desain fungsional kehidupan sehari-hari yang jarang disyukuri karena terlalu akrab dan rutin.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(dan menjadikan)', '(agar kalian bekerja)', dan '(yang dilimpahkan)' tidak dipakai: masing-masing tidak berpadanan kata dalam teks Arab.

Tafsiran

Ayat ini membuka rangkaian tanda-tanda kekuasaan Allah dalam pergiliran malam dan siang, sebagai karunia yang jarang disyukuri manusia.

Renungan dan Hikmah

  • Yang disebut lebih dahulu malam, baru siang. Yang untuk berhenti didahulukan. Allah menyebut istirahat pun karunia.
  • Dua keadaan disebut dengan fungsi masing-masing. Malam untuk diam. Siang untuk bergerak.
  • Kata kebanyakan dipakai Allah untuk yang tidak bersyukur. Bukan semua. Yang terlalu akrab paling mudah dilupakan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini murni (kamu diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; sufiks '-mu' jamak diterjemahkan 'kalian'), kata kunci syukur tak diubah (sisi-hamba sudah selaras). Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).