اللَّهُ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِرًا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ
Allahlah yang menjadikan malam untuk kalian agar kalian beristirahat padanya, dan siang terang-benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar memiliki karunia atas manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- اللَّهُ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِتَسْكُنُوا فِيهِallaahu lladzii ja'ala lakumu l-layla li-taskunuu fiihiAllahlah yang menjadikan malam untuk kalian agar kalian beristirahat padanya
- وَالنَّهَارَ مُبْصِرًاwa-n-nahaara mubshirandan siang terang-benderang
- إِنَّ اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِinna llaaha la-dzuu fadhlin 'alaa n-naasisesungguhnya Allah benar-benar memiliki karunia atas manusia
- وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَwa-laakinna aktsara n-naasi laa yasykuruunatetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur
Terjemahan per kata (20 kata)
- اللَّهُallaahuAllah
- الَّذِيlladziiyang
- جَعَلَja'alamenjadikan
- لَكُمُlakumubagi kalian
- اللَّيْلَl-laylamalam
- لِتَسْكُنُواli-taskunuuagar kalian tenteram
- فِيهِfiihidi dalamnya
- وَالنَّهَارَwa-n-nahaaradan siang
- مُبْصِرًاmubshiranyang terang
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- لَذُوla-dzuubenar-benar pemilik
- فَضْلٍfadhlinkarunia
- عَلَى'alaaatas
- النَّاسِn-naasimanusia
- وَلَٰكِنَّwa-laakinnatetapi
- أَكْثَرَaktsarakebanyakan
- النَّاسِn-naasimanusia
- لَاlaatidak
- يَشْكُرُونَyasykuruunamereka bersyukur
Inti bacaan
Kalimat (إِنَّ اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ, inna llaaha la-dzuu fadhlin 'alaa n-naasi wa-laakinna aktsara n-naasi laa yasykuruuna) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:243 dan 40:61.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (اللَّهُ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ, allaahu lladzii ja'ala lakumu) yang berarti "Allahlah yang menjadikan untuk kalian". Rangkaian pembuka ini muncul tiga kali di Al-Qur'an, dan ketiganya berada di surah yang sama, yaitu 40:61, 40:64, dan 40:79. Kata kerja (جَعَلَ, ja'ala) yang berarti "menjadikan" berakar ج-ع-ل. Terjemahan memakai "menjadikan" untuk akar ini, sedangkan "mencipta" dipakai untuk akar خ-ل-ق yang muncul di ayat sesudahnya sebagai sebutan bagi Allah.
Tujuan malam disebut dalam (لِتَسْكُنُوا فِيهِ, li-taskunuu fiihi) yang berarti "agar kalian beristirahat padanya". Huruf (لِ, li-) di awal kata kerja menandai tujuan, sehingga terjemahan memakai "agar". Kata kerjanya berakar س-ك-ن, dan bentuk persis (لِتَسْكُنُوا, li-taskunuu) muncul empat kali, yaitu di 10:67, 28:73, 30:21, dan 40:61. Tiga ayat pertama menyebut malam dan memakai kata depan fii yang berarti "pada". Ayat 30:21 membicarakan pasangan dan memakai ilaa yang berarti "kepada", dengan terjemahan "merasa tenteram kepadanya". Terjemahan mengikuti perbedaan itu: akar yang sama menjadi "beristirahat" bila disusul fii dan malam, dan "tenteram" bila disusul ilaa dan pasangan. Ayat 28:73 menaruh tiga tujuan dalam satu ayat, yaitu beristirahat, mencari sebagian karunia-Nya, dan bersyukur. Ayat 40:61 hanya memuat tujuan pertama, lalu membicarakan karunia dan syukur pada dua kalimat sesudahnya.
Siang tidak diberi tujuan. Rangkaian (وَالنَّهَارَ مُبْصِرًا, wa-n-nahaara mubshiran) yang berarti "dan siang terang-benderang" memberi siang satu sifat dan tidak menyebut apa yang dikerjakan manusia di dalamnya. Kata (مُبْصِرًا, mubshiran) berakar ب-ص-ر, akar yang sama dengan kata untuk melihat. Bentuk persis (مُبْصِرًا, mubshiran) muncul tiga kali, yaitu di 10:67, 27:86, dan 40:61, dan ketiganya menyifati siang. Bentuk (مُبْصِرَةً, mubshiratan), dengan akhiran lain, muncul di 17:12 untuk tanda siang, di 27:13 untuk tanda-tanda, dan di 17:59 untuk unta betina. Akar ب-ص-ر yang sama juga ada pada pertanyaan yang menutup 28:72, sesudah malam sebagai tempat beristirahat disebut, yaitu (أَفَلَا تُبْصِرُونَ, a-fa-laa tubshiruuna) yang berarti "Apakah kalian tidak memperhatikan?". Karena tidak ada kata Arab di 40:61 yang menyebut pekerjaan, terjemahan tidak menambahkan "agar kalian bekerja". Tujuan seperti mencari karunia memang disebut di 17:12 untuk tanda siang dan di 28:73 untuk malam dan siang bersama, tetapi di ayat lain.
Kalimat berikutnya dibuka dengan (إِنَّ اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ, inna llaaha la-dzuu fadhlin 'alaa n-naasi) yang berarti "sesungguhnya Allah benar-benar memiliki karunia atas manusia". Kata (لَذُو, la-dzuu) tersusun dari huruf penegas (لَ, la-), yang diterjemahkan "benar-benar", dan (ذُو, dzuu) yang berarti "pemilik". Sesudahnya (فَضْلٍ, fadhlin) yang berarti "karunia" berakar ف-ض-ل. Rangkaian (لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ, la-dzuu fadhlin 'alaa n-naasi) muncul empat kali, yaitu di 2:243, 10:60, 27:73, dan 40:61, dan penerimanya selalu manusia. Pola pemilik karunia dipakai juga untuk penerima lain: (ذُو فَضْلٍ عَلَى الْعَالَمِينَ, dzuu fadhlin 'alaa l-'aalamiina) di 2:251 yang berarti "pemilik karunia atas seisi alam", dan (ذُو فَضْلٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ, dzuu fadhlin 'alaa l-mu'miniina) di 3:152 yang berarti "pemilik karunia atas orang-orang beriman". Ayat 40:61 memilih manusia secara umum, dan tidak mempersempitnya menjadi orang yang bersyukur.
Kalimat penutupnya, (وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ, wa-laakinna aktsara n-naasi laa yasykuruuna) yang berarti "tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur", muncul tiga kali dengan bunyi yang sama, yaitu di 2:243, 12:38, dan 40:61. Bersama kalimat karunia di depannya, urutan itu utuh hanya di 2:243 dan 40:61. Ayat 10:60 dan 27:73 menggantinya dengan (أَكْثَرَهُمْ, aktsarahum) yang berarti "kebanyakan mereka". Rangkaian pembukanya, (وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا, wa-laakinna aktsara n-naasi laa) yang berarti "tetapi kebanyakan manusia tidak", muncul tujuh belas kali di sepuluh surah, yaitu di 2:243, 7:187, 11:17, 12:21, 12:38, 12:40, 12:68, 13:1, 16:38, 30:6, 30:30, 34:28, 34:36, 40:57, 40:59, 40:61, dan 45:26. Kata kerja yang menyusulnya ada tiga: "tidak mengetahui" sebelas kali di 7:187, 12:21, 12:40, 12:68, 16:38, 30:6, 30:30, 34:28, 34:36, 40:57, dan 45:26, "tidak beriman" tiga kali di 11:17, 13:1, dan 40:59, serta "tidak bersyukur" tiga kali di 2:243, 12:38, dan 40:61. Kata kerja (يَشْكُرُونَ, yasykuruuna) berakar ش-ك-ر dan diterjemahkan "bersyukur". Bentuk yang sama muncul dalam pertanyaan (أَفَلَا يَشْكُرُونَ, a-fa-laa yasykuruuna) di 36:35 dan 36:73 yang berarti "maka tidakkah mereka bersyukur?", dan kedua pertanyaan itu mengikuti daftar pemberian: buah beserta hasil kerja tangan di 36:35, serta berbagai manfaat dan minuman di 36:73.
Tafsiran
Ayat ini berada di dua rangkaian sekaligus. Di satu sisi ayat ini menutup tiga ayat yang masing-masing berakhir pada keadaan kebanyakan manusia: di 40:57 mereka tidak mengetahui, di 40:59 mereka tidak beriman, dan di 40:61 mereka tidak bersyukur. Ketiga kata kerja itu, mengetahui, beriman, dan bersyukur, bertemu hanya di satu surah, yaitu surah ini; surah lain yang memuat rangkaian serupa menyusulkan satu atau dua di antaranya. Pada saat yang sama, ayat ini membuka daftar pemberian yang berlanjut di 40:64.
Malam dan siang dengan susunan serupa juga muncul di 10:67 dan 27:86, tetapi kedua ayat itu menutup dengan "tanda-tanda bagi kaum yang mendengar" dan "tanda-tanda bagi kaum yang beriman". Di 40:61 bahan yang sama berakhir pada pemilik karunia dan kebanyakan manusia yang tidak bersyukur. Ayat 10:67 dan 27:86 menunjuk pendengar yang menerima tanda, sedangkan ayat ini menunjuk penerima karunia yang tidak membalasnya dengan syukur.
Ayat ini terdiri atas tiga langkah. Langkah pertama menyebut dua pemberian, yaitu malam yang menjadi tempat beristirahat dan siang yang terang. Langkah kedua menyebut Allah sebagai pemilik karunia atas manusia. Langkah ketiga mencatat tanggapan manusia. Ayat tidak menyatakan bahwa karunia pada langkah kedua adalah malam dan siang; keduanya hanya disebut lebih dulu. Pembaca dapat menghubungkan keduanya, dan 28:73 yang menaruh malam, siang, karunia, dan syukur dalam satu ayat mendukung hubungan itu, meskipun ayat tersebut berdiri sendiri.
Ayat 40:62 memperkenalkan pemilik karunia itu lebih lanjut lewat hubungan dan pekerjaannya. Bentuk pembuka ayat ini kemudian diulang di 40:64 untuk daftar kedua, yaitu bumi, langit, bentuk tubuh, dan rezeki, dan untuk ketiga kalinya di 40:79 dengan hewan ternak.
Renungan dan Hikmah
- Malam di ayat ini diberi satu tujuan yang tertulis, yaitu agar manusia beristirahat. Pembaca yang menghitung tidur sebagai waktu yang hilang akan mendapati bahwa ayat ini menyebutnya maksud dari sesuatu yang Allah jadikan untuk manusia. Di 28:73 beristirahat berdiri sejajar dengan mencari sebagian karunia-Nya dan bersyukur, tanpa urutan yang menempatkan satu di atas yang lain. Ayat 40:61 tidak menyuruh siapa pun tidur lebih lama dan tidak menyebut takaran istirahat. Pertanyaan yang dapat diajukan pembaca kepada dirinya ialah apakah jam-jam istirahatnya diperlakukan sebagai bagian dari pemberian itu, atau sebagai sisa yang tertinggal sesudah semua urusannya selesai?
- Siang di ayat ini hanya disifati terang. Tidak ada kata yang menyebut apa yang harus dikerjakan di dalamnya, dan tidak ada tujuan yang dibebankan kepada orang yang menjalaninya. Cahaya datang lebih dulu daripada pekerjaan apa pun, karena Allah menjadikannya demikian untuk manusia. Di 17:12 dan 28:73 pekerjaan mencari karunia memang disebut, tetapi di ayat lain, dan tidak sebagai syarat bagi terang itu. Pembaca dapat bertanya apakah pagi disambutnya sebagai sesuatu yang sudah diberikan, atau baru terasa pantas diterima setelah daftar tugasnya habis?
- Kalimat tengah ayat ini menyebut Allah memiliki karunia atas manusia, dan kalimat sesudahnya menyebut kebanyakan manusia tidak bersyukur. Kata manusia dipakai di kedua sisi, sehingga penerima karunia dan orang yang tidak bersyukur berasal dari kelompok yang sama. Ayat ini mencatat pemberian lebih dulu dan keadaan penerimanya sesudahnya, lalu berhenti di situ. Pembaca tidak diberi kabar bahwa karunia itu berhenti ketika syukur tidak datang, dan tidak diberi kabar bahwa karunia itu bertambah ketika syukur ada. Satu pertanyaan masih terbuka bagi pembaca: berapa kali dalam sepekan pembaca menerima sesuatu dari Allah tanpa pernah menyebutnya pemberian?
- Ayat ini berkata kebanyakan manusia, dan frasa itu menyisakan sebagian yang bersyukur tanpa menyebut siapa mereka, berapa jumlahnya, atau apa yang membuat mereka berbeda. Pembaca yang bertanya apakah dirinya termasuk yang sedikit itu membawa ayat ke dirinya sendiri, sementara ayat menyebut dua kelompok dan membiarkan keanggotaannya terbuka. Allah yang menyebut kelompok itu tidak mencantumkan ciri pembeda di sini. Pertanyaan yang lebih dekat pada bunyi ayat mungkin ini: apa yang akan tampak berbeda dalam harinya bila ia berada di pihak yang sedikit?
- Malam dan siang datang bergantian tanpa pernah diminta, dan Allah menjadikan keduanya untuk manusia. Ayat ini memilih keduanya sebagai contoh pemberian, yaitu contoh yang terus berulang. Ayat tidak mengatakan bahwa orang lupa bersyukur karena hal itu begitu biasa; sebabnya tidak disebut. Pembaca hanya diberi dua keterangan: contoh yang dipilih adalah yang selalu datang, dan syukur tidak muncul pada kebanyakan manusia. Barangkali ada pemberian lain dalam hidup pembaca yang berulang setiap hari dan belum pernah disebut sebagai pemberian. Apa saja isi daftar itu, dan siapa yang pertama disebut sebagai pemberinya?
- Ayat 40:60 memuat firman Tuhan tentang berdoa kepada-Nya, lengkap dengan janji mengabulkan, dan 40:61 langsung menyebut karunia yang tidak disyukuri. Dua ayat itu berurutan, tetapi hubungan keduanya tidak dinyatakan. Pembaca dapat membandingkan isi percakapannya dengan Tuhan: permintaan di satu sisi, dan di sisi lain syukur yang di ayat ini disebut tidak dilakukan kebanyakan manusia. Dari semua kalimat yang pernah ia ucapkan kepada Allah, berapa yang berupa permintaan, dan berapa yang berupa terima kasih?