ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ
Itu Allah, Tuhan kalian, Pencipta segala sesuatu; tidak ada tuhan kecuali Dia. Maka, bagaimanakah kalian dipalingkan?
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍdzaalikumu llaahu rabbukum khaaliqu kulli syay'initu Allah, Tuhan kalian, Pencipta segala sesuatu
- لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَlaa ilaaha illaa huwatidak ada tuhan kecuali Dia
- فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَfa-annaa tu'fakuunamaka, bagaimanakah kalian dipalingkan
Terjemahan per kata (12 kata)
- ذَٰلِكُمُdzaalikumudemikian itu
- اللَّهُllaahuAllah
- رَبُّكُمْrabbukumTuhan kalian
- خَالِقُkhaaliquPencipta
- كُلِّkullisegala
- شَيْءٍsyay'insesuatu
- لَاlaatidak
- إِلَٰهَilaahatuhan
- إِلَّاillaakecuali
- هُوَhuwaDia
- فَأَنَّىٰfa-annaamaka bagaimana
- تُؤْفَكُونَtu'fakuunakalian dipalingkan
Inti bacaan
Pertanyaan (فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ, fa-annaa tu'fakuuna) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:95, 10:34, 35:3, dan 40:62.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ, dzaalikumu llaahu rabbukum). Kata pertamanya, (ذَٰلِكُمُ, dzaalikumu), tersusun dari penunjuk jauh (ذَٰلِكَ, dzaalika) yang berarti "itu" dan akhiran (كُمُ, -kumu) yang berarti "kalian". Kata (رَبُّكُمْ, rabbukum) berarti "Tuhan kalian" dengan akhiran jamak yang sama. Rangkaian (ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ, dzaalikumu llaahu rabbukum) muncul enam kali, yaitu di 6:102, 10:3, 35:13, 39:6, 40:62, dan 40:64, dan bagian yang menyusulnya berbeda-beda. Di 10:3 rangkaian itu langsung disusul perintah (فَاعْبُدُوهُ, fa-'buduuhu) yang berarti "maka mengabdilah kepada-Nya", dan di 6:102 perintah yang sama datang di ujung rangkaian yang lebih panjang. Di 35:13 dan 39:6 disusul (لَهُ الْمُلْكُ, lahu l-mulku) yang berarti "milik-Nyalah kerajaan". Di 40:62 disusul sebutan pencipta, dan di 40:64 disusul kata kerja (فَتَبَارَكَ, fa-tabaaraka) yang berarti "maka berkahlah".
Sebutan pencipta ditulis (خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ, khaaliqu kulli syay'in) yang berarti "Pencipta segala sesuatu". Kata (خَالِقُ, khaaliqu) berakar خ-ل-ق dan menyebut yang mencipta. Rangkaian (خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ, khaaliqu kulli syay'in) muncul empat kali, yaitu di 6:102, 13:16, 39:62, dan 40:62. Di 40:62 sebutan ini berdiri di antara (رَبُّكُمْ, rabbukum) dan peniadaan tuhan lain, sedangkan di 6:102 urutannya terbalik: peniadaan tuhan lain datang lebih dulu, baru sebutan pencipta. Di 40:61 malam dan siang dijadikan dengan akar ج-ع-ل, sedangkan cakupan di ayat ini, (كُلِّ شَيْءٍ, kulli syay'in) yang berarti "segala sesuatu", dihubungkan dengan akar خ-ل-ق.
Peniadaan tuhan lain ditulis (لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ, laa ilaaha illaa huwa) yang berarti "tidak ada tuhan kecuali Dia". Kalimat ini terdiri atas (لَا إِلَٰهَ, laa ilaaha) yang berarti "tidak ada tuhan" dan (إِلَّا هُوَ, illaa huwa) yang berarti "kecuali Dia". Kata (إِلَٰهَ, ilaaha) berakar أ-ل-ه, akar yang oleh data morfologi korpus dicatat sama dengan akar nama Allah. Di surah ini kalimat itu muncul tiga kali, yaitu di 40:3, 40:62, dan 40:65. Tiga ayat menaruhnya langsung sebelum pertanyaan yang berawal dengan (فَأَنَّىٰ, fa-annaa), yaitu 35:3, 39:6, dan 40:62.
Pertanyaan penutupnya adalah (فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ, fa-annaa tu'fakuuna) yang berarti "maka, bagaimanakah kalian dipalingkan?". Kata (فَأَنَّىٰ, fa-annaa) tersusun dari awalan (فَ, fa) yang berarti "maka" dan kata tanya (أَنَّىٰ, annaa) yang berarti "bagaimanakah". Kata (تُؤْفَكُونَ, tu'fakuuna) berakar أ-ف-ك dan berbentuk pasif, yaitu "kalian dipalingkan", sehingga pelaku yang memalingkan tidak ada dalam kalimat. Bentuk persis (تُؤْفَكُونَ, tu'fakuuna) muncul empat kali, yaitu di 6:95, 10:34, 35:3, dan 40:62, dan pada keempatnya pertanyaan itu menyusul pembicaraan tentang apa yang dikerjakan Allah: menumbuhkan biji dan mengeluarkan yang hidup dari yang mati di 6:95, memulai penciptaan lalu mengembalikannya di 10:34, pertanyaan tentang adakah pencipta lain yang memberi rezeki dari langit dan bumi di 35:3, serta mencipta segala sesuatu di 40:62. Kata kerja lain berakar ص-ر-ف muncul dalam pertanyaan yang berawal sama di 10:32 dan 39:6, yaitu (فَأَنَّىٰ تُصْرَفُونَ, fa-annaa tushrafuuna), dan terjemahan kedua ayat itu juga memakai "dipalingkan", sehingga dua akar yang berbeda bertemu pada satu padanan Indonesia.
Tafsiran
Ayat ini memperkenalkan lebih jauh Allah, yang sudah disebut sebagai pelaku dan pemilik karunia di 40:61. Perkenalan itu disusun dalam tiga langkah. Langkah pertama memberi nama dan hubungan: Allah, Tuhan kalian. Langkah kedua memberi pekerjaan: pencipta segala sesuatu, yang jangkauannya lebih luas daripada malam dan siang di ayat sebelumnya. Langkah ketiga meniadakan tuhan lain. Ayat 6:102 dan 10:3 memakai pembuka yang sama dan memuat perintah mengabdi, sedangkan ayat ini berakhir dengan pertanyaan.
Pertanyaan serupa muncul di tempat lain. Di 29:61 dan 43:87 pertanyaan serupa dalam bentuk "mereka", yaitu (فَأَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ, fa-annaa yu'fakuuna), muncul sesudah orang yang ditanya siapa yang menciptakan langit dan bumi, atau menciptakan mereka sendiri, menjawab "Allah". Di sana ada lawan bicara yang menjawab dulu, dan pembicara menyebutnya "mereka". Di 40:62 tidak ada jawaban dari pihak lain; ayat memberi jawabannya sendiri, lalu bertanya kepada "kalian", yaitu pihak yang disapa sejak 40:61 dengan kata "untuk kalian".
Ayat 40:62 berada di antara dua daftar pemberian yang dibuka dengan rangkaian sama, yaitu 40:61 dan 40:64. Bagian (ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ, dzaalikumu llaahu rabbukum) muncul lagi di 40:64 sesudah daftar kedua. Susunan surah ini karena itu bergantian: pemberian, nama pemberi, lalu keadaan manusia. Pertanyaan di akhir ayat ini tidak dijawab oleh ayat itu sendiri. Ayat 40:63 menyusul dengan gambaran tentang orang-orang yang dipalingkan, sehingga pertanyaan tentang caranya dijawab dengan gambaran dan tidak dengan uraian langkah.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 40:61 sudah menyebut Allah sebagai pemilik karunia yang tidak disyukuri, dan ayat ini menambahkan hubungan dan pekerjaan pada nama itu: Tuhan kalian, Pencipta segala sesuatu. Dengan tambahan itu, syukur yang disebut di ayat sebelumnya mendapat alamat yang lengkap, yaitu Pemberi yang punya nama, punya hubungan dengan penerimanya, dan punya pekerjaan yang luas. Ayat ini tidak mengatur kapan atau dengan kata apa syukur diucapkan. Bila sesuatu yang baik datang hari ini, kepada nama siapa ucapan terima kasih pembaca diarahkan: kepada nasib, kepada kerjanya sendiri, atau kepada Allah?
- Ayat ini menyebut Allah pencipta segala sesuatu dan tidak menyisihkan pengecualian. Pembaca, rumahnya, pekerjaannya, dan hal-hal yang dirasa buatan tangan sendiri berada di dalam jangkauan kata itu. Malam dan siang di ayat sebelumnya adalah dua contoh dari jangkauan yang jauh lebih luas. Allah yang disebut di sini sebagai pencipta tidak digambarkan terbatas pada benda-benda besar. Adakah sesuatu yang dipegang pembaca dengan erat dan diperlakukan seolah-olah tidak berpencipta, padahal termasuk segala sesuatu itu?
- Peniadaan tuhan lain ditaruh tepat sesudah sebutan pencipta, tanpa kata sambung yang menyatakan sebab. Ayat tidak menjelaskan hubungan keduanya, dan 40:62 menaruhnya berdampingan. Dua pernyataan yang berdampingan itu dapat dipakai pembaca untuk memeriksa tempat bersandarnya. Dalam hari-harinya ada tempat bersandar ketika kesulitan datang, seperti jabatan, tabungan, atau nama baik, dan semuanya termasuk segala sesuatu yang di ayat ini disebut ciptaan Allah. Apakah salah satunya pernah ditempatkan pada kedudukan yang di ayat ini dimiliki Allah semata?
- Ayat ini ditutup dengan pertanyaan tentang bagaimana, tidak tentang mengapa. Pertanyaan semacam itu meminta pembaca menelusuri jalan yang dilalui, dari tempat berdiri sampai tempat berpaling. Allah tidak menyebut daftar sebab di sini, dan ayat berikutnya memberi gambaran, bukan uraian langkah. Karena itu penelusuran jalan itu tinggal pada pembaca. Langkah kecil apa yang pernah dilewati pembaca ketika tujuan hidupnya bergeser tanpa pernah diputuskan secara terang-terangan, dan di mana langkah pertama itu bermula?
- Kalimat pasif ayat ini, kalian dipalingkan, tidak menyebut siapa yang memalingkan. Pembaca yang ingin mencari pelaku tidak menemukannya di ayat ini, dan yang tersisa adalah arah yang sedang ditempuh. Pertanyaan itu ditujukan kepada kalian, yaitu pihak yang sama dengan penerima pemberian di 40:61. Ke arah mana hari-hari pembaca sekarang menghadap, dan sejak kapan arah itu berubah?
- Di 29:61 dan 43:87 pertanyaan yang sama dengan ayat ini datang sesudah orang yang ditanya menjawab Allah. Ayat-ayat itu berbicara tentang kelompok tertentu, bukan pembaca, sehingga pembaca dapat membawa pertanyaannya saja, bukan gambaran tentang kelompok itu. Urutan di ayat-ayat itu memperlihatkan bahwa jawaban yang benar dan arah yang ditempuh bisa tidak berjalan bersama. Jawaban tentang Pencipta mungkin sudah lama dihafal pembaca, sedangkan arah hari ini ditentukan oleh keputusan kecil yang tidak selalu sempat ditimbang. Kapan terakhir kali yang diucapkan pembaca tentang Penciptanya dan keputusan yang diambilnya pada hari itu menghadap ke arah yang sama?