اللَّهُ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ قَرَارًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَصَوَّرَكُمْ فَأَحْسَنَ صُوَرَكُمْ وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ ۚ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ ۖ فَتَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
Allahlah yang menjadikan bumi untuk kalian sebagai tempat menetap dan langit sebagai bangunan, dan membentuk kalian, lalu memperindah bentuk kalian, serta memberi kalian rezeki dari yang baik-baik. Itu Allah, Tuhan kalian; maka, berkahlah Allah, Tuhan seisi alam.
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- اللَّهُ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ قَرَارًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءًallaahu lladzii ja'ala lakumu l-ardha qaraaran wa-s-samaa'a binaa'anAllahlah yang menjadikan bumi untuk kalian sebagai tempat menetap dan langit sebagai bangunan
- وَصَوَّرَكُمْ فَأَحْسَنَ صُوَرَكُمْwa-shawwarakum fa-ahsana shuwarakumdan membentuk kalian, lalu memperindah bentuk kalian
- وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِwa-razaqakum mina th-thayyibaatiserta memberi kalian rezeki dari yang baik-baik
- ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْdzaalikumu llaahu rabbukumitu Allah, Tuhan kalian
- فَتَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَfa-tabaaraka llaahu rabbu l-'aalamiinamaka, berkahlah Allah, Tuhan seisi alam
Terjemahan per kata (21 kata)
- اللَّهُallaahuAllah
- الَّذِيlladziiyang
- جَعَلَja'alamenjadikan
- لَكُمُlakumubagi kalian
- الْأَرْضَl-ardhabumi
- قَرَارًاqaraarantempat menetap
- وَالسَّمَاءَwa-s-samaa'adan langit
- بِنَاءًbinaa'anbangunan
- وَصَوَّرَكُمْwa-shawwarakumdan Dia membentuk kalian
- فَأَحْسَنَfa-ahsanamaka Dia memperbaiki
- صُوَرَكُمْshuwarakumrupa kalian
- وَرَزَقَكُمْwa-razaqakumdan Dia memberi kalian rezeki
- مِنَminadari
- الطَّيِّبَاتِth-thayyibaatiyang baik-baik
- ذَٰلِكُمُdzaalikumudemikian itu
- اللَّهُllaahuAllah
- رَبُّكُمْrabbukumTuhan kalian
- فَتَبَارَكَfa-tabaarakamaka berkahlah
- اللَّهُllaahuAllah
- رَبُّrabbuTuhan
- الْعَالَمِينَl-'aalamiinaseisi alam
Inti bacaan
Rangkaian (وَصَوَّرَكُمْ فَأَحْسَنَ صُوَرَكُمْ, wa-shawwarakum fa-ahsana shuwarakum) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 40:64 dan 64:3.
Penjelasan pilihan kata
Bumi disebut dalam (جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ قَرَارًا, ja'ala lakumu l-ardha qaraaran) yang berarti "menjadikan bumi untuk kalian sebagai tempat menetap". Kata (قَرَارًا, qaraaran) berakar ق-ر-ر. Bentuk persis kata itu muncul dua kali, yaitu di 27:61 dan 40:64. Di 27:61 bumi juga dijadikan (قَرَارًا, qaraaran), tetapi tanpa kata "untuk kalian", dan terjemahannya "tempat berdiam". Rangkaian (جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ, ja'ala lakumu l-ardha) yang berarti "menjadikan untuk kalian bumi" muncul enam kali, yaitu di 2:22, 20:53, 40:64, 43:10, 67:15, dan 71:19, dan kata yang menyusul bumi berbeda di tiap ayat. Empat ayat memakai kata yang diterjemahkan "hamparan", yaitu (فِرَاشًا, firaasyan) di 2:22, (مَهْدًا, mahdan) di 20:53 dan 43:10, serta (بِسَاطًا, bisaathan) di 71:19. Ayat 67:15 memakai (ذَلُولًا, dzaluulan) yang diterjemahkan "mudah". Hanya 40:64 yang memakai kata qaraaran dalam rangkaian ini. Akar ق-ر-ر yang sama ada di 40:39 pada (دَارُ الْقَرَارِ, daaru l-qaraari), sebutan untuk akhirat yang diterjemahkan di ayat itu "negeri tempat menetap".
Langit disebut dalam (وَالسَّمَاءَ بِنَاءً, wa-s-samaa'a binaa'an) yang berarti "dan langit sebagai bangunan". Kata (بِنَاءً, binaa'an) berakar ب-ن-ي, dan bentuk persisnya muncul dua kali, yaitu di 2:22 dan 40:64. Kata kerja dari akar yang sama dengan langit sebagai objek ada di 51:47, (وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا, wa-s-samaa'a banaynaahaa) yang berarti "dan langit, Kami bangun", di 79:27, (بَنَاهَا, banaahaa) yang berarti "Dia telah membangunnya" sesudah kata langit, dan di 91:5, (وَالسَّمَاءِ وَمَا بَنَاهَا, wa-s-samaa'i wa-maa banaahaa) yang berarti "demi langit serta yang membangunnya". Terjemahan "bangunan" seasal dengan "membangun" di ketiga ayat itu. Tidak ada kata Arab di 40:64 yang melahirkan "atap" atau "kubah", sehingga terjemahan tidak memakainya.
Bentuk tubuh disebut dalam (وَصَوَّرَكُمْ فَأَحْسَنَ صُوَرَكُمْ, wa-shawwarakum fa-ahsana shuwarakum) yang berarti "dan membentuk kalian, lalu memperindah bentuk kalian". Kata kerja (وَصَوَّرَكُمْ, wa-shawwarakum) berakar ص-و-ر dan diterjemahkan "membentuk", sama dengan (يُصَوِّرُكُمْ, yushawwirukum) di 3:6 dan (صَوَّرْنَاكُمْ, shawwarnaakum) di 7:11. Kata benda (صُوَرَكُمْ, shuwarakum) berasal dari akar yang sama, sehingga terjemahan mengulang "bentuk" dua kali. Awalan (فَ, fa) pada (فَأَحْسَنَ, fa-ahsana) yang berarti "lalu memperindah" menempatkan memperindah sesudah membentuk. Kata kerja ح-س-ن yang sama dipakai di 32:7 untuk segala sesuatu: (أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ, ahsana kulla syay'in khalaqahu) yang berarti "memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan". Rangkaian (وَصَوَّرَكُمْ فَأَحْسَنَ صُوَرَكُمْ, wa-shawwarakum fa-ahsana shuwarakum) muncul dua kali, yaitu di 40:64 dan 64:3.
Rezeki disebut dalam (وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ, wa-razaqakum mina th-thayyibaati) yang berarti "serta memberi kalian rezeki dari yang baik-baik". Kata kerja (وَرَزَقَكُمْ, wa-razaqakum) berakar ر-ز-ق, dan kata (الطَّيِّبَاتِ, th-thayyibaati) berakar ط-ي-ب dan berbentuk jamak, sehingga terjemahan "yang baik-baik". Rangkaian (وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ, wa-razaqakum mina th-thayyibaati) muncul tiga kali, yaitu di 8:26, 16:72, dan 40:64. Di 8:26 rangkaian itu disusul (لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ, la'allakum tasykuruuna) yang berarti "agar kalian bersyukur". Di 16:72 disusul pertanyaan tentang mereka yang beriman kepada yang batil dan mengingkari nikmat Allah. Di 40:64 rangkaian itu disusul sebutan nama dan pernyataan berkah.
Kata penutupnya (فَتَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ, fa-tabaaraka llaahu rabbu l-'aalamiina) yang berarti "maka berkahlah Allah, Tuhan seisi alam". Kata kerja (فَتَبَارَكَ, fa-tabaaraka) berakar ب-ر-ك. Kata kerja (تَبَارَكَ, tabaaraka), dengan atau tanpa awalan, muncul sembilan kali di tujuh surah, yaitu di 7:54, 23:14, 25:1, 25:10, 25:61, 40:64, 43:85, 55:78, dan 67:1. Dengan nama Allah sebagai subjek bentuk itu ada di tiga ayat, yaitu 7:54, 23:14, dan 40:64. Dua di antaranya memakai awalan "maka", yaitu 23:14 dan 40:64, dan keduanya menyusul pembicaraan tentang pembentukan manusia. Kalimat (اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ, llaahu rabbu l-'aalamiina) yang berarti "Allah, Tuhan seisi alam" menutup 7:54 dan 40:64 dengan bunyi yang sama. Terjemahan memakai "berkahlah" dan tidak menambahkan "Maha", karena kata Arabnya kata kerja yang tidak memuat kata untuk "maha".
Tafsiran
Ayat ini menyusun empat pemberian dalam urutan bumi, langit, bentuk tubuh, lalu rezeki. Dua yang pertama disebut sebagai sesuatu yang dijadikan "untuk kalian". Dua yang terakhir memakai kata kerja lain dengan "kalian" sebagai sasarannya, yaitu membentuk kalian dan memberi kalian rezeki.
Ayat 40:64 mengulang susunan 40:61 sampai 40:62: pembuka yang sama, daftar pemberian, lalu nama pemberinya. Penutupnya berbeda. Daftar pertama berakhir pada pertanyaan kepada manusia di 40:62, sedangkan daftar kedua berakhir pada pernyataan tentang Allah, "maka berkahlah Allah, Tuhan seisi alam". Tanggapan manusia tidak disebut dalam ayat ini; kalimat terakhir terarah sepenuhnya kepada Allah.
Kata menetap di ayat ini seakar dengan sebuah kata di 40:39. Ayat itu menyebut kehidupan dunia sebagai (مَتَاعٌ, mataa'un) yang berarti "kesenangan", lalu menyebut akhirat sebagai tempat dengan akar yang sama dengan kata menetap di sini. Bumi di 40:64 dan kehidupan dunia di 40:39 adalah dua hal yang berbeda. Hubungan antara tempat menetap di bumi dan negeri di akhirat tidak diuraikan oleh ayat 40:64.
Tiga ayat berturut-turut, 40:64, 40:65, dan 40:66, berakhir dengan "Tuhan seisi alam". Ayat 40:65 melanjutkan dengan sifat Allah, bukan dengan pemberian, dan 40:66 memuat perkataan yang diperintahkan untuk diucapkan.
Renungan dan Hikmah
- Kata menetap memberi bumi peran sebagai tempat tinggal, dan Allah menaruh kata untuk kalian tepat di depannya, sehingga tempat itu datang bersama alamat penerimanya. Surah yang sama menyebut kehidupan dunia sebagai kesenangan di 40:39, dan bumi serta kehidupan dunia adalah dua hal yang berbeda. Pembaca tinggal di bumi yang disebut tempat menetap sambil menjalani kehidupan yang di ayat lain disebut kesenangan. Bila rumah atau tanah disebut milik sendiri, adakah ruang dalam sebutan itu bagi kalimat bahwa tempat itu dijadikan untuknya?
- Ayat ini memilih kata bangunan untuk langit. Bangunan mengandung gagasan tentang yang membangun, dan dalam ayat ini pelaku itu disebut di awal: Allahlah yang menjadikan. Pembaca yang biasa menyebut langit sebagai ruang di atas kepalanya mendapat satu kata yang lebih konkret. Di 51:47 kata kerja dari akar yang sama dikenakan pada langit dengan pembangunnya disebut. Bila langit disebut bangunan, apa yang berubah pada cara pembaca menyebut dan menatap apa yang ada di atasnya?
- Tubuh di ayat ini melewati dua langkah, dibentuk lalu diperindah, dan keduanya dikerjakan Allah atas bentuk kalian. Ayat tidak menilai tubuh seseorang satu per satu; kalimatnya menyebut bentuk manusia secara umum. Pembaca yang punya keluhan tentang tubuhnya dapat membaca kalimat itu sambil berdiri di depan cermin dan memperhatikan keluhan mana yang tetap muncul. Kalimat tersebut tidak menyuruh siapa pun merasa puas. Apakah keluhan itu berubah bila dilontarkan kepada Dia yang disebut ayat ini sebagai yang membentuk lalu memperindah bentuk kalian?
- Rezeki di ayat ini diberi sifat, yaitu dari yang baik-baik, dan tidak diberi ukuran jumlah. Di 8:26 dan 16:72 rangkaian yang sama muncul dalam konteks lain, dan keduanya juga tidak menyebut jumlah. Pembaca yang menghitung rezeki dengan angka mendapati ayat ini menyebut mutu. Allah disebut memberi dari yang baik-baik, dan ayat tidak merinci apa saja isinya. Dari yang baik-baik di sekitar pembaca hari ini, apa saja yang sudah dinikmati tanpa sempat disebut sebagai rezeki?
- Sesudah empat pemberian disebut, ayat ini tidak memuat kalimat tentang apa yang harus dilakukan penerimanya. Kalimat terakhirnya berbunyi maka berkahlah Allah, Tuhan seisi alam. Urutan itu membuka satu kemungkinan: kalimat pertama sesudah menerima menyebut Pemberi dan tidak menyebut penerima. Pada hari ketika sesuatu yang baik datang, kalimat pertama yang diucapkan pembaca menyebut apa atau siapa, dan seberapa sering Allah ada di dalamnya?
- Empat pemberian di ayat ini ditulis tanpa kalimat tujuan. Malam di 40:61 disusul agar kalian beristirahat, dan rangkaian rezeki di 8:26 disusul agar kalian bersyukur, sedangkan bumi, langit, bentuk, dan rezeki di sini disebut sebagai yang dijadikan, dibentuk, dan diberikan oleh Allah tanpa maksud yang harus ditebak penerimanya. Ayat ini menyebut sesuatu itu ada lebih dulu, dan tujuannya tidak ditulis. Pembaca yang terbiasa bertanya untuk apa sesuatu diberikan kepadanya dapat memperhatikan urutan itu. Pemberian mana dalam hidup pembaca yang selama ini dipakai tanpa pernah dipertanyakan maksudnya, dan jawaban apa yang akan ditemukan bila dipertanyakan?
- Dalam satu kalimat penutup, sebutan Tuhan kalian di awal berpindah menjadi Tuhan seisi alam di akhir. Ayat menaruh kedua sebutan itu pada Allah yang sama. Sapaan yang pada mulanya mengenai pembaca dan orang-orang di sekitarnya membesar sampai mencakup semua yang ada. Seberapa luas lingkaran yang pembaca ingat ketika menyebut Tuhan kita, dan siapa yang tidak sengaja ditinggalkan di luar lingkaran itu?