هُوَ الْحَيُّ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ ۗ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Dialah Yang Hidup, tidak ada tuhan kecuali Dia; maka, berdoalah kepada-Nya dengan memurnikan pertanggungjawaban kepada-Nya. Segala puji bagi Allah, Tuhan seisi alam.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. هُوَ الْحَيُّ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَhuwa l-hayyu laa ilaaha illaa huwaDialah Yang Hidup, tidak ada tuhan kecuali Dia
  2. فَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَfa-d'uuhu mukhlishiina lahu d-diinamaka, berdoalah kepada-Nya dengan memurnikan pertanggungjawaban kepada-Nya
  3. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَal-hamdu li-llaahi rabbi l-'aalamiinasegala puji bagi Allah, Tuhan seisi alam

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. هُوَhuwaDialah
  2. الْحَيُّl-hayyuYang Mahahidup
  3. لَاlaatidak
  4. إِلَٰهَilaahatuhan
  5. إِلَّاillaakecuali
  6. هُوَhuwaDia
  7. فَادْعُوهُfa-d'uuhumaka serulah Dia
  8. مُخْلِصِينَmukhlishiinadengan memurnikan
  9. لَهُlahubaginya
  10. الدِّينَd-diinapertanggungjawaban
  11. الْحَمْدُal-hamdusegala puji
  12. لِلَّهِli-llaahibagi Allah
  13. رَبِّrabbiTuhan
  14. الْعَالَمِينَl-'aalamiinaseisi alam

Inti bacaan

Kalimat (الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ, al-hamdu li-llaahi rabbi l-'aalamiina) muncul enam kali di Al-Qur'an, yaitu di 1:2, 6:45, 10:10, 37:182, 39:75, dan 40:65.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (هُوَ الْحَيُّ, huwa l-hayyu) yang berarti "Dialah Yang Hidup". Kata (الْحَيُّ, l-hayyu) berakar ح-ي-ي, dan terjemahan menuliskannya "Yang Hidup" dengan huruf besar karena di sini kata itu menunjuk Allah. Bentuk persis (الْحَيُّ, l-hayyu) muncul tiga kali, yaitu di 2:255, 3:2, dan 40:65. Di 2:255 dan 3:2 kata itu langsung menyusul (لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ, laa ilaaha illaa huwa) yang berarti "tidak ada tuhan kecuali Dia". Di 40:65 urutannya terbalik: "Yang Hidup" disebut lebih dulu, baru peniadaan tuhan lain. Rangkaian utuh (هُوَ الْحَيُّ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ, huwa l-hayyu laa ilaaha illaa huwa) yang berarti "Dialah Yang Hidup, tidak ada tuhan kecuali Dia" hanya ada di 40:65. Di 25:58 teks sendiri menerangkan sebutan ini lewat (الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ, l-hayyi lladzii laa yamuutu) yang berarti "Yang Hidup yang tidak mati". Kalimat peniadaan (لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ, laa ilaaha illaa huwa) muncul tiga kali di surah ini, yaitu di 40:3, 40:62, dan 40:65.

Perintahnya adalah (فَادْعُوهُ, fa-d'uuhu) yang berarti "maka, berdoalah kepada-Nya". Kata itu tersusun dari awalan (فَ, fa) yang berarti "maka", kata kerja perintah jamak dari akar د-ع-و, dan akhiran (هُ, -hu) yang berarti "Dia". Terjemahan memakai "berdoalah" untuk akar د-ع-و. Surah ini memakai akar itu di empat belas ayat, yaitu 40:10, 40:12, 40:14, 40:20, 40:26, 40:41, 40:42, 40:43, 40:49, 40:50, 40:60, 40:65, 40:66, dan 40:74. Tiga di antaranya memuat perintah yang diterjemahkan "berdoalah": (فَادْعُوا, fa-d'uu) yang berarti "maka, berdoalah" di 40:14 dan 40:50, dan (ادْعُونِي, ud'uunii) yang berarti "berdoalah kepada-Ku" di 40:60. Bentuk persis (فَادْعُوهُ, fa-d'uuhu) muncul dua kali, yaitu di 7:180 dan 40:65, dan di 7:180 bentuk itu disusul (بِهَا, bihaa) yang berarti "dengan nama-nama itu".

Cara berdoa diterangkan oleh (مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ, mukhlishiina lahu d-diina) yang berarti "dengan memurnikan pertanggungjawaban kepada-Nya". Rangkaian (مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ, mukhlishiina lahu d-diina) muncul tujuh kali, yaitu di 7:29, 10:22, 29:65, 31:32, 40:14, 40:65, dan 98:5. Kata kerja yang menyertainya berakar د-ع-و di enam ayat, yaitu (وَادْعُوهُ, wa-d'uuhu) di 7:29, (دَعَوُا, da'awu) di 10:22, 29:65, dan 31:32, (فَادْعُوا, fa-d'uu) di 40:14, dan (فَادْعُوهُ, fa-d'uuhu) di ayat ini, sedangkan 98:5 memakai (لِيَعْبُدُوا, li-ya'buduu) dari akar ع-ب-د. Rangkaian dengan bentuk tunggal, (مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ, mukhlishan lahu d-diina), muncul di 39:2 dan 39:11, dan kata kerja yang menyertainya berakar ع-ب-د. Kata (مُخْلِصِينَ, mukhlishiina) berakar خ-ل-ص. Kata (الدِّينَ, d-diina) berakar د-ي-ن dan diterjemahkan "pertanggungjawaban" di kesembilan ayat yang memuat (لَهُ الدِّينَ, lahu d-diina), yaitu 7:29, 10:22, 29:65, 31:32, 39:2, 39:11, 40:14, 40:65, dan 98:5, supaya rangkaian yang sama bunyinya mendapat padanan yang sama.

Pujian di akhir ayat ditulis (الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ, al-hamdu li-llaahi rabbi l-'aalamiina) yang berarti "segala puji bagi Allah, Tuhan seisi alam". Kalimat ini tidak memuat kata kerja, dan muncul enam kali, yaitu di 1:2, 6:45, 10:10, 37:182, 39:75, dan 40:65. Kata (الْحَمْدُ, al-hamdu) berakar ح-م-د. Di 10:10 kalimat yang sama diperkenalkan sebagai (وَآخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ, wa-aakhiru da'waahum ani) yang berarti "dan doa penutup mereka adalah". Kata (دَعْوَاهُمْ, da'waahum) berakar د-ع-و, akar yang sama dengan perintah di ayat ini, sehingga 10:10 menamai kalimat pujian itu sebagai doa.

Tafsiran

Ayat ini menutup daftar pemberian yang dibuka di 40:61 dengan perintah yang diikat pada sifat. Kata "maka" menyambungkan perintah berdoa langsung ke dua keterangan sebelumnya: Dia Yang Hidup, dan tidak ada tuhan kecuali Dia. Daftar pertama berakhir pada pertanyaan di 40:62 dan daftar kedua pada pernyataan berkah di 40:64, sedangkan ayat ini berakhir pada pujian yang berdiri sebagai kalimat tersendiri.

Ayat ini juga kembali ke kata kerja yang sama dengan 40:60. Di 40:60 firman Tuhan memuat perintah berdoa dengan janji mengabulkan, dan peringatan bagi mereka yang menyombongkan diri dari pengabdian kepada-Nya. Di 40:65 perintah itu datang lagi dengan keterangan cara, yaitu dengan memurnikan pertanggungjawaban kepada-Nya. Perintah berdoa karena itu muncul dua kali dalam enam ayat: sekali bersama janji, dan sekali bersama cara.

Rangkaian pemurnian itu di 10:22, 29:65, dan 31:32 menggambarkan orang-orang yang berdoa kepada Allah di atas kapal. Di 10:22 angin kencang dan ombak mengepung mereka, di 31:32 ombak menutupi mereka, dan di 29:65 hanya disebut bahwa mereka naik kapal. Di 40:65 rangkaian yang sama terpasang pada perintah tanpa keadaan yang disebut. Ayat ini tidak mengaitkan cara berdoa itu dengan bahaya, dan tidak menyebut kapan perintahnya berlaku.

Akar د-ع-و dipakai surah ini untuk beberapa arah. Orang-orang di dalam api meminta penjaga neraka berdoa untuk mereka, dan 40:50 menyebut doa orang-orang kafir sia-sia. Ayat 40:66 menyebut apa yang diseru orang-orang selain Allah, dan 40:74 memuat pengakuan bahwa mereka dahulu tidak menyeru sesuatu pun. Tiga ayat berturut-turut, 40:64 sampai 40:66, berakhir dengan "Tuhan seisi alam".

Renungan dan Hikmah

  • Perintah berdoa di ayat ini dihubungkan dengan kata maka kepada keterangan bahwa Dia Yang Hidup. Doa diarahkan kepada yang hidup, dan ayat menyebut keterangan itu lebih dulu sebelum perintah apa pun. Pembaca yang berdoa sambil membaca teks dari ingatan mungkin tidak selalu membayangkan ada yang mendengar. Ayat ini tidak menjelaskan bagaimana Dia mendengar, dan tidak merinci apa yang terjadi sesudah doa diucapkan. Ayat menuliskan urutan: yang hidup lebih dulu, doa sesudahnya. Saat berdoa, kepada siapa pembaca merasa berbicara, kepada sebuah rumus atau kepada Dia Yang Hidup?
  • Di 10:22, 29:65, dan 31:32 cara berdoa yang sama digambarkan pada orang-orang di atas kapal, dengan angin dan ombak yang mengepung mereka di 10:22 dan 31:32. Ayat 29:65 menyebut apa yang terjadi sesudah mereka selamat sampai ke darat, yaitu tiba-tiba mereka mempersekutukan-Nya. Ayat-ayat itu berbicara tentang kelompok tertentu pada saat tertentu, bukan pembaca, tetapi urutannya dapat dibawa sebagai pertanyaan: kemurnian pada saat terdesak, lalu perubahan sesudah aman. Di 40:65 perintah itu datang tanpa keadaan apa pun, dan Allah menaruhnya dalam ayat tanpa menyebut bahaya, sehingga tidak ada alasan tertulis untuk menundanya sampai kesulitan datang. Pada hari yang tenang, apakah pembaca berdoa dengan kesungguhan yang sama seperti pada hari yang genting?
  • Doa di ayat ini disertai pemurnian pertanggungjawaban kepada-Nya. Kata pertanggungjawaban di terjemahan ini menunjuk sistem nilai yang seseorang pertanggungjawabkan, sehingga memurnikannya berarti menghadapkannya ke satu arah. Pembaca bisa memeriksa ke arah mana pertanggungjawaban hidupnya sehari-hari menghadap: kepada Dia, kepada penilaian orang di sekitarnya, atau kepada keduanya sekaligus tanpa pernah dipilah. Ayat tidak mengatakan bahwa penilaian orang lain tidak penting; ayat menyebut pertanggungjawaban yang dimurnikan itu sebagai milik-Nya. Bagian mana dari hidup pembaca yang paling sulit dimurnikan dari penilaian orang lain?
  • Ayat ini berakhir dengan pujian dan tidak dengan permintaan baru. Di 10:10 kalimat pujian yang sama disebut sebagai doa penutup orang-orang yang diceritakan di sana. Ayat 40:65 menaruhnya di ujung ayat yang berawal dengan perintah berdoa. Pembaca yang terbiasa menutup doa dengan daftar kebutuhan akan melihat bahwa ayat ini menaruh pujian kepada Allah di ujung, pada tempat doa itu diperintahkan. Doa yang biasa diucapkan pembaca, apakah biasanya berakhir pada permintaan terakhir atau pada pujian?
  • Ayat sesudahnya, 40:66, menyebut apa yang diseru orang-orang selain Allah. Ayat 40:65 sendiri menaruh Dia Yang Hidup dan tiadanya tuhan lain tepat sebelum perintah berdoa. Dalam keseharian pembaca ada tempat yang diketuk lebih dulu ketika kesulitan datang, seperti teman, atasan, atau rekening tabungan. Ayat ini tidak menolak mengetuk pintu mana pun; ayat menaruh Allah pada tempat yang disebut berdoa. Siapa atau apa yang pertama diseru pembaca ketika sesuatu terasa terlalu berat untuk ditanggung sendirian?
  • Ayat 40:61 menyebut kebanyakan manusia tidak bersyukur, dan 40:65 berakhir dengan segala puji bagi Allah. Ayat tidak menyatakan bahwa pujian ini menjawab ketiadaan syukur itu; keduanya berada di dua ujung rangkaian yang sama, dan hubungan di antaranya dibiarkan terbuka. Kalimat itu pendek dan mudah diucapkan sambil lalu. Berapa kali kalimat itu sudah diucapkan pembaca tanpa memikirkan satu pemberian pun yang ada di dalamnya?