قُلْ إِنِّي نُهِيتُ أَنْ أَعْبُدَ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَمَّا جَاءَنِيَ الْبَيِّنَاتُ مِنْ رَبِّي وَأُمِرْتُ أَنْ أُسْلِمَ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ
Katakanlah, “Sesungguhnya aku dilarang menyembah apa yang kalian seru selain Allah, setelah datang kepadaku keterangan-keterangan dari Tuhanku. Dan aku diperintahkan agar berserah diri kepada Tuhan seisi alam.”
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- قُلْqulkatakanlah
- إِنِّي نُهِيتُ أَنْ أَعْبُدَ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِinnii nuhiitu an a'buda lladziina tad'uuna min duuni llaahisesungguhnya aku dilarang menyembah apa yang kalian seru selain Allah
- لَمَّا جَاءَنِيَ الْبَيِّنَاتُ مِنْ رَبِّيlammaa jaa'aniya l-bayyinaatu min rabbiisetelah datang kepadaku keterangan-keterangan dari Tuhanku
- وَأُمِرْتُ أَنْ أُسْلِمَ لِرَبِّ الْعَالَمِينَwa-umirtu an uslima li-rabbi l-'aalamiinadan aku diperintahkan agar berserah diri kepada Tuhan seisi alam
Terjemahan per kata (20 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- إِنِّيinniisesungguhnya aku
- نُهِيتُnuhiituaku dilarang
- أَنْanuntuk
- أَعْبُدَa'budaaku mengabdi
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- تَدْعُونَtad'uunakalian seru
- مِنْmindari
- دُونِduuniselain
- اللَّهِllaahiAllah
- لَمَّاlammaaketika
- جَاءَنِيَjaa'aniyadatang kepadaku
- الْبَيِّنَاتُl-bayyinaatubukti-bukti nyata
- مِنْmindari
- رَبِّيrabbiiTuhanku
- وَأُمِرْتُwa-umirtudan aku diperintahkan
- أَنْanagar
- أُسْلِمَuslimaaku berserah diri
- لِرَبِّli-rabbikepada Tuhan
- الْعَالَمِينَl-'aalamiinaseisi alam
Inti bacaan
Kata kerja (نُهِيتُ, nuhiitu) muncul dua kali di Al-Qur'an (6:56, 40:66), dan hanya 40:66 yang menyusulinya dengan (وَأُمِرْتُ, wa-umirtu).
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (قُلْ, qul) yang berarti "katakanlah", perintah kepada satu orang untuk mengucapkan kalimat yang menyusul. Kalimat itu bermula dengan (إِنِّي نُهِيتُ, innii nuhiitu) yang berarti "sesungguhnya aku dilarang". Kata kerja (نُهِيتُ, nuhiitu) berakar ن-ه-ي, berbentuk lampau pasif untuk pembicara tunggal, dan muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:56 dan 40:66. Bentuk pasif ini tidak memuat pelaku, sehingga terjemahan memakai "dilarang" tanpa nama atau kata ganti yang menunjuk siapa yang melarang.
Isi larangan itu dibuka dengan (أَنْ أَعْبُدَ, an a'buda) yang berarti "untuk menyembah". Kata kerjanya berakar ع-ب-د, akar yang sama dengan (عِبَادَتِي, 'ibaadatii) di 40:60, dan bentuk (عِبَادَتِي, 'ibaadatii) itu muncul di sana saja. Rangkaian (أَنْ أَعْبُدَ, an a'buda) muncul lima kali, yaitu di 6:56, 13:36, 27:91, 39:11, dan 40:66, dan di kelimanya kata kerja itu bergantung pada kata kerja pasif milik pembicara: (نُهِيتُ, nuhiitu) di 6:56 dan 40:66, serta (أُمِرْتُ, umirtu) di 13:36, 27:91, dan 39:11. Terjemahan memakai "menyembah" di kelima ayat itu.
Objek larangan itu disebut lewat perbuatan para pendengar, yaitu (الَّذِينَ تَدْعُونَ, lladziina tad'uuna) yang berarti "apa yang kalian seru". Menurut morfologi, (الَّذِينَ, lladziina) adalah kata penghubung untuk jamak laki-laki, dan (تَدْعُونَ, tad'uuna) adalah kata kerja berakar د-ع-و untuk "kalian". Susunan (الَّذِينَ تَدْعُونَ, lladziina tad'uuna) muncul tujuh kali, yaitu di 6:56, 7:194, 7:197, 22:73, 35:13, 35:40, dan 40:66, dan terjemahan di ketujuhnya memuat "yang kalian seru" dengan kata yang berbeda-beda di depannya. Kata (مِنْ دُونِ اللَّهِ, min duuni llaahi) yang berarti "selain Allah" menyusul, dan rangkaian (تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ, tad'uuna min duuni llaahi) muncul sembilan kali, yaitu di 6:56, 7:37, 7:194, 19:48, 22:73, 35:40, 39:38, 40:66, dan 46:4.
Rangkaian dengan kata kerja ibadah, (تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ, ta'buduuna min duuni llaahi), muncul tujuh kali, yaitu di 5:76, 10:104, 21:66, 21:67, 21:98, 29:17, dan 60:4. Di 10:104, (فَلَا أَعْبُدُ الَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ, fa-laa a'budu lladziina ta'buduuna min duuni llaahi) memakai akar ع-ب-د untuk perbuatan pembicara dan untuk perbuatan pendengar. Ayat 40:66 memakai dua akar dalam satu kalimat, yaitu ع-ب-د untuk pembicara dan د-ع-و untuk pendengar. Dua akar itu juga bertemu di 40:60, tempat (ادْعُونِي, ud'uunii) yang berarti "berdoalah kepada-Ku" dan (عِبَادَتِي, 'ibaadatii) berada dalam satu ayat.
Keterangan waktu (لَمَّا جَاءَنِيَ, lammaa jaa'aniya) tersusun dari (لَمَّا, lammaa), yang menurut morfologi adalah penunjuk waktu, dan (جَاءَنِيَ, jaa'aniya) yang berarti "datang kepadaku", kata kerja lampau berakar ج-ي-ء dengan akhiran -nii "kepadaku". Terjemahan memakai "setelah datang kepadaku", sehingga larangan itu terbaca terjadi sesudah keterangan sampai. Rangkaian (لَمَّا جَاءَنِيَ, lammaa jaa'aniya) muncul di 40:66 saja.
Subjek kata kerja itu ialah (الْبَيِّنَاتُ, l-bayyinaatu) yang berarti "keterangan-keterangan", jamak perempuan berakar ب-ي-ن, dan asalnya disebut dengan (مِنْ رَبِّي, min rabbii) yang berarti "dari Tuhanku". Bentuk (الْبَيِّنَاتُ, l-bayyinaatu) muncul tujuh kali, yaitu di 2:209, 2:213, 2:253, 3:86, 3:105, 4:153, dan 40:66. Di enam ayat lain keterangan itu datang kepada (جَاءَتْكُمُ, jaa'atkumu) "kalian" atau (جَاءَتْهُمُ, jaa'at-humu) dan (جَاءَهُمُ, jaa'ahumu) "mereka", dan sesudahnya disebut sikap penerimanya, yaitu menyimpang di 2:209, berselisih di 2:213 dan 3:105, saling membunuh lalu berselisih di 2:253, kufur setelah beriman di 3:86, dan menjadikan anak sapi sembahan di 4:153. Di 40:66 penerimanya adalah pembicara sendiri, ditunjuk dengan akhiran -nii "kepadaku".
Kalimat penutupnya berbunyi (وَأُمِرْتُ أَنْ أُسْلِمَ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ, wa-umirtu an uslima li-rabbi l-'aalamiina) yang berarti "dan aku diperintahkan agar berserah diri kepada Tuhan seisi alam". Kata kerja (أُمِرْتُ, umirtu) muncul di sepuluh ayat pada tujuh surah, yaitu di 6:14, 6:163, 10:72, 10:104, 13:36, 27:91, 39:11, 39:12, 40:66, dan 42:15, dan isi perintahnya berbeda-beda: menjadi orang pertama yang berserah diri di 6:14, 6:163, dan 39:12, menjadi bagian dari orang yang berserah diri atau beriman di 10:72, 10:104, dan 27:91, menyembah di 13:36, 27:91, dan 39:11, berlaku adil di 42:15. Perintah (أَنْ أُسْلِمَ, an uslima) berakar س-ل-م dan muncul di 40:66 saja. Terjemahan memakai "berserah diri" untuk cabang keberserahan akar ini.
Rangkaian (لِرَبِّ الْعَالَمِينَ, li-rabbi l-'aalamiina) muncul empat kali, yaitu di 2:131, 6:71, 40:66, dan 83:6. Tiga dari empat mengikuti kata kerja berserah diri: (أَسْلَمْتُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ, aslamtu li-rabbi l-'aalamiina) di 2:131, (لِنُسْلِمَ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ, li-nuslima li-rabbi l-'aalamiina) di 6:71 yang didahului (وَأُمِرْنَا, wa-umirnaa) "dan kami diperintahkan", dan (أُسْلِمَ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ, uslima li-rabbi l-'aalamiina) di ayat ini. Di 83:6 rangkaian itu mengikuti kata kerja lain, (يَقُومُ النَّاسُ, yaquumu n-naasu) yang berarti "manusia bangkit". Kata (الْعَالَمِينَ, l-'aalamiina) berakar ع-ل-م dan diterjemahkan "seisi alam".
Tafsiran
Ayat ini memuat ucapan yang disuruh diucapkan, dan ucapan itu terdiri dari dua pernyataan tentang diri pembicara yang disambung dengan (وَ, wa) "dan": pembicara dilarang melakukan sesuatu, lalu diperintah melakukan sesuatu yang lain. Larangan dan perintah berada dalam satu ucapan hanya di 40:66. Ayat 6:56 memuat larangan yang sama, lalu menyusulkan (قُلْ لَا أَتَّبِعُ أَهْوَاءَكُمْ, qul laa attabi'u ahwaa'akum) yang berarti "katakanlah, aku tidak mengikuti hawa nafsu kalian", yaitu penolakan kedua. Sembilan ayat lain yang memuat (أُمِرْتُ, umirtu) tidak memuat (نُهِيتُ, nuhiitu).
Anak kalimat waktu (لَمَّا جَاءَنِيَ الْبَيِّنَاتُ مِنْ رَبِّي, lammaa jaa'aniya l-bayyinaatu min rabbii) berdiri di antara larangan dan perintah. Terjemahan menaruhnya di ujung larangan, dan teks tidak menentukan apakah keterangan waktu itu mengikat larangan saja atau perintah di belakangnya juga. Pembaca yang tidak memutuskan hal itu tetap mendapat gambaran yang utuh: keterangan disebut sebagai sesuatu yang sudah ada sebelum sikap dinyatakan.
Di surah yang sama, 40:35 dan 40:56 menyebut orang-orang yang membantah tanda-tanda Allah dengan (بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ, bi-ghayri sulthaanin ataahum) yang berarti "tanpa keterangan yang datang kepada mereka". Kata (سُلْطَانٍ, sulthaanin) di sana berbeda dari (الْبَيِّنَاتُ, l-bayyinaatu), sehingga dua ayat itu tidak disamakan dengan 40:66. Keduanya menyangkut sesuatu yang datang kepada penerimanya dari luar dirinya, dan hanya 40:66 yang menyebut pembicara sebagai penerimanya.
Ayat 40:65 ditutup dengan (رَبِّ الْعَالَمِينَ, rabbi l-'aalamiina) "Tuhan seisi alam", dan 40:66 ditutup dengan sebutan yang sama. Ayat 40:67 kemudian dibuka dengan (هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ, huwa lladzii khalaqakum) yang berarti "Dialah yang menciptakan kalian". Dapat dibaca bahwa Dialah di 40:67 menunjuk Tuhan seisi alam yang baru disebut, tetapi 40:67 tidak menyatakan hal itu, dan pembacaan ini dibiarkan sebagai kemungkinan.
Renungan dan Hikmah
- Pembicara di 40:66 menyebut apa yang ditolaknya dan apa yang diterimanya dalam satu ucapan, lalu menyambungnya dengan kata dan. Penolakan mengosongkan sebuah tempat, dan ayat ini mengisi tempat itu pada kalimat yang sama: menolak menyembah apa yang diseru selain Allah, menerima berserah diri kepada Tuhan seisi alam. Pembaca dapat menuliskan dua daftar tentang dirinya, daftar yang ditolak dan daftar yang diterima, lalu memperhatikan daftar mana yang lebih mudah diisi. Bila daftar penolakan penuh dan daftar penerimaan masih kosong, kalimat di ayat ini mengingatkan bahwa keduanya dapat diucapkan berdampingan.
- Pembicara menyebut asal keterangan yang menyertai sikapnya, yaitu dari Tuhanku. Di 40:35 dan 40:56 orang yang membantah tanda-tanda Allah disebut tanpa keterangan yang datang kepada mereka, dan dua ayat itu tidak berbicara tentang pembicara di 40:66, sehingga keduanya tidak disamakan. Perbedaan yang tertulis ialah ada pihak yang menunjuk asal keterangannya dan ada pihak yang disebut tidak memilikinya. Pembaca yang ditanya mengapa berpegang pada sesuatu dapat memeriksa jawabannya sendiri. Apakah asal keterangan itu dapat ditunjuk, atau jawabannya berhenti pada kalimat bahwa banyak orang berpegang pada hal yang sama?
- Dua kata kerja pasif di 40:66 tidak menyebut siapa yang melarang dan siapa yang memerintah. Ayat 40:60 menyebut suaranya dengan terang: Tuhan kalian berfirman, Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagi kalian. Dua ayat itu tidak saling menggantikan, sebab 40:66 tidak mengisi tempat pelaku yang kosong itu. Pembaca yang sering berkata aku harus atau aku tidak boleh dapat memperhatikan suara mana yang terdengar di balik kata-kata itu, dan apakah suara itu dapat disebut namanya seterang ayat 40:60 menyebutnya.
- Di 2:209, 2:213, 2:253, 3:105, dan 4:153 kalimat tentang datangnya keterangan disusul sikap pihak yang menerimanya: menyimpang, berselisih, saling membunuh, bercerai-berai, menjadikan anak sapi sembahan. Di 40:66 kalimat serupa diletakkan di antara larangan dan perintah, dan pembicara sendiri yang menjadi penerimanya. Ayat-ayat itu tidak menerangkan mengapa penerima yang satu berbalik dan yang lain berserah diri, selain yang tertulis di tiap ayat. Pembaca dapat bertanya kepada diri sendiri, bila sesuatu dari Tuhan sampai kepadanya, kalimat mana dari ayat-ayat itu yang paling mirip dengan jalan yang diambilnya?
- Pembicara disuruh menyebut apa yang diseru para pendengarnya, dengan kata kerja berbentuk kalian. Di 40:74 orang yang ditanya di manakah apa yang dahulu mereka sekutukan selain Allah menjawab bahwa dahulu mereka tidak pernah menyeru sesuatu pun. Dua ayat itu berbeda keadaan: 40:66 berupa ucapan kepada pendengar, 40:74 berupa jawaban sesudah pertanyaan. Pembaca dapat menimbang apa yang paling sering diserukannya ketika kesulitan datang, lalu membandingkannya dengan apa yang dikatakannya tentang diri sendiri di saat tenang. Apakah keduanya sama?
- Pembicara menyebut Tuhanku di tengah ayat dan Tuhan seisi alam di ujungnya. Dua sebutan itu dapat dibaca menunjuk satu pihak, dan ayat tidak menyatakannya. Sebutan pertama dapat terasa dekat dan sebutan kedua dapat terasa luas, dan keduanya berdiri dalam satu ucapan. Pembaca dapat memperhatikan sebutan mana yang lebih sering dipakai kepada Allah ketika berdoa, yang terasa milik sendiri atau yang terasa milik seisi alam, dan apa yang berubah pada doa itu bila sebutan yang lain dipakai.