قُلْ إِنِّي نُهِيتُ أَنْ أَعْبُدَ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَمَّا جَاءَنِيَ الْبَيِّنَاتُ مِنْ رَبِّي وَأُمِرْتُ أَنْ أُسْلِمَ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ

Katakanlah, “Sesungguhnya aku dilarang menyembah apa yang kalian seru selain Allah, setelah datang kepadaku keterangan-keterangan dari Tuhanku. Dan aku diperintahkan agar berserah diri kepada Tuhan seisi alam.”

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. قُلْqulkatakanlah
  2. إِنِّي نُهِيتُ أَنْ أَعْبُدَ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِinnii nuhiitu an a'buda lladziina tad'uuna min duuni llaahisesungguhnya aku dilarang menyembah apa yang kalian seru selain Allah
  3. لَمَّا جَاءَنِيَ الْبَيِّنَاتُ مِنْ رَبِّيlammaa jaa'aniya l-bayyinaatu min rabbiisetelah datang kepadaku keterangan-keterangan dari Tuhanku
  4. وَأُمِرْتُ أَنْ أُسْلِمَ لِرَبِّ الْعَالَمِينَwa-umirtu an uslima li-rabbi l-aalamiinadan aku diperintahkan agar berserah diri kepada Tuhan seisi alam
Catatan pilihan kata (ringkas)

terjemahan lain merender s-l-m di sini via 'berserah'. terjemahan ini menyeragamkan DALAM cabang keberserahan; sisi-keadaan (salaam/saliim) = 'keselamatan/damai', TIDAK diseragamkan lintas cabang. Rollout cabang keberserahan akar akar s-l-m. 'muslim' diterjemahkan 'orang yang berserah diri' meng-universalkan istilah (bdk QS 3:83: seluruh ciptaan 'aslama'), konsisten dgn sikap keberserahan=orientasi hati, bukan keanggotaan institusi (FDI_FRAMEWORK_DIIN -2). PASS: retrofit kau/engkau/kalian menyusul. sebagian penerjemah: 'Say thou: “I am forbidden to serve that to which you call besides God, since there have come to me clear signs from my Lord; and I am commanded to submit to the Lord of All Creation.”' Akar akar s-l-m (slm), cabang KEBERSERAHAN (aslama/islaam/muslim/mustaslim). Diverifikasi corpus Leeds (127 ayat slm; cabang keberserahan 66). Konvensi terjemahan ini (Pak FD 2026-07-15): islaam diterjemahkan 'keberserahan(-diri)', aslama diterjemahkan 'berserah diri', muslim diterjemahkan 'orang yang berserah diri'. Lih. Versi lama catatan ini keliru di kedua titik itu; lih. C1).

Aplikasi

Pernyataan penutup pribadi Nabi: 'aku dilarang menyembah sekutu-sekutu... setelah datang kepadaku keterangan-keterangan', larangan yang didasari bukti nyata, bukan penolakan tanpa alasan yang jelas.