قُلْ إِنِّي نُهِيتُ أَنْ أَعْبُدَ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَمَّا جَاءَنِيَ الْبَيِّنَاتُ مِنْ رَبِّي وَأُمِرْتُ أَنْ أُسْلِمَ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ

Katakanlah, “Sesungguhnya aku dilarang menyembah apa yang kalian seru selain Allah, setelah datang kepadaku keterangan-keterangan dari Tuhanku. Dan aku diperintahkan agar berserah diri kepada Tuhan seisi alam.”

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. قُلْqulkatakanlah
  2. إِنِّي نُهِيتُ أَنْ أَعْبُدَ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِinnii nuhiitu an a'buda lladziina tad'uuna min duuni llaahisesungguhnya aku dilarang menyembah apa yang kalian seru selain Allah
  3. لَمَّا جَاءَنِيَ الْبَيِّنَاتُ مِنْ رَبِّيlammaa jaa'aniya l-bayyinaatu min rabbiisetelah datang kepadaku keterangan-keterangan dari Tuhanku
  4. وَأُمِرْتُ أَنْ أُسْلِمَ لِرَبِّ الْعَالَمِينَwa-umirtu an uslima li-rabbi l-'aalamiinadan aku diperintahkan agar berserah diri kepada Tuhan seisi alam

Terjemahan per kata (20 kata)

  1. قُلْqulkatakanlah
  2. إِنِّيinniisesungguhnya aku
  3. نُهِيتُnuhiituaku dilarang
  4. أَنْanuntuk
  5. أَعْبُدَa'budaaku mengabdi
  6. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  7. تَدْعُونَtad'uunakalian seru
  8. مِنْmindari
  9. دُونِduuniselain
  10. اللَّهِllaahiAllah
  11. لَمَّاlammaaketika
  12. جَاءَنِيَjaa'aniyadatang kepadaku
  13. الْبَيِّنَاتُl-bayyinaatubukti-bukti nyata
  14. مِنْmindari
  15. رَبِّيrabbiiTuhanku
  16. وَأُمِرْتُwa-umirtudan aku diperintahkan
  17. أَنْanagar
  18. أُسْلِمَuslimaaku berserah diri
  19. لِرَبِّli-rabbikepada Tuhan
  20. الْعَالَمِينَl-'aalamiinaseisi alam

Inti bacaan

Pernyataan penutup pribadi Nabi: 'aku dilarang menyembah sekutu-sekutu. setelah datang kepadaku keterangan-keterangan', larangan yang didasari bukti nyata, bukan penolakan tanpa alasan yang jelas.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan label penutur '(Nabi Muhammad)' tidak dipakai, sesuai disiplin larangan label berkurung untuk atribusi penutur. Tambahan '(sekutu-sekutu)' turut dihapus: 'alladziina tad'uuna' dibiarkan sebagai anak kalimat penjelas generik tanpa keterangan tambahan.

Tafsiran

Ayat ini memerintahkan Nabi menyatakan sikap tegas: larangan menyembah selain Allah setelah bukti nyata datang kepadanya, disertai perintah berserah diri sepenuhnya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyuruhnya menyebut dirinya dilarang, bukan menolak. Ada yang melarang. Sikapnya diletakkan sebagai kepatuhan, bukan pendirian pribadi.
  • Waktunya disebut: setelah datang keterangan-keterangan. Bukan sejak semula. Penolakan itu bertanggal, dan tanggalnya sesudah bukti.
  • Allah memasangkan larangan dengan perintah: dilarang menyembah, diperintahkan berserah diri. Sepasang. Yang dicabut diganti, tak dibiarkan kosong.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain menerjemahkan s-l-m di sini via 'berserah'. terjemahan ini menyeragamkan DALAM cabang keberserahan; sisi-keadaan (salaam/saliim) = 'keselamatan/damai', TIDAK diseragamkan lintas cabang. Rollout cabang keberserahan akar s-l-m. 'muslim' diterjemahkan 'orang yang berserah diri' meng-universalkan istilah (bdk QS 3:83: seluruh ciptaan 'aslama'), konsisten dgn sikap keberserahan=orientasi hati, bukan keanggotaan institusi (FDI_FRAMEWORK_DIIN). ' akar s-l-m (slm), cabang KEBERSERAHAN (aslama/islaam/muslim/mustaslim). Diverifikasi corpus Leeds (127 ayat slm; cabang keberserahan 66). Konvensi terjemahan ini: islaam diterjemahkan 'keberserahan(-diri)', aslama diterjemahkan 'berserah diri', muslim diterjemahkan 'orang yang berserah diri'.