أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِ اللَّهِ أَنَّىٰ يُصْرَفُونَ
Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang membantah tanda-tanda Allah, bagaimana mereka dipalingkan ,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِ اللَّهِa-lam tara ilaa lladziina yujaadiluuna fii aayaati llaahitidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang membantah tanda-tanda Allah
- أَنَّىٰ يُصْرَفُونَannaa yushrafuunabagaimana mereka dipalingkan
Terjemahan per kata (10 kata)
- أَلَمْa-lamtidakkah
- تَرَtaraengkau memperhatikan
- إِلَىilaakepada
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- يُجَادِلُونَyujaadiluunamereka membantah
- فِيfiidi
- آيَاتِaayaatitanda-tanda
- اللَّهِllaahiAllah
- أَنَّىٰannaabagaimana
- يُصْرَفُونَyushrafuunamereka dipalingkan
Inti bacaan
Rangkaian (أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يُجَادِلُونَ, a-lam tara ilaa lladziina yujaadiluuna) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 40:69.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ, a-lam tara ilaa lladziina) yang berarti "tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang". Kata kerja (تَرَ, tara) berakar ر-أ-ي dan ditujukan kepada satu orang, dengan (أَ, a) sebagai huruf tanya dan (لَمْ, lam) sebagai kata "tidak". Rangkaian (أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ, a-lam tara ilaa lladziina) muncul di dua belas ayat, yaitu 2:243, 3:23, 4:44, 4:49, 4:51, 4:60, 4:77, 14:28, 40:69, 58:8, 58:14, dan 59:11. Terjemahan memakai "memperhatikan" di sebelas ayat dan "melihat" di 14:28. Di tiap ayat itu kelompok yang dimaksud dicirikan oleh kata kerja sesudah (الَّذِينَ, lladziina), dan ciri (يُجَادِلُونَ, yujaadiluuna) hanya muncul pada rangkaian ini di 40:69.
Kata kerja (يُجَادِلُونَ, yujaadiluuna) berakar ج-د-ل dan diterjemahkan "membantah". Bentuk yang memuat (يُجَادِلُونَ, yujaadiluuna) muncul di tujuh ayat, yaitu 6:25, 8:6, 13:13, 40:35, 40:56, 40:69, dan 42:35. Di 6:25 dan 8:6 kata kerja itu memuat akhiran -ka "engkau", yaitu seseorang menjadi sasaran bantahan. Di 13:13 pokok bantahan ditunjuk lewat (فِي اللَّهِ, fii llaahi) yang berarti "tentang Allah", dan di 40:35, 40:56, 40:69, serta 42:35 pokoknya tanda-tanda. Rangkaian (فِي آيَاتِ اللَّهِ, fii aayaati llaahi) yang berarti "tentang tanda-tanda Allah" muncul di empat ayat, yaitu 40:4, 40:35, 40:56, dan 40:69, semuanya di surah ini, dan di keempatnya kata kerja yang menyertainya berakar ج-د-ل. Kata (آيَاتِ, aayaati) diterjemahkan "tanda-tanda" di semua ayat itu.
Pertanyaan penutupnya dibuka dengan (أَنَّىٰ, annaa) yang berarti "bagaimana". Kata (فَأَنَّىٰ, fa-annaa) dengan huruf (فَ, fa) di depannya muncul di sebelas ayat, yaitu 6:95, 10:32, 10:34, 23:89, 29:61, 35:3, 36:66, 39:6, 40:62, 43:87, dan 47:18, sedangkan 40:69 membuka pertanyaannya dengan (أَنَّىٰ, annaa) tanpa huruf itu, tepat sesudah kalimat yang menyebut orang-orang yang membantah. Kata kerja (يُصْرَفُونَ, yushrafuuna) berakar ص-ر-ف, berbentuk pasif untuk pihak ketiga jamak, dan muncul di 40:69 saja. Bentuk pasif untuk "kalian", (تُصْرَفُونَ, tushrafuuna), muncul di 10:32 dan 39:6, dan keduanya mengikuti (فَأَنَّىٰ, fa-annaa).
Akar ص-ر-ف juga dipakai dalam bentuk aktif dengan pelaku yang tertulis: (سَأَصْرِفُ, sa-ashrifu) yang berarti "Aku akan memalingkan" di 7:146, dan (صَرَفَ اللَّهُ, sharafa llaahu) yang berarti "Allah memalingkan" di 9:127. Di 40:69 pelakunya tidak tertulis, sehingga terjemahan memakai "dipalingkan" tanpa pelaku. Pertanyaan yang sama dengan akar lain, (أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ, annaa yu'fakuuna) yang berarti "bagaimana mereka dipalingkan", muncul di lima ayat, yaitu 5:75, 9:30, 29:61, 43:87, dan 63:4, dengan (فَ, fa) di depannya pada 29:61 dan 43:87. Kata (تُؤْفَكُونَ, tu'fakuuna) dengan akar yang sama muncul di empat ayat, yaitu 6:95, 10:34, 35:3, dan 40:62. Terjemahan memakai "dipalingkan" untuk kedua akar itu, sehingga perbedaan keduanya hanya terlihat pada bentuk Arabnya.
Terjemahan ayat ini ditutup dengan koma, karena 40:70 membuka dengan (الَّذِينَ, alladziina) yang meneruskan sebutan kelompok yang sama tanpa kata sambung.
Tafsiran
Ayat ini mengajukan satu pertanyaan kepada satu pendengar tentang sekelompok orang, dan pertanyaannya tidak dijawab di dalam ayat. Kelompok itu sudah disebut dua kali di surah yang sama dengan rangkaian (يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِ اللَّهِ, yujaadiluuna fii aayaati llaahi), yaitu di 40:35 dan 40:56, dan tiap sebutan memakai penutup yang lain. Ayat 40:35 menutupnya dengan kemurkaan di sisi Allah dan penguncian hati, 40:56 dengan kesombongan yang tidak akan mereka capai, dan 40:69 dengan pertanyaan tentang arah mereka.
Ayat 40:62 dan 40:69 sama-sama berisi pertanyaan bagaimana seseorang dipalingkan, dengan akar yang berbeda. Pertanyaan di 40:62, (فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ, fa-annaa tu'fakuuna) yang berarti "maka, bagaimanakah kalian dipalingkan?", ditujukan kepada kalian setelah Allah disebut sebagai Tuhan kalian dan Pencipta segala sesuatu. Ayat 40:63 lalu menerangkan bahwa orang-orang yang mengingkari tanda-tanda Allah dipalingkan dengan cara itu. Pertanyaan di 40:69 menyangkut mereka, orang ketiga, dan di antara kedua pertanyaan itu 40:64 sampai 40:68 menyebut bumi dan langit, bentuk manusia, rezeki, tahap-tahap umur, serta hidup dan mati. Dapat dibaca bahwa daftar itu adalah apa yang tersedia untuk diperhatikan sebelum pertanyaan kedua diajukan, dan ayat tidak menyatakan bahwa daftar itu sama dengan tanda-tanda yang dibantah.
Ayat 40:70 kemudian menyebut siapa mereka, (الَّذِينَ كَذَّبُوا بِالْكِتَابِ, alladziina kadzdzabuu bi-l-kitaabi) yang berarti "orang-orang yang mendustakan Kitab", dan tidak menjawab pertanyaan tentang bagaimana. Jawaban atas pertanyaan di 40:69 dibiarkan terbuka sampai ayat itu selesai, dan 40:70 ditutup dengan (فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ, fa-sawfa ya'lamuuna) yang berarti "kelak mereka akan mengetahui".
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini meminta pendengarnya memperhatikan orang-orang yang membantah, dan yang diminta untuk diperhatikan adalah arah mereka, yaitu bagaimana mereka dipalingkan. Ayat tidak meminta pendengarnya menimbang kekuatan hujah mereka satu per satu. Pembaca yang menyaksikan orang berdebat tentang tanda-tanda Allah dapat bertanya apa yang pertama kali ditangkap matanya, bunyi hujah atau ke mana para pendebat itu bergerak. Apa yang berubah pada cara pembaca menanggapi perdebatan bila arah gerak lebih dahulu diperhatikan daripada isi kalimatnya?
- Di 40:62 pertanyaan bagaimana kalian dipalingkan ditujukan kepada kalian, setelah Allah disebut sebagai Tuhan kalian dan Pencipta segala sesuatu. Di 40:69 pertanyaan bagaimana mereka dipalingkan menyangkut orang lain, dengan kata kerja dari akar yang berbeda. Pembaca yang membaca 40:69 sebagai pertanyaan tentang orang lain dapat membaca ulang 40:62 sebagai pertanyaan tentang dirinya sendiri. Pada keadaan apa pembaca berada di tempat kalian, dan pada keadaan apa di tempat mereka?
- Bentuk pasif di 40:69 tidak menyebut pelaku. Di 9:127 pelakunya tertulis, Allah memalingkan hati mereka, dan di 7:146 pelakunya tertulis dengan kata Aku. Tiga ayat itu berbicara tentang peristiwa yang berbeda, sehingga pelaku dari dua ayat tidak dipindahkan ke 40:69. Pembaca yang menjelaskan kegagalan atau penyimpangan orang lain dengan kalimat sudah dipalingkan dapat memeriksa apakah kalimat itu pernah dipakainya tentang dirinya sendiri. Siapa yang dibayangkannya sebagai pelaku, dan dari mana gambaran itu didapat?
- Sebelum pertanyaan tentang arah mereka, 40:64 sampai 40:68 menyebut bumi sebagai tempat menetap, langit sebagai bangunan, bentuk manusia, rezeki dari yang baik-baik, tahap-tahap umur, serta hidup dan mati, dan 40:64 membuka daftar itu dengan Allah sebagai pelakunya. Ayat tidak menyatakan bahwa daftar itu adalah tanda-tanda yang dibantah, tetapi daftar itu ada tepat sebelum pertanyaan. Pembaca dapat memeriksa bagian mana dari daftar itu yang paling mudah dilewati tanpa diperhatikan, dan bagian mana yang terakhir kali benar-benar dipandang.
- Ayat ini berhenti pada pertanyaan, dan ayat sesudahnya menyebut siapa mereka tanpa menerangkan caranya. Jawaban yang dibiarkan terbuka memberi ruang bagi pembaca untuk menahan teorinya sendiri. Pembaca yang cepat menyusun jawaban atas pertanyaan bagaimana mereka dipalingkan dapat memeriksa dari mana jawaban itu diambil: dari ayat, dari pengalaman dengan orang tertentu, atau dari kesan yang sudah ada sebelum ayat dibaca?
- Di 40:66 pendengar disuruh mengucapkan kalimat tentang dirinya sendiri, yaitu dilarang menyembah apa yang diseru selain Allah dan diperintahkan berserah diri kepada Tuhan seisi alam. Di 40:69 pendengar yang ditunjuk dengan engkau diminta memperhatikan orang lain. Kedua ayat itu terpisah dua ayat, dan teks tidak menyatakan bahwa keduanya ditujukan kepada pendengar yang sama. Pembaca dapat memperhatikan urutan itu pada dirinya: apakah kalimat tentang arahnya sendiri sudah dirumuskan sebelum arah orang lain diamati, dan sudah sejelas apa rumusan itu?