الَّذِينَ كَذَّبُوا بِالْكِتَابِ وَبِمَا أَرْسَلْنَا بِهِ رُسُلَنَا ۖ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ

orang-orang yang mendustakan Kitab dan apa yang dengannya Kami mengutus rasul-rasul Kami; kelak mereka akan mengetahui,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. الَّذِينَ كَذَّبُوا بِالْكِتَابِ وَبِمَا أَرْسَلْنَا بِهِ رُسُلَنَاalladziina kadzdzabuu bi-l-kitaabi wa-bi-maa arsalnaa bihi rusulanaaorang-orang yang mendustakan Kitab dan apa yang dengannya Kami mengutus rasul-rasul Kami
  2. فَسَوْفَ يَعْلَمُونَfa-sawfa ya'lamuunakelak mereka akan mengetahui

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
  2. كَذَّبُواkadzdzabuumendustakan
  3. بِالْكِتَابِbi-l-kitaabipada Kitab
  4. وَبِمَاwa-bi-maadan karena
  5. أَرْسَلْنَاarsalnaaKami mengutus
  6. بِهِbihidengannya
  7. رُسُلَنَاrusulanaarasul-rasul Kami
  8. فَسَوْفَfa-sawfamaka kelak
  9. يَعْلَمُونَya'lamuunamengetahui

Inti bacaan

Rangkaian (كَذَّبُوا بِالْكِتَابِ, kadzdzabuu bi-l-kitaabi) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 40:70.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (الَّذِينَ, alladziina) yang berarti "orang-orang yang", tanpa huruf sambung di depannya, sehingga terbaca sebagai lanjutan dari (الَّذِينَ يُجَادِلُونَ, lladziina yujaadiluuna) di 40:69. Kata kerja (كَذَّبُوا, kadzdzabuu) berakar ك-ذ-ب dan diterjemahkan "mendustakan". Objeknya didahului huruf (بِ, bi-) dan berupa sesuatu yang datang kepada pelaku dari luar dirinya, seperti (كَذَّبُوا بِآيَاتِ اللَّهِ, kadzdzabuu bi-aayaati llaahi) yang berarti "mendustakan tanda-tanda Allah" di 10:95, 30:10, dan 62:5, (كَذَّبُوا بِالْحَقِّ, kadzdzabuu bi-l-haqqi) yang berarti "mendustakan kebenaran" di 6:5 dan 50:5, serta (كَذَّبُوا بِلِقَاءِ, kadzdzabuu bi-liqaa'i) yang berarti "mendustakan pertemuan dengan" di 6:31, 10:45, dan 23:33. Bentuk dasar (كَذَبَ, kadzaba) di 53:11 diterjemahkan "berdusta".

Objek pertama kata kerja itu adalah (بِالْكِتَابِ, bi-l-kitaabi) yang berarti "pada Kitab", dengan kata sandang al- dan tanpa kata tambahan. Bentuk (بِالْكِتَابِ, bi-l-kitaabi) berakar ك-ت-ب dan muncul di lima ayat, yaitu 3:78, 3:119, 7:170, 35:25, dan 40:70, sedangkan rangkaian (كَذَّبُوا بِالْكِتَابِ, kadzdzabuu bi-l-kitaabi) muncul di 40:70 saja. Terjemahan menulis "Kitab" dengan huruf kapital dan tidak menambahkan keterangan tentang kitab yang mana, karena ayat hanya menyebut kata itu.

Objek kedua, (وَبِمَا أَرْسَلْنَا بِهِ رُسُلَنَا, wa-bi-maa arsalnaa bihi rusulanaa), berarti "dan apa yang dengannya Kami mengutus rasul-rasul Kami". Susunan itu muncul di 40:70 saja, dan (وَبِمَا أَرْسَلْنَا, wa-bi-maa arsalnaa) serta (أَرْسَلْنَا بِهِ, arsalnaa bihi) juga hanya ada di 40:70. Kata kerja (أَرْسَلْنَا, arsalnaa) berakar ر-س-ل dengan pelaku Kami yang tertulis, dan (رُسُلَنَا, rusulanaa) berarti "rasul-rasul Kami" yang muncul di enam ayat, yaitu 10:21, 10:103, 23:44, 40:51, 40:70, dan 57:25. Rangkaian (أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا, arsalnaa rusulanaa) muncul di 23:44 dan 57:25. Di 57:25 rangkaian itu disusul (بِالْبَيِّنَاتِ, bi-l-bayyinaati) yang berarti "dengan bukti-bukti yang nyata", sedangkan di 40:70 rangkaian itu disela (بِهِ, bihi) "dengannya", yang menunjuk (مَا, maa) dan tidak merinci isi apa yang dibawa.

Penutupnya, (فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ, fa-sawfa ya'lamuuna), berarti "kelak mereka akan mengetahui". Kata (سَوْفَ, sawfa) menurut morfologi adalah penanda masa depan, dan (يَعْلَمُونَ, ya'lamuuna) berakar ع-ل-م. Rangkaian (فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ, fa-sawfa ya'lamuuna) muncul di enam ayat, yaitu 15:3, 15:96, 29:66, 37:170, 40:70, dan 43:89. Di 15:96 rangkaian itu didahului (الَّذِينَ يَجْعَلُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ, alladziina yaj'aluuna ma'a llaahi ilaahan aakhara) yang berarti "orang-orang yang menganggap adanya tuhan lain bersama Allah", dan di 37:170 rangkaian itu didahului (فَكَفَرُوا بِهِ, fa-kafaruu bihi) yang berarti "akan tetapi, mereka kufur terhadapnya". Di keenam ayat itu kata kerja (يَعْلَمُونَ, ya'lamuuna) tidak memiliki objek.

Terjemahan ayat ini ditutup dengan koma karena kalimatnya bersambung ke 40:71, yang dibuka dengan (إِذِ, idzi) "ketika".

Tafsiran

Ayat ini menyebut siapa kelompok yang ditanyakan di 40:69, dan sekaligus memindahkan pembicaraan dari perbuatan mereka ke sikap mereka. Ayat 40:69 memakai kata kerja membantah, yaitu sesuatu yang mereka lakukan terhadap tanda-tanda Allah, sedangkan 40:70 memakai kata kerja mendustakan, yaitu sesuatu yang mereka tolak. Tidak ada kata sambung di antara kedua ayat, sehingga keduanya dapat dibaca sebagai gambaran satu kelompok, dan ayat tidak menyatakannya.

Ayat 40:69 menyebut Allah dalam orang ketiga, (آيَاتِ اللَّهِ, aayaati llaahi) "tanda-tanda Allah", dan 40:70 beralih ke orang pertama jamak, (أَرْسَلْنَا, arsalnaa) "Kami mengutus" dan (رُسُلَنَا, rusulanaa) "rasul-rasul Kami", tanpa kata pembuka baru. Dalam dua ayat berurutan itu, pengutusan rasul-rasul diucapkan langsung oleh pihak yang mengutus.

Apa yang dibawa rasul-rasul dirinci di ayat lain. Ayat 57:25 menyebut bukti-bukti nyata, kitab, dan neraca yang diturunkan bersama mereka, dan 35:25 menyebut bukti-bukti nyata, (وَبِالزُّبُرِ, wa-bi-z-zuburi) yang berarti "dan dengan zubur", serta kitab yang menerangi. Ayat 40:70 menyebut Kitab lebih dulu, lalu apa yang dibawa rasul sebagai satu bagian tanpa rincian. Ayat 40:66 sebelumnya menyebut (الْبَيِّنَاتُ, l-bayyinaatu) dari Tuhanku, dan karena rincian di 57:25 dan 35:25 memuat bukti-bukti nyata, apa yang dibawa rasul di 40:70 dapat dibaca berdekatan dengan keterangan-keterangan di 40:66, tetapi 40:70 tidak menyatakan isi apa yang dibawa itu.

Penutup yang menjanjikan pengetahuan tidak menyebut isinya. Di antara enam ayat yang memuat (فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ, fa-sawfa ya'lamuuna), hanya 40:70 yang kalimatnya bersambung ke ayat berikutnya dengan penunjuk waktu, yaitu (إِذِ الْأَغْلَالُ فِي أَعْنَاقِهِمْ, idzi l-aghlaalu fii a'naaqihim) yang berarti "ketika belenggu ada di leher mereka" di 40:71. Di lima ayat lain kalimat itu berdiri sendiri: ayat sesudahnya di 15:4, 15:97, 29:67, dan 37:171 membuka perkara baru, dan 43:89 menutup surahnya. Pengetahuan yang dijanjikan di 40:70 karenanya digambarkan lebih lanjut oleh ayat sesudahnya, sedangkan 40:70 sendiri hanya menyatakan bahwa pengetahuan itu akan datang.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menyebut dua objek yang didustakan, Kitab dan apa yang dengannya rasul-rasul diutus, masing-masing didahului huruf bi. Di 57:25 apa yang menyertai rasul-rasul dirinci menjadi bukti-bukti nyata, kitab, dan neraca, lalu ayat itu menyebut Allah yang mengetahui siapa menolong-Nya dan rasul-rasul-Nya. Rincian itu tidak ada di 40:70, dan ayat tidak menyatakan bahwa dua objek di sini sama dengan tiga unsur di 57:25. Pembaca dapat memeriksa pegangannya sendiri: apakah yang diterimanya mencakup Kitab sekaligus apa yang dibawa rasul-rasul, dan apakah isi bagian kedua dapat disebutkan dengan kata-kata pembaca sendiri?
  • Ayat 40:69 menyebut orang-orang yang membantah tanda-tanda Allah, dan 40:70 menyebut orang-orang yang mendustakan Kitab. Membantah adalah sesuatu yang dilakukan di depan orang lain, sedangkan mendustakan adalah sikap terhadap apa yang datang. Karena tidak ada kata sambung di antara kedua ayat, dua kata kerja itu dapat dibaca sebagai dua sisi dari kelompok yang sama. Pembaca yang sedang berdebat tentang sesuatu dapat bertanya apakah perdebatannya masih berupa usaha memahami atau sudah menjadi penolakan yang mencari alasan. Bagaimana perdebatan itu terdengar bila dibaca ulang sebagai penolakan?
  • Penutup ayat ini, kelak mereka akan mengetahui, tidak memuat isi pengetahuan itu. Ayat 40:71 menyambung dengan penunjuk waktu, ketika belenggu dan rantai ada di leher mereka, dan 40:70 sendiri tidak menyebut kapan kelak itu tiba. Kalimat yang sama dipakai di enam ayat, dan di lima di antaranya kalimat itu berdiri tanpa uraian. Bila kalimat ini dibaca tanpa ayat sesudahnya, apa yang segera mengisi kekosongannya di pikiran pembaca, dan dari mana isian itu berasal: dari ayat, dari cerita yang pernah didengar, atau dari kekhawatiran sendiri?
  • Ayat 40:69 menyebut tanda-tanda Allah dalam orang ketiga, dan 40:70 memakai kata Kami untuk pihak yang mengutus rasul-rasul. Pergantian suara itu terjadi tanpa kata pembuka, sehingga pengutusan terdengar sebagai ucapan langsung dan tidak sebagai laporan. Pembaca dapat menimbang apakah kisah para rasul dibacanya sebagai laporan tentang masa lalu atau sebagai ucapan yang ditujukan kepadanya, dan apa yang berbeda pada tiap cara membaca itu. Siapa yang dibayangkan berbicara ketika kata Kami diucapkan dalam hati?
  • Kalimat kelak mereka akan mengetahui dipakai untuk pihak yang berbeda-beda: orang-orang yang menganggap adanya tuhan lain bersama Allah di 15:96, orang yang kufur di 37:170, orang yang kufur atas pemberian dan bersenang-senang di 29:66, orang yang makan dan bersenang-senang di 15:3, orang yang ditinggalkan dengan ucapan salam di 43:89, dan orang yang mendustakan Kitab di 40:70. Pembaca yang pernah menutup percakapan dengan kalimat serupa, kelak kamu akan tahu, dapat bertanya kepada siapa kalimat itu ditujukan dan apakah alasannya setara dengan alasan di ayat-ayat tadi. Kapan terakhir kalimat itu terucap tanpa alasan yang dapat disebutkan?
  • Mendustakan, dalam pemakaiannya di ayat ini, menyangkut sesuatu yang datang kepada pelakunya dari luar dirinya, yaitu Kitab dan apa yang dibawa rasul-rasul. Penolakan semacam itu berbeda dari berdusta, yaitu mengucapkan sesuatu yang tidak benar. Pembaca dapat mengingat kapan terakhir sesuatu datang kepadanya dari pihak lain, lalu dijawabnya tidak benar sebelum diperiksa. Apa yang diperiksa lebih dahulu, dan apakah pemeriksaan itu sempat dilakukan terhadap Kitab?