إِذِ الْأَغْلَالُ فِي أَعْنَاقِهِمْ وَالسَّلَاسِلُ يُسْحَبُونَ

ketika belenggu dan rantai ada di leher mereka, mereka diseret

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِذِ الْأَغْلَالُ فِي أَعْنَاقِهِمْ وَالسَّلَاسِلُidzi l-aghlaalu fii a'naaqihim wa-s-salaasiluketika belenggu dan rantai ada di leher mereka
  2. يُسْحَبُونَyushabuunamereka diseret

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. إِذِidziketika
  2. الْأَغْلَالُl-aghlaalubelenggu
  3. فِيfiidi
  4. أَعْنَاقِهِمْa'naaqihimleher mereka
  5. وَالسَّلَاسِلُwa-s-salaasiludan rantai
  6. يُسْحَبُونَyushabuunamereka diseret

Inti bacaan

Kata (وَالسَّلَاسِلُ, wa-s-salaasilu) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 40:71, dan akar س-ل-س-ل dipakai di dua ayat lain, yaitu 69:32 dan 76:4.

Penjelasan pilihan kata

Kata (إِذِ, idzi) yang berarti "ketika" menyambung ayat ini dengan (فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ, fa-sawfa ya'lamuuna) yang berarti "maka kelak mereka akan mengetahui" di 40:70, sehingga "ketika" menjawab saat pengetahuan itu datang. Bentuk idzi seperti ini muncul dua belas kali di sepuluh surah, yaitu 2:60, 2:124, 6:93, 7:160, 8:44, 18:16, 19:16, 32:12, 34:31, 40:18, 40:71, dan 91:12. Lima di antaranya langsung disusul kata benda bersandang al- yang membuka keterangan keadaan, yaitu 6:93, 32:12, 34:31, 40:18, dan 40:71. Pada tiga yang pertama, idzi didahului ajakan membayangkan, (وَلَوْ تَرَىٰ, wa-law taraa) yang berarti "dan sekiranya engkau melihat". Contohnya di 34:31, (إِذِ الظَّالِمُونَ مَوْقُوفُونَ, idzi zh-zhaalimuuna mawquufuuna) yang berarti "ketika orang-orang zalim itu dihentikan". Terjemahan memakai "ketika" di kelima ayat itu.

Kata (الْأَغْلَالُ, l-aghlaalu) yang berarti "belenggu-belenggu" berakar غ-ل-ل dan berbentuk jamak. Kata ini dipakai di enam ayat, yaitu 7:157, 13:5, 34:33, 36:8, 40:71, dan 76:4. Di 7:157 belenggu itu dilepaskan, (وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ, wa-l-aghlaala llatii kaanat 'alayhim) yang berarti "dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka", dan tempatnya di tubuh tidak disebut. Di lima ayat lainnya belenggu itu dikaitkan dengan orang-orang yang kufur, tidak beriman, atau mendustakan. Empat dari keenam ayat menyebut tempatnya, yaitu leher, dengan (فِي أَعْنَاقِ, fii a'naaqi) pada 13:5, 34:33, 36:8, dan 40:71. Kata (أَعْنَاقِهِمْ, a'naaqihim) berakar ع-ن-ق dan berbentuk jamak, tetapi terjemahan memakai "leher mereka" karena tiap orang memiliki satu leher.

Susunan (الْأَغْلَالُ فِي أَعْنَاقِهِمْ, l-aghlaalu fii a'naaqihim) berupa kalimat tanpa kata kerja dan hanya muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 13:5 dan 40:71. Di dua ayat lainnya pelakunya disebut lewat kata kerja. Di 36:8, (إِنَّا جَعَلْنَا فِي أَعْنَاقِهِمْ أَغْلَالًا, innaa ja'alnaa fii a'naaqihim aghlaalan) berarti "sesungguhnya Kami memasang belenggu di leher mereka", dan di 34:33, (وَجَعَلْنَا الْأَغْلَالَ, wa-ja'alnaa l-aghlaala) berarti "dan Kami pasangkan belenggu". Di 40:71, seperti di 13:5, belenggu langsung dinyatakan ada di leher mereka tanpa kata kerja dan tanpa pelaku.

Kata (وَالسَّلَاسِلُ, wa-s-salaasilu) yang berarti "dan rantai-rantai" berakar س-ل-س-ل. Akar ini dipakai di tiga ayat, yaitu 40:71, 69:32, dan 76:4. Bentuk jamaknya ada di 40:71 dan 76:4, sedangkan 69:32 memakai bentuk tunggal, (فِي سِلْسِلَةٍ, fii silsilatin) yang berarti "dengan rantai", yaitu rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta. Belenggu dan rantai berdampingan dalam satu ayat hanya di 76:4 dan 40:71. Di 76:4, (سَلَاسِلَ وَأَغْلَالًا وَسَعِيرًا, salaasila wa-aghlaalan wa-sa'iiran) berarti "rantai, belenggu, dan api yang menyala-nyala", dan ketiganya disebut sebagai sesuatu yang Kami sediakan bagi orang-orang kafir. Di 40:71 keduanya disusul kata kerja diseret.

Terjemahan "belenggu dan rantai ada di leher mereka" menaruh kedua benda itu di tempat yang sama. Itu pilihan terjemahan yang mengikuti letak kata: keterangan tempat berdiri sesudah belenggu, lalu rantai disambung dengan huruf wa yang berarti "dan". Ayat ini tidak menulis tempat lain untuk rantai. Di depan kata rantai juga tidak ada huruf bi yang berarti "dengan", sehingga ayat tidak menyatakan lewat huruf bi bahwa rantai dipakai untuk menyeret.

Kata (يُسْحَبُونَ, yushabuuna) yang berarti "mereka diseret" berakar س-ح-ب. Bentuknya menandai perbuatan yang sedang dikenakan kepada mereka, dan pelakunya tidak muncul di ayat. Bentuk persis ini ada dua kali, yaitu di 40:71 dan 54:48. Di 54:48, (يُسْحَبُونَ فِي النَّارِ, yushabuuna fii n-naari) berarti "mereka diseret ke dalam api", dan tujuannya ada dalam ayat yang sama. Di 40:71 ayat berhenti pada kata kerja itu, dan tujuannya baru muncul di ayat berikutnya, (فِي الْحَمِيمِ, fii l-hamiimi). Terjemahan memakai "diseret" di kedua ayat.

Tafsiran

Ayat ini memberi penutup 40:70, kelak mereka akan mengetahui, sebuah saat dan keadaan, yaitu ketika belenggu dan rantai sudah ada pada orang-orang yang tadinya membantah. Tiga ayat 40:69 sampai 40:71 tidak berganti kelompok. Di 40:69 mereka membantah tanda-tanda Allah, di 40:70 mereka mendustakan Kitab dan apa yang dibawa rasul-rasul, dan di 40:71 akhiran -him kembali kepada kelompok yang sama. Karena itu terjemahan menyambung ketiganya dengan koma dan titik koma, tanpa kalimat baru di antaranya.

Kata kerja untuk kelompok itu berganti sisi di sepanjang rangkaian. Di 40:69 mereka mula-mula digambarkan lewat perbuatan sendiri, (يُجَادِلُونَ, yujaadiluuna) yang berarti "mereka membantah", lalu lewat perbuatan yang dikenakan kepada mereka, (يُصْرَفُونَ, yushrafuuna) yang berarti "mereka dipalingkan". Di 40:70 (كَذَّبُوا, kadzdzabuu) yang berarti "mereka mendustakan" kembali menyebut perbuatan mereka, dan di 40:71 (يُسْحَبُونَ, yushabuuna) kembali menyebut yang dikenakan kepada mereka. Di 40:72 menyusul (يُسْجَرُونَ, yusjaruuna) dan di 40:73 (قِيلَ, qiila), sehingga keempat bentuk yang dikenakan itu sama-sama tidak menyebut pelaku. Dapat dibaca bahwa penuturan bergeser dari apa yang mereka kerjakan kepada apa yang terjadi pada mereka.

Ayat ini berhenti pada kata kerja yang belum memberi tujuan. Tujuan itu, air yang mendidih lalu api, baru datang di 40:72, dan ucapan kepada mereka di 40:73. Bila 40:71 dibaca sendiri, yang tampak hanya benda di leher dan gerak yang dikenakan. Rangkaian ini sampai pada perintah di 40:76, (ادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ, udkhuluu abwaaba jahannama) yang berarti "masuklah ke pintu-pintu Jahanam", lalu 40:77 beralih kepada engkau dengan perintah bersabar dan pernyataan bahwa janji Allah itu benar.

Renungan dan Hikmah

  • Di 40:69 dan 40:70 kelompok itu digambarkan lewat kata kerja yang mereka lakukan sendiri, yaitu membantah tanda-tanda Allah dan mendustakan Kitab. Di 40:71 kata kerja untuk mereka sudah menjadi "diseret", sesuatu yang dikenakan kepada mereka, dan peralihannya terjadi di dalam satu rangkaian tanpa jeda yang menandai kapan peralihan itu terjadi. Pembaca yang sedang giat memperdebatkan sesuatu dapat memperhatikan kata kerja apa yang dipakainya untuk diri sendiri hari ini: aku menolak, aku memilih, atau aku terbawa? Bila peralihan dari penggerak menjadi yang digerakkan tidak berbunyi apa pun di dalam ayat, dengan cara apa pembaca mengetahui bahwa dirinya sudah sampai di sana?
  • Ayat 40:70 ditutup dengan kata kelak, dan 40:71 langsung memberinya isi: ketika belenggu dan rantai sudah ada. Berapa jauh jarak antara kedua kata itu tidak diberitahukan. Ayat 40:77 menyatakan bahwa janji Allah itu benar, lalu menyebut dua kemungkinan bagi orang yang diajak bicara di sana: diperlihatkan sebagian dari apa yang dijanjikan, atau diwafatkan lebih dulu, dan pada kedua kemungkinan itu kepada Kami mereka dikembalikan. Pembaca yang membaca kata kelak dapat menimbang bagaimana dirinya memperlakukan sesuatu yang jaraknya tidak diberitahukan, sebagai urusan jauh yang boleh ditunda atau sebagai urusan pasti yang waktunya tidak mengubah apa pun. Apa yang berbeda pada hari ini bila ketika itu datang di tengah perdebatan yang belum selesai?
  • Orang-orang itu diseret di 40:71, tetapi di 40:76 mereka diperintah, (ادْخُلُوا, udkhuluu) yang berarti "masuklah", dan mereka disebut kekal di dalamnya. Perintah itu dapat dibaca ditujukan kepada pihak yang tadi digerakkan, sehingga orang yang terseret tetap diajak bicara sebagai lawan bicara. Ayat tidak merinci bagaimana kedua keadaan itu berjalan bersama. Pembaca yang mendapati dirinya terbawa oleh kebiasaan atau lingkungan dapat bertanya apakah keadaan terbawa itu membebaskannya dari pertanyaan, atau pertanyaan itu tetap sampai kepadanya di tengah gerak yang tidak ia pilih sendiri? Bila yang diseret pun masih disapa dengan perintah, siapa yang pantas mengira dirinya tidak ditanya karena hanya terbawa?
  • Ayat 40:69 dibuka dengan (أَلَمْ تَرَ, a-lam tara) yang berarti "tidakkah engkau memperhatikan", jadi yang diajak bicara pertama-tama diminta melihat orang lain yang membantah tanda-tanda Allah. Kalimat itu bersambung sampai 40:71 dalam terjemahan, sehingga adegan belenggu dapat dibaca sebagai bagian dari apa yang diminta untuk diperhatikan. Kedudukan sebagai pengamat terasa aman, sebab yang diperhatikan adalah orang lain. Pembaca dapat bertanya sejauh mana dirinya memperhatikan perdebatan di sekitarnya sambil memeriksa apakah kata kerja yang dipakai untuk orang lain di ayat ini juga mungkin dipakai untuk dirinya. Apa yang tampak bila dirinya diperhatikan dengan cara yang sama seperti mereka diperhatikan?
  • Kata belenggu dipakai di 7:157 untuk sesuatu yang dilepaskan: Rasul yang disebut di sana melepaskan dari orang-orang yang mengikutinya beban mereka dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Di 40:71 kata yang sama dipakai untuk sesuatu yang sudah terpasang pada orang-orang yang mendustakan Kitab dan apa yang dibawa rasul-rasul. Kedua ayat berbeda konteksnya, dan 7:157 tidak menyebut leher. Keduanya dapat dibaca berdampingan karena sikap terhadap rasul dan Kitab tertulis di dekat kata belenggu pada kedua ayat itu. Pembaca dapat bertanya belenggu apa yang sedang dibawanya dan bagaimana seruan yang menurut 7:157 membawa pelepasan diperlakukannya. Adakah belenggu yang selama ini dinamainya kebebasan?
  • Ayat ini tidak mengatakan siapa yang memasang belenggu dan rantai itu, atau berapa lama penyeretan berlangsung. Sebagian pembaca yang membacanya membawa gambar sendiri untuk mengisi ruang itu, dan sebagian gambar tersebut tidak berasal dari ayat ini. Yang tertulis di 40:71 hanya belenggu, leher, rantai, dan penyeretan. Pembaca dapat memisahkan gambar yang bertumpu pada keempat hal itu dari gambar yang ditambahkannya sendiri. Gambar mana yang masih bertahan bila yang boleh dipakai hanya kata-kata ayat ini?