ثُمَّ قِيلَ لَهُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ تُشْرِكُونَ
Kemudian, dikatakan kepada mereka, “Di manakah apa yang dahulu kalian sekutukan
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- ثُمَّ قِيلَ لَهُمْtsumma qiila lahumkemudian, dikatakan kepada mereka
- أَيْنَ مَا كُنْتُمْ تُشْرِكُونَayna maa kuntum tusyrikuunadi manakah apa yang dahulu kalian sekutukan
Terjemahan per kata (7 kata)
- ثُمَّtsummakemudian
- قِيلَqiiladikatakan
- لَهُمْlahumkepada mereka
- أَيْنَaynadi mana
- مَاmaaapa yang
- كُنْتُمْkuntumkalian selalu
- تُشْرِكُونَtusyrikuunakalian mempersekutukan
Inti bacaan
Rangkaian (أَيْنَ مَا كُنْتُمْ, ayna maa kuntum) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 7:37, 26:92, 40:73, dan 57:4, dan tiga yang pertama berupa pertanyaan.
Penjelasan pilihan kata
Kata (قِيلَ, qiila) di (ثُمَّ قِيلَ لَهُمْ, tsumma qiila lahum) yang berarti "kemudian, dikatakan kepada mereka" berakar ق-و-ل. Bentuknya menandai ucapan yang dikenakan kepada mereka tanpa menyebut siapa yang mengucapkannya. Susunan (قِيلَ لَهُمْ, qiila lahum) muncul tujuh belas kali di tiga belas surah, yaitu 2:11, 2:13, 2:59, 2:91, 3:167, 4:61, 4:77, 5:104, 7:162, 16:24, 26:92, 32:20, 36:47, 37:35, 40:73, 51:43, dan 63:5. Hanya di dua ayat susunan itu langsung disusul (أَيْنَ, ayna) yang berarti "di manakah", yaitu 26:92 dan 40:73. Terjemahan memakai "dikatakan kepada mereka" di keduanya.
Kata (أَيْنَ, ayna) menanyakan tempat. Rangkaian (أَيْنَ مَا كُنْتُمْ, ayna maa kuntum) muncul empat kali di empat surah, yaitu 7:37, 26:92, 40:73, dan 57:4. Tiga yang pertama menanyakan letak sesuatu yang dahulu menjadi sandaran, dengan kata kerja yang berbeda di tiap ayat: (أَيْنَ مَا كُنْتُمْ تَدْعُونَ, ayna maa kuntum tad'uuna) di 7:37 yang berarti "di manakah apa yang dahulu kalian seru", (أَيْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْبُدُونَ, ayna maa kuntum ta'buduuna) di 26:92 yang berarti "di mana apa yang selalu kalian sembah", dan (أَيْنَ مَا كُنْتُمْ تُشْرِكُونَ, ayna maa kuntum tusyrikuuna) di ayat ini yang berarti "di manakah apa yang dahulu kalian sekutukan". Di 57:4, (وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ, wa-huwa ma'akum ayna maa kuntum) berarti "dan Dia bersama kalian di mana saja kalian berada", jadi ejaannya sama tetapi tidak bertanya. Pada tiga ayat pertama, keterangan (مِنْ دُونِ اللَّهِ, min duuni llaahi) yang berarti "selain Allah" menyusul: di 7:37 dalam ayat yang sama, di 26:93 dan 40:74 pada ayat berikutnya.
Kata (تُشْرِكُونَ, tusyrikuuna) yang berarti "kalian sekutukan" berakar ش-ر-ك dan berbentuk kata kerja yang berarti menjadikan sesuatu sekutu, dengan kalian sebagai pelakunya. Bentuk persis ini muncul tujuh kali di tiga surah, yaitu 6:19, 6:41, 6:64, 6:78, 6:80, 11:54, dan 40:73. Di 6:19, 6:78, dan 11:54 bentuk itu berada dalam (مِمَّا تُشْرِكُونَ, mimmaa tusyrikuuna) yang berarti "dari apa yang kalian persekutukan". Pembagian ayatnya di 11:54 sejalan dengan yang di sini: 11:54 berakhir pada kata kerja itu, dan 11:55 dibuka dengan (مِنْ دُونِهِ, min duunihi) yang berarti "selain Dia", sedangkan 40:73 berakhir pada kata kerja yang sama dan 40:74 dibuka dengan min duuni llaahi. Di 40:73 yang disekutukan belum dinamai, dan namanya baru muncul di awal ayat berikutnya.
Lima ayat lain menanyakan hal yang sama dengan kata benda dari akar yang sama, yaitu syurakaa' yang berarti "sekutu-sekutu": (أَيْنَ شُرَكَاؤُكُمُ, ayna syurakaa'ukumu) di 6:22 yang berarti "mana sekutu-sekutu kalian", (أَيْنَ شُرَكَائِيَ, ayna syurakaa'iya) di 16:27, 28:62, dan 28:74 yang berarti "di manakah sekutu-sekutu-Ku", dan (أَيْنَ شُرَكَائِي, ayna syurakaa'ii) di 41:47. Di kelima ayat itu pertanyaan menyebut benda yang disekutukan sebagai kata benda. Di 40:73 pertanyaan memakai kata kerja, dan benda yang disekutukan tidak disebut.
Tafsiran
Ayat ini memuat ucapan pertama yang dikutip sesudah ayat-ayat yang berisi benda dan gerak. Dari 40:71 sampai 40:72 yang tertulis hanya belenggu, penyeretan, air, dan api, dan ucapan baru muncul di 40:73. Pengucapnya tidak disebut, dan pertanyaannya belum selesai di ujung ayat karena yang disekutukan baru dinamai di awal 40:74.
Pertanyaan ini datang sesudah api. Di 26:92 pertanyaan serupa datang sebelum mereka dijungkirbalikkan, (فَكُبْكِبُوا فِيهَا, fa-kubkibuu fiihaa) di 26:94 yang berarti "maka mereka dijungkirbalikkan ke dalamnya", sedangkan di 40:73 datang sesudah mereka dibakar. Di 7:37 pertanyaan diajukan pada saat utusan-utusan datang mewafatkan mereka. Ketiganya adegan yang berbeda dan tidak saling menjelaskan, sehingga kesamaannya terbatas pada jenis pertanyaan.
Penanya disebut di ayat-ayat yang memakai kata benda sekutu: di 28:62 dan 28:74 Dia menyeru mereka lalu berfirman, di 41:47 Dia menyeru mereka, di 16:27 Dia berkata, dan di 6:22 pembicaranya memakai kata Kami. Di 40:73 dan 26:92 bentuk "dikatakan" menyembunyikan penanya. Pertanyaan di semua ayat itu menyangkut tempat, sedangkan alasan dan pelaku tidak ditanyakan. Jawabannya ada di 40:74, dan alasannya di 40:75. Karena 40:74 langsung menjawab, ayat 40:73 dan 40:74 terbaca sebagai satu tanya jawab yang terbelah oleh batas ayat.
Renungan dan Hikmah
- Pertanyaan di 40:73 memakai kata di manakah, yang menuntut alamat, dan tidak memakai mengapa atau siapa. Alamat itu ditanyakan untuk sesuatu yang dahulu disekutukan selain Allah, sesuatu yang bagi pemiliknya tampak dekat dan dapat diandalkan. Kata di manakah menguji sandaran dengan cara yang paling sederhana, yaitu apakah sandaran itu dapat ditunjuk. Pembaca dapat membayangkan pertanyaan yang sama diajukan kepada apa yang kini dipegangnya sebagai pelindung, entah jabatan, simpanan, hubungan, atau kepandaian. Dapatkah tempatnya ditunjuk dengan jari, dan apakah tempat itu masih ada pada saat sandaran itu paling diperlukan?
- Di 40:73 ucapan itu dikatakan tanpa menyebut siapa yang mengucapkan, sedangkan di 28:62 pertanyaan yang serupa didahului kalimat bahwa Dia menyeru mereka lalu berfirman. Kedua ayat berbeda adegannya dan tidak saling menjelaskan, sehingga tidak ada dasar menyimpulkan bahwa 40:73 diucapkan oleh pihak yang sama dengan 28:62. Bentuk dikatakan membiarkan pertanyaan berdiri tanpa wajah. Pembaca dapat mengingat pertanyaan yang pernah sampai kepadanya tanpa diketahui siapa yang bertanya, lalu memeriksa apakah jawabannya ditentukan oleh siapa penanya atau oleh isi pertanyaan. Apakah jawabannya berbeda bila pertanyaan itu datang dari Dia yang menyeru seperti di 28:62?
- Kata kerja yang dipakai di 40:73 menaruh pelakunya pada pihak yang diajak bicara: kalianlah yang menjadikan sesuatu sekutu. Di lima ayat lain pertanyaan serupa memakai kata benda sekutu, sedangkan di 40:73 bendanya tidak dinamai dan yang tersisa adalah perbuatan menyekutukan. Dapat dibaca bahwa kedudukan sesuatu sebagai sekutu bergantung pada perlakuan orang terhadapnya. Di 11:54 pembicaranya menjadikan Allah saksi dan menyatakan berlepas diri dari apa yang dipersekutukan orang-orang yang diajaknya bicara, dan ayat itu memakai kata kerja yang sama. Pembaca dapat memperhatikan hal-hal yang diperlakukan sekelilingnya sebagai sandaran. Adakah di antaranya yang berani dinyatakannya berlepas diri dengan menjadikan Allah saksi?
- Di 26:92 pertanyaan tentang apa yang dahulu disembah datang sebelum orang-orang itu dijungkirbalikkan ke dalam neraka, dan di 40:73 pertanyaan yang serupa datang sesudah mereka diseret, dimasukkan ke air mendidih, dan dibakar. Adegan 26:92 dan adegan 40:73 berbeda dan tidak saling menjelaskan, tetapi waktu pertanyaannya dapat dibandingkan, sebab pertanyaan tentang sandaran bisa datang di depan akibat atau sesudahnya. Pembaca dapat memeriksa kapan dirinya biasa diminta menjelaskan sandarannya, sebelum sesuatu terjadi atau sesudah sesuatu terlanjur terjadi. Bila pertanyaan itu diajukan lebih dulu, apa yang berbeda pada jawabannya?
- Ayat 40:35 menyebut orang-orang yang memperdebatkan tanda-tanda Allah tanpa keterangan yang datang kepada mereka, dan 40:56 mengulang kalimat itu. Pertanyaan di 40:73 meminta hal yang sebangun, yaitu alamat bagi sesuatu yang dahulu mereka andalkan, sedangkan 40:35 menyoroti ketiadaan keterangan bagi perdebatan mereka. Teks tidak menghubungkan kedua ayat itu secara langsung, tetapi keduanya sama-sama menanyakan apa yang menopang sebuah pegangan. Pembaca dapat memeriksa pegangannya sendiri dengan dua pertanyaan itu: keterangan apa yang telah datang kepadanya, dan di mana pegangan itu dapat ditunjuk? Apakah pegangannya lulus kedua pertanyaan itu?
- Ayat 40:12 menyatakan bahwa orang-orang itu kufur apabila Allah diseru semata, dan percaya apabila Dia dipersekutukan. Ayat 40:73 menanyakan apa yang dahulu mereka sekutukan, jadi kedua ayat dalam satu surah menyentuh keadaan yang sama dari dua sisi: saat Allah sendirian disebut, dan saat sesuatu disertakan di samping-Nya. Pembaca dapat memperhatikan pada saat mana kepercayaannya naik dan pada saat mana turun: ketika yang disebut Allah semata, atau ketika ada yang menyertai-Nya. Pertanyaan di manakah di 40:73 dapat diajukan kepada kepercayaan itu pada saat kepercayaan itu paling kuat. Apa yang tampak bila kepercayaan itu dicatat sepanjang hari, dan bagian mana yang masih tersisa ketika yang menyertai-Nya ditanya di manakah?