ثُمَّ قِيلَ لَهُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ تُشْرِكُونَ

Kemudian, dikatakan kepada mereka, “Di manakah apa yang dahulu kalian sekutukan

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. ثُمَّ قِيلَ لَهُمْtsumma qiila lahumkemudian, dikatakan kepada mereka
  2. أَيْنَ مَا كُنْتُمْ تُشْرِكُونَayna maa kuntum tusyrikuunadi manakah apa yang dahulu kalian sekutukan

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. ثُمَّtsummakemudian
  2. قِيلَqiiladikatakan
  3. لَهُمْlahumkepada mereka
  4. أَيْنَaynadi mana
  5. مَاmaaapa yang
  6. كُنْتُمْkuntumkalian selalu
  7. تُشْرِكُونَtusyrikuunakalian mempersekutukan

Inti bacaan

Pertanyaan retoris 'di manakah apa yang dahulu kalian sekutukan?', konfrontasi langsung terhadap objek kepercayaan yang dulu dipertahankan mati-matian.

Penjelasan pilihan kata

Berbeda dari perintah polos tanpa penanda ucapan (mis. 40:12, 40:46, 40:76), ayat ini memakai 'qiila' (dikatakan) secara eksplisit, sehingga tanda kutip dipakai. Pertanyaan ini menyambung ke 40:74 tanpa titik penuh.

Tafsiran

Ayat ini membuka interogasi terakhir kepada orang-orang kafir di neraka: mempertanyakan keberadaan sekutu-sekutu yang dahulu mereka sembah.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menanyakan keberadaan, bukan kesalahan. Di manakah mereka sekarang. Yang dicari yang dahulu dibela.
  • Pertanyaannya memakai kata di mana, bukan siapa. Yang dituntut alamat. Bukan pengakuan.
  • Kalimatnya dibuka dengan dikatakan, tanpa menyebut siapa. Allah membiarkan pengucapnya tak bernama. Yang penting pertanyaannya sampai.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, k-w-n, sh-r-k): tushrikuun diterjemahkan 'menyekutukan' (akar sh-r-k). gloss '(berhala-berhala)' dibuang.