ذَٰلِكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَفْرَحُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَبِمَا كُنْتُمْ تَمْرَحُونَ

Yang demikian itu karena kalian dahulu bersuka ria di bumi tanpa hak, dan karena kalian dahulu bersikap angkuh.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. ذَٰلِكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَفْرَحُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّdzaalikum bi-maa kuntum tafrahuuna fii l-ardhi bi-ghayri l-haqqiyang demikian itu karena kalian dahulu bersuka ria di bumi tanpa hak
  2. وَبِمَا كُنْتُمْ تَمْرَحُونَwa-bi-maa kuntum tamrahuunadan karena kalian dahulu bersikap angkuh

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. ذَٰلِكُمْdzaalikumdemikian itu
  2. بِمَاbi-maakarena apa yang
  3. كُنْتُمْkuntumkalian selalu
  4. تَفْرَحُونَtafrahuunakalian bergembira
  5. فِيfiidi
  6. الْأَرْضِl-ardhibumi
  7. بِغَيْرِbi-ghayritanpa
  8. الْحَقِّl-haqqihak
  9. وَبِمَاwa-bi-maadan karena
  10. كُنْتُمْkuntumkalian selalu
  11. تَمْرَحُونَtamrahuunakalian bergembira

Inti bacaan

Diagnosis akar masalah: 'kalian bersuka ria di bumi tanpa hak. bersikap angkuh', kombinasi kesenangan tanpa dasar dan kesombongan sebagai penyebab sesungguhnya dari kehancuran, bukan sekadar kesalahan teknis.

Penjelasan pilihan kata

'Dzaalikum' (demonstrativa jauh) sudah benar diterjemahkan 'yang demikian itu'.

Tafsiran

Ayat ini menjelaskan akar hukuman: kesukaan berlebihan tanpa hak dan sikap angkuh yang dilakukan semasa hidup di dunia.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut dua sebab yang keduanya soal rasa. Gembira tanpa hak. Dan merasa tinggi.
  • Yang disalahkan bukan kegembiraannya, melainkan tanpa haknya. Senang boleh. Senang atas yang bukan miliknya tidak.
  • Kata dahulu diulang dua kali. Allah menekankan itu sudah lewat. Yang dinikmati dulu, yang dibayar sekarang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-w-n, f-r-h, a-r-d, gh-y-r, h-q-q, m-r-h): tafrahuuna bi-ghayr al-haqq diterjemahkan 'bersuka ria tanpa hak' (akar f-r-h + akar h-q-q); tamrahuun diterjemahkan 'angkuh (sombong)' (akar m-r-h). gloss '(dalam kemaksiatan)' dibuang.