ادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۖ فَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ
Masuklah ke pintu-pintu Jahanam, kalian kekal di dalamnya. Maka, seburuk-buruk tempat tinggal bagi orang-orang yang sombong.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- ادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَاudkhuluu abwaaba jahannama khaalidiina fiihaamasuklah ke pintu-pintu Jahanam, kalian kekal di dalamnya
- فَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَfa-bi'sa matswaa l-mutakabbiriinamaka, seburuk-buruk tempat tinggal bagi orang-orang yang sombong
Terjemahan per kata (8 kata)
- ادْخُلُواudkhuluumasuklah kalian
- أَبْوَابَabwaabapintu-pintu
- جَهَنَّمَjahannamaJahanam
- خَالِدِينَkhaalidiinakekal
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- فَبِئْسَfa-bi'samaka seburuk-buruk
- مَثْوَىmatswaatempat tinggal
- الْمُتَكَبِّرِينَl-mutakabbiriinaorang-orang yang sombong
Inti bacaan
Konsekuensi permanen 'kekal di dalamnya' bagi 'orang-orang yang sombong', pengulangan tema kesombongan sebagai akar penolakan yang berujung konsekuensi abadi.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(Dikatakan kepada mereka,)' beserta tanda kutip yang menyertainya tidak dipakai sekaligus: tidak ada penanda ucapan sama sekali dalam struktur Arab ayat ini, konsisten pola perintah ilahi langsung tanpa qaala (lih. 40:12, 40:46, 40:55). Tambahan '(neraka)' turut dihapus: 'jahannama' sudah nama diri.
Tafsiran
Ayat ini menutup dialog dengan perintah akhir memasuki neraka: vonis final bagi kesombongan yang menolak kebenaran.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut pintu-pintu, bentuk jamak. Bukan satu pintu. Yang masuk banyak, dan tiap jalan punya pintunya sendiri.
- Yang disebut tempat tinggal. Bukan tempat siksa. Kata yang dipakai untuk rumah, dan itu yang membuatnya terasa akhir.
- Allah menyebut sasarannya orang-orang yang sombong. Bukan yang berdosa. Satu sifat yang diangkat, dan itu sifat yang sama sejak awal surah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. contr. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.