فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۚ فَإِمَّا نُرِيَنَّكَ بَعْضَ الَّذِي نَعِدُهُمْ أَوْ نَتَوَفَّيَنَّكَ فَإِلَيْنَا يُرْجَعُونَ
Maka, bersabarlah; sesungguhnya janji Allah itu benar. Maka, jika Kami perlihatkan kepadamu sebagian dari apa yang Kami janjikan kepada mereka, atau Kami mewafatkanmu, maka, kepada Kamilah mereka dikembalikan.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّfa-shbir inna wa'da llaahi haqqunmaka, bersabarlah; sesungguhnya janji Allah itu benar
- فَإِمَّا نُرِيَنَّكَ بَعْضَ الَّذِي نَعِدُهُمْfa-immaa nuriyannaka ba'dha lladzii na'iduhummaka, jika Kami perlihatkan kepadamu sebagian dari apa yang Kami janjikan kepada mereka
- أَوْ نَتَوَفَّيَنَّكَaw natawaffayannakaatau Kami mewafatkanmu
- فَإِلَيْنَا يُرْجَعُونَfa-ilaynaa yurja'uunamaka, kepada Kamilah mereka dikembalikan
Terjemahan per kata (14 kata)
- فَاصْبِرْfa-shbirmaka bersabarlah
- إِنَّinnasesungguhnya
- وَعْدَwa'dajanji
- اللَّهِllaahiAllah
- حَقٌّhaqqunbenar
- فَإِمَّاfa-immaamaka jika
- نُرِيَنَّكَnuriyannakaKami perlihatkan kepadamu
- بَعْضَba'dhasebagian
- الَّذِيlladziiyang
- نَعِدُهُمْna'iduhumKami janjikan kepada mereka
- أَوْawatau
- نَتَوَفَّيَنَّكَnatawaffayannakaKami mewafatkanmu
- فَإِلَيْنَاfa-ilaynaamaka kepada Kami
- يُرْجَعُونَyurja'uunamereka dikembalikan
Inti bacaan
Rangkaian (بَعْضَ الَّذِي نَعِدُهُمْ أَوْ نَتَوَفَّيَنَّكَ, ba'dha lladzii na'iduhum aw natawaffayannaka) muncul tiga kali di Al-Qur'an (10:46, 13:40, 40:77), dan hanya 40:77 yang menutupnya dengan kata kerja.
Penjelasan pilihan kata
Perintah pertama ditulis (فَاصْبِرْ, fa-shbir) yang berarti "maka bersabarlah". Kata kerjanya berakar ص-ب-ر dan ditujukan kepada satu orang, yang disapa dengan akhiran -ka di bagian lain ayat ini. Bentuk persis fa-shbir muncul sebelas kali di sepuluh surah, yaitu di 11:49, 20:130, 30:60, 40:55, 40:77, 46:35, 50:39, 68:48, 70:5, 74:7, dan 76:24. Tiga dari sebelas itu langsung disambung dengan (إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ, inna wa'da llaahi haqqun) yang berarti "sesungguhnya janji Allah itu benar", yaitu 30:60, 40:55, dan 40:77. Di 30:60 sambungannya larangan, (وَلَا يَسْتَخِفَّنَّكَ الَّذِينَ لَا يُوقِنُونَ, wa-laa yastakhiffannaka lladziina laa yuuqinuuna) yang berarti "dan janganlah sekali-kali orang-orang yang tidak yakin itu membuat engkau goyah". Di 40:55 sambungannya perintah (وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ, wa-staghfir li-dzanbika wa-sabbih bi-hamdi rabbika) yang berarti "dan mohonlah ampun untuk dosamu, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu". Di 40:77 sambungannya pengandaian dua kemungkinan.
Kalimat inna wa'da llaahi haqqun sendiri muncul delapan kali di tujuh surah, yaitu di 10:55, 30:60, 31:33, 35:5, 40:55, 40:77, 45:32, dan 46:17. Sasarannya berbeda-beda. Di 35:5 kalimat itu menyapa seluruh manusia, di 45:32 diucapkan kepada orang-orang yang menjawab bahwa mereka tidak tahu apa hari kiamat itu, dan di 46:17 diucapkan oleh kedua orang tua kepada anak yang menyangkal kebangkitan. Di 30:60, 40:55, dan 40:77 kalimat itu mengikuti perintah bersabar. Kata (وَعْدَ, wa'da) yang berarti "janji" berakar و-ع-د, dan akar yang sama dipakai untuk kata kerja pada kalimat kedua: (نَعِدُهُمْ, na'iduhum) yang berarti "Kami janjikan kepada mereka". Bentuk na'iduhum muncul empat kali, yaitu di 10:46, 13:40, 23:95, dan 40:77, dengan pelaku "Kami" dan objek -hum. Ayat 40:77 tidak menyebut isi janji itu.
Pengandaian dibuka (فَإِمَّا نُرِيَنَّكَ, fa-immaa nuriyannaka) yang berarti "maka jika Kami perlihatkan kepadamu". Kata kerjanya berakar ر-أ-ي dan bentuk nuriyannaka, dengan akhiran penegas dan akhiran -ka, muncul empat kali, yaitu di 10:46, 13:40, 40:77, dan 43:42. Rangkaian (بَعْضَ الَّذِي نَعِدُهُمْ أَوْ نَتَوَفَّيَنَّكَ, ba'dha lladzii na'iduhum aw natawaffayannaka) yang berarti "sebagian dari apa yang Kami janjikan kepada mereka, atau Kami mewafatkanmu" muncul tiga kali, yaitu di 10:46, 13:40, dan 40:77. Penutupnya berbeda di tiap ayat. Di 10:46 penutupnya (فَإِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ, fa-ilaynaa marji'uhum) yang berarti "maka kepada Kami tempat kembali mereka", disusul pernyataan (ثُمَّ اللَّهُ شَهِيدٌ عَلَىٰ مَا يَفْعَلُونَ, tsumma llaahu syahiidun 'alaa maa yaf'aluuna) yang berarti "kemudian Allah menjadi saksi atas apa yang mereka lakukan". Di 13:40 penutupnya (فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلَاغُ وَعَلَيْنَا الْحِسَابُ, fa-innamaa 'alayka l-balaaghu wa-'alaynaa l-hisaabu) yang berarti "maka sesungguhnya atasmu penyampaian, dan atas Kami perhitungan". Di 40:77 penutupnya kata kerja, bukan kata benda seperti di 10:46.
Kata (نَتَوَفَّيَنَّكَ, natawaffayannaka) yang berarti "Kami mewafatkanmu" berakar و-ف-ي dan memuat tiga bagian, yaitu pelaku "Kami", akar kata kerja, dan objek -ka. Bentuknya muncul tiga kali, di tiga ayat yang memuat rangkaian di atas. Akar yang sama dipakai tanpa menyebut pelaku di 40:67, (وَمِنْكُمْ مَنْ يُتَوَفَّىٰ, wa-minkum man yutawaffaa) yang berarti "dan di antara kalian ada yang diwafatkan". Kata (أَوْ, aw) yang berarti "atau" menyambung dua pengandaian, dan tidak ada pengandaian ketiga dalam ayat ini. Kata (بَعْضَ, ba'dha) yang berarti "sebagian" menandai bahwa yang mungkin diperlihatkan hanya bagian dari janji, dan ayat tidak menyebutkan bagian yang mana atau kapan.
Kalimat terakhir (فَإِلَيْنَا يُرْجَعُونَ, fa-ilaynaa yurja'uuna) yang berarti "maka kepada Kamilah mereka dikembalikan" berakar ر-ج-ع. Kata kerjanya berada dalam bentuk yang tidak menyebut siapa yang mengembalikan, sedangkan tujuannya disebut dengan jelas, yaitu ilaynaa. Bentuk (يُرْجَعُونَ, yurja'uuna) muncul enam kali di enam surah, yaitu di 3:83, 6:36, 19:40, 24:64, 28:39, dan 40:77. Tiga di antaranya memuat ilaynaa, yaitu 19:40, 28:39, dan 40:77. Di 19:40 bunyinya (وَإِلَيْنَا يُرْجَعُونَ, wa-ilaynaa yurja'uuna) yang berarti "dan kepada Kami mereka dikembalikan". Di 28:39 bunyinya (أَنَّهُمْ إِلَيْنَا لَا يُرْجَعُونَ, annahum ilaynaa laa yurja'uuna) yang berarti "bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami", dan itu merupakan dugaan orang yang menyombongkan diri. Rangkaian fa-ilaynaa yurja'uuna hanya ada di 40:77. Terjemahan memakai "dikembalikan" di keenam ayat itu.
Tafsiran
Ayat ini memindahkan sapaan dari adegan 40:69 sampai 40:76 kepada satu orang, dan membukanya dengan kalimat yang sudah dipakai di 40:55. Di antara kedua perintah bersabar yang bunyinya sama itu terletak 40:56 tentang kesombongan di dalam dada, 40:60 tentang orang yang menyombongkan diri dari pengabdian, dan gambaran akhir tentang pintu-pintu Jahanam. Perintah bersabar yang kedua dengan demikian datang sesudah pembaca melewati gambaran akhir itu.
Perintah bersabar disusul dua pengandaian. Pengandaian pertama menyebut sebagian janji diperlihatkan kepada orang yang disapa, dan pengandaian kedua menyebut orang itu diwafatkan lebih dulu. Keduanya bermuara pada kalimat yang sama, "kepada Kamilah mereka dikembalikan", sehingga hasil akhirnya tidak bergantung pada kemungkinan mana yang terjadi. Pengandaian yang sama dipakai di 10:46 dan 13:40 dengan penutup yang lain. Penutup 10:46 menaruh tempat kembali dan kesaksian, dan penutup 13:40 membagi tugas, penyampaian pada orang yang disapa dan perhitungan pada Kami. Ayat 40:77 memakai penutup pertama dalam bentuk kata kerja, dengan "mereka" sebagai pihak yang dikembalikan, sedangkan orang yang disapa tidak menjadi subjeknya. Dengan begitu penutup ini menyangkut nasib pihak yang dijanjikan, sedangkan orang yang disapa diminta bersabar.
Ayat 40:77 tidak menyebutkan isi janji. Dapat dibaca bahwa janji itu mencakup gambaran di 40:69 sampai 40:76, karena ayat ini datang tepat sesudahnya dan memakai kata "mereka" tanpa menyebut siapa mereka. Pembacaan ini bersandar pada letak ayat dan tidak dinyatakan oleh 40:77 sendiri. Ayat sesudahnya, 40:78, melanjutkan dengan menyebut rasul-rasul sebelum orang yang disapa, sehingga kesabaran yang diminta di sini ditempatkan dalam deretan pengutusan yang lebih panjang.
Renungan dan Hikmah
- Perintah bersabar di 40:77 langsung disambung dengan alasannya, "sesungguhnya janji Allah itu benar", sehingga kesabaran diminta bersama dasarnya. Di 30:60 perintah yang sama diikuti larangan agar orang-orang yang tidak yakin tidak membuat yang disapa goyah. Dari dua ayat itu terlihat dua sisi keadaan, yaitu janji Allah yang dinyatakan benar dan sekelompok orang yang tidak yakin kepadanya, tetapi kedua ayat tidak menyebut seberapa berat tekanan dari kelompok itu. Pembaca dapat bertanya, kesabaran macam apa yang selama ini diminta dari dirinya sendiri, yang berpijak pada alasan yang diyakini, atau yang berpijak pada kebiasaan menahan diri tanpa alasan yang pernah ditimbang?
- Ayat 40:77 menyajikan dua kemungkinan bagi orang yang disapa, melihat sebagian janji atau diwafatkan lebih dulu, dan tidak menyebut kemungkinan ketiga. Keduanya berujung pada kalimat yang sama. Di 10:46 deretan yang sama disusul pernyataan bahwa Allah menjadi saksi atas apa yang mereka lakukan, sehingga sesudah tempat kembali masih ada kesaksian. Kedua ayat itu berbeda penutupnya dan tidak saling menggantikan. Orang yang bekerja untuk sesuatu yang hasilnya mungkin baru tampak sesudah dirinya tiada dapat bertanya, kesabaran macam apa yang masih terbuka bila hasilnya tidak sempat disaksikan, dan pekerjaan mana yang tetap dilakukan dengan cara yang sama?
- Orang yang disapa mungkin hanya diperlihatkan sebagian dari apa yang dijanjikan. Dengan kata sebagian, ayat mengakui bahwa penglihatan orang itu terbatas, sedangkan janji Allah yang dinyatakan benar di awal ayat tidak dibatasi oleh penglihatan itu. Ayat tidak menyebut bagian mana yang akan tampak, atau kapan. Pembaca dapat menimbang hal ini pada hasil kerjanya sendiri. Apakah kebenaran sebuah janji dinilai dari seberapa banyak yang sudah sempat terlihat, atau dari siapa yang menjanjikannya?
- Kalimat pembuka 40:77 sama persis dengan 40:55, tetapi sambungannya lain. Di 40:55 sambungannya perintah memohon ampun dan bertasbih memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi, dan di 40:77 sambungannya dua pengandaian tentang apa yang akan terlihat. Ayat 40:55 menyuruh orang yang disapa berbuat sesuatu selama bersabar, sedangkan 40:77 menyebut apa yang terjadi di luar dirinya. Dapat dibaca bahwa perintah bersabar yang sama bisa menuntut hal yang berbeda pada saat yang berbeda. Perintah mana dalam hidup sehari-hari yang diulang dengan isi yang sama, padahal keadaannya sudah berganti, dan kapan terakhir kali sambungannya diperiksa?
- Di 28:39 ada orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar, dan mereka menduga tidak akan dikembalikan kepada Kami. Rangkaian di bumi tanpa alasan yang benar itu bersusunan sama dengan penyebab hukuman di 40:75, sedangkan kata kerja dikembalikan di 40:77 sama dengan kata kerja yang dinafikan di 28:39. Kedua ayat berbicara tentang kelompok yang berbeda dan tidak dimaksudkan sebagai satu cerita. Bila dibaca berdampingan, apa yang disangkal di 28:39 dinyatakan di 40:77. Dugaan tak tertulis apa yang berbunyi bahwa tidak ada yang akan menagih, dan siapa yang dianggap tidak melihat?
- Ayat 40:77 tidak memuat batas waktu, baik untuk kesabaran maupun untuk janji. Di 46:35 perintah bersabar yang sama disusul larangan (وَلَا تَسْتَعْجِلْ لَهُمْ, wa-laa tasta'jil lahum) yang berarti "dan janganlah meminta agar disegerakan untuk mereka", dan ayat itu menyebut para rasul yang berketetapan hati telah bersabar. Kedua ayat sama-sama tidak memberi tanggal, tetapi 46:35 menyebut larangan meminta percepatan, yang tidak ada di 40:77. Pembaca dapat bertanya, berapa banyak kegelisahannya menyangkut janji Allah, dan berapa banyak menyangkut tenggat yang ditetapkannya sendiri tanpa ada yang meminta?