وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ مِنْهُمْ مَنْ قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُمْ مَنْ لَمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ ۗ وَمَا كَانَ لِرَسُولٍ أَنْ يَأْتِيَ بِآيَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ فَإِذَا جَاءَ أَمْرُ اللَّهِ قُضِيَ بِالْحَقِّ وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْمُبْطِلُونَ
Dan sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul sebelum engkau. Di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Dan tidak ada bagi seorang rasul pun untuk mendatangkan suatu tanda kecuali dengan izin Allah. Maka, apabila telah datang perintah Allah, diputuskan dengan hak, dan di sana rugilah para pelaku kebatilan.
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَwa-la-qad arsalnaa rusulan min qablikadan sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul sebelum engkau
- مِنْهُمْ مَنْ قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُمْ مَنْ لَمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَminhum man qashashnaa 'alayka wa-minhum man lam naqshush 'alaykadi antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada yang tidak Kami ceritakan kepadamu
- وَمَا كَانَ لِرَسُولٍ أَنْ يَأْتِيَ بِآيَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِwa-maa kaana li-rasuulin an ya'tiya bi-aayatin illaa bi-idzni llaahidan tidak ada bagi seorang rasul pun untuk mendatangkan suatu tanda kecuali dengan izin Allah
- فَإِذَا جَاءَ أَمْرُ اللَّهِ قُضِيَ بِالْحَقِّfa-idzaa jaa'a amru llaahi qudhiya bi-l-haqqimaka, apabila telah datang perintah Allah, diputuskan dengan hak
- وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْمُبْطِلُونَwa-khasira hunaalika l-mubthiluunadan di sana rugilah para pelaku kebatilan
Terjemahan per kata (32 kata)
- وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
- أَرْسَلْنَاarsalnaaKami mengutus
- رُسُلًاrusulanpara rasul
- مِنْmindari
- قَبْلِكَqablikasebelummu
- مِنْهُمْminhumdari mereka
- مَنْmanorang yang
- قَصَصْنَاqashashnaaKami kisahkan
- عَلَيْكَ'alaykaatasmu
- وَمِنْهُمْwa-minhumdan di antara mereka
- مَنْmanorang yang
- لَمْlamtidak
- نَقْصُصْnaqshushKami ceritakan
- عَلَيْكَ'alaykaatasmu
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- كَانَkaanaadalah
- لِرَسُولٍli-rasuulinbagi seorang rasul
- أَنْanuntuk
- يَأْتِيَya'tiyamendatangkan
- بِآيَةٍbi-aayatindengan tanda
- إِلَّاillaakecuali
- بِإِذْنِbi-idznidengan izin
- اللَّهِllaahiAllah
- فَإِذَاfa-idzaamaka apabila
- جَاءَjaa'adatang
- أَمْرُamruurusan
- اللَّهِllaahiAllah
- قُضِيَqudhiyadiputuskan
- بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
- وَخَسِرَwa-khasiradan merugilah
- هُنَالِكَhunaalikadi sanalah
- الْمُبْطِلُونَl-mubthiluunaorang-orang yang membatalkan
Inti bacaan
Pengakuan jujur keterbatasan narasi 'ada yang Kami ceritakan. ada pula yang tidak Kami ceritakan', kerendahan hati epistemik bahwa sejarah kenabian yang diceritakan hanyalah sebagian, bukan klaim pengetahuan menyeluruh yang dipaksakan lengkap.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(Nabi Muhammad)', '(pula)', '(hari Kiamat)', dan '(segala perkara)' tidak dipakai: masing-masing tidak berpadanan kata dalam teks Arab.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan pola umum kenabian: tidak semua kisah rasul diceritakan, dan setiap tanda hanya turun dengan izin Allah, bukan permintaan manusia.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut sebagian rasul diceritakan, sebagian tidak. Terus terang. Yang tak disampaikan diakui ada, bukan disembunyikan.
- Yang ditegaskan tak ada rasul yang mendatangkan tanda kecuali dengan izin-Nya. Bukan atas permintaan. Yang menuntut bukti diberi tahu siapa yang memutuskan.
- Allah menyatakan sendiri bahwa daftarnya tak lengkap. Sebagian saja. Yang mengabarkan menandai sendiri batas kabarnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda'. Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti.