وَيُرِيكُمْ آيَاتِهِ فَأَيَّ آيَاتِ اللَّهِ تُنْكِرُونَ

Dan Dia memperlihatkan kepada kalian tanda-tanda-Nya; maka, tanda-tanda Allah manakah yang kalian ingkari?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَيُرِيكُمْ آيَاتِهِwa-yuriikum aayaatihidan Dia memperlihatkan kepada kalian tanda-tanda-Nya
  2. فَأَيَّ آيَاتِ اللَّهِ تُنْكِرُونَfa-ayya aayaati llaahi tunkiruunamaka, tanda-tanda Allah manakah yang kalian ingkari

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. وَيُرِيكُمْwa-yuriikumdan Dia memperlihatkan kepada kalian
  2. آيَاتِهِaayaatihitanda-tanda-Nya
  3. فَأَيَّfa-ayyamaka tanda apakah
  4. آيَاتِaayaatitanda-tanda
  5. اللَّهِllaahiAllah
  6. تُنْكِرُونَtunkiruunakalian ingkari

Inti bacaan

Rangkaian (يُرِيكُمْ آيَاتِهِ, yuriikum aayaatihi) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:73, 27:93, 40:13, dan 40:81, dan hanya di 40:81 ia berakhir dengan kata tanya.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَيُرِيكُمْ, wa-yuriikum) yang berarti "dan Dia memperlihatkan kepada kalian". Bentuknya tersusun dari awalan (وَ, wa) yang berarti "dan", kata kerja (يُرِي, yurii) yang berarti "memperlihatkan", dan akhiran (كُمْ, -kum) yang berarti "kalian". Akhiran -kum menunjuk banyak orang, sehingga terjemahan memakai "kepada kalian" dan tidak "kepadamu" yang terbaca menyapa satu orang. Pelakunya tidak disebut dengan nama dalam kalimat ini. Ayat 40:79 membuka dengan (اللَّهُ, allaahu) sebagai pelaku, dan kalimat di 40:81 meneruskannya, sehingga terjemahan memakai "Dia".

Rangkaian (يُرِيكُمْ آيَاتِهِ, yuriikum aayaatihi) yang berarti "memperlihatkan kepada kalian tanda-tanda-Nya" muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:73, 27:93, 40:13, dan 40:81. Di 27:93 rangkaian itu memakai awalan sa-, (سَيُرِيكُمْ, sa-yuriikum) yang berarti "Dia akan memperlihatkan kepada kalian". Empat ayat itu berada di tiga surah, karena Surah 40 memuatnya dua kali. Keempatnya melanjutkan kalimat dengan cara berbeda. Di 2:73 kalimat itu disusul (لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ, la'allakum ta'qiluuna) yang berarti "agar kalian mengerti". Di 27:93 disusul (فَتَعْرِفُونَهَا, fa-ta'rifuunahaa) yang berarti "lalu kalian akan mengenalinya". Di 40:13 disusul sebutan (رِزْقًا, rizqan) yang berarti "rezeki". Di 40:81 kalimat itu disusul pertanyaan.

Kata (آيَاتِ, aayaati) yang berarti "tanda-tanda" muncul dua kali dalam ayat ini, pertama dengan akhiran -hi pada (آيَاتِهِ, aayaatihi) yang berarti "tanda-tanda-Nya", lalu dengan nama pada (آيَاتِ اللَّهِ, aayaati llaahi) yang berarti "tanda-tanda Allah". Terjemahan menjaga peralihan dari "-Nya" ke "Allah" itu. Sebutan (آيَاتِ اللَّهِ, aayaati llaahi) muncul enam kali di Surah 40, yaitu di 40:4, 40:35, 40:56, 40:63, 40:69, dan 40:81. Di lima yang pertama kata kerja yang menyertainya menggambarkan perlawanan terhadap tanda itu. Di 40:4 ada (يُجَادِلُ, yujaadilu) yang berarti "memperdebatkan", di 40:35, 40:56, dan 40:69 ada (يُجَادِلُونَ, yujaadiluuna), dan di 40:63 ada (يَجْحَدُونَ, yajhaduuna) yang berarti "mengingkari". Kelima ayat itu membicarakan orang ketiga, sedangkan di 40:81 kata kerjanya (تُنْكِرُونَ, tunkiruuna) memakai awalan tu- dan akhiran -uuna yang menunjuk orang kedua jamak.

Kata kerja tunkiruuna berakar ن-ك-ر dan terjemahan memakainya sebagai "kalian ingkari". Kata kerja berakar ن-ك-ر yang diawali yu- atau tu- muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu (يُنْكِرُ, yunkiru) di 13:36, (يُنْكِرُونَهَا, yunkiruunahaa) di 16:83, dan (تُنْكِرُونَ, tunkiruuna) di 40:81. Akar yang sama berada pada (مُنْكِرُونَ, munkiruuna) di 12:58 dan 23:69. Di ketiga ayat 12:58, 16:83, dan 23:69, kata dari akar ن-ك-ر berdampingan dengan kata dari akar ع-ر-ف yang berarti "mengenal". Di 16:83 bunyinya (يَعْرِفُونَ نِعْمَتَ اللَّهِ ثُمَّ يُنْكِرُونَهَا, ya'rifuuna ni'mata llaahi tsumma yunkiruunahaa) yang berarti "mereka mengenali nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya". Pasangan itu memungkinkan pembacaan bahwa ن-ك-ر menyangkut sikap terhadap sesuatu yang sebenarnya dapat dikenali. Di 40:81 tidak ada kata "mengenal", dan 27:93, yang membuka dengan rangkaian yang sama, menaruhnya sebagai hasil yang akan terjadi, yaitu fa-ta'rifuunahaa. Ayat 40:81 tidak menyatakan pembacaan itu, jadi pembacaan itu tetap berupa kemungkinan.

Kata (فَأَيَّ, fa-ayya) tersusun dari (فَ, fa) yang berarti "maka" dan kata tanya (أَيَّ, ayya) yang berarti "yang mana", sehingga (فَأَيَّ آيَاتِ اللَّهِ تُنْكِرُونَ, fa-ayya aayaati llaahi tunkiruuna) diterjemahkan "maka, tanda-tanda Allah manakah yang kalian ingkari?". Kata tanya (أَيَّ, ayya) yang langsung disusul sebutan benda dan kata kerja ada juga di 26:227, (أَيَّ مُنْقَلَبٍ يَنْقَلِبُونَ, ayya munqalabin yanqalibuuna) yang berarti "ke tempat mana mereka akan kembali". Rangkaian lengkap (فَأَيَّ آيَاتِ اللَّهِ, fa-ayya aayaati llaahi) hanya ada di 40:81. Pertanyaan yang serupa bentuknya dengan awalan bi- ada di 55:13, (فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ, fa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaa tukadzdzibaani) yang berarti "maka, nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?", tetapi di sana yang disebut "nikmat", kata kerjanya lain, dan yang ditanya dua pihak. Ayat 40:81 tidak menyatakan bahwa ada tanda yang sudah diingkari. Ayat itu menanyakan tanda yang mana.

Tafsiran

Ayat ini mengubah deretan pemberian di 40:79 dan 40:80 menjadi pertanyaan yang diarahkan kepada pembaca. Ayat 40:79 menyebut hewan ternak untuk ditunggangi dan dimakan, dan 40:80 menyebut manfaat-manfaat, keperluan di dalam dada, serta kapal. Kata "tanda" tidak muncul di kedua ayat itu, sehingga ayat-ayat tersebut dapat dibaca sebagai bagian dari tanda-tanda yang dimaksud 40:81, tetapi ayat 40:81 sendiri tidak menunjuk tanda yang mana.

Perubahan arah pembicaraan terlihat dari pelaku kata kerjanya. Di 40:4, 40:35, 40:56, 40:63, dan 40:69 tanda-tanda Allah dibicarakan lewat orang ketiga, yaitu mereka yang memperdebatkan atau mengingkarinya. Di 40:81 pembicaraan menoleh kepada "kalian". Ayat 40:82 kembali memakai "mereka", sehingga 40:81 menjadi tempat di rangkaian ini yang bertanya langsung kepada yang diajak bicara.

Frasa pembuka yang sama ada di dekat awal dan di dekat akhir Surah 40. Di 40:13, (هُوَ الَّذِي يُرِيكُمْ آيَاتِهِ, huwa lladzii yuriikum aayaatihi) disusul penyebutan rezeki dan kalimat (وَمَا يَتَذَكَّرُ إِلَّا مَنْ يُنِيبُ, wa-maa yatadzakkaru illaa man yuniibu) yang berarti "yang mendapat pelajaran tidak lain, kecuali orang-orang yang kembali". Di 40:81 frasa itu disusul pertanyaan. Dapat dibaca bahwa kalimat pertama menyatakan siapa yang memetik pelajaran dari tanda-tanda itu, dan kalimat kedua menguji pembaca dengan pertanyaan terbuka, tetapi surah ini tidak mengaitkan keduanya secara eksplisit.

Ayat-ayat sesudahnya dapat dibaca sebagai bahan untuk menjawab. Ayat 40:82 mengajak berjalan di bumi dan memperhatikan kesudahan orang-orang terdahulu, 40:83 menyebut rasul-rasul yang datang dengan bukti-bukti nyata, dan 40:84 menyebut pengakuan iman ketika azab terlihat. Ayat-ayat itu tidak menyebut dirinya sebagai jawaban atas pertanyaan 40:81, dan pertanyaan itu sendiri tidak memuat jawaban yang dikutip.

Renungan dan Hikmah

  • Dalam enam penyebutan tanda-tanda Allah di Surah 40, lima yang pertama membicarakan orang lain, yaitu mereka yang memperdebatkan atau mengingkari tanda itu. Ayat 40:81 memakai kata kalian, sehingga pembicaraan yang tadinya mengenai orang lain bergeser kepada yang membaca. Siapa yang sebenarnya diajak bicara oleh Dia yang memperlihatkan tanda-tanda itu, dan di barisan mana pembaca menaruh dirinya ketika kata itu dibaca?
  • Pertanyaan di ayat ini tidak meminta pembaca menolak atau menerima semuanya sekaligus. Pertanyaan itu meminta satu tanda disebut dengan namanya. Ayat 40:79 dan 40:80 menyediakan bahan yang bisa dimulai: hewan yang ditunggangi, hewan yang dimakan, keperluan di dalam dada, dan kapal. Menolak dengan menyebut sasaran berbeda dari menolak secara samar, karena sasaran yang disebut dapat diperiksa. Pembaca dapat mencoba menunjuk satu dari daftar itu dan menyebut alasan untuk menolaknya, lalu menimbang apakah alasan itu masih terdengar kuat bila diucapkan di hadapan Allah.
  • Hewan ternak dan kapal di ayat sebelumnya adalah benda yang dipakai sehari-hari, dan ayat 40:81 dapat dibaca menyebut benda-benda semacam itu sebagai tanda-tanda yang diperlihatkan Allah. Teksnya tidak menyatakan bahwa kedua ayat itu yang dimaksud, jadi pembacaan ini bersifat kemungkinan. Bila pembacaan itu dicoba, benda yang dipakai setiap hari menjadi calon tanda. Apa saja di sekitar pembaca yang sudah dipakai ribuan kali dan belum pernah ditanyai dari mana datangnya dan untuk apa Dia memperlihatkannya?
  • Pembuka yang sama dipakai di 2:73, 27:93, 40:13, dan 40:81, dan tiap ayat menutup kalimatnya dengan cara berbeda. Satu menutup dengan harapan agar kalian mengerti, satu dengan pengenalan, satu dengan rezeki, dan satu dengan pertanyaan. Pembuka itu menyatakan bahwa Dia memperlihatkan, dan ayat-ayat itu tidak menyebut sebab ujungnya berbeda. Pembaca dapat menimbang ujung mana yang paling cocok dengan keadaannya sendiri, dan apakah rezeki lebih ditunggunya daripada pengertian.
  • Di 16:83 sebuah kalimat berbunyi bahwa mereka mengenali nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya. Dua gerakan itu berurutan. Ayat 40:81 memakai akar kata yang sama untuk kata mengingkari, sehingga pertanyaannya dapat dibaca menyentuh sikap terhadap sesuatu yang sebenarnya sudah dikenali, meskipun ayat ini sendiri tidak menyebut pengenalan itu. Pembaca dapat bertanya apa saja yang sudah dikenalnya sebagai pemberian Tuhan namun belum pernah diakuinya dengan terang-terangan, dan apakah pengakuan yang belum diucapkan itu sudah bisa disebut sikap.
  • Setelah pertanyaan di ayat ini, tidak ada kalimat yang menyebut jawaban siapa pun. Ayat berikutnya berpindah kepada orang-orang terdahulu, sehingga pertanyaan itu tinggal terbuka di tangan pembaca. Teks yang mengajukan pertanyaan tanpa menjawabnya meninggalkan tugas menjawab kepada orang yang membaca. Bagaimana kira-kira jawaban yang bisa diberikan pembaca bila kalimat itu dibaca pelan, tanpa terburu-buru melanjutkan ke ayat berikutnya?