أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ كَانُوا أَكْثَرَ مِنْهُمْ وَأَشَدَّ قُوَّةً وَآثَارًا فِي الْأَرْضِ فَمَا أَغْنَىٰ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Apakah mereka tidak berjalan di bumi, lalu memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka? Mereka lebih banyak daripada mereka dan lebih hebat kekuatan dan peninggalannya di bumi; maka, apa yang dahulu mereka usahakan tidak mencukupkan mereka.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْa-fa-lam yasiiruu fii l-ardhi fa-yanzhuruu kayfa kaana 'aaqibatu lladziina min qablihimapakah mereka tidak berjalan di bumi, lalu memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka
  2. كَانُوا أَكْثَرَ مِنْهُمْ وَأَشَدَّ قُوَّةً وَآثَارًا فِي الْأَرْضِkaanuu aktsara minhum wa-asyadda quwwatan wa-aatsaaran fii l-ardhimereka lebih banyak daripada mereka dan lebih hebat kekuatan dan peninggalannya di bumi
  3. فَمَا أَغْنَىٰ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَfa-maa aghnaa 'anhum maa kaanuu yaksibuunamaka, apa yang dahulu mereka usahakan tidak mencukupkan mereka

Terjemahan per kata (25 kata)

  1. أَفَلَمْa-fa-lammaka tidakkah
  2. يَسِيرُواyasiiruumereka berjalan
  3. فِيfiidi
  4. الْأَرْضِl-ardhibumi
  5. فَيَنْظُرُواfa-yanzhuruumaka mereka memperhatikan
  6. كَيْفَkayfabagaimana
  7. كَانَkaanaadalah
  8. عَاقِبَةُ'aaqibatukesudahan
  9. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  10. مِنْmindari
  11. قَبْلِهِمْqablihimsebelum mereka
  12. كَانُواkaanuumereka adalah
  13. أَكْثَرَaktsarakebanyakan
  14. مِنْهُمْminhumdari mereka
  15. وَأَشَدَّwa-asyaddadan lebih keras
  16. قُوَّةًquwwatankekuatan
  17. وَآثَارًاwa-aatsaarandan bekas-bekas
  18. فِيfiidi
  19. الْأَرْضِl-ardhibumi
  20. فَمَاfa-maamaka tidak
  21. أَغْنَىٰaghnaamencukupkan
  22. عَنْهُمْ'anhumdari mereka
  23. مَاmaaapa yang
  24. كَانُواkaanuumereka selalu
  25. يَكْسِبُونَyaksibuunamereka usahakan

Inti bacaan

Kalimat (فَمَا أَغْنَىٰ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ, fa-maa aghnaa 'anhum maa kaanuu yaksibuuna) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 15:84, 39:50, dan 40:82.

Penjelasan pilihan kata

Pertanyaan pembuka ayat ini, (أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ, a-fa-lam yasiiruu fii l-ardhi) yang berarti "apakah mereka tidak berjalan di bumi", tersusun dari huruf tanya (أَ, a) yang berarti "apakah", huruf (فَ, fa) yang berarti "maka", dan (لَمْ, lam) yang berarti "tidak". Terjemahan merangkum ketiganya dalam kata "apakah mereka tidak". Rangkaian lengkap itu muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 12:109, 22:46, 40:82, dan 47:10. Bentuk yang mirip memakai (أَوَلَمْ, a-wa-lam) dengan huruf (وَ, wa) yang berarti "dan", dan muncul tiga kali di tiga surah, yaitu di 30:9, 35:44, dan 40:21. Surah 40 memuat keduanya, a-wa-lam di 40:21 dan a-fa-lam di 40:82, dan terjemahan di kedua tempat itu sama, "apakah mereka tidak berjalan di bumi".

Lanjutan kalimatnya, (فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ, fa-yanzhuruu kayfa kaana 'aaqibatu) yang berarti "lalu memperhatikan bagaimana kesudahan", muncul enam kali di Al-Qur'an, yaitu di 12:109, 30:9, 35:44, 40:21, 40:82, dan 47:10. Kata (عَاقِبَةُ, 'aaqibatu) berakar ع-ق-ب dan diterjemahkan "kesudahan". Kata "akibat" sudah dipakai untuk (تَأْوِيلًا, ta'wiilan) di 4:59 dan 17:35, sehingga dua kata Arab itu tidak tertukar dalam terjemahan. Kata kerja (يَنْظُرُوا, yanzhuruu) diterjemahkan "memperhatikan", dan kalimatnya meminta dua pekerjaan yang berbeda, berjalan lalu memperhatikan. Di 22:46 kalimat pembuka yang sama berlanjut ke (فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا, fa-takuuna lahum quluubun ya'qiluuna bihaa) yang berarti "sehingga hati mereka dapat memahami", jadi berjalan di bumi di sana diarahkan pada hati, dan di 40:82 diarahkan pada kesudahan.

Kalimat kedua, (كَانُوا أَكْثَرَ مِنْهُمْ وَأَشَدَّ قُوَّةً وَآثَارًا فِي الْأَرْضِ, kaanuu aktsara minhum wa-asyadda quwwatan wa-aatsaaran fii l-ardhi), menyebut tiga ukuran. Kata (كَانُوا, kaanuu) menunjuk orang-orang sebelum mereka, dan (مِنْهُمْ, minhum) menunjuk mereka yang diajak berjalan di kalimat pertama, sehingga terjemahan menulis "mereka lebih banyak daripada mereka". Ukuran pertama, (أَكْثَرَ, aktsara) yang berarti "lebih banyak", menyangkut jumlah. Ukuran kedua dan ketiga, (قُوَّةً وَآثَارًا, quwwatan wa-aatsaaran) yang berarti "kekuatan dan peninggalan", berada juga di 40:21, (أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَآثَارًا فِي الْأَرْضِ, asyadda minhum quwwatan wa-aatsaaran fii l-ardhi) yang berarti "lebih hebat kekuatan dan peninggalannya di bumi daripada mereka". Pasangan itu hanya ada di dua ayat itu, dan dua-duanya di Surah 40. Ukuran jumlah, (كَانُوا أَكْثَرَ مِنْهُمْ, kaanuu aktsara minhum), hanya ada di 40:82.

Kata (آثَارًا, aatsaaran) berakar أ-ث-ر. Di 36:12 kata ini bersanding dengan apa yang dikerjakan sebelumnya, (وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ, wa-naktubu maa qaddamuu wa-aatsaarahum) yang berarti "dan mencatat apa yang mereka dahulukan dan bekas-bekas mereka". Di 18:6, (عَلَىٰ آثَارِهِمْ, 'alaa aatsaarihim) berarti "pada jejak mereka". Di kedua ayat itu kata ini menunjuk sesuatu yang tertinggal dari orang, dan orangnya sendiri tidak termasuk. Di 40:82 ayat tidak menyebut wujud peninggalan itu, apakah bangunan, kebun, atau yang lain, sehingga terjemahan memakai kata umum "peninggalan" dan tidak menambahkan benda apa pun.

Kalimat penutup, (فَمَا أَغْنَىٰ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ, fa-maa aghnaa 'anhum maa kaanuu yaksibuuna) yang berarti "maka, apa yang dahulu mereka usahakan tidak mencukupkan mereka", memakai kata kerja (أَغْنَىٰ, aghnaa) yang diterjemahkan "mencukupkan". Kata kerja itu muncul sepuluh kali di Al-Qur'an, yaitu di 7:48, 15:84, 26:207, 39:50, 40:82, 46:26, 53:48, 69:28, 93:8, dan 111:2. Padanan "mencukupkan" dipakai untuk kata kerja itu di sepuluh tempat tersebut, dan kalimat penutup 40:82 dibaca sama dengan 15:84 dan 39:50. Benda yang tidak mencukupkan berbeda menurut ayatnya. Ayat 26:207 menyebut (مَا كَانُوا يُمَتَّعُونَ, maa kaanuu yumatta'uuna) yang berarti "kenikmatan yang mereka rasakan", dan ayat 46:26 menyebut (سَمْعُهُمْ وَلَا أَبْصَارُهُمْ وَلَا أَفْئِدَتُهُمْ, sam'uhum wa-laa abshaaruhum wa-laa af'idatuhum) yang berarti "pendengaran mereka, penglihatan mereka, dan hati mereka".

Kata kerja (يَكْسِبُونَ, yaksibuuna) berakar ك-س-ب dan diterjemahkan "usahakan". Akar yang sama dipakai di 6:158, (أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا, aw kasabat fii iimaanihaa khayran) yang berarti "atau mengusahakan kebaikan dalam imannya", dengan padanan yang sama. Ayat 40:82 tidak merinci apa yang dahulu mereka usahakan. Dapat dibaca bahwa jumlah, kekuatan, dan peninggalan di kalimat sebelumnya termasuk di dalamnya, tetapi kalimat ini tidak menghubungkannya dengan kata penghubung apa pun.

Tafsiran

Ayat ini mengajak pembaca menilai kekuatan lewat tempat yang dapat dikunjungi. Pembaca diajak berjalan lalu memperhatikan kesudahan orang-orang yang lebih banyak, lebih kuat, dan lebih meninggalkan bekas, sehingga jumlah, kekuatan, dan peninggalan dinilai di tempat ukuran itu sudah pernah diuji. Hasil ujinya disebut di kalimat terakhir: apa yang mereka usahakan tidak mencukupkan mereka.

Ayat 40:21 memuat ajakan yang sama dengan urutan berbeda. Setelah menyebut kekuatan dan peninggalan, 40:21 langsung menyebut sebab, yaitu (فَأَخَذَهُمُ اللَّهُ بِذُنُوبِهِمْ, fa-akhadzahumu llaahu bi-dzunuubihim) yang berarti "lalu, Allah mengazab mereka karena dosa-dosa mereka". Ayat 40:82 menunda sebab itu: sesudah ukuran-ukuran, yang disebut ialah kegagalan usaha, dan sebabnya baru muncul di ayat berikutnya. Ayat 40:83 menyebut rasul-rasul yang datang dengan bukti-bukti nyata dan sikap bergembira dengan pengetahuan sendiri, sehingga 40:82 dan 40:83 dapat dibaca berpasangan, yang pertama memperlihatkan hasil dan yang kedua memperlihatkan sikap yang mendahuluinya. Ayat-ayat itu tidak menyebut dirinya berpasangan, jadi pembacaan itu tetap kemungkinan.

Pembukanya juga memperlihatkan perubahan arah dari 40:81. Ayat 40:81 bertanya langsung kepada "kalian", sedangkan 40:82 berbicara tentang "mereka" yang diajak berjalan. Dari pertanyaan yang menunjuk pembaca, surah beralih ke ajakan memperhatikan orang-orang terdahulu.

Ayat 35:44 membawa ajakan yang sama ke arah lain. Setelah kekuatan orang-orang terdahulu, 35:44 menyebut bahwa tidak ada sesuatu pun yang dapat melemahkan Allah di langit maupun di bumi. Ayat 40:82 tidak mengatakannya, tetapi hasil yang disebutnya, yaitu usaha yang tidak mencukupkan, sejalan dengan pernyataan itu. Ayat 40:82 tidak menyebut apa yang hendak dicukupi oleh usaha itu.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini meminta dua pekerjaan yang berbeda, berjalan di bumi lalu memperhatikan. Berjalan melewati suatu tempat tidak sama dengan memperhatikannya. Di 22:46 kalimat pembuka yang sama diarahkan pada hati yang memahami, sedangkan di 12:109 diarahkan pada kesudahan orang-orang terdahulu, sehingga perjalanan itu rupanya punya lebih dari satu tujuan. Pembaca dapat menanyakan tempat mana di sekitarnya yang sering dilewati namun belum pernah diperhatikan sebagai tempat yang pernah dihuni orang lain yang juga yakin pada kekuatannya.
  • Ayat ini menyebut tiga ukuran untuk orang-orang terdahulu: lebih banyak, lebih hebat kekuatannya, dan lebih hebat peninggalannya. Ketiganya adalah ukuran yang dapat dipakai pembaca untuk menilai dirinya: jumlah orang yang bersamanya, kekuatannya, dan apa yang akan tinggal sesudahnya. Di 35:44 ukuran serupa, kekuatan orang-orang terdahulu, disusul pernyataan bahwa tidak ada sesuatu pun yang dapat melemahkan Allah. Pembaca dapat memeriksa ukuran mana yang dijadikannya sandaran tanpa pernah dikatakan, dan apakah sandaran itu pernah diuji oleh orang yang lebih banyak, lebih kuat, dan lebih meninggalkan bekas daripada dirinya.
  • Kata peninggalan di ayat ini tidak diberi rincian, tidak disebut bangunan, kebun, atau benda lain. Di 36:12 apa yang didahulukan dan bekas-bekas manusia disebut berdampingan dengan catatan, sehingga sesuatu yang tertinggal dapat dibaca ikut diperhitungkan. Pembaca dapat bertanya peninggalan apa yang kelak ditemui orang yang berjalan di bumi dan memperhatikan, dan apakah peninggalan itu pantas diperhatikan oleh siapa pun yang datang lama sesudahnya.
  • Di 40:21 sebab kegagalan disebut langsung, yaitu Allah mengazab mereka karena dosa-dosa mereka. Di 40:82 hasilnya disebut lebih dulu, usaha yang tidak mencukupkan, dan penjelasannya baru menyusul di ayat berikutnya. Urutan itu memberi pembaca akhir kisah lebih dulu, lalu jalannya. Pembaca dapat bertanya apakah akhir suatu kisah sudah cukup baginya untuk menyimpulkan, dan di mana jalannya dicari sebelum menyimpulkan?
  • Kalimat penutup ayat ini menyebut apa yang dahulu mereka usahakan tidak mencukupkan mereka. Akar kata usaha yang sama dipakai di 6:158 untuk iman yang disertai kebaikan yang diusahakan, dalam ayat yang membicarakan tanda-tanda Tuhanmu. Kedua ayat berbeda konteksnya dan tidak saling menjelaskan. Pembaca dapat meninjau usahanya sepanjang tahun, lalu menanyakan mana yang dianggapnya sudah mencukupkan dirinya dan mana yang hanya menambah jumlah dan kekuatan, serta dengan ukuran siapa usaha itu disebut cukup?
  • Di 30:9 ajakan berjalan yang sama berakhir dengan pernyataan bahwa Allah tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri. Ayat 40:82 tidak memuat pernyataan itu, tetapi kekuatan yang disebutnya dapat dibaca berdiri di samping pernyataan di 30:9 tentang siapa yang menanggung akibat. Pernyataan di 30:9 mengikat akibat pada pelakunya. Pembaca dapat bertanya kapan terakhir akibat suatu keputusan dikaitkan dengan dirinya sendiri, dan siapa yang dibayangkannya menanggung akibat itu?