فَلَمَّا جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَرِحُوا بِمَا عِنْدَهُمْ مِنَ الْعِلْمِ وَحَاقَ بِهِمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ
Maka, ketika rasul-rasul mereka datang kepada mereka dengan bukti-bukti yang nyata, mereka bergembira dengan pengetahuan yang ada pada mereka, dan mereka dikepung oleh apa yang dahulu mereka perolok-olokkan.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَلَمَّا جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِfa-lammaa jaa'atsum rusuluhum bi-l-bayyinaatimaka, ketika rasul-rasul mereka datang kepada mereka dengan bukti-bukti yang nyata
- فَرِحُوا بِمَا عِنْدَهُمْ مِنَ الْعِلْمِfarihuu bi-maa 'indahum mina l-'ilmimereka bergembira dengan pengetahuan yang ada pada mereka
- وَحَاقَ بِهِمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَwa-haaqa bihim maa kaanuu bihi yastahzi'uunadan mereka dikepung oleh apa yang dahulu mereka perolok-olokkan
Terjemahan per kata (15 kata)
- فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
- جَاءَتْهُمْjaa'atsumdatang kepada mereka
- رُسُلُهُمْrusuluhumrasul-rasul mereka
- بِالْبَيِّنَاتِbi-l-bayyinaatidengan bukti-bukti yang nyata
- فَرِحُواfarihuumereka bergembira
- بِمَاbi-maadengan apa yang
- عِنْدَهُمْ'indahumdi sisi mereka
- مِنَminadari
- الْعِلْمِl-'ilmiilmu
- وَحَاقَwa-haaqadan menimpa
- بِهِمْbihimpada mereka
- مَاmaaapa yang
- كَانُواkaanuumereka selalu
- بِهِbihipadanya
- يَسْتَهْزِئُونَyastahzi'uunamereka mengolok
Inti bacaan
Ironi tajam: 'mereka merasa senang dengan pengetahuan yang ada pada mereka' justru saat menghadapi bukti nyata, kepercayaan diri intelektual berlebihan menjadi penghalang menerima kebenaran baru yang disodorkan.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(Pada saat itulah)' dan '(azab)' tidak dipakai: tidak berpadanan kata dalam teks Arab.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan kesombongan intelektual: kepuasan atas pengetahuan sendiri yang justru berujung pada hukuman yang dahulu mereka remehkan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut kegembiraan sebagai sikap yang salah tempat. Bukti datang, mereka justru bangga. Yang dipamerkan pengetahuan sendiri.
- Yang mengepung mereka justru bahan olokan mereka. Yang ditertawakan berbalik. Lelucon jadi kenyataan.
- Ilmu disebut Allah bisa menjadi penghalang. Bukan selalu pembuka. Yang merasa sudah tahu berhenti belajar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; tanpa orang-kedua. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).