فَلَمَّا جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَرِحُوا بِمَا عِنْدَهُمْ مِنَ الْعِلْمِ وَحَاقَ بِهِمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ
Maka, ketika rasul-rasul mereka datang kepada mereka dengan bukti-bukti yang nyata, mereka bergembira dengan pengetahuan yang ada pada mereka, dan mereka dikepung oleh apa yang dahulu mereka perolok-olokkan.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَلَمَّا جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِfa-lammaa jaa'at-hum rusuluhum bi-l-bayyinaatimaka, ketika rasul-rasul mereka datang kepada mereka dengan bukti-bukti yang nyata
- فَرِحُوا بِمَا عِنْدَهُمْ مِنَ الْعِلْمِfarihuu bi-maa 'indahum mina l-'ilmimereka bergembira dengan pengetahuan yang ada pada mereka
- وَحَاقَ بِهِمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَwa-haaqa bihim maa kaanuu bihi yastahzi'uunadan mereka dikepung oleh apa yang dahulu mereka perolok-olokkan
Terjemahan per kata (15 kata)
- فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
- جَاءَتْهُمْjaa'at-humdatang kepada mereka
- رُسُلُهُمْrusuluhumrasul-rasul mereka
- بِالْبَيِّنَاتِbi-l-bayyinaatidengan bukti-bukti yang nyata
- فَرِحُواfarihuumereka bergembira
- بِمَاbi-maadengan apa yang
- عِنْدَهُمْ'indahumdi sisi mereka
- مِنَminadari
- الْعِلْمِl-'ilmiilmu
- وَحَاقَwa-haaqadan menimpa
- بِهِمْbihimpada mereka
- مَاmaaapa yang
- كَانُواkaanuumereka selalu
- بِهِbihipadanya
- يَسْتَهْزِئُونَyastahzi'uunamereka mengolok
Inti bacaan
Kalimat (وَحَاقَ بِهِمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ, wa-haaqa bihim maa kaanuu bihi yastahzi'uuna) muncul enam kali di Al-Qur'an, yaitu di 11:8, 16:34, 39:48, 40:83, 45:33, dan 46:26.
Penjelasan pilihan kata
Kalimat pertama ayat ini, (فَلَمَّا جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ, fa-lammaa jaa'at-hum rusuluhum bi-l-bayyinaati), diterjemahkan "maka, ketika rasul-rasul mereka datang kepada mereka dengan bukti-bukti yang nyata". Kata (جَاءَتْهُمْ, jaa'at-hum) yang berarti "datang kepada mereka" dan (رُسُلُهُمْ, rusuluhum) yang berarti "rasul-rasul mereka" berpasangan enam kali di Al-Qur'an, yaitu di 7:101, 10:13, 14:9, 30:9, 35:25, dan 40:83. Kata (بِالْبَيِّنَاتِ, bi-l-bayyinaati) berakar ب-ي-ن dan diterjemahkan "dengan bukti-bukti yang nyata". Dengan awalan (فَلَمَّا, fa-lammaa) yang berarti "maka, ketika", kalimat itu hanya ada di 40:83. Di ayat-ayat lain kalimat yang sama disusul hal yang berbeda. Di 7:101 dan 10:13 disusul pernyataan bahwa mereka tidak mau beriman, di 14:9 disusul gerakan menutupkan tangan ke mulut, yaitu (فَرَدُّوا أَيْدِيَهُمْ فِي أَفْوَاهِهِمْ, fa-radduu aydiyahum fii afwaahihim), dan di 40:83 disusul sikap bergembira.
Kata kerja (فَرِحُوا, farihuu) yang berarti "mereka bergembira" berakar ف-ر-ح. Bentuk persis itu muncul lima kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:44, 10:22, 13:26, 30:36, dan 40:83. Sasaran kegembiraan itu berbeda di tiap ayat. Di 6:44 mereka bergembira dengan (بِمَا أُوتُوا, bi-maa uutuu) yang berarti "dengan apa yang diberikan kepada mereka", di 10:22 dengan angin yang baik, di 13:26 dengan (بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا, bi-l-hayaati d-dunyaa) yang berarti "dengan kehidupan dunia", dan di 30:36 dengan rahmat. Di 40:83 sasarannya adalah (بِمَا عِنْدَهُمْ, bi-maa 'indahum) yang berarti "dengan apa yang ada pada mereka". Bunyi yang paling dekat ada di 23:53 dan 30:32, (كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ, kullu hizbin bi-maa ladayhim farihuuna) yang berarti "setiap golongan bangga dengan apa yang ada pada mereka". Surah 40 memakai akar yang sama di tempat lain, yaitu (تَفْرَحُونَ, tafrahuuna) di 40:75, (بِمَا كُنْتُمْ تَفْرَحُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ, bi-maa kuntum tafrahuuna fii l-ardhi bi-ghayri l-haqqi) yang berarti "karena kalian dahulu bersuka ria di bumi tanpa hak".
Frasa (مِنَ الْعِلْمِ, mina l-'ilmi) yang berarti "dari pengetahuan" muncul delapan kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:120, 2:145, 3:61, 13:37, 17:85, 19:43, 40:83, dan 53:30. Di lima ayat pengetahuan itu datang dari luar, seperti (جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ, jaa'aka mina l-'ilmi) yang berarti "datang kepadamu dari pengetahuan" di 2:120, 2:145, 3:61, dan 13:37, serta (جَاءَنِي مِنَ الْعِلْمِ, jaa'anii mina l-'ilmi) di 19:43. Di 17:85 pengetahuan itu diberikan, (أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ, uutiitum mina l-'ilmi) yang berarti "kalian diberi pengetahuan". Hanya di 53:30 dan 40:83 pengetahuan disebut sebagai milik mereka sendiri, (مَبْلَغُهُمْ مِنَ الْعِلْمِ, mablaghuhum mina l-'ilmi) yang berarti "jangkauan pengetahuan mereka" di 53:30, dan "pengetahuan yang ada pada mereka" di 40:83. Ayat 40:83 tidak menyebut isi pengetahuan itu, dan tidak menyatakan benar atau salah. Ayat hanya menyebut kegembiraan mereka.
Kata kerja (حَاقَ, haaqa) berakar ح-ي-ق, dan (وَحَاقَ بِهِمْ, wa-haaqa bihim) yang berarti "dan mereka dikepung" muncul enam kali di Al-Qur'an, yaitu di 11:8, 16:34, 39:48, 40:83, 45:33, dan 46:26. Di keenamnya kalimat itu disusul bunyi yang sama, (مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ, maa kaanuu bihi yastahzi'uuna) yang berarti "apa yang dahulu mereka perolok-olokkan". Terjemahan memakai tiga kata kerja yang dekat maknanya: "menimpa" di 11:8 dan 16:34, "diliputi" di 39:48 dan 45:33, serta "dikepung" di 40:83 dan 46:26. Pilihan "dikepung" di 40:83 sejalan dengan 46:26, dan ketiga kata kerja itu sama-sama menyatakan bahwa yang mengenai mereka adalah hal yang dahulu mereka olok-olokkan. Kata kerja (يَسْتَهْزِئُونَ, yastahzi'uuna) berakar ه-ز-ء. Ayat 40:83 tidak menyebut apa yang diperolok-olokkan. Di 6:10 kalimat serupa menyusul penyebutan rasul-rasul yang diperolok-olokkan, dan di 11:8 menyusul pembicaraan tentang azab yang ditangguhkan, sehingga sasaran olok-olok itu berbeda-beda menurut ayatnya.
Tafsiran
Ayat ini menyusun tiga kejadian berurutan: bukti datang dari luar, pengetahuan yang ada pada mereka menjadi sumber kegembiraan, lalu apa yang dahulu diolok-olokkan mengepung mereka. Antara kejadian pertama dan kedua tidak ada kata yang menyebut mereka menimbang bukti itu. Kalimatnya langsung berpindah dari kedatangan bukti ke kegembiraan, sehingga tampak dua hal yang berdiri berhadapan, yaitu sesuatu yang datang dan sesuatu yang sudah dimiliki.
Ayat 40:22 di surah yang sama membicarakan kedatangan yang serupa, tetapi sikap yang disebutnya lain. Setelah rasul-rasul datang dengan bukti-bukti nyata, 40:22 menyebut (فَكَفَرُوا, fa-kafaruu) yang berarti "lalu, mereka kufur". Ayat 40:83 menyebut kegembiraan. Kedua ayat itu tidak menyatakan hubungan antara dua sikap tersebut. Ayat 40:78 menambahkan bahwa tidak ada rasul yang datang dengan tanda kecuali dengan izin Allah, dan ayat itu dapat dibaca menjelaskan asal bukti-bukti yang dibawa para rasul di 40:83.
Ayat 40:82 menyebut tiga ukuran dan usaha yang tidak mencukupkan, lalu 40:83 menambahkan hal yang berbeda sifatnya, yaitu pengetahuan yang ada pada mereka. Dapat dibaca bahwa ketiga ukuran di 40:82 terlihat dari luar, sedangkan pengetahuan di 40:83 hanya terlihat lewat kegembiraan yang disebut ayat. Ayat 40:83 sendiri tidak menyusun perbandingan itu.
Ayat sesudahnya, 40:84, memuat pengakuan beriman yang diucapkan setelah azab terlihat. Dengan demikian kalimat terakhir 40:83, bahwa apa yang dahulu mereka perolok-olokkan mengepung mereka, menjadi titik peralihan antara kegembiraan dengan pengetahuan sendiri dan pengakuan sesudah azab terlihat. Ayat 40:83 sendiri tidak menyebut jarak waktu di antara keduanya.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menaruh bukti yang datang kepada mereka berhadapan dengan pengetahuan yang sudah ada pada mereka. Di 40:78 tanda yang dibawa seorang rasul disebut datang dengan izin Allah, sehingga bukti yang datang itu dapat dibaca berasal dari luar pengetahuan mereka. Pembaca dapat memperhatikan kebiasaannya sendiri ketika menerima sesuatu yang bertentangan dengan apa yang sudah diyakininya: apakah bukti yang baru diperiksa lebih dulu, atau kesetiaan pada pengetahuan lama?
- Kegembiraan di ayat ini tertuju pada sesuatu yang berada pada mereka, tidak pada sesuatu yang diterima dari luar. Di 23:53 dan 30:32 tiap golongan bergembira dengan apa yang ada pada mereka, dan di 40:75 kegembiraan di bumi tanpa hak disebut sebagai alasan mereka menerima akibatnya. Pembaca dapat memerhatikan apa yang membuatnya bergembira ketika mendapat pujian, dan menimbang apakah kegembiraan itu tertuju pada sesuatu yang diterima atau sesuatu yang sudah menjadi miliknya dan terasa pantas dipertahankan.
- Dari delapan ayat yang memuat frasa pengetahuan, lima menyebutnya datang kepada seseorang, satu menyebutnya diberikan, dan hanya dua menyebutnya sebagai milik mereka. Ayat 53:30 menyebut jangkauan pengetahuan mereka lalu menutup dengan pernyataan bahwa Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan siapa yang mendapat petunjuk. Ayat 40:83 tidak memuat pernyataan itu, dan kedua ayat tidak saling menjelaskan; keduanya hanya sama-sama menyebut pengetahuan sebagai milik mereka. Seberapa sering pembaca membedakan pengetahuan yang diterimanya dari pengetahuan yang dipegangnya sebagai milik sendiri?
- Kalimat terakhir ayat ini menyebut bahwa apa yang dahulu mereka perolok-olokkan kini mengepung mereka. Sasaran olok-olok itu tidak disebut, sehingga setiap pembaca dapat mengisinya sendiri dengan hal yang pernah ditertawakannya. Di 11:8 kalimat serupa menyusul pembicaraan tentang azab yang ditangguhkan, dan penangguhan itu dapat dibaca memberi ruang bagi tawa. Pembaca dapat menimbang hal apa yang kini dianggapnya bahan lelucon karena belum datang, dan bagaimana rasanya bila hal itu yang kelak mengelilinginya.
- Kata bergembira yang sama dipakai di 10:22 untuk rombongan di atas kapal yang bergembira karena angin baik, lalu angin dahsyat datang dan mereka berdoa kepada Allah dengan ikhlas. Di sana kegembiraan itu sendiri tidak dicela, dan urutannya adalah gembira, bahaya, lalu doa. Di 40:83 urutannya adalah gembira, dikepung, lalu pengakuan di 40:84. Pembaca dapat bertanya pada urutan mana kegembiraannya sendiri biasanya berada, dan apa yang datang sesudahnya?
- Ayat ini tidak menyebut isi pengetahuan yang membuat mereka bergembira, sehingga tidak terbaca apakah pengetahuan itu benar, sebagian benar, atau keliru. Yang tertulis hanya bahwa mereka bergembira dengannya ketika bukti-bukti datang. Ruang kosong itu mengajak pembaca bertanya pada dirinya sendiri tentang pengetahuan apa yang paling dibanggakannya dan paling jarang diperiksanya dari luar. Bila Dia yang mengutus rasul-rasul dengan bukti, seperti disebut di 40:78, apakah pemilik pengetahuan itu bersedia mempertemukannya dengan bukti-bukti tersebut?