Ayat 40:84

فَلَمَّا رَأَوْا بَأْسَنَا قَالُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَحْدَهُ وَكَفَرْنَا بِمَا كُنَّا بِهِ مُشْرِكِينَ

Maka, ketika mereka melihat azab Kami, mereka berkata, “Kami beriman kepada Allah semata, dan kami kufur terhadap apa yang dahulu kami persekutukan dengan-Nya.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. فَلَمَّا رَأَوْا بَأْسَنَاfa-lammaa ra'aw ba'sanaamaka, ketika mereka melihat azab Kami
  2. قَالُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَحْدَهُqaaluu aamannaa bi-llaahi wahdahumereka berkata, kami beriman kepada Allah semata
  3. وَكَفَرْنَا بِمَا كُنَّا بِهِ مُشْرِكِينَwa-kafarnaa bimaa kunnaa bihi mushrikiinadan kami kufur terhadap apa yang dahulu kami persekutukan dengan-Nya
Aplikasi

Iman yang muncul terlambat 'ketika mereka melihat azab Kami', pengakuan yang datang setelah tekanan krisis mendesak, bukan kesadaran tulus yang dibangun sebelumnya.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-a-y, b-a-s, q-w-l, a-m-n, a-l-h, w-h-d, k-f-r, k-w-n, sh-r-k): ra'aw ba'sanaa diterjemahkan 'melihat azab Kami' (akar r-'-y + akar b-'-s); aamannaa bi-llaah wahdahu diterjemahkan 'beriman kepada Allah saja' (akar '-m-n + akar w-h-d); kafarnaa diterjemahkan 'kami ingkar' (akar k-f-r); mushrikiin diterjemahkan 'menyekutukan' (akar sh-r-k, iman-terpaksa saat azab, terlambat). Selaras.

Ayat 40:85

فَلَمْ يَكُ يَنْفَعُهُمْ إِيمَانُهُمْ لَمَّا رَأَوْا بَأْسَنَا ۖ سُنَّتَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ فِي عِبَادِهِ ۖ وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْكَافِرُونَ

Maka, iman mereka tidak berguna bagi mereka ketika mereka melihat azab Kami , sunah Allah yang telah berlaku pada hamba-hamba-Nya , dan di sana rugilah orang-orang kafir.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. فَلَمْ يَكُ يَنْفَعُهُمْ إِيمَانُهُمْ لَمَّا رَأَوْا بَأْسَنَاfa-lam yaku yanfa'uhum iimaanuhum lammaa ra'aw ba'sanaamaka, iman mereka tidak berguna bagi mereka ketika mereka melihat azab Kami
  2. سُنَّتَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ فِي عِبَادِهِsunnata llaahi llatii qad khalat fii ibaadihisunah Allah yang telah berlaku pada hamba-hamba-Nya
  3. وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْكَافِرُونَwa-khasira hunaalika l-kaafiruunadan di sana rugilah orang-orang kafir
Aplikasi

Penegasan tegas: iman darurat semacam itu 'tidak berguna bagi mereka', keimanan yang lahir dari tekanan krisis tidak diterima sebagai bukti perubahan hati yang sesungguhnya, sebuah pola ('sunah Allah') yang konsisten berlaku.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-w-n, n-f-', a-m-n, r-a-y, b-a-s, s-n-n, a-l-h, kh-l-w, '-b-d, kh-s-r, k-f-r): lam yaku yanfa'uhum iimaanuhum diterjemahkan 'iman mereka tak berguna' (akar n-f-' + akar '-m-n); sunnat allaah diterjemahkan 'sunah Allah (ketetapan)' (akar s-n-n); khalat fii ibaadihi diterjemahkan 'berlaku pada hamba-Nya' (akar kh-l-w + akar '-b-d); khasira diterjemahkan 'rugi' (akar kh-s-r). gloss '(Yang demikian itu)' dibuang.