فَلَمَّا رَأَوْا بَأْسَنَا قَالُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَحْدَهُ وَكَفَرْنَا بِمَا كُنَّا بِهِ مُشْرِكِينَ

Maka, ketika mereka melihat azab Kami, mereka berkata, “Kami beriman kepada Allah semata, dan kami kufur terhadap apa yang dahulu kami persekutukan dengan-Nya.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. فَلَمَّا رَأَوْا بَأْسَنَاfa-lammaa ra'aw ba'sanaamaka, ketika mereka melihat azab Kami
  2. قَالُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَحْدَهُqaaluu aamannaa bi-llaahi wahdahumereka berkata, kami beriman kepada Allah semata
  3. وَكَفَرْنَا بِمَا كُنَّا بِهِ مُشْرِكِينَwa-kafarnaa bi-maa kunnaa bihi musyrikiinadan kami kufur terhadap apa yang dahulu kami persekutukan dengan-Nya

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
  2. رَأَوْاra'awmereka melihat
  3. بَأْسَنَاba'sanaaazab Kami
  4. قَالُواqaaluumereka berkata
  5. آمَنَّاaamannaakami beriman
  6. بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
  7. وَحْدَهُwahdahusendirian
  8. وَكَفَرْنَاwa-kafarnaadan kami mengingkari
  9. بِمَاbi-maapada apa yang
  10. كُنَّاkunnaakami adalah
  11. بِهِbihidengan-Nya
  12. مُشْرِكِينَmusyrikiinaorang-orang musyrik

Inti bacaan

Iman yang muncul terlambat 'ketika mereka melihat azab Kami', pengakuan yang datang setelah tekanan krisis mendesak, bukan kesadaran tulus yang dibangun sebelumnya.

Tafsiran

Ayat ini menampilkan iman terlambat: pengakuan tulus yang muncul hanya setelah menyaksikan azab secara langsung.

Renungan dan Hikmah

  • Imannya datang Allah catat saat azab terlihat. Bukan saat mendengar. Saat melihat.
  • Yang diucapkan lengkap dan benar. Beriman kepada Allah semata. Kufur pada yang dipersekutukan.
  • Kesia-siaannya Allah nyatakan di ayat sesudahnya. Ucapannya benar. Waktunya salah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-a-y, b-a-s, q-w-l, a-m-n, a-l-h, w-h-d, k-f-r, k-w-n, sh-r-k): ra'aw ba'sanaa diterjemahkan 'melihat azab Kami' (akar r-'-y + akar b-'-s); aamannaa bi-llaah wahdahu diterjemahkan 'beriman kepada Allah saja' (akar '-m-n + akar w-h-d); kafarnaa diterjemahkan 'kami ingkar' (akar k-f-r); mushrikiin diterjemahkan 'menyekutukan' (akar sh-r-k, iman-terpaksa saat azab, terlambat). Selaras.