فَلَمْ يَكُ يَنْفَعُهُمْ إِيمَانُهُمْ لَمَّا رَأَوْا بَأْسَنَا ۖ سُنَّتَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ فِي عِبَادِهِ ۖ وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْكَافِرُونَ

Maka, iman mereka tidak berguna bagi mereka ketika mereka melihat azab Kami, sunah Allah yang telah berlalu pada hamba-hamba-Nya, dan di sana rugilah orang-orang kafir.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. فَلَمْ يَكُ يَنْفَعُهُمْ إِيمَانُهُمْ لَمَّا رَأَوْا بَأْسَنَاfa-lam yaku yanfa'uhum iimaanuhum lammaa ra'aw ba'sanaamaka, iman mereka tidak berguna bagi mereka ketika mereka melihat azab Kami
  2. سُنَّتَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ فِي عِبَادِهِsunnata llaahi llatii qad khalat fii 'ibaadihisunah Allah yang telah berlalu pada hamba-hamba-Nya
  3. وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْكَافِرُونَwa-khasira hunaalika l-kaafiruunadan di sana rugilah orang-orang kafir

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. فَلَمْfa-lammaka tidak
  2. يَكُyakuadalah
  3. يَنْفَعُهُمْyanfa'uhummemberi manfaat kepada mereka
  4. إِيمَانُهُمْiimaanuhumiman mereka
  5. لَمَّاlammaaketika
  6. رَأَوْاra'awmereka melihat
  7. بَأْسَنَاba'sanaaazab Kami
  8. سُنَّتَsunnatasunah
  9. اللَّهِllaahiAllah
  10. الَّتِيllatiiyang
  11. قَدْqadsungguh
  12. خَلَتْkhalattelah berlalu
  13. فِيfiipada
  14. عِبَادِهِ'ibaadihihamba-hamba-Nya
  15. وَخَسِرَwa-khasiradan merugilah
  16. هُنَالِكَhunaalikadi sanalah
  17. الْكَافِرُونَl-kaafiruunaorang-orang kafir

Inti bacaan

Gabungan (وَخَسِرَ هُنَالِكَ, wa-khasira hunaalika) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 40:78 dan 40:85.

Penjelasan pilihan kata

Kalimat pembuka ayat ini, (فَلَمْ يَكُ يَنْفَعُهُمْ إِيمَانُهُمْ, fa-lam yaku yanfa'uhum iimaanuhum), diterjemahkan "maka, iman mereka tidak berguna bagi mereka". Kata (يَنْفَعُهُمْ, yanfa'uhum) berakar ن-ف-ع, tersusun dari kata kerja yang berarti "berguna" dan akhiran (هُمْ, -hum) yang berarti "mereka". Kata (إِيمَانُهُمْ, iimaanuhum) yang berarti "iman mereka" muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 32:29 dan 40:85. Kata kerja berakar ن-ف-ع yang berada dalam ayat yang sama dengan kata benda iman muncul di empat ayat, yaitu 6:158, 10:98, 32:29, dan 40:85. Di 6:158, (لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا, laa yanfa'u nafsan iimaanuhaa) yang berarti "tidak bermanfaat lagi bagi suatu jiwa imannya", waktunya disebut (يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ, yawma ya'tii ba'dhu aayaati rabbika) yang berarti "pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu". Di 32:29, (لَا يَنْفَعُ الَّذِينَ كَفَرُوا إِيمَانُهُمْ, laa yanfa'u lladziina kafaruu iimaanuhum) yang berarti "iman mereka tidak berguna bagi orang-orang yang kufur", waktunya (يَوْمَ الْفَتْحِ, yawma l-fathi) yang berarti "pada hari kemenangan". Di 10:98, (فَنَفَعَهَا إِيمَانُهَا, fa-nafa'ahaa iimaanuhaa) yang berarti "lalu imannya bermanfaat baginya", akar yang sama dipakai dalam kalimat yang menyatakan manfaat, untuk kaum Yunus. Di 40:85 waktunya adalah (لَمَّا رَأَوْا بَأْسَنَا, lammaa ra'aw ba'sanaa) yang berarti "ketika mereka melihat azab Kami".

Rangkaian (رَأَوْا بَأْسَنَا, ra'aw ba'sanaa) hanya ada di dua ayat, yaitu 40:84 dan 40:85, dan keduanya berurutan. Ayat 40:84 memakainya sebagai awal ucapan mereka, dan 40:85 mengulangnya sebagai saat iman itu tidak berguna. Terjemahan menjaga "melihat azab Kami" di kedua ayat.

Kata (سُنَّتَ, sunnata) yang berarti "sunah" berakar س-ن-ن. Sunah yang disandarkan pada nama Allah ada di lima ayat Al-Qur'an, yaitu 33:38, 33:62, 35:43, 40:85, dan 48:23, dan terjemahan di 40:85 memakai bunyi kata Arabnya seperti di 33:38 dan 48:23. Ayat 40:85 tidak menyebut isi sunah itu dengan kalimat tersendiri. Sunah itu hanya diletakkan setelah kalimat tentang iman yang tidak berguna, tanpa kata penghubung, sehingga dapat dibaca merujuk kepada kalimat itu, tetapi ayat tidak menyatakannya.

Kata kerja yang menjelaskan sunah itu, (قَدْ خَلَتْ, qad khalat), diterjemahkan "telah berlalu". Rangkaian ini muncul tiga belas kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:134, 2:141, 3:137, 3:144, 5:75, 7:38, 13:6, 13:30, 15:13, 40:85, 41:25, 46:18, dan 48:23. Terjemahan memakai "telah berlalu" di 2:134, 2:141, 3:137, 3:144, 5:75, 7:38, 13:6, 13:30, 15:13, 41:25, dan 48:23, dan 40:85 memakai padanan yang sama. Kalimat yang mirip ada di 48:23, (سُنَّةَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلُ, sunnata llaahi llatii qad khalat min qablu) yang berarti "sunah Allah yang telah berlalu sebelumnya". Kalimat 40:85 mengganti (مِنْ قَبْلُ, min qablu) dengan (فِي عِبَادِهِ, fii 'ibaadihi) yang berarti "pada hamba-hamba-Nya". Kata (عِبَادِهِ, 'ibaadihi) berakar ع-ب-د dan diterjemahkan "hamba-hamba-Nya". Sunah di 40:85 karena itu tidak diberi batas waktu "sebelumnya" seperti di 33:38, 33:62, dan 48:23, tetapi ditempatkan pada hamba-hamba-Nya.

Kalimat terakhir, (وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْكَافِرُونَ, wa-khasira hunaalika l-kaafiruuna), diterjemahkan "dan di sana rugilah orang-orang kafir". Kata kerja (خَسِرَ, khasira) berakar خ-س-ر dan muncul tujuh kali di lima surah, yaitu di 4:119, 6:31, 6:140, 10:45, 22:11, 40:78, dan 40:85. Kata (هُنَالِكَ, hunaalika) yang berarti "di sana" muncul sembilan kali di delapan surah, yaitu di 3:38, 7:119, 10:30, 18:44, 25:13, 33:11, 38:11, 40:78, dan 40:85. Gabungan (وَخَسِرَ هُنَالِكَ, wa-khasira hunaalika) hanya ada dua kali, yaitu di 40:78 dan 40:85, keduanya di Surah 40. Ayat 40:78 menutup dengan (الْمُبْطِلُونَ, l-mubthiluuna) yang berarti "para pelaku kebatilan", dan 40:85 menutup dengan (الْكَافِرُونَ, l-kaafiruuna) yang berarti "orang-orang kafir". Ayat ini tidak menyebut apakah "di sana" adalah tempat atau saat, sehingga terjemahan mengikuti kata Arabnya dan tidak menambahkan "pada saat itu".

Tafsiran

Ayat ini menjatuhkan penilaian atas pengakuan yang dicatat 40:84: iman yang diucapkan ketika azab terlihat tidak berguna bagi yang mengucapkannya. Ayat sebelumnya menyebut isi pengakuan itu lengkap, dan ayat ini menyebut hasilnya. Kedua ayat dihubungkan oleh waktu: pengakuan di 40:84 diucapkan sesudah azab terlihat, dan ayat 40:85 menyebut waktu yang sama sebagai saat iman itu tidak berguna.

Pembacaan itu tidak dapat diperlebar tanpa memperhatikan 10:98. Ayat tersebut bertanya mengapa tidak ada negeri yang beriman lalu imannya bermanfaat, kecuali kaum Yunus, dan menuliskan bahwa Kami menghilangkan azab yang menghinakan dari mereka ketika mereka beriman. Ayat 10:98 tidak menyebut apakah azab sudah terlihat oleh mereka sebelum beriman, sehingga dua ayat itu tidak dapat saling menjelaskan lebih jauh daripada yang tertulis. Dengan 6:158 dan 32:29, ayat 40:85 membentuk deretan yang menyebut saat berbeda untuk ketidakbergunaan iman: hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhan di 6:158, hari kemenangan di 32:29, dan saat azab terlihat di 40:85.

Surah ini dibuka dengan sifat-sifat Allah yang dimuat 40:3, di antaranya (قَابِلِ التَّوْبِ, qaabili t-tawbi) yang berarti "Penerima tobat", dan ditutup dengan iman yang tidak berguna. Kedua ayat memakai kata berbeda, tobat di 40:3 dan iman di 40:85, sehingga keduanya tidak boleh disamakan. Dapat dibaca bahwa dua ayat itu membingkai surah, tetapi surah tidak menyatakannya, dan ayat 40:85 tidak menyebut tobat sama sekali.

Kalimat terakhir, bahwa orang-orang kafir rugi di sana, mengulang bentuk 40:78, yang menutup ayatnya dengan para pelaku kebatilan. Ayat 40:78 menyebut keputusan dengan hak ketika perintah Allah datang, dan 40:85 menyebut kerugian setelah azab terlihat. Dengan pengulangan itu surah ini menutup dengan gabungan kata yang pernah dipakainya tujuh ayat sebelumnya, dan 40:85 menjadi ayat terakhir surah.

Renungan dan Hikmah

  • Ucapan di 40:84 terdiri atas dua kalimat yang lengkap, beriman kepada Allah semata dan kufur terhadap yang dahulu dipersekutukan, tetapi 40:85 menyebut iman itu tidak berguna bagi mereka pada saat azab terlihat. Ayat ini menyebut saat ucapan itu diucapkan, dan tidak menyebut cacat pada isinya. Kalimat yang sama dapat diucapkan pada dua waktu yang berbeda, dan hasilnya dapat berbeda. Pembaca dapat bertanya kapan kalimat tentang Allah semata terakhir diucapkannya dengan sungguh-sungguh, dan apakah ada sesuatu yang terlihat yang ditunggunya sebelum mengucapkannya?
  • Ayat 6:158, 32:29, dan 40:85 sama-sama menyebut iman yang tidak berguna, tetapi tiap ayat menyebut saat yang berbeda: hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhan, hari kemenangan, dan saat azab terlihat. Ketiganya tidak disamakan, dan ayat-ayat itu tidak menyebut urutan di antaranya. Tiga ayat menyebut tiga penanda, sehingga tidak ada satu garis tunggal yang dapat ditunjuk dari tulisan mana pun. Dari ketiga penanda itu, mana yang paling dekat dengan keadaan pembaca sekarang, dan mana yang masih terasa jauh?
  • Sunah Allah di ayat ini disebut telah berlalu pada hamba-hamba-Nya, tanpa batas waktu sebelumnya seperti di 33:62 dan 48:23. Bahasa ayat meletakkan sunah itu pada hamba-hamba secara umum, dan pembaca dapat bertanya apakah dirinya termasuk di antara mereka. Ayat tidak menyebut isi sunah itu dalam kalimat tersendiri, sehingga isinya perlu dicari dari kalimat di sekitarnya. Dari kalimat apa lagi di surah ini pembaca dapat membaca isi sunah itu, bila ayat sendiri tidak merincinya?
  • Di 10:98 ada negeri yang imannya bermanfaat, yaitu kaum Yunus, dengan akar kata kerja yang sama dengan 40:85 dalam kalimat yang menyatakan manfaat. Dua ayat itu tidak menjelaskan satu sama lain, dan teksnya tidak menyatukan keduanya dalam satu aturan. Tulisan kedua ayat cukup untuk menunjukkan bahwa iman tidak selalu tanpa guna, dan bahwa pada saat tertentu iman itu tidak berguna. Pembaca dapat bertanya apa bedanya dua keadaan itu menurut tulisan masing-masing ayat, dan sejauh mana jawabannya masih bersandar pada yang tertulis.
  • Surah ini membuka dengan Allah sebagai Penerima tobat di 40:3 dan menutup dengan iman yang tidak berguna di 40:85. Dua ayat itu berbeda kata dan berbeda keadaan, dan tidak ada kalimat yang menyatukannya. Letaknya di awal dan di akhir surah memungkinkan pembaca membaca surah dalam dua gerakan, yaitu sifat Allah sebagai Penerima tobat dan saat ketika iman tidak berguna. Kapan terakhir pembaca mengingat sifat Penerima tobat itu sebagai sesuatu yang berlaku bagi dirinya sekarang?
  • Kata di sana di 40:85 tidak menyebut apakah tempat atau saat. Kata yang sama menutup 40:78 dengan para pelaku kebatilan yang rugi, setelah perintah Allah datang dan keputusan dibuat dengan hak. Kedua ayat menyebut kerugian dan menaruhnya di sana. Pembaca dapat bertanya bagaimana ia membayangkan sana yang disebut ayat, sebagai tempat atau sebagai saat, dan apakah bayangan itu pernah diperiksanya terhadap kata yang tertulis?