كِتَابٌ فُصِّلَتْ آيَاتُهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

suatu Kitab yang ayat-ayatnya diperinci sebagai bacaan dalam bahasa Arab bagi kaum yang mengetahui,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. كِتَابٌ فُصِّلَتْ آيَاتُهُkitaabun fushshilat aayaatuhusuatu Kitab yang ayat-ayatnya diperinci
  2. قُرْآنًا عَرَبِيًّا لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَqur'aanan 'arabiyyan li-qawmin ya'lamuunasebagai bacaan dalam bahasa Arab bagi kaum yang mengetahui

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. كِتَابٌkitaabunKitab
  2. فُصِّلَتْfushshilatdirinci
  3. آيَاتُهُaayaatuhutanda-tanda-Nya
  4. قُرْآنًاqur'aananbacaan
  5. عَرَبِيًّا'arabiyyanberbahasa Arab
  6. لِقَوْمٍli-qawminbagi kaum
  7. يَعْلَمُونَya'lamuunamengetahui

Inti bacaan

Pasangan (قُرْآنًا عَرَبِيًّا, qur'aanan 'arabiyyan) muncul enam kali di Al-Qur'an, yaitu di 12:2, 20:113, 39:28, 41:3, 42:7, dan 43:3.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (كِتَابٌ, kitaabun) yang berarti "suatu Kitab". Kata ini berakar ك-ت-ب dan tidak memakai kata sandang, sehingga terjemahan memakai "suatu" dan menyambungnya dengan "suatu penurunan" di 41:2. Susunan kitaabun yang disusul kata kerja pasif lalu (آيَاتُهُ, aayaatuhu) ada dua kali, yaitu di 11:1, (كِتَابٌ أُحْكِمَتْ آيَاتُهُ ثُمَّ فُصِّلَتْ, kitaabun uhkimat aayaatuhu tsumma fushshilat), dan di ayat ini. Perbedaannya, di 11:1 kata fushshilat didahului uhkimat dan tsumma, sedangkan di 41:3 kata itu langsung mengikuti kitaabun.

Kata (فُصِّلَتْ, fushshilat) yang berarti "diperinci" berakar ف-ص-ل. Morfologi menandainya kata kerja lampau bentuk kedua dalam bentuk pasif, sehingga pelaku yang memerinci tidak disebut. Bentuk persis ini muncul tiga kali, yaitu di 11:1, 41:3, dan 41:44, dan di ketiganya kata itu berhubungan dengan aayaatuhu, yang mendahuluinya di 11:1 dan mengikutinya di 41:3 dan 41:44. Di 41:44, (لَوْلَا فُصِّلَتْ آيَاتُهُ, law-laa fushshilat aayaatuhu) berarti "mengapa tidak diperinci ayat-ayatnya", dan frasa fushshilat aayaatuhu di sana sama persis dengan di 41:3. Bentuk aktif kata kerja yang sama, dengan al-aayaat sebagai sasarannya, ada di sebelas ayat, yaitu 6:55, 6:97, 6:98, 6:126, 7:32, 7:174, 9:11, 10:5, 10:24, 13:2, dan 30:28. Pelakunya terbaca dari bentuk kata kerjanya, yaitu Kami di sembilan ayat dan Dia di dua ayat, yaitu 10:5 dan 13:2. Terjemahan memakai "diperinci" dari kata dasar rinci, sejalan dengan "memerinci" di 6:97 dan 6:98.

Kata (آيَاتُهُ, aayaatuhu) yang berarti "ayat-ayatnya" terdiri dari jamak aayaat dan akhiran -hu, "-nya", yang menunjuk Kitab itu. Akarnya ا-ي-ي muncul 382 kali di 353 ayat. Kata ini umumnya diterjemahkan "tanda-tanda" di ayat-ayat lain, misalnya di 6:97 dan 7:32, sedangkan di 41:3 dan 41:44 terjemahannya "ayat-ayat".

Kata (قُرْآنًا, qur'aanan) tidak memakai kata sandang dan diterjemahkan "bacaan". Bentuk persis ini muncul sepuluh kali di sembilan surah, yaitu di 12:2, 13:31, 17:106, 20:113, 39:28, 41:3, 41:44, 42:7, 43:3, dan 72:1. Pasangan (قُرْآنًا عَرَبِيًّا, qur'aanan 'arabiyyan) yang berarti "bacaan dalam bahasa Arab" muncul enam kali di enam surah, yaitu di 12:2, 20:113, 39:28, 41:3, 42:7, dan 43:3. Di lima ayat di antaranya pasangan itu disusul tujuan, yaitu agar kalian berakal di 12:2 dan 43:3, agar mereka bertakwa di 20:113 dan 39:28, dan agar memberi peringatan di 42:7. Di 41:3 pasangan itu disusul sebutan sasaran, yaitu bagi kaum yang mengetahui, dan tidak memuat tujuan. Pasangan kebalikannya ada di 41:44, (قُرْآنًا أَعْجَمِيًّا, qur'aanan a'jamiyyan) yang berarti "bacaan dalam bahasa asing", yang di sana disebut sebagai pengandaian.

Frasa (لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ, li-qawmin ya'lamuuna) yang berarti "bagi kaum yang mengetahui" muncul delapan kali di tujuh surah, yaitu di 2:230, 6:97, 6:105, 7:32, 9:11, 10:5, 27:52, dan 41:3. Empat di antaranya, yaitu 6:97, 7:32, 9:11, dan 10:5, mengikuti kata kerja ف-ص-ل bentuk aktif, misalnya (قَدْ فَصَّلْنَا الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ, qad fashshalnaa l-aayaati li-qawmin ya'lamuuna) di 6:97 dan (يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ, yufashshilu l-aayaati li-qawmin ya'lamuuna) di 10:5. Dari sebelas ayat aktif tadi, delapan menyebut sasarannya dengan li-qawmin, dan kata kerja sesudah qawmin berganti-ganti. Kata kerjanya ya'lamuuna di empat ayat, (يَفْقَهُونَ, yafqahuuna) yang berarti "memahami" di 6:98, (يَذَّكَّرُونَ, yadzdzakkaruuna) yang berarti "mengambil pelajaran" di 6:126, (يَتَفَكَّرُونَ, yatafakkaruuna) yang berarti "berpikir" di 10:24, dan (يَعْقِلُونَ, ya'qiluuna) yang berarti "mengerti" di 30:28. Ayat 41:3 memakai ya'lamuuna, seperti 6:97, 7:32, 9:11, dan 10:5, tetapi kata kerja ف-ص-ل di sana berbentuk pasif.

Tanda koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat berlanjut ke 41:4, yang dibuka dengan (بَشِيرًا, basyiiran) yang berarti "pembawa kabar gembira".

Tafsiran

Ayat ini menamai penurunan yang asalnya disebut di 41:2. Penurunan itu berupa Kitab, dan Kitab itu diberi tiga ciri berurutan, yaitu ayat-ayatnya diperinci, bacaannya berbahasa Arab, dan sasarannya kaum yang mengetahui. Ayat 41:2 menyebut asal tanpa isi, sedangkan 41:3 menyebut isi tanpa menyebut siapa yang memerincinya. Pembaca dapat menghubungkan kedua ayat itu, tetapi ayat-ayat itu tidak menyatakan hubungannya secara langsung.

Ketiga ciri itu kembali di 41:44 dalam bentuk keberatan. Seandainya Kitab itu dijadikan bacaan dalam bahasa asing, (قُرْآنًا أَعْجَمِيًّا, qur'aanan a'jamiyyan), mereka akan berkata (لَوْلَا فُصِّلَتْ آيَاتُهُ, law-laa fushshilat aayaatuhu) yang berarti "mengapa tidak diperinci ayat-ayatnya", lalu bertanya "Apakah asing, padahal orang Arab?" dengan memakai (أَعْجَمِيٌّ, a'jamiyyun) yang berarti "asing" dan (عَرَبِيٌّ, 'arabiyyun) yang berarti "Arab". Surah ini memuat sifat Kitab di 41:3 dan keberatan terhadap kebalikan sifat itu di 41:44, dengan kosakata yang sama. Keberatan itu hanya dikutip sebagai kemungkinan, karena kalimatnya diawali pengandaian.

Di antara kedua ayat itu, 41:3 menyiapkan tempat bagi sambutan yang dituturkan di ayat berikutnya. Ayat 41:4 menyebut pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, lalu menyebut bahwa kebanyakan mereka berpaling. Ciri pertama di 41:3 menyangkut keadaan Kitab itu sendiri, yaitu sudah diperinci, dan sambutan di 41:4 menyangkut keadaan penerimanya.

Renungan dan Hikmah

  • Hasil pemerincian disebut tanpa pelakunya di ayat 41:3. Di sebelas ayat lain yang memakai kata kerja yang sama dalam bentuk aktif, pelakunya tertulis, yaitu Kami atau Dia. Pembaca di sini menerima hasilnya terlebih dulu, yaitu bacaan yang sudah dipilah, sebelum sempat bertanya tentang pemilahnya. Pembaca yang menerima penjelasan yang rapi dapat memperhatikan berapa banyak kerja yang sudah dilakukan sebelum penjelasan itu sampai kepadanya. Ayat 41:2 menyebut penurunan ini datang dari Ar-Rahman, tetapi 41:3 tidak menyebut siapa yang memerincinya. Apa saja yang sudah dirinci untuk pembaca tanpa pernah disadarinya?
  • Bahasa sebuah bacaan dapat dijadikan bahan keberatan, dan 41:44 memperlihatkannya lewat pertanyaan yang akan diucapkan seandainya bahasanya asing. Ayat 41:3 menjawab lebih awal dengan menamai bahasa itu Arab. Pembaca yang membaca lewat terjemahan berdiri satu langkah dari bahasa yang disebut, sedangkan 41:2 menyebut penurunan itu datang dari Ar-Rahman, Sang Pengasih, dan 41:3 menamai penurunan-Nya dengan bahasa tertentu. Apa yang tersisa dari ciri bahasa itu bagi orang yang menangkap penurunan tersebut lewat bahasa lain?
  • Di 12:2 dan 43:3 pasangan kata itu disusul tujuan, yaitu agar kalian berakal, dan di 20:113 dan 39:28 disusul agar mereka bertakwa. Di 41:3 pasangan itu disusul sasaran, yaitu kaum yang mengetahui. Tujuan menunjuk sesuatu yang dicapai lewat bacaan itu, sedangkan sasaran menunjuk siapa yang sudah berada di depan bacaan itu sejak awal. Ayat 41:2 menyebut asal penurunan itu, Ar-Rahman, sehingga sasaran yang disebut 41:3 adalah sasaran bagi sesuatu yang datang dari Dia. Apakah pembaca menjadi bagian dari kaum yang mengetahui lewat bacaan ini, atau kaum itu sudah ada dan bacaan ini datang kepada mereka?
  • Ayat-ayat yang memuat frasa bagi kaum yang mengetahui membicarakan urusan yang beragam. Ayat 6:97 membicarakan bintang-bintang sebagai petunjuk di kegelapan darat dan laut, 10:5 matahari dan bulan untuk mengetahui bilangan tahun, 2:230 batas-batas Allah tentang perceraian, dan 27:52 rumah-rumah yang kosong. Pengetahuan yang disebut di 41:3 dengan demikian tidak terkunci pada satu urusan. Pembaca yang menimbang apakah dirinya termasuk kaum yang mengetahui dapat menghitung apa saja yang diketahuinya tentang bintang, bilangan tahun, dan batas-batas itu. Seberapa luas urusan yang tercakup dalam kata mengetahui di ayat ini?
  • Pembaca sedang memegang salah satu ayat yang menurut 41:3 diperinci. Ayat ini hanya terdiri dari tujuh kata, dan tujuh kata itu masih bagian dari kalimat panjang yang baru selesai di 41:4. Kalimat tentang ayat-ayat yang diperinci dengan demikian berlaku juga bagi ayat tempat kalimat itu tertulis, sehingga pembaca tidak dapat memperlakukannya sebagai keterangan tentang bacaan lain. Seberapa cermat pembaca memperlakukan satu ayat yang menurut kalimatnya sendiri sudah dirinci untuk dipahami?
  • Dua kata, Kitab dan bacaan, dipakai bersama untuk menyebut benda yang sama tanpa kata penghubung di antaranya. Keduanya dapat dibaca menunjuk satu penurunan dari Ar-Rahman yang disebut di 41:2. Pembaca mengenal penurunan itu lewat salah satu nama yang dipakai ayat ini, dan nama yang lain jarang diucapkan. Ayat ini memakai keduanya dalam satu kalimat pendek, seakan-akan satu nama belum cukup menyebut penurunan dari Sang Pengasih itu. Apakah penurunan itu terutama dikenal pembaca sebagai Kitab atau sebagai bacaan, dan apa yang berubah bila nama yang lain diucapkan?