بَشِيرًا وَنَذِيرًا فَأَعْرَضَ أَكْثَرُهُمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ

pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan; tetapi kebanyakan mereka berpaling, sehingga mereka tidak mendengar.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. بَشِيرًا وَنَذِيرًاbasyiiran wa-nadziiranpembawa kabar gembira dan pemberi peringatan
  2. فَأَعْرَضَ أَكْثَرُهُمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَfa-a'radha aktsaruhum fa-hum laa yasma'uunatetapi kebanyakan mereka berpaling, sehingga mereka tidak mendengar

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. بَشِيرًاbasyiiranpembawa kabar gembira
  2. وَنَذِيرًاwa-nadziirandan pemberi peringatan
  3. فَأَعْرَضَfa-a'radhalalu ia berpaling
  4. أَكْثَرُهُمْaktsaruhumkebanyakan mereka
  5. فَهُمْfa-hummaka mereka
  6. لَاlaatidak
  7. يَسْمَعُونَyasma'uunamendengar

Inti bacaan

Pasangan (بَشِيرًا وَنَذِيرًا, basyiiran wa-nadziiran) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:119, 34:28, 35:24, dan 41:4.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (بَشِيرًا وَنَذِيرًا, basyiiran wa-nadziiran) yang berarti "pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan". Kata (بَشِيرًا, basyiiran) berakar ب-ش-ر, kata (نَذِيرًا, nadziiran) berakar ن-ذ-ر, dan keduanya tak tentu dengan akhiran -an. Pasangan persis ini muncul empat kali di empat surah, yaitu di 2:119, 34:28, 35:24, dan 41:4. Di 2:119, 34:28, dan 35:24 pasangan itu didahului kata kerja (أَرْسَلْنَاكَ, arsalnaaka) yang berarti "Kami mengutusmu", sehingga sifat itu jatuh pada orang yang diutus. Di 41:4 tidak ada kata kerja pengutusan dan tidak ada akhiran -ka. Ayat sebelumnya berakhir dengan (قُرْآنًا عَرَبِيًّا, qur'aanan 'arabiyyan) yang juga berakhiran -an, dan terjemahan menyambungkan pasangan ini ke bacaan itu. Hubungan itu dibaca dari kesamaan akhiran dan urutan.

Akar ب-ش-ر pada basyiiran sama dengan akar (بَشَرٌ, basyarun) di 41:6, dua ayat sesudahnya, yang berarti "manusia". Kedua kata itu dipakai untuk urusan yang berbeda, dan terjemahan membedakannya.

Kata kerja (أَعْرَضَ, a'radha) berakar ع-ر-ض dan berbentuk keempat. Dalam bentuk lampau kata kerja itu muncul di tiga belas ayat, yaitu 17:67, 17:83, 18:57, 20:100, 20:124, 28:55, 32:22, 34:16, 41:4, 41:13, 41:51, 42:48, dan 66:3. Di enam ayat kata kerja itu disusul 'an dan menyebut apa yang dihindari, yaitu 18:57, 20:100, 20:124, 28:55, 32:22, dan 66:3. Di 41:4 keterangan itu tidak ada, sehingga objek berpaling tidak tertulis di ayat ini. Bentuk (فَأَعْرَضَ, fa-a'radha) persis muncul dua kali, yaitu di 18:57 dan 41:4. Di 18:57 terjemahannya "lalu ia berpaling darinya", dan awalan fa di 41:4 diterjemahkan "tetapi" karena kalimat sebelumnya menyebut kabar gembira dan peringatan, lalu kalimat ini menyebut sambutan yang berlawanan. Terjemahan yang sama dipakai untuk (فَأَعْرَضُوا, fa-a'radhuu) di 34:16, "Tetapi mereka berpaling". Di 41:13, surah yang sama, (أَعْرَضُوا فَقُلْ, a'radhuu fa-qul) yang berarti "mereka berpaling, maka katakanlah" muncul lagi dengan perintah mengatakan peringatan sesudahnya.

Kata (أَكْثَرُهُمْ, aktsaruhum) yang berarti "kebanyakan mereka" berakar ك-ث-ر dan muncul dua puluh enam kali di tujuh belas surah, yaitu di 2:100, 5:103, 9:8, 10:36, 12:106, 16:75, 16:101, 21:24, 23:70, 26:8, 26:67, 26:103, 26:121, 26:139, 26:158, 26:174, 26:190, 26:223, 27:61, 29:63, 30:42, 31:25, 34:41, 39:29, 41:4, dan 49:4. Kata kerja a'radha tidak ditemukan di dua puluh lima ayat lainnya. Akhiran -hum menunjuk jamak yang tidak disebut di ayat ini. Kata jamak terdekat adalah (قَوْمٍ, qawmin) di 41:3, yang di sana berarti "kaum" dan disifati mengetahui, tetapi ayat 41:4 tidak menyatakan apakah "mereka" itu kaum tersebut. Di 34:28, pasangan basyiiran wa-nadziiran disusul (وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ, wa-laakinna aktsara n-naasi laa ya'lamuuna) yang berarti "akan tetapi, kebanyakan manusia tidak mengetahui", sehingga kedua ayat sama-sama menaruh pernyataan tentang kebanyakan tepat sesudah pasangan itu.

Bentuk (فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ, fa-hum laa yasma'uuna) persis muncul dua kali, yaitu di 7:100 dan 41:4. Di 7:100, (وَنَطْبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ, wa-nathba'u 'alaa quluubihim fa-hum laa yasma'uuna) berarti "Kami akan mengunci hati mereka, sehingga mereka tidak mendengar". Tepat sebelum fa-hum, 7:100 menulis pengunciannya, sedangkan 41:4 menulis berpalingnya kebanyakan mereka. Bentuk laa yasma'uuna sendiri muncul sepuluh kali di delapan surah, yaitu di 7:100, 7:179, 8:21, 19:62, 21:100, 21:102, 32:26, 41:4, 56:25, dan 78:35. Kata fa-hum diterjemahkan "sehingga" seperti di 7:100, dan kata kerja (يَسْمَعُونَ, yasma'uuna) diterjemahkan "mendengar" seperti di ayat itu, karena kata kerjanya di sini tidak memiliki objek.

Titik koma sesudah "pemberi peringatan" memisahkan sifat bacaan dari sambutan atasnya, dan titik di ujung terjemahan menutup kalimat yang dimulai di 41:2.

Tafsiran

Ayat ini menutup kalimat yang dimulai di 41:2. Kalimat itu menyebut asal penurunan di 41:2, wujudnya sebagai Kitab di 41:3, lalu tugasnya dan sambutan atasnya di ayat ini. Tugasnya ada dua, yaitu kabar gembira dan peringatan, sedangkan sambutannya dituturkan dengan satu kata kerja, berpaling.

Ayat 34:28 memuat urutan yang mirip, yaitu pasangan yang sama lalu pernyataan tentang kebanyakan. Perbedaannya ada pada isi pernyataan itu. Di 34:28 kebanyakan manusia tidak mengetahui, sedangkan di 41:4 kebanyakan mereka berpaling lalu tidak mendengar. Ayat 41:3 menyebut kaum yang mengetahui, dan 34:28 menyebut kebanyakan yang tidak mengetahui. Kedua ayat berada di surah yang berbeda dan tidak saling merujuk. Perbandingan ini hanya menunjukkan bahwa kata mengetahui dipakai di kedua tempat untuk menggolongkan penerima.

Ayat 41:4 tidak menyebut dari apa mereka berpaling dan tidak menyebut siapa mereka. Pembicaraan di 41:2 sampai 41:4 menyebut penurunan, Kitab, dan kaum yang mengetahui, dan teks tidak menyatakan apakah kebanyakan mereka berasal dari kaum itu atau dari pihak lain yang didatangi bacaan tersebut. Sambutan yang dicatat singkat di sini diuraikan oleh ayat sesudahnya. Ayat 41:5 dibuka dengan "dan mereka berkata", lalu memuat tiga penghalang yang disebut dengan ucapan mereka sendiri. Ayat 41:4 menyebut kejadiannya, dan 41:5 menyebut cara mereka menggambarkannya.

Renungan dan Hikmah

  • Kabar gembira dan peringatan disebut dalam satu napas, dan di surah ini pasangan itu datang sesudah Ar-Rahman, Sang Pengasih, disebut sebagai asal penurunan. Pembaca yang cenderung mengingat salah satu sisi saja dapat memperhatikan sisi mana yang lebih cepat terlupakan ketika membaca, sebab ayat ini menaruh keduanya sejajar dalam satu rangkaian. Sisi mana dari keduanya yang paling mudah dilupakan pembaca saat mengingat Kitab yang asalnya disebut dengan nama Sang Pengasih?
  • Hasil yang sama, yaitu tidak mendengar, diawali dua sebab yang berbeda di dua ayat. Di 7:100 Kami akan mengunci hati mereka, sehingga mereka tidak mendengar. Di 41:4 kebanyakan mereka berpaling, sehingga mereka tidak mendengar. Dua ayat itu berbeda surah dan berbeda pembicaraan, dan masing-masing tidak menerangkan yang lain. Pembaca hanya dapat mencatat bahwa teks menaruh dua pangkal pada akibat yang sama, satu dari Allah menurut 7:100 dan satu dari mereka menurut 41:4. Sebelum mengira dirinya tahu mengapa orang tidak mendengar, adakah pembaca yang sudah memeriksa pangkal mana yang sedang dibicarakan?
  • Ayat 41:4 memakai kata kebanyakan dan tidak memakai kata semua. Di 41:3 kaum yang mengetahui disebut sebagai sasaran bacaan itu, dan 41:4 tidak menyatakan siapa saja yang tidak termasuk kebanyakan. Pembaca yang mengabaikan kata kebanyakan dapat mengira semua orang berpaling, padahal ayat ini menyisakan ruang bagi yang lain. Teks tidak menyebut jumlah atau ciri mereka yang tidak berpaling. Seorang pembaca yang menimbang dirinya sendiri dapat bertanya, termasuk golongan mana dirinya ketika bacaan itu sampai kepadanya?
  • Ayat 41:3 menyebut Kitab itu diperinci dan berbahasa Arab, dan ayat 41:4 menyebut kebanyakan mereka tidak mendengar. Ayat 41:4 menaruh pangkal tidak mendengar pada berpalingnya kebanyakan mereka. Pembaca yang biasa mencari kekeliruan pada penyampai atau penjelasnya dapat memperhatikan bahwa ayat ini menunjuk arah yang lain. Ayat 41:2 menyebut Kitab itu datang dari Ar-Rahman, dan di antara 41:2 dan 41:4 tidak ada kalimat yang menyalahkan Kitab itu atau Dia. Ketika sebuah pesan sudah jelas dan tetap tidak didengar, pada pihak mana biasanya pembaca mencari penyebabnya?
  • Kata berpaling muncul lagi di 41:13 dalam surah yang sama, tetapi sebagai pengandaian, "Maka, jika mereka berpaling", lalu disusul perintah mengatakan peringatan tentang petir seperti petir Ad dan Tsamud. Di 41:4 berpaling dituturkan sebagai keadaan, dan di 41:13 sebagai keadaan yang dijawab. Pembaca yang membaca dua ayat itu berurutan melihat bahwa surah ini mencatat berpaling lebih dulu, lalu memberi tahu bagaimana menanggapinya. Apa yang biasanya dilakukan pembaca ketika menghadapi orang yang berpaling, menghentikan kabar atau tetap menyampaikannya seperti yang diperintahkan 41:13?
  • Ayat 41:4 tidak menulis dari apa mereka berpaling. Di 18:57 objeknya tertulis, yaitu tanda-tanda Tuhan yang diperingatkan kepada orang itu, tetapi 41:4 menyerahkan pengisian objek kepada pembaca. Pembaca yang mengisinya dengan Kitab di 41:3, atau dengan penurunan dari Ar-Rahman di 41:2, sedang menafsirkan, dan tafsir itu dapat diakui sebagai pilihannya sendiri. Berpaling adalah gerak yang dapat ditujukan pada banyak hal dan tidak selalu pada hal yang disebut ayat. Dari hal apa saja pembaca sendiri pernah berpaling tanpa pernah menyebut nama hal itu?