وَقَالُوا قُلُوبُنَا فِي أَكِنَّةٍ مِمَّا تَدْعُونَا إِلَيْهِ وَفِي آذَانِنَا وَقْرٌ وَمِنْ بَيْنِنَا وَبَيْنِكَ حِجَابٌ فَاعْمَلْ إِنَّنَا عَامِلُونَ
Dan mereka berkata, “Hati kami dalam tutupan dari apa yang engkau serukan kepada kami, dan dalam telinga kami ada sumbat, dan antara kami dan engkau ada tabir; maka, berbuatlah, sesungguhnya kami pun berbuat.”
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَقَالُوا قُلُوبُنَا فِي أَكِنَّةٍ مِمَّا تَدْعُونَا إِلَيْهِwa-qaaluu quluubunaa fii akinnatin mimmaa tad'uunaa ilayhidan mereka berkata, hati kami dalam tutupan dari apa yang engkau serukan kepada kami
- وَفِي آذَانِنَا وَقْرٌwa-fii aadzaaninaa waqrundan dalam telinga kami ada sumbat
- وَمِنْ بَيْنِنَا وَبَيْنِكَ حِجَابٌwa-min bayninaa wa-baynika hijaabundan antara kami dan engkau ada tabir
- فَاعْمَلْ إِنَّنَا عَامِلُونَfa-'mal innanaa 'aamiluunamaka, berbuatlah; sesungguhnya kami pun berbuat
Terjemahan per kata (17 kata)
- وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
- قُلُوبُنَاquluubunaahati kami
- فِيfiidalam
- أَكِنَّةٍakinnatintutupan
- مِمَّاmimmaadari apa yang
- تَدْعُونَاtad'uunaaengkau menyeru kami
- إِلَيْهِilayhikepadanya
- وَفِيwa-fiidan pada
- آذَانِنَاaadzaaninaatelinga kami
- وَقْرٌwaqrunsumbatan
- وَمِنْwa-mindan dari
- بَيْنِنَاbayninaadi antara kami
- وَبَيْنِكَwa-baynikadan antaramu
- حِجَابٌhijaabuntabir
- فَاعْمَلْfa-'malmaka berbuatlah
- إِنَّنَاinnanaasesungguhnya kami
- عَامِلُونَ'aamiluunaorang-orang yang beramal
Inti bacaan
Kata (وَقْرٌ, waqrun) yang berarti "sumbat" muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 41:5 dan 41:44.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَقَالُوا, wa-qaaluu) yang berarti "dan mereka berkata". Kata ini berakar ق-و-ل dan berbentuk lampau jamak, dan huruf wa- di depannya menyambung ayat ini dengan 41:4, yang menyebut kebanyakan mereka berpaling. Ayat ini tidak menyatakan siapa yang berkata, dan kata "mereka" memakai jamak yang sama dengan -hum di 41:4. Seluruh ayat sesudahnya adalah kutipan ucapan itu.
Ucapan itu dibuka dengan (قُلُوبُنَا فِي أَكِنَّةٍ, quluubunaa fii akinnatin) yang berarti "hati kami dalam tutupan". Kata (قُلُوبُنَا, quluubunaa) berakar ق-ل-ب, dan bentuk persis ini muncul empat kali di empat surah, yaitu di 2:88, 4:155, 5:113, dan 41:5. Di 2:88 dan 4:155 kata itu bergandeng dengan (غُلْفٌ, ghulfun) dalam (قُلُوبُنَا غُلْفٌ, quluubunaa ghulfun) yang berarti "hati kami tertutup". Di kedua ayat itu ucapan tersebut dijawab pada ayat yang sama, di 2:88 dengan pernyataan bahwa Allah melaknat mereka karena kekufuran mereka, dan di 4:155 dengan pernyataan bahwa Allah mengunci hati mereka karena kekufuran mereka. Di 41:5 ucapan serupa tidak disusul jawaban dalam ayat yang sama.
Kata (أَكِنَّةٍ, akinnatin) berakar ك-ن-ن. Bentuk persis ini hanya ada di 41:5, tetapi bentuk (أَكِنَّةً, akinnatan) ada di 6:25, 17:46, dan 18:57. Di ketiga ayat itu pelakunya Kami, dengan kata kerja (جَعَلْنَا, ja'alnaa) yang berarti "Kami jadikan", dan tutupan itu ditempatkan di atas hati mereka, seperti (عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً, 'alaa quluubihim akinnatan) di 17:46. Di 41:5 kata itu diucapkan oleh mereka sendiri, dan hati digambarkan berada "dalam" tutupan dengan fii, sedangkan ketiga ayat itu memakai 'alaa, "di atas". Terjemahan memakai "tutupan", sama dengan arti kata per kata untuk akinnatan di 6:25 dan 17:46.
Frasa (مِمَّا تَدْعُونَا إِلَيْهِ, mimmaa tad'uunaa ilayhi) yang berarti "dari apa yang engkau serukan kepada kami" muncul dua kali, yaitu di 11:62 dan 41:5. Di 11:62 frasa itu mengikuti (لَفِي شَكٍّ, la-fii syakkin) yang berarti "benar-benar dalam keraguan", dan di 41:5 frasa itu mengikuti fii akinnatin. Kerangkanya sama, yaitu fii, sebuah keadaan, lalu apa yang diserukan, tetapi keadaannya berbeda: keraguan di 11:62 dan ketertutupan di 41:5. Kata kerja tad'uunaa berakar د-ع-و, dan -naa menunjuk penerima seruan, sehingga ucapan ini menyebut seruan itu secara langsung.
Kata (وَقْرٌ, waqrun) berakar و-ق-ر dan diterjemahkan "sumbat". Bentuk persis ini muncul dua kali, yaitu di 41:5 dan 41:44. Di 41:44, (فِي آذَانِهِمْ وَقْرٌ, fii aadzaanihim waqrun) berarti "dalam telinga mereka ada sumbat", dan susunannya sama dengan (فِي آذَانِنَا وَقْرٌ, fii aadzaaninaa waqrun) di 41:5 selain pemilik telinganya. Di 41:5 pemiliknya "kami", dan di 41:44 pemiliknya orang-orang yang tidak beriman. Dengan akhiran lain, akar و-ق-ر terdapat di 6:25, 17:46, 18:57, 31:7, 48:9, 51:2, dan 71:13, sehingga akar ini muncul di sembilan ayat pada delapan surah.
Kata (حِجَابٌ, hijaabun) yang berarti "tabir" berakar ح-ج-ب. Bentuk persis ini muncul dua kali, yaitu di 7:46 dan 41:5. Dengan akhiran lain, akar ini ada di 17:45, 19:17, 33:53, 38:32, 42:51, dan 83:15. Di 17:45, (حِجَابًا مَسْتُورًا, hijaaban mastuuran) berarti "tabir yang tertutup" dan didahului Kami jadikan antara penyeru dan orang-orang yang tidak beriman pada akhirat. Di 41:5 frasa (وَمِنْ بَيْنِنَا وَبَيْنِكَ, wa-min bayninaa wa-baynika) menaruh tabir antara pembicara dan yang diajak bicara, dan pembicaranya adalah mereka sendiri. Di 42:51, (مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ, min waraa'i hijaabin) berarti "dari balik tabir", salah satu cara Allah berbicara kepada manusia. Tabir di 42:51 dan di 41:5 tidak disamakan, karena yang satu menyebut cara berbicara dan yang lain menyebut penghalang.
Bagian akhir ayat, (فَاعْمَلْ إِنَّنَا عَامِلُونَ, fa-'mal innanaa 'aamiluuna), berakar ع-م-ل. Kata fa-'mal adalah perintah kepada satu orang, dan 'aamiluuna adalah pelaku jamak. Rumus perintah lalu pernyataan pelaku ada di empat ayat lain dengan arah sebaliknya. Di 6:135, 11:93, dan 39:39 perintah jamak diucapkan kepada "kaumku" lalu disusul (إِنِّي عَامِلٌ, innii 'aamilun) yang berarti "aku pun berbuat", dan di 11:121 diucapkan kepada orang-orang yang tidak beriman lalu disusul pernyataan "kami pun berbuat". Di 41:5 arahnya terbalik, karena mereka yang memerintah satu penyeru. Terjemahan memakai "berbuatlah" dan "berbuat" seperti di keempat ayat itu. Kutipan ucapan mereka ditutup di ujung ayat ini.
Tafsiran
Ayat ini memuat ucapan mereka sendiri sesudah 41:4 menyebut mereka berpaling dan tidak mendengar. Ucapan itu berisi tiga penghalang, yaitu hati mereka, telinga mereka, lalu ruang di antara mereka dan penyeru, dan ditutup dengan tantangan agar penyeru berbuat dan mereka pun berbuat. Dua penghalang terakhir dibuka dengan wa-, sehingga terbaca sebagai daftar yang dirinci oleh pembicaranya sendiri.
Susunan yang sama, hati, telinga, dan tabir, ada di 17:45 dan 17:46, tetapi pelakunya lain. Di sana tabir di 17:45 serta penutup hati dan sumbat telinga di 17:46 disebut sebagai sesuatu yang Kami jadikan. Di 41:5 ketiganya disebut sebagai ucapan mereka tentang diri mereka. Ayat 41:5 tidak menyatakan apakah gambaran itu benar dan tidak menyatakan siapa yang membuat ketiganya, karena ayat itu mencatat apa yang mereka katakan. Kedua kelompok ayat itu dibaca berdampingan tanpa disamakan.
Ayat 41:6 menyusul 41:5 dengan perintah mengatakan sesuatu, tidak dengan bantahan atas tiga penghalang itu. Isinya menyebut siapa penuturnya dan apa yang diwahyukan kepadanya. Tantangan "berbuatlah, kami pun berbuat" dengan demikian dijawab dengan pernyataan jati diri dan pesan, dan balasan yang menantang dengan cara yang sama tidak ada di ayat itu.
Renungan dan Hikmah
- Ucapan di 41:5 menaruh penghalang di tiga tempat, yaitu hati, telinga, dan ruang antara dua pihak. Dua yang pertama terletak pada pembicara, dan yang ketiga terletak di antara pembicara dan yang diajak bicara. Ayat 17:45 dan 17:46 menyebut tabir, penutup hati, dan sumbat telinga sebagai sesuatu yang Kami jadikan, lalu menyebut bahwa ketika Tuhanmu disebut saja dalam bacaan ini, mereka berpaling ke belakang seraya lari. Di 41:5 ketiganya keluar dari mulut mereka sendiri. Di mana pembaca menaruh penghalang ketika berkata bahwa orang lain tidak dapat diajak bicara, di dalam diri orang itu, di telinganya, atau di antara dirinya dan lawan bicara?
- Kata tabir di 41:5 menunjuk penghalang yang dinyatakan oleh pihak yang menolak. Kata yang sama di 42:51 menunjuk salah satu cara Allah berbicara kepada manusia, yaitu dari balik tabir, di samping wahyu dan pengutusan utusan. Dua ayat itu berbeda surah dan tidak saling menafsirkan, sehingga tabir di sana tidak disamakan dengan tabir di sini. Namun pembaca yang melihat satu kata dipakai untuk dua hal dapat memperhatikan bahwa sesuatu yang disebut penghalang oleh satu pihak belum tentu bermakna sama bagi pihak lain. Ketika orang menyebut sesuatu sebagai penghalang, apakah itu batas yang sebenarnya atau cara lain untuk berbicara yang belum dikenali?
- Ucapan hati kami tertutup tercatat di 2:88 dan 4:155, dan di keduanya ayat itu juga menyebut tindakan Allah terhadap mereka, yaitu melaknat di 2:88 dan mengunci hati di 4:155, sebagai akibat kekufuran mereka. Di 41:5 ucapan serupa disampaikan tanpa jawaban dalam ayat yang sama. Pembaca yang membaca ketiga tempat itu melihat bahwa sebuah penolakan dapat langsung ditanggapi dan dapat pula dibiarkan sebentar, lalu ditanggapi dengan cara lain di ayat berikutnya. Kapan pembaca terburu-buru menjawab sebuah penolakan, dan kapan memberi ruang bagi ucapan itu untuk didengar sampai selesai?
- Ucapan di 41:5 menyatakan telinga tersumbat, tetapi ucapan itu sendiri menyebut apa yang diserukan kepada mereka, dengan kata dari apa yang engkau serukan kepada kami. Mereka menyapa penyeru dengan engkau dan menyebut seruannya. Ayat ini tidak menyatakan seberapa jauh isi seruan itu sampai kepada mereka. Penolakan di ayat ini bersandar pada sesuatu yang sudah sampai, yaitu seruan itu sendiri. Apa yang sudah sampai kepada pihak yang berkata bahwa tidak ada yang sampai?
- Rumus berbuatlah menurut kedudukan kalian, kami pun berbuat, di 6:135, 11:93, dan 39:39 diucapkan kepada kaum, dan di 11:121 kepada orang-orang yang tidak beriman. Di 41:5 rumus itu keluar dari mulut mereka dan menunjuk satu penyeru. Arahnya berbalik, dan mereka yang tadi menyatakan diri tertutup kini menyatakan diri sebagai pelaku. Ayat 41:5 tidak merinci apa yang akan mereka perbuat. Apa yang dikerjakan orang yang menyatakan dirinya tertutup, dan siapa yang menilai pekerjaannya?
- Kerangka yang sama, dalam sesuatu terhadap apa yang engkau serukan kepada kami, dipakai dua kali dengan keadaan yang berbeda. Di 11:62 keadaannya keraguan yang menggelisahkan, dan di 41:5 keadaannya tutupan. Keraguan masih dapat disertai pertanyaan, sedangkan tutupan menggambarkan sesuatu yang tidak dimasuki. Kata mana yang dipilih pembaca untuk menyebut keadaannya ketika menolak sebuah ajakan, ragu atau tertutup, dan berapa besar ruang yang masih disisakan bagi jawaban?