قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ ۗ وَوَيْلٌ لِلْمُشْرِكِينَ
Katakanlah, “Sesungguhnya aku hanya seorang manusia seperti kalian, diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Esa. Maka, tetaplah kepada-Nya dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Dan celakalah orang-orang musyrik,
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- قُلْqulkatakanlah
- إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّinnamaa anaa basyarun mitslukum yuuhaa ilayyasesungguhnya aku hanya seorang manusia seperti kalian, diwahyukan kepadaku
- أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌannamaa ilaahukum ilaahun waahidunbahwa Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Esa
- فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُfa-staqiimuu ilayhi wa-staghfiruuhumaka, tetaplah kepada-Nya dan mohonlah ampunan kepada-Nya
- وَوَيْلٌ لِلْمُشْرِكِينَwa-waylun li-l-musyrikiinadan celakalah orang-orang musyrik
Terjemahan per kata (16 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
- أَنَاanaaaku
- بَشَرٌbasyarunmanusia
- مِثْلُكُمْmitslukumseperti kalian
- يُوحَىٰyuuhaadiwahyukan
- إِلَيَّilayyakepadaku
- أَنَّمَاannamaabahwa hanyalah
- إِلَٰهُكُمْilaahukumTuhan kalian
- إِلَٰهٌilaahunTuhan
- وَاحِدٌwaahidunYang Esa
- فَاسْتَقِيمُواfa-staqiimuumaka tetaplah kalian
- إِلَيْهِilayhikepada-Nya
- وَاسْتَغْفِرُوهُwa-staghfiruuhudan mohonlah ampun kepada-Nya
- وَوَيْلٌwa-waylundan celaka
- لِلْمُشْرِكِينَli-l-musyrikiinabagi orang-orang musyrik
Inti bacaan
Pasangan (بَشَرٌ مِثْلُكُمْ, basyarun mitslukum) muncul enam kali di Al-Qur'an, yaitu di 14:11, 18:110, 21:3, 23:24, 23:33, dan 41:6.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (قُلْ إِنَّمَا, qul innamaa) yang berarti "katakanlah, sesungguhnya". Kata (قُلْ, qul) adalah perintah kepada satu orang dan berakar ق-و-ل, akar yang sama dengan (وَقَالُوا, wa-qaaluu) di 41:5. Rangkaian qul innamaa muncul delapan belas kali di seluruh Al-Qur'an, tersebar di empat belas surah, yaitu di 6:19, 6:109, 7:33, 7:187, 7:203, 10:20, 13:36, 18:110, 21:45, 21:108, 27:92, 29:50, 33:63, 34:46, 38:65, 41:6, 67:26, dan 72:20. Ayat ini tidak menuliskan kepada siapa perintah itu ditujukan, dan terjemahan membiarkannya demikian.
Kata (بَشَرٌ, basyarun) berakar ب-ش-ر dan berarti "manusia", sedangkan (مِثْلُكُمْ, mitslukum) berarti "seperti kalian". Pasangan (بَشَرٌ مِثْلُكُمْ, basyarun mitslukum) muncul enam kali di lima surah, yaitu di 14:11, 18:110, 21:3, 23:24, 23:33, dan 41:6. Di 21:3 penuturnya orang-orang yang zalim, dan di 23:24 serta 23:33 para pemuka yang kufur dari kaumnya. Mereka memakai pasangan itu untuk menilai orang yang membawa pesan. Di 14:11 pasangan yang sama diucapkan oleh para rasul tentang diri mereka sendiri, dan di 18:110 serta 41:6 oleh penutur yang diperintah mengatakannya. Dari keenam ayat itu, tiga berada di mulut penolak dan tiga di mulut pembawa pesan.
Kata kerja (يُوحَىٰ إِلَيَّ, yuuhaa ilayya) yang berarti "diwahyukan kepadaku" berakar و-ح-ي, dan bentuknya tidak menuliskan siapa pelakunya. Rangkaian ini muncul delapan kali di delapan surah, yaitu di 6:50, 7:203, 10:15, 18:110, 21:108, 38:70, 41:6, dan 46:9. Di antara delapan ayat itu, 7:203 menambahkan asalnya dalam anak kalimat yang sama, yaitu (مِنْ رَبِّي, min rabbii) yang berarti "dari Tuhanku". Tujuh ayat lain, termasuk 41:6, berhenti pada ilayya.
Rangkaian (أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ, annamaa ilaahukum ilaahun waahidun) yang berarti "bahwa Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Esa" muncul tiga kali, yaitu di 18:110, 21:108, dan 41:6. Kata (إِلَٰهٌ, ilaahun) berakar أ-ل-ه dan (وَاحِدٌ, waahidun) berakar و-ح-د. Dua kata terakhir itu, (إِلَٰهٌ وَاحِدٌ, ilaahun waahidun), muncul sebelas kali di sepuluh surah, yaitu di 2:163, 4:171, 5:73, 6:19, 14:52, 16:22, 16:51, 18:110, 21:108, 22:34, dan 41:6. Antara 18:110 dan 41:6, urutan dari (بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ, basyarun mitslukum yuuhaa ilayya annamaa ilaahukum ilaahun waahidun) sama persis dari awal sampai akhir.
Kata (فَاسْتَقِيمُوا, fa-staqiimuu) berakar ق-و-م dan merupakan kata kerja bentuk kesepuluh dalam perintah untuk banyak orang. Kata kerja bentuk ini muncul sepuluh kali di sembilan ayat pada delapan surah, yaitu di 9:7 dua kali, 10:89, 11:112, 41:6, 41:30, 42:15, 46:13, 72:16, dan 81:28. Dalam bentuk perintah, kata kerja itu ada di lima ayat, yaitu 9:7, 10:89, 11:112, 41:6, dan 42:15. Bentuk persis fa-staqiimuu muncul dua kali, di 9:7 dan 41:6, dan di kedua ayat itu kata (لِلْمُشْرِكِينَ, li-l-musyrikiina) juga ada. Di 9:7 perintahnya disusul (لَهُمْ, lahum) yang berarti "bagi mereka", sedangkan di 41:6 disusul (إِلَيْهِ, ilayhi) yang berarti "kepada-Nya". Terjemahan memakai "tetaplah kepada-Nya".
Kata (وَاسْتَغْفِرُوهُ, wa-staghfiruuhu) berakar غ-ف-ر dan juga kata kerja bentuk kesepuluh dalam perintah untuk banyak orang. Akhiran -hu menunjuk "Dia" dan menempel langsung pada kata kerjanya. Pencarian bentuk persis menemukan akhiran itu pada kata kerja ini di dua ayat, yaitu (فَاسْتَغْفِرُوهُ, fa-staghfiruuhu) di 11:61 dan wa-staghfiruuhu di 41:6. Di 11:61 perintah itu disusul (ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ, tsumma tuubuu ilayhi) yang berarti "kemudian bertobatlah kepada-Nya". Di 41:6, kata ilayhi sudah dipakai oleh perintah sebelumnya. Terjemahan memakai "mohonlah ampunan kepada-Nya".
Bagian terakhir, (وَوَيْلٌ لِلْمُشْرِكِينَ, wa-waylun li-l-musyrikiina), berarti "dan celakalah orang-orang musyrik". Korpus morfologi yang dipakai di sini tidak memberi akar untuk kata (وَيْلٌ, waylun), sehingga tidak ada klaim akar untuknya. Bentuk persis (وَوَيْلٌ, wa-waylun) muncul tiga kali, yaitu di 2:79, 14:2, dan 41:6. Kata (لِلْمُشْرِكِينَ, li-l-musyrikiina) berakar ش-ر-ك, berbentuk pelaku jamak, dan muncul empat kali di dua surah, yaitu di 9:7, 9:17, 9:113, dan 41:6. Di mushaf ada tanda jeda antara wa-staghfiruuhu dan wa-waylun, dan terjemahan memisahkan keduanya dengan titik.
Tafsiran
Ayat ini menjawab ucapan di 41:5 tanpa membantah satu pun dari tiga penghalang yang disebut di sana. Ucapan itu menyebut hati dalam tutupan, telinga bersumbat, dan tabir antara "kami" dan "engkau", lalu menantang agar berbuat. Ayat ini dibuka dengan perintah mengatakan sesuatu, dan hal pertama yang dikatakan adalah kesamaan, yaitu manusia seperti kalian. Sesudah itu datang isi yang diterima penutur, Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Esa, lalu dua perintah kepada "kalian" dan satu seruan celaka bagi orang-orang musyrik.
Rumus yang sama dari manusia seperti kalian sampai Tuhan Yang Esa dipakai di 18:110 dan 21:108, dan ketiga ayat itu menutupnya dengan jenis kalimat yang berbeda. Di 18:110 penutupnya syarat bagi siapa yang mengharapkan pertemuan dengan Tuhannya. Di 21:108 penutupnya pertanyaan, "apakah kalian berserah diri?" Di 41:6 penutupnya perintah. Bagian awal rumus itu tetap, dan bagian penutup mengikuti pembicaraan di sekitarnya. Di surah ini, pembicaraan di sekitarnya adalah ucapan penolakan di 41:5.
Kata "kalian" dalam ayat ini jamak dan dipakai tiga kali, pada seperti kalian, Tuhan kalian, dan akhiran dua perintah. Ucapan di 41:5 memakai "engkau" untuk satu penyeru dan "kami" untuk dirinya sendiri. Ayat 41:6 tidak merinci apakah "kalian" sama dengan "mereka" di 41:4 dan 41:5. Dua perintahnya, tetap kepada-Nya dan memohon ampun kepada-Nya, ditulis berurutan dengan kata dan, dan sama-sama menunjuk satu arah.
Seruan celaka di bagian akhir berdiri sebagai kalimat tersendiri dan tidak lagi berbentuk perintah. Ayat 41:7 melanjutkan dengan menggambarkan mereka, yaitu orang-orang yang tidak memberikan zakat dan kufur terhadap akhirat. Terjemahan menutup ayat 41:6 dengan koma karena kalimatnya belum selesai.
Renungan dan Hikmah
- Ucapan di 41:5 menaruh tabir antara "kami" dan "engkau", dan jawaban di 41:6 dibuka dengan kesamaan. Kata seperti kalian ada sebelum kata apa pun tentang apa yang diwahyukan, sehingga pendengar lebih dulu diberi sesuatu yang dapat diakui, baru kemudian sesuatu yang harus dipertimbangkan. Pembaca yang pernah berada di pihak yang menyampaikan sesuatu kepada orang yang menutup diri dapat memperhatikan kalimat mana yang ia ucapkan pertama, perbedaan antara dirinya dan lawan bicara atau kesamaan yang masih tersisa. Kalimat pembuka menentukan pintu mana yang masih terbuka bagi kalimat kedua. Pintu apa yang terbuka ketika percakapan dibuka dengan kesamaan, dan pintu apa yang tertutup ketika dibuka dengan perbedaan?
- Rumus manusia seperti kalian ditemukan di mulut dua pihak yang berlawanan. Di 21:3, 23:24, dan 23:33 rumus itu dipakai orang-orang yang menolak untuk menilai pembawa pesan, sedangkan di 14:11, 18:110, dan 41:6 rumus itu diucapkan oleh pembawa pesan sendiri. Di 14:11 kalimatnya langsung disusul pernyataan bahwa Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya, sehingga kesamaan sebagai manusia dan pemberian dari Allah ditulis berdampingan dalam satu ayat. Sebutan yang dilontarkan sebagai ejekan dapat diambil menjadi pengakuan tanpa satu kata pun berubah. Sebutan apa yang pernah dialamatkan kepada pembaca sebagai tuduhan, dan apakah sebutan itu keliru?
- Kata kerja diwahyukan kepadaku di 41:6 tidak menuliskan siapa pelakunya. Dari delapan ayat yang memuat rangkaian ini, satu ayat, yaitu 7:203, menambahkan dari Tuhanku. Di surah yang sama, 41:2 sudah menyebut asal penurunan itu, yaitu Ar-Rahman, Sang Pengasih. Pembaca yang membaca 41:6 sesudah 41:2 membawa keterangan itu ke dalam ayat ini, dan pekerjaan membawa itu dilakukan oleh pembaca, tidak tertulis di ayat. Orang yang menerima pesan dengan cara demikian menyusun sumbernya dari potongan-potongan yang tersebar. Dari mana pembaca biasanya mengetahui sumber sebuah pesan, dari kalimat yang menyebutnya langsung atau dari ingatan tentang kalimat lain?
- Tuhan Yang Esa disebut sebelum kata tetaplah, dan kata maka menyambungkan keduanya. Bila Tuhan kalian adalah satu, arah yang dituju pun satu, yaitu kepada-Nya. Pembaca yang hidupnya ditarik ke banyak arah, kantor, rumah, penilaian orang, dan ketakutan, dapat memperhatikan bahwa ayat ini tidak menyodorkan daftar arah untuk dipilih. Ayat ini menyebut satu arah, dan alasannya diletakkan tepat di depan perintahnya. Berapa banyak dari arah-arah itu yang sungguh menuju kepada-Nya, dan berapa yang cuma meminjam namanya?
- Perintah tetap kepada-Nya disusul perintah memohon ampun kepada-Nya, dan keduanya dihubungkan dengan kata dan dalam satu rangkaian. Ayat ini tidak merinci kesalahan apa yang perlu diampuni. Susunan itu membuat keduanya terbaca sebagai bagian dari satu gerak, dan permintaan ampun diletakkan di samping perintah untuk tetap. Pembaca yang pernah berusaha menjaga satu kebiasaan baik lalu tergelincir dapat memperhatikan penempatan itu. Dalam keadaan tergelincir, apakah pembaca menganggap permintaan ampun sebagai tanda usahanya telah berakhir, atau sebagai bagian dari usaha itu sendiri?
- Seruan dan celakalah orang-orang musyrik tidak memuat kata kerja, sehingga tidak ada pelaku yang dituliskan, tidak ada waktu, dan tidak ada rincian. Kata musyrik menunjuk pelaku menyekutukan, dan ayat ini menaruhnya tepat sesudah pernyataan tentang Tuhan Yang Esa. Ayat 41:7 sesudahnya baru menggambarkan siapa mereka, yaitu orang-orang yang tidak memberikan zakat dan kufur terhadap akhirat. Pembaca yang mendengar peringatan keras tanpa rincian dapat memperhatikan godaan untuk mengisinya dengan rincian buatan sendiri. Rincian apa yang biasanya pembaca tambahkan pada sebuah peringatan, dan dari mana rincian itu berasal?