الَّذِينَ لَا يُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ كَافِرُونَ

orang-orang yang tidak memberikan zakat dan mereka kufur terhadap akhirat.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. الَّذِينَ لَا يُؤْتُونَ الزَّكَاةَalladziina laa yu'tuuna z-zakaataorang-orang yang tidak memberikan zakat
  2. وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ كَافِرُونَwa-hum bi-l-aakhirati hum kaafiruunadan mereka kufur terhadap akhirat

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
  2. لَاlaatidak
  3. يُؤْتُونَyu'tuunamereka menunaikan
  4. الزَّكَاةَz-zakaatazakat
  5. وَهُمْwa-humdan mereka
  6. بِالْآخِرَةِbi-l-aakhiratidengan akhirat
  7. هُمْhummereka
  8. كَافِرُونَkaafiruunaorang-orang kafir

Inti bacaan

Kombinasi dua penolakan 'tidak memberikan zakat. ingkar terhadap kehidupan akhirat', keengganan berbagi materi dan penolakan akuntabilitas akhirat sering berjalan beriringan sebagai dua sisi dari pola pikir yang sama.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(yaitu)' tidak dipakai: ayat ini dibiarkan sebagai keterangan lanjutan dari 'lil-mushrikiina' di 41:6 tanpa kata pembuka tambahan.

Tafsiran

Ayat ini merinci ciri orang musyrik: enggan memberikan zakat dan kufur terhadap kehidupan akhirat.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyandingkan pelit dengan menolak akhirat. Bukan dua perkara jauh. Keduanya satu pangkal.
  • Yang disebut zakat, bukan sedekah sukarela. Yang wajib pun tidak ditunaikan. Bukan cuma kurang dermawan.
  • Ciri musyrik disebut Allah lewat perbuatan, bukan lewat keyakinan saja. Yang diperiksa tangannya. Bukan cuma lidahnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “menunaikan” diterjemahkan “memberikan”. z-k-w: 29 ayat formula aataa+zakaah konsisten 'memberikan/berikanlah'; cabang kesucian terbukti 19:13 (bayi Yahyaa, 'pajak' mustahil), 18:81, 19:19. Dalam ayat ini, 'zakaah' bertakrif (memakai kata sandang al-). zakaah diterjemahkan 'zakat' (dipertahankan: makna GANDA suci+tumbuh, jangan dikerdilkan; verba penggovongnya aataa='memberikan/berikanlah', BUKAN 'menunaikan', aataa diterjemahkan 'memberi' di 215 ayat non-zakaah, 'menunaikan' 0×;), kecuali cabang KESUCIAN (19:13/18:81) diterjemahkan 'kesucian'.