الَّذِينَ لَا يُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ كَافِرُونَ

orang-orang yang tidak memberikan zakat dan mereka kufur terhadap akhirat.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. الَّذِينَ لَا يُؤْتُونَ الزَّكَاةَalladziina laa yu'tuuna z-zakaataorang-orang yang tidak memberikan zakat
  2. وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ كَافِرُونَwa-hum bi-l-aakhirati hum kaafiruunadan mereka kufur terhadap akhirat

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
  2. لَاlaatidak
  3. يُؤْتُونَyu'tuunamereka menunaikan
  4. الزَّكَاةَz-zakaatazakat
  5. وَهُمْwa-humdan mereka
  6. بِالْآخِرَةِbi-l-aakhiratidengan akhirat
  7. هُمْhummereka
  8. كَافِرُونَkaafiruunaorang-orang kafir

Inti bacaan

Rangkaian (وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ, wa-hum bi-l-aakhirati hum) muncul lima kali di Al-Qur'an (11:19, 12:37, 27:3, 31:4, 41:7), dan hanya tiga di antaranya yang berakhir pada kufur.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (الَّذِينَ, alladziina) yang berarti "orang-orang yang", tanpa huruf sambung di depannya. Ayat 41:6 berakhir pada (وَوَيْلٌ لِلْمُشْرِكِينَ, wa-waylun li-l-musyrikiina) yang berarti "dan celakalah orang-orang musyrik", dan terjemahannya ditutup dengan koma. Karena itu terjemahan 41:7 dimulai dengan huruf kecil dan terbaca sebagai lanjutan kalimat 41:6. Terjemahan membaca alladziina sebagai pembuka dua keterangan tentang orang-orang musyrik di ujung ayat sebelumnya.

Kata (لَا يُؤْتُونَ, laa yu'tuuna) yang berarti "tidak memberikan" berasal dari kata kerja berakar ا-ت-ي dan ditujukan kepada banyak orang. Susunan laa yu'tuuna muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 4:53 dan 41:7. Di 4:53 mereka tidak memberi manusia sedikit pun, sedangkan di 41:7 mereka tidak memberikan zakat. Terjemahan memakai "memberikan" untuk akar ini, sama seperti di 27:3 dan 31:4, dan tidak memakai "menunaikan" atau "membayar". Alasannya terlihat di 24:33, (وَآتُوهُمْ مِنْ مَالِ اللَّهِ الَّذِي آتَاكُمْ, wa-aatuuhum min maali llaahi lladzii aataakum) yang berarti "dan berikanlah kepada mereka sebagian harta Allah yang Dia berikan kepada kalian". Akar yang sama dipakai dua kali dalam satu kalimat, sekali untuk pemberian kepada orang lain dan sekali untuk pemberian Allah kepada pemilik harta, dan di kedua tempat artinya memberi.

Kata (الزَّكَاةَ, z-zakaata) yang berarti "zakat" berakar ز-ك-و dan memakai kata sandang al-. Bentuk persis ini muncul 24 kali di 14 surah, yaitu di 2:43, 2:83, 2:110, 2:177, 2:277, 4:77, 4:162, 5:12, 5:55, 7:156, 9:5, 9:11, 9:18, 9:71, 22:41, 22:78, 24:56, 27:3, 31:4, 33:33, 41:7, 58:13, 73:20, dan 98:5. Surahnya lebih sedikit daripada kemunculannya karena sebagian surah, misalnya surah 2 dan surah 9, memuatnya lebih dari sekali. Dengan (يُؤْتُونَ, yu'tuuna) di depannya, bentuk itu muncul enam kali, yaitu di 5:55, 7:156, 9:71, 27:3, 31:4, dan 41:7. Lima di antaranya menyebut orang-orang yang memberikan zakat, misalnya (وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ, wa-yu'tuuna z-zakaata) di 31:4, dan peniadaan hanya ada di 41:7. Tanpa kata sandang, akar yang sama diterjemahkan "kesucian", yaitu (وَزَكَاةً, wa-zakaatan) di 19:13 dan (زَكَاةً, zakaatan) di 18:81. Di 18:81 Tuhan disebut menukar sesuatu dengan yang lebih baik kesuciannya. Di 41:7 kata sandang ada, sehingga terjemahan mempertahankan "zakat". Penerima, jumlah, dan waktu pemberian zakat tidak disebut di ayat ini, dan terjemahan tidak menambahkannya.

Bagian kedua dibuka dengan (وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ, wa-hum bi-l-aakhirati hum) yang berarti "dan mereka terhadap akhirat, mereka". Kata ganti hum muncul dua kali, sebelum dan sesudah bi-l-aakhirati, dan terjemahan menulis "mereka" sekali karena bahasa Indonesia tidak memerlukan pengulangannya. Rangkaian ini muncul lima kali di Al-Qur'an, yaitu di 11:19, 12:37, 27:3, 31:4, dan 41:7. Tiga di antaranya, yaitu 11:19, 12:37, dan 41:7, berakhir pada (كَافِرُونَ, kaafiruuna) yang berarti "mereka kufur", dan dua lainnya, 27:3 dan 31:4, berakhir pada (يُوقِنُونَ, yuuqinuuna) yang berarti "mereka yakin". Di 27:3 dan 31:4 rangkaian itu mengikuti (وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ, wa-yu'tuuna z-zakaata), sedangkan 41:7 menaruhnya sesudah bentuk yang ditiadakan.

Terjemahan memakai "mereka kufur terhadap akhirat", dengan kata kerja dan tidak dengan "mereka orang kafir", supaya sejajar dengan kata kerja "yakin" pada pasangannya di 27:3 dan 31:4. Kata kaafiruuna sendiri berakar ك-ف-ر dan, menurut data morfologi, berbentuk kata benda pelaku jamak. Hal yang dikufuri ditandai huruf bi- pada bi-l-aakhirati. Di 7:45 hal itu ditulis tanpa hum kedua, yaitu (وَهُمْ بِالْآخِرَةِ كَافِرُونَ, wa-hum bi-l-aakhirati kaafiruuna) yang berarti "dan mereka kufur terhadap akhirat". Akhirat dan kaafiruuna berada dalam satu ayat hanya di empat tempat, yaitu 7:45, 11:19, 12:37, dan 41:7. Ayat-ayat itu tidak menjelaskan seperti apa kekufuran tersebut tampak, dan 41:7 sendiri memasangkannya dengan tangan yang tidak memberi.

Tafsiran

Ayat ini, menurut terjemahannya, memberi dua keterangan tentang kaum yang dicelakakan di ujung 41:6, dan keduanya menyangkut tangan dan sikap terhadap akhirat. Apa yang disembah kaum itu tidak disebut di sini.

Ayat 41:6 sampai 41:8 terbaca sebagai satu ucapan, karena terjemahan membuka tanda kutip di 41:6 dan baru menutupnya di akhir 41:8, sedangkan perintah (قُلْ, qul) berikutnya baru ada di 41:9. Di dalam ucapan itu 41:6 memuat perintah menetap kepada-Nya dan memohon ampunan kepada-Nya, 41:7 menyebut kaum yang dicelakakan, dan 41:8 menyebut orang-orang yang diberi pahala. Perintah, celaka, dan pahala berurutan dalam tiga ayat yang berdempetan.

Susunan 41:7 dan 41:8 berlawanan arah. Ayat 41:7 menyebut perbuatan lebih dulu, yaitu tidak memberikan zakat, lalu sikap terhadap akhirat, yaitu kufur. Ayat 41:8 menyebut sikap lebih dulu, yaitu (آمَنُوا, aamanuu) yang berarti "beriman", lalu perbuatan, yaitu (وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ, wa-'amiluu sh-shaalihaati). Dengan begitu tiap sisi memuat satu perbuatan dan satu sikap.

Dua ayat lain yang memuat rangkaian wa-hum bi-l-aakhirati hum, yaitu 27:3 dan 31:4, menaruh pemberian zakat dan keyakinan akan akhirat dalam satu kalimat. Ayat 41:7 memakai dua unsur yang sama untuk kaum yang kebalikannya. Salat, yang di 27:3 dan 31:4 disebut sebelum zakat, tidak ada di 41:7. Huruf wa yang menyambung kedua ciri itu menjejerkannya saja; ayat ini tidak mengatakan bahwa tidak memberi melahirkan kufur atau sebaliknya.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 41:7 menggambarkan sekelompok orang lewat sesuatu yang tidak mereka lakukan, yaitu memberi. Tidak ada perbuatan jahat yang dicatat di sana, dan tidak ada nama sembahan, sehingga pembaca yang menghitung kesalahannya dari daftar hal buruk yang pernah dikerjakannya tidak akan menemukan jenis catatan ini. Ayat 24:33 menyebut harta yang diberikan kepada orang lain sebagai harta Allah yang Dia berikan kepada si pemberi, jadi tangan yang tidak terulur dapat dibaca sebagai menahan sesuatu yang menurut ayat itu datang dari Allah. Ayat 24:33 berbicara tentang membantu hamba sahaya yang membuat perjanjian, dan 41:7 tidak menyebut penerimanya, sehingga keduanya tidak disamakan. Bila tangan yang tidak terulur pun tercatat, apa yang akan terbaca pada diri sendiri dari daftar hal yang tidak pernah dilakukan?
  • Ayat 41:7 menaruh tidak memberi dan sikap kufur terhadap akhirat dalam satu kalimat, disambung dengan huruf wa saja. Urutan mana yang lebih dulu, dan mana yang melahirkan yang lain, dapat diperiksa pembaca pada dirinya sendiri, karena huruf wa tidak menentukannya. Di 27:3 dan 31:4 dua unsur yang sama berdiri berdampingan pada kaum yang memberi dan yakin, jadi pertanyaan yang sama dapat diajukan ke dua arah: apakah keyakinan membuat tangan terulur, atau tangan yang terulur lebih dulu dan keyakinan menyusul. Ayat-ayat itu tidak memilih salah satu. Ketika tangan menahan, adakah bayangan tentang pihak yang kelak menanyakan penahanan itu, atau bayangan tersebut sudah memudar sebelum tangan menahan?
  • Sebelum 41:7 menyebut ciri kaum yang dicelakakan, 41:6 sudah menyuruh pendengarnya menetap kepada-Nya dan memohon ampunan kepada-Nya. Urutan itu menaruh jalan keluar lebih dulu daripada gambaran celaka, sehingga pembaca yang mendapati sebagian ciri 41:7 pada dirinya masih membaca ayat itu dengan perintah 41:6 di belakangnya. Ayat 41:6 menuliskan perintahnya, sedangkan ampunan itu sendiri belum tergambar di sana. Apakah gambaran kaum yang dicelakakan terasa lebih mudah dikenali pada diri sendiri ketika jalan menuju-Nya sudah dibuka lebih dulu?
  • Akar kata zakat dipakai di 18:81 untuk sesuatu yang lebih baik kesuciannya, dan di sana Tuhan disebut sebagai yang menukarkannya. Pembaca yang membayangkan zakat sebagai potongan dari harta dapat menimbang kata yang bersaudara dengannya itu, yaitu kesucian. Ayat 41:7 tidak menjelaskan apa yang disucikan oleh pemberian, sehingga hubungan itu terbaca sebagai kemungkinan yang berdasar pada kesamaan akar. Orang yang menahan hartanya dapat bertanya apa yang sebenarnya dipertahankannya, dan apakah barang itu menjadi lebih bersih di tangan yang menggenggamnya?
  • Ayat 41:7 menyebut kaum itu dengan kata mereka dua kali dan tidak menyebut nama siapa pun. Pembaca yang menemukan wajah tertentu pada gambaran itu, seorang tetangga, atasan, atau tokoh di layar, telah mengisi nama yang tidak ada dalam teks. Mengosongkan kembali nama itu menyisakan sebuah gambaran yang dapat dipakai untuk menimbang diri, yaitu tangan yang menahan dan sikap terhadap hari yang akan datang. Bagian mana dari gambaran itu yang paling sulit dibaca sebagai tentang diri sendiri?
  • Ayat 2:277 menyebut orang-orang yang memberikan zakat bersama iman, amal saleh, dan salat dalam satu daftar, lalu menyebut tempat pahala mereka, yaitu di sisi Tuhan mereka. Ayat 41:7 tidak menyebut tempat bagi harta yang tidak diberikan, sehingga perbandingan ini bersandar pada 2:277 saja dan tidak menambahkan apa pun tentang harta yang ditahan. Pembaca yang menimbang apa yang ia tahan dapat bertanya di mana ia meletakkan simpanannya, dan apakah tempat itu sama dengan tempat yang disebut 2:277 bagi mereka yang memberi.