قُلْ أَئِنَّكُمْ لَتَكْفُرُونَ بِالَّذِي خَلَقَ الْأَرْضَ فِي يَوْمَيْنِ وَتَجْعَلُونَ لَهُ أَنْدَادًا ۚ ذَٰلِكَ رَبُّ الْعَالَمِينَ
Katakanlah, “Apakah kalian benar-benar kufur terhadap Dia yang menciptakan bumi dalam dua masa, dan kalian mengadakan tandingan-tandingan bagi-Nya? Itu Tuhan seisi alam.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- قُلْqulkatakanlah
- أَئِنَّكُمْ لَتَكْفُرُونَ بِالَّذِي خَلَقَ الْأَرْضَ فِي يَوْمَيْنِa-innakum la-takfuruuna bi-lladzii khalaqa l-ardha fii yawmayniapakah kalian benar-benar kufur terhadap Dia yang menciptakan bumi dalam dua masa
- وَتَجْعَلُونَ لَهُ أَنْدَادًاwa-taj'aluuna lahu andaadandan kalian mengadakan tandingan-tandingan bagi-Nya
- ذَٰلِكَ رَبُّ الْعَالَمِينَdzaalika rabbu l-'aalamiinaitu Tuhan seisi alam
Terjemahan per kata (14 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- أَئِنَّكُمْa-innakumapakah sesungguhnya kalian
- لَتَكْفُرُونَla-takfuruunasungguh kalian kufur
- بِالَّذِيbi-lladziidengan yang
- خَلَقَkhalaqamenciptakan
- الْأَرْضَl-ardhabumi
- فِيfiidalam
- يَوْمَيْنِyawmaynidua hari
- وَتَجْعَلُونَwa-taj'aluunadan kalian menjadikan
- لَهُlahubaginya
- أَنْدَادًاandaadantandingan-tandingan
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- رَبُّrabbuTuhan
- الْعَالَمِينَl-'aalamiinaseisi alam
Inti bacaan
Kata (أَنْدَادًا, andaadan) muncul enam kali di Al-Qur'an (2:22, 2:165, 14:30, 34:33, 39:8, 41:9), dan lima di antaranya didahului kata kerja ja'ala.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (قُلْ, qul) yang berarti "katakanlah". Bentuk qul yang berdiri sendiri muncul 4 kali di surah 41, yaitu di 41:6, 41:9, 41:44, dan 41:52. Terjemahan menutup tanda kutip ucapan 41:6 sampai 41:8 di akhir 41:8, sehingga perintah ini membuka ucapan yang baru.
Dua kata berikutnya, (أَئِنَّكُمْ لَتَكْفُرُونَ, a-innakum la-takfuruuna), membentuk pertanyaan. Menurut data morfologi, huruf a di depan innakum menandai tanya dan huruf la- di depan takfuruuna menguatkan kata kerja, sehingga terjemahan memakai "apakah kalian benar-benar kufur". Susunan a-innakum muncul 4 kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:19, 27:55, 29:29, dan 41:9. Di 6:19, (أَئِنَّكُمْ لَتَشْهَدُونَ, a-innakum la-tasyhaduuna), dan di 29:29, (أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ, a-innakum la-ta'tuuna r-rijaala), terjemahan memakai "Apakah kalian benar-benar". Ayat 41:9 mengikuti padanan itu dan tidak menambahkan kata "pantas", karena tidak ada kata Arab yang melahirkannya. Rangkaian la-takfuruuna hanya ada di 41:9.
Kata (بِالَّذِي خَلَقَ, bi-lladzii khalaqa) berarti "terhadap Dia yang menciptakan". Huruf bi- sesudah kata kerja takfuruuna menunjuk hal yang dikufuri, dan pola takfuruuna bi- muncul 5 kali, yaitu di 2:28, 2:85, 3:70, 3:98, dan 41:9. Di 2:28, (كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللَّهِ, kayfa takfuruuna bi-llaahi), dan di 3:98, (لِمَ تَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ, li-ma takfuruuna bi-aayaati llaahi), hal yang dikufuri disebut dengan nama Allah atau tanda-tanda-Nya. Di 41:9 hal itu disebut lewat perbuatan-Nya, dengan kata kerja khalaqa. Rangkaian bi-lladzii khalaqa muncul 2 kali, yaitu di 18:37 dan 41:9. Di 18:37, (أَكَفَرْتَ بِالَّذِي خَلَقَكَ, a-kafarta bi-lladzii khalaqaka) yang berarti "apakah engkau kufur kepada Dia yang menciptakanmu", penciptaan menyangkut orang yang ditanya, sedangkan di 41:9 penciptaan menyangkut bumi.
Kata (خَلَقَ الْأَرْضَ, khalaqa l-ardha) yang berarti "menciptakan bumi" muncul 2 kali, yaitu di 20:4 dan 41:9. Di 20:4 bumi disebut bersama langit dalam satu rangkaian, (وَالسَّمَاوَاتِ الْعُلَى, wa-s-samaawaati l-'ulaa) yang berarti "dan langit yang tinggi", sedangkan di 41:9 bumi disebut sendirian dan langit baru muncul di 41:11.
Kata (فِي يَوْمَيْنِ, fii yawmayni) yang berarti "dalam dua masa" memakai bentuk ganda dari yawm, kata yang dasarnya "hari". Bentuk ganda ini muncul 3 kali, yaitu di 2:203, 41:9, dan 41:12. Di 2:203, (فَمَنْ تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ, fa-man ta'ajjala fii yawmayni) yang berarti "maka siapa yang mempercepat dalam dua hari", kata itu mengukur hari biasa, dan terjemahan memakai "hari". Untuk penciptaan terjemahan memakai "masa", seperti pada (فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ, fii sittati ayyaamin) yang diterjemahkan "dalam enam masa" di 7 ayat, yaitu 7:54, 10:3, 11:7, 25:59, 32:4, 50:38, dan 57:4. Alasannya terlihat di Al-Qur'an sendiri, yang memakai yawm untuk ukuran jauh lebih panjang daripada sehari semalam, yaitu (وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ, wa-inna yawman 'inda rabbika ka-alfi sanatin) yang berarti "dan sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu seperti seribu tahun" di 22:47, serta (فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ, fii yawmin kaana miqdaaruhu khamsiina alfa sanatin) yang berarti "dalam satu hari yang kadarnya lima puluh ribu tahun" di 70:4. Panjang masa di 41:9 tidak disebut.
Kata (أَنْدَادًا, andaadan) muncul 6 kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:22, 2:165, 14:30, 34:33, 39:8, dan 41:9, dan terjemahan memakai "tandingan-tandingan" di keenamnya. Kata "sekutu" tidak dipakai di sini karena itu padanan syariik, seperti di 25:2, (وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ, wa-lam yakun lahu syariikun fii l-mulki) yang berarti "dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kerajaan". Di 5 dari 6 ayat itu, yaitu 2:22, 14:30, 34:33, 39:8, dan 41:9, andaadan didahului kata kerja ja'ala yang berarti "menjadikan" atau "mengadakan", sedangkan di 2:165 kata kerjanya (يَتَّخِذُ, yattakhidzu). Di 41:9 bunyinya (وَتَجْعَلُونَ لَهُ أَنْدَادًا, wa-taj'aluuna lahu andaadan) yang berarti "dan kalian mengadakan tandingan-tandingan bagi-Nya".
Kata (ذَٰلِكَ رَبُّ الْعَالَمِينَ, dzaalika rabbu l-'aalamiina) dibuka dengan dzaalika, kata tunjuk yang berarti "itu", lalu "Tuhan seisi alam", dan rangkaian utuh ini hanya ada di 41:9. Bentuk rabbu l-'aalamiina muncul 6 kali, yaitu di 7:54, 26:23, 28:30, 40:64, 41:9, dan 81:29, dan terjemahan "Tuhan seisi alam" di 41:9 sama dengan 7:54, 26:23, 40:64, dan 81:29. Di 26:23 Firaun bertanya tentang Tuhan seisi alam, dan jawabannya di 26:24 adalah (رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا, rabbu s-samaawaati wa-l-ardhi wa-maa baynahumaa) yang berarti "Tuhan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya".
Tafsiran
Ayat ini mengubah cara bicara surah. Di 41:7 dan 41:8 dua kelompok digambarkan dengan kata ganti mereka, dan di 41:9 pendengar ditanya langsung dengan kata ganti kalian. Dua perbuatan dalam pertanyaan itu, kufur dan mengadakan tandingan, dihubungkan huruf wa dan sama-sama berbentuk kalian, sehingga keduanya terbaca sebagai perbuatan pihak yang sama.
Ayat 41:9 membuka rangkaian yang menguraikan siapa yang diingkari itu lewat perbuatan-Nya: bumi dan masa penciptaannya di 41:9, gunung, berkah, dan kadar makanan di 41:10, langit yang diajak bicara di 41:11, dan tujuh langit di 41:12. Rangkaian itu berhenti di 41:13, yang memuat syarat "jika mereka berpaling" dan perintah (فَقُلْ, fa-qul) yang berarti "maka katakanlah", sehingga pertanyaan di 41:9 dan peringatan di 41:13 mengapit uraian tentang penciptaan.
Pertanyaan di 41:9 menyebut tandingan tanpa menyebut wujudnya. Di 2:22 larangan menjadikan tandingan datang sesudah rangkaian yang dibuka dengan bumi sebagai hamparan, dan di 41:9 pertanyaan tentang tandingan datang tepat sesudah bumi disebut sebagai ciptaan. Empat kemunculan andaadan yang lain, yaitu 2:165, 14:30, 34:33, dan 39:8, tidak menyebut bumi dalam ayatnya. Kedekatan bumi dan tandingan di dua tempat itu terbaca sebagai penghubung, dan ayat-ayat itu tidak menyatakan alasannya.
Ayat 41:9 berakhir dengan penyebutan Dia yang ditanyakan, yaitu Tuhan seisi alam, dan 41:12 berakhir dengan (ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ, dzaalika taqdiiru) yang berarti "itu ketetapan". Dua penutup yang sama-sama dibuka dengan dzaalika itu mengapit uraian di antaranya, sedangkan 41:10 dan 41:11 tidak memuat penutup serupa.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 41:9 berbentuk pertanyaan, dan jawabannya tidak dicatat di ayat itu; yang menyusul langsung adalah uraian tentang siapa yang ditanyakan. Pembaca yang menerimanya sebagai tuduhan kepada orang lain melewatkan bahwa pertanyaan itu dibuka dengan perintah untuk mengucapkannya, sehingga pertanyaan itu dapat diajukan pembaca kepada dirinya sendiri. Bila pertanyaan tentang kufur terhadap Dia yang menciptakan bumi diajukan kepada diri sendiri, jawaban apa yang keluar sebelum sempat dipikirkan?
- Ayat 2:165 menyebut tandingan-tandingan yang dicintai seperti mencintai Allah, dan orang-orang beriman di sana disebut lebih kuat cintanya kepada Allah. Ayat 41:9 tidak menjelaskan wujud tandingan itu, sehingga gambaran di 2:165 hanya satu kemungkinan, yaitu sesuatu yang menempati tempat cinta. Pembaca dapat mendaftar apa yang dicintainya dengan cara yang mendekati cintanya kepada Allah, lalu memeriksa mana yang akan paling dibelanya bila terancam. Dari daftar itu, mana yang akan paling cepat dibela, dan atas nama siapa pembelaan itu dilakukan?
- Ayat 41:9 menyebut bumi diciptakan dalam dua masa dan tidak menyebut panjangnya. Di 22:47 sehari di sisi Tuhanmu disamakan dengan seribu tahun menurut hitungan pembaca, sehingga satuan waktu yang dipakai pembaca untuk menimbang angka dua itu mungkin berbeda dari satuan ayat. Ayat 22:47 berbicara tentang azab yang diminta disegerakan dan tidak tentang penciptaan, jadi keduanya tidak disamakan. Pembaca yang menimbang sesuatu dengan jam dan kalender mendapati bahwa angka dua itu tidak bisa dipasang pada jam mana pun miliknya. Dengan satuan apa sebuah pekerjaan layak dinilai, bila satuannya tidak diketahui?
- Ayat 18:37 memakai rangkaian yang hampir sama untuk menanyakan kufur terhadap Dia yang menciptakan orang yang ditanya, dari tanah lalu dari setetes mani, sedangkan 41:9 menaruh bumi di tempat itu. Dua ayat itu memberi dua jarak, yaitu asal diri dan tempat berpijak, dan di keduanya Dia disebut lewat perbuatan-Nya dan tidak lewat nama. Pertanyaan kufur dapat diajukan dari kedua jarak itu. Mana dari dua asal itu yang lebih sering terlupakan, asal tubuh sendiri atau tanah yang sedang diinjak?
- Ayat 41:9 menutup pertanyaannya dengan penyebutan Tuhan seisi alam, dan di 26:24 jawaban atas pertanyaan tentang Tuhan seisi alam adalah Tuhan langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya. Kata seisi alam tidak mengecualikan siapa pun, dan pembaca berada di antara bumi dan langit yang disebut itu. Pertanyaan tentang kufur diajukan kepada mereka yang berada di dalam alam tersebut. Adakah tempat berdiri di luar seisi alam yang dapat dipakai untuk membantah Tuhan seisi alam?
- Dua hal dalam pertanyaan 41:9, kufur dan mengadakan tandingan, dihubungkan huruf wa dan tidak diberi urutan atau tingkat. Pembaca dapat membayangkan orang yang tidak pernah mengucapkan penolakan, tetapi memberi tempat bagi tandingan dalam kegiatannya sehari-hari, dan ayat ini menaruh keduanya dalam satu pertanyaan kepada pihak yang sama. Ayat 2:22 memakai kata andaadan yang sama dalam larangan bagi Allah, dan menutupnya dengan padahal kalian mengetahui. Apa yang diketahui pembaca tentang tandingan di dalam hidupnya, yang belum pernah ia ucapkan dengan lantang?