وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ مِنْ فَوْقِهَا وَبَارَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا فِي أَرْبَعَةِ أَيَّامٍ سَوَاءً لِلسَّائِلِينَ
dan Dia menjadikan padanya gunung-gunung kokoh di atasnya, dan memberkahinya, dan menentukan padanya kadar makanan-makanannya, dalam empat masa, sama bagi orang-orang yang meminta.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ مِنْ فَوْقِهَاwa-ja'ala fiihaa rawaasiya min fawqihaadan Dia menjadikan padanya gunung-gunung kokoh di atasnya
- وَبَارَكَ فِيهَاwa-baaraka fiihaadan memberkahinya
- وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَاwa-qaddara fiihaa aqwaatahaadan menentukan padanya kadar makanan-makanannya
- فِي أَرْبَعَةِ أَيَّامٍ سَوَاءً لِلسَّائِلِينَfii arba'ati ayyaamin sawaa'an li-s-saa'iliinadalam empat masa, sama bagi orang-orang yang meminta
Terjemahan per kata (15 kata)
- وَجَعَلَwa-ja'aladan Dia menjadikan
- فِيهَاfiihaapadanya
- رَوَاسِيَrawaasiyagunung-gunung
- مِنْmindari
- فَوْقِهَاfawqihaaatasnya
- وَبَارَكَwa-baarakadan Dia memberkahi
- فِيهَاfiihaapadanya
- وَقَدَّرَwa-qaddaradan menentukan
- فِيهَاfiihaapadanya
- أَقْوَاتَهَاaqwaatahaamakanannya
- فِيfiidalam
- أَرْبَعَةِarba'atiempat
- أَيَّامٍayyaaminhari
- سَوَاءًsawaa'ansama
- لِلسَّائِلِينَli-s-saa'iliinabagi orang-orang yang bertanya
Inti bacaan
Kata (أَقْوَاتَهَا, aqwaatahaa) hanya ada di 41:10, dan akar ق-و-ت hanya dipakai dua kali di Al-Qur'an (4:85, 41:10).
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini disambung ke 41:9 oleh huruf wa pada kata pertamanya, (وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ مِنْ فَوْقِهَا, wa-ja'ala fiihaa rawaasiya min fawqihaa) yang berarti "dan Dia menjadikan padanya gunung-gunung kokoh di atasnya". Akhiran -haa pada fiihaa menunjuk bumi yang disebut di 41:9, dan pelaku kata kerja ja'ala tidak diberi nama baru.
Kata (رَوَاسِيَ, rawaasiya) berakar ر-س-و dan, menurut data morfologi, berbentuk kata yang menyebut pelaku, jamak perempuan. Kata ini muncul 9 kali di Al-Qur'an, yaitu di 13:3, 15:19, 16:15, 21:31, 27:61, 31:10, 41:10, 50:7, dan 77:27. Kata kerja yang menyertainya ja'ala di 5 ayat, yaitu 13:3, 21:31, 27:61, 41:10, dan 77:27, dan alqaa atau alqaynaa, yang diterjemahkan "memancangkan" atau "meletakkan", di 4 ayat, yaitu 15:19, 16:15, 31:10, dan 50:7. Kata "gunung" tidak tertulis di ayat ini. Terjemahan memakainya karena akar yang sama dipakai di 79:32, (وَالْجِبَالَ أَرْسَاهَا, wa-l-jibaala arsaahaa) yang berarti "dan gunung-gunung Dia pancangkan", dengan kata jibaal sebagai sasarannya. Frasa (مِنْ فَوْقِهَا, min fawqihaa) yang berarti "di atasnya" muncul 2 kali, yaitu di 39:20 dan 41:10. Di 39:20, (مِنْ فَوْقِهَا غُرَفٌ, min fawqihaa ghurafun), kata itu menyebut kamar-kamar di atas kamar lain, dan di 41:10 menyebut gunung-gunung di atas bumi.
Kata (وَبَارَكَ فِيهَا, wa-baaraka fiihaa) yang berarti "dan memberkahinya" hanya ada di 41:10. Rangkaian (بَارَكْنَا فِيهَا, baaraknaa fiihaa) yang berarti "Kami berkahi padanya" muncul 4 kali, yaitu di 7:137, 21:71, 21:81, dan 34:18. Sasarannya selalu wilayah tertentu, yaitu belahan timur dan barat bumi di 7:137, tanah yang dituju di 21:71 dan 21:81, dan negeri-negeri di 34:18. Di 41:10 Dia memberkahi bumi yang disebut di 41:9, tanpa pembatasan wilayah.
Kata (وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا, wa-qaddara fiihaa aqwaatahaa) berarti "dan menentukan padanya kadar makanan-makanannya". Bentuk qaddara muncul 8 kali, yaitu di 10:5, 25:2, 41:10, 74:18, 74:19, 74:20, 80:19, dan 87:3, dan diterjemahkan "menentukan" atau "menetapkan". Susunan qaddara dengan fiihaa dan sebuah benda ada di 2 ayat, yaitu 41:10 dan 34:18, (وَقَدَّرْنَا فِيهَا السَّيْرَ, wa-qaddarnaa fiihaa s-sayra) yang berarti "dan Kami tetapkan padanya perjalanan". Di 34:18 perjalanan ditentukan di dalam negeri-negeri, dan di 41:10 makanan ditentukan di dalam bumi. Kata (أَقْوَاتَهَا, aqwaatahaa) berakar ق-و-ت dan hanya ada di 41:10. Akar yang sama muncul sekali lagi, yaitu di 4:85, (مُقِيتًا, muqiitan) yang diterjemahkan "pemelihara". Ayat ini tidak memerinci makanan apa saja yang dimaksud.
Kata (فِي أَرْبَعَةِ أَيَّامٍ, fii arba'ati ayyaamin) yang berarti "dalam empat masa" hanya ada di 41:10. Bentuk jamak ayyaamin dipakai di sini, sedangkan 41:9 memakai bentuk ganda yawmayni. Terjemahan memakai "masa" karena alasan yang sama dengan 41:9. Apakah empat masa itu mencakup dua masa di 41:9 atau menyusul sesudahnya, tidak dinyatakan oleh ayat ini.
Kata (سَوَاءً لِلسَّائِلِينَ, sawaa'an li-s-saa'iliina) yang berarti "sama bagi orang-orang yang meminta" hanya ada di 41:10. Kata (سَوَاءً, sawaa'an) muncul 5 kali, yaitu di 3:113, 4:89, 22:25, 41:10, dan 45:21. Di 22:25, (سَوَاءً الْعَاكِفُ فِيهِ وَالْبَادِ, sawaa'an al-'aakifu fiihi wa-l-baadi), kata itu menyamakan penduduk dan pendatang, dan di 45:21, (سَوَاءً مَحْيَاهُمْ وَمَمَاتُهُمْ, sawaa'an mahyaahum wa-mamaatuhum), menyamakan hidup dan mati. Di 41:10 kata itu disusul pihak yang meminta. Kata (لِلسَّائِلِينَ, li-s-saa'iliina) berakar س-أ-ل dan muncul 2 kali dengan huruf li-, yaitu di 12:7 dan 41:10. Bentuk pelaku akar ini diterjemahkan "peminta" atau "orang yang meminta" di 2:177, (وَالسَّائِلِينَ, wa-s-saa'iliina), 51:19, (لِلسَّائِلِ, li-s-saa'ili), 70:1, 70:25, dan 93:10, (السَّائِلَ, s-saa'ila), dan "penanya" dipakai di 12:7 saja, yang berbicara tentang tanda-tanda dalam kisah Yusuf. Karena ayat 41:10 baru saja menyebut makanan, terjemahan memilih "meminta". Bacaan "bertanya" tidak ditolak oleh bentuk katanya.
Tafsiran
Ayat ini menambahkan tiga pekerjaan pada bumi yang disebut di 41:9, yaitu gunung-gunung yang ditegakkan, berkah, dan kadar makanan. Ketiganya dikerjakan di dalam bumi itu sendiri, sebagaimana akhiran fiihaa pada tiap kata kerjanya, dan disusul penanda waktu yang berbeda dari 41:9: empat masa, sedangkan 41:9 menyebut dua.
Ayat 41:9, 41:10, dan 41:12 menyebut bilangan masa berturut-turut: dua, empat, lalu dua. Tujuh ayat lain, yaitu 7:54, 10:3, 11:7, 25:59, 32:4, 50:38, dan 57:4, menyebut enam masa untuk langit dan bumi sekaligus. Bagaimana bilangan 2, 4, dan 2 berhubungan dengan angka enam itu tidak diuraikan oleh ayat-ayat tersebut, dan penjumlahan tidak dilakukan di sini.
Urutan antara bumi dan langit juga memuat ketegangan dengan ayat lain. Ayat 79:30, (وَالْأَرْضَ بَعْدَ ذَٰلِكَ دَحَاهَا, wa-l-ardha ba'da dzaalika dahaahaa) yang berarti "dan bumi, setelah itu, Dia hamparkan", menyebut bumi sesudah langit dengan kata kerja yang berbeda dari khalaqa di 41:9. Rangkaian 41:9 sampai 41:12 menyebut bumi lebih dulu, lalu langit dengan (ثُمَّ, tsumma) di 41:11. Dua rangkaian itu memakai kata kerja berbeda untuk bumi, dan masing-masing tidak menyebut yang lain.
Ayat ini berakhir pada orang-orang yang meminta, yaitu pihak penerima, sehingga uraian tentang penciptaan bumi berhenti pada orang yang memerlukan, dan tidak pada benda-benda ciptaan. Sesudahnya 41:11 membawa pembicaraan ke langit.
Renungan dan Hikmah
- Tiga pekerjaan Dia disebut di 41:10, yaitu menegakkan gunung-gunung, memberkahi, dan menentukan kadar makanan, dan ketiganya dikerjakan di dalam bumi yang sama yang dipijak pembaca. Tidak ada satu pun yang ditaruh di tempat jauh. Pembaca yang mencari tanda tentang Dia di tempat yang tinggi atau terpencil dapat membaca ulang daftar itu sebagai daftar benda dekat: tanah, tonjolan di atasnya, dan makanan yang tumbuh. Dari ketiga pekerjaan itu, mana yang paling jarang diperhatikan pembaca sendiri?
- Kadar makanan bumi disebut di 41:10 sebagai sesuatu yang ditentukan oleh Dia di dalam bumi itu sendiri, dan ayat itu tidak menyebut siapa yang menghitung persediaan. Pembaca yang mencatat isi lumbung, tabungan, atau ruang dapur dapat menimbang hitungan itu terhadap kadar yang disebut ayat ini. Ayat 41:10 tidak memuat angka tentang kadar tersebut, sehingga perbandingan ini hanya bisa dilakukan lewat arah, bukan lewat jumlah. Apakah hitungan persediaan yang dipegang pembaca bertumpu pada kadar yang disebut ayat ini, atau pada ukuran lain yang dibuatnya sendiri?
- Orang-orang yang meminta menutup 41:10, sesudah gunung dan berkah disebut. Di 51:19 peminta disebut memiliki hak dalam harta orang-orang yang dibicarakan ayat itu, dan di 93:10 peminta tidak boleh dihardik. Kedua ayat itu berbicara tentang harta dan sikap, sedangkan 41:10 berbicara tentang penciptaan, sehingga ketiganya tidak disamakan. Pembaca dapat mengingat saat terakhir berdiri di sisi peminta, entah meminta uang, bantuan, atau waktu, dan perlakuan apa yang diharapkan ketika itu. Apakah perlakuan yang diharapkan dari orang lain sama dengan perlakuan yang diberikan ketika giliran duduk di sisi yang lain tiba?
- Di 7:137, 21:71, 21:81, dan 34:18 berkah disebut untuk wilayah tertentu, sedangkan di 41:10 Dia memberkahi bumi yang disebut di 41:9 tanpa membatasi tempat. Pembaca yang membagi dunia menjadi tempat yang istimewa dan tempat yang biasa dapat memeriksa bagian mana dari pembagian itu yang berasal dari ayat dan mana yang berasal dari kebiasaannya sendiri. Ayat 41:10 tidak merinci apa wujud berkah itu atau bagaimana berkah itu terasa. Tempat mana yang pernah dianggapnya tidak berkah, padahal berdiri di atas bumi yang sama?
- Di 16:15 gunung-gunung diletakkan di bumi agar bumi tidak berguncang bersama kalian, (أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ, an tamiida bikum), dan di sana Dia disebut sebagai yang memancangkannya. Ayat 41:10 tidak menyebut tujuan gunung-gunung itu, jadi tujuan di 16:15 hanya dipinjam sebagai satu kemungkinan. Beban yang diletakkan di atas sesuatu dapat dibaca sebagai pemberat yang menahan. Beban mana dalam hidup pembaca yang terasa menekan, padahal mungkin sedang menahan sesuatu agar tidak bergeser?
- Empat masa disebut di 41:10, dan dua masa di 41:9 sebelumnya. Pembaca yang cepat menjumlahkan angka-angka itu dengan angka enam yang disebut di tujuh ayat lain mendapati bahwa tak satu pun ayat menyodorkan hasil penjumlahan itu. Hitungan yang rapi dan cepat tampak memberi kepastian, tetapi kepastian itu datang dari pembaca, tidak dari ayat. Apa yang berubah pada pemahaman bila angka-angka itu dibiarkan berdiri sendiri?