ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ ائْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ
Kemudian, Dia menuju ke langit, sedangkan ia masih berupa asap, lalu, Dia berfirman kepadanya dan kepada bumi, ‘Datanglah kalian berdua dengan patuh atau terpaksa.’ Keduanya menjawab, ‘Kami datang dengan patuh.’
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌtsumma stawaa ilaa s-samaa'i wa-hiya dukhaanunkemudian, Dia menuju ke langit, sedangkan ia masih berupa asap
- فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِfa-qaala lahaa wa-li-l-ardilalu, Dia berfirman kepadanya dan kepada bumi
- ائْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًاi'tiyaa taw'an aw karhandatanglah kalian berdua dengan patuh atau terpaksa
- قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَqaalataa ataynaa taa'i'iinakeduanya menjawab, kami datang dengan patuh
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar s-w-y, s-m-w, d-kh-n, q-w-l, a-r-d, a-t-y, t-w-', k-r-h): istawaa ilaa s-samaa' diterjemahkan 'menuju ke langit' (akar s-w-y); dukhaan diterjemahkan 'asap' (akar d-kh-n); i'tiyaa taw'an aw karhan diterjemahkan 'datanglah dengan patuh atau terpaksa' (akar '-t-y + akar t-w-' + akar k-r-h, ketaatan kosmik: bahkan langit-bumi tunduk pada perintah Allah, cf. 3:83, 13:15); taa'i'iin diterjemahkan 'dengan patuh' (akar t-w-'). gloss '(langit)/(Tunduklah kepada-Ku)' dibuang.
Aplikasi
Dialog puitis 'datanglah kalian berdua dengan patuh atau terpaksa. Keduanya menjawab, Kami datang dengan patuh', kepatuhan kosmis langit dan bumi yang total dan sukarela, kontras dengan keengganan manusia yang sering menolak tunduk pada hal yang jauh lebih sederhana.