فَإِنْ أَعْرَضُوا فَقُلْ أَنْذَرْتُكُمْ صَاعِقَةً مِثْلَ صَاعِقَةِ عَادٍ وَثَمُودَ

Maka, jika mereka berpaling, katakanlah, “Aku memperingatkan kalian akan petir seperti petir Ad dan Tsamud.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَإِنْ أَعْرَضُواfa-in a'radhuumaka, jika mereka berpaling
  2. فَقُلْ أَنْذَرْتُكُمْ صَاعِقَةً مِثْلَ صَاعِقَةِ عَادٍ وَثَمُودَfa-qul andzartukum shaa'iqatan mitsla shaa'iqati 'aadin wa-tsamuudamaka, katakanlah, aku memperingatkan kalian akan petir seperti petir Ad dan Tsamud

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. فَإِنْfa-inmaka jika
  2. أَعْرَضُواa'radhuumereka berpaling
  3. فَقُلْfa-qulmaka katakanlah
  4. أَنْذَرْتُكُمْandzartukumaku memperingatkan kalian
  5. صَاعِقَةًshaa'iqatanpetir
  6. مِثْلَmitslaseperti
  7. صَاعِقَةِshaa'iqatipetir
  8. عَادٍ'aadinAd
  9. وَثَمُودَwa-tsamuudadan Tsamud

Inti bacaan

Bentuk (أَنْذَرْتُكُمْ, andzartukum) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 41:13 dan 92:14, dan di keduanya kata kerja itu disusul nama bahaya yang diperingatkan.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (فَإِنْ أَعْرَضُوا, fa-in a'radhuu) yang berarti "maka, jika mereka berpaling". Kata (فَإِنْ, fa-in) memasang syarat, dan kata kerja (أَعْرَضُوا, a'radhuu) berakar ع-ر-ض. Kata kerja a'radhuu muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 28:55, 34:16, 41:13, dan 42:48, dan susunan (فَإِنْ أَعْرَضُوا, fa-in a'radhuu) hanya ada di dua di antaranya, 41:13 dan 42:48. Di 28:55 kata kerja itu disusul objek, (أَعْرَضُوا عَنْهُ, a'radhuu 'anhu) yang berarti "mereka berpaling darinya". Di 34:16, (فَأَعْرَضُوا, fa-a'radhuu) yang berarti "tetapi mereka berpaling", objeknya tidak disebut, dan di 41:13 pun tidak ada kata yang menyatakan dari apa mereka berpaling. Terjemahan karena itu berhenti pada "berpaling" dan tidak menambahkan kata "dari" beserta objeknya.

Kata (فَقُلْ, fa-qul) yang berarti "maka, katakanlah" berakar ق-و-ل dan berbentuk perintah untuk satu orang. Perintah itu membuka sebuah ucapan, dan kata "aku" di dalam ucapan itu milik orang yang diperintah. Kata (أَنْذَرْتُكُمْ, andzartukum) yang berarti "aku memperingatkan kalian" berakar ن-ذ-ر, berbentuk lampau untuk orang pertama tunggal, dengan akhiran -kum yang berarti "kalian". Bentuk ini muncul dua kali, yaitu di 41:13 dan 92:14. Di 92:14, (فَأَنْذَرْتُكُمْ نَارًا, fa-andzartukum naaran) yang berarti "maka Aku memperingatkan kalian akan api", kata kerja itu disusul kata benda tak tentu yang menyebut bahayanya. Susunan yang sama ada di ayat ini, (أَنْذَرْتُكُمْ صَاعِقَةً, andzartukum shaa'iqatan), dan terjemahan memakai "akan" di kedua tempat supaya bahaya itu terbaca sebagai isi peringatan.

Kata (صَاعِقَةً, shaa'iqatan) yang berarti "petir" berakar ص-ع-ق. Ayat ini memuatnya dua kali, sekali tanpa kata sandang dan sekali dalam sambungan, (صَاعِقَةِ, shaa'iqati), sebelum nama Ad. Tanpa kata sandang, kata shaa'iqah hanya ada di dua ayat, yaitu 41:13 dan 41:17. Dengan kata sandang, (الصَّاعِقَةُ, sh-shaa'iqatu) muncul di tiga ayat, yaitu 2:55, 4:153, dan 51:44, dan bentuk jamaknya, (الصَّوَاعِقِ, sh-shawaa'iqi), ada di dua ayat, yaitu 2:19 dan 13:13.

Kata (مِثْلَ, mitsla) yang berarti "seperti" menaruh petir yang diperingatkan sejajar dengan petir Ad dan Tsamud. Pasangan nama (عَادٍ وَثَمُودَ, 'aadin wa-tsamuuda) bersebelahan di empat ayat, yaitu 9:70, 14:9, 40:31, dan 41:13. Di tiga yang pertama, kedua nama didahului (قَوْمِ نُوحٍ, qawmi nuuhin) yang berarti "kaum Nuh", sehingga Ad dan Tsamud berdiri sebagai anggota sebuah deret. Di 41:13 deret itu hanya berisi dua nama. Kata (عَادٍ, 'aadin) di sini nama kaum, dan morfologi menandainya sebagai nama diri. Tulisan yang sama, (وَلَا عَادٍ, wa-laa 'aadin), muncul di 2:173, 6:145, dan 16:115 dengan arti "dan tidak melampaui batas", dan di sana morfologi menandainya sebagai pelaku dari akar ع-د-و. Karena di 41:13 kata itu diikuti (وَثَمُودَ, wa-tsamuuda), nama kaum yang lain, terjemahan memakai nama "Ad" dan tidak memakai sifat.

Ayat 41:16 menyebut angin yang dikirim kepada Ad, dan 41:17 menyebut petir yang menyambar Tsamud, sedangkan 41:13 memakai kata petir untuk keduanya. Hubungan antara angin Ad dan petir Ad tidak dijelaskan oleh ayat mana pun di rangkaian ini, dan terjemahan tidak menyamakan keduanya.

Tafsiran

Ayat ini memindahkan pembicaraan dari uraian penciptaan di 41:9 sampai 41:12 ke sebuah peringatan, dan perpindahan itu bertumpu pada syarat, tidak pada kenyataan. Tulisan 41:13 tidak menyatakan bahwa mereka berpaling. Ayat itu hanya memuat apa yang harus diucapkan bila hal tersebut terjadi. Kata kerja yang sama sudah muncul di 41:4, (فَأَعْرَضَ أَكْثَرُهُمْ, fa-a'radha aktsaruhum) yang berarti "tetapi kebanyakan mereka berpaling", dan kembali di 41:51, (أَعْرَضَ, a'radha), untuk manusia yang menerima nikmat. Surah ini dengan demikian mencatat berpaling dari tiga sudut: sebagai kenyataan di 41:4, sebagai kemungkinan di 41:13, dan sebagai sikap manusia yang diberi nikmat di 41:51.

Isi peringatannya disusun sebagai perbandingan. Bahayanya dinamai dengan satu kata, petir, lalu diukur dengan dua nama kaum yang dituturkan di ayat-ayat sesudahnya. Ayat-ayat sesudahnya mengurai kedua nama itu dengan urutan yang sama: Ad di 41:15 dan 41:16, Tsamud di 41:17, lalu orang-orang yang diselamatkan di 41:18. Pembicaranya pun berganti. Di 41:13 pembicaranya berkata aku, sedangkan 41:15 sampai 41:18 berbicara dengan Kami, misalnya pada (بِآيَاتِنَا, bi-aayaatinaa) yang berarti "tanda-tanda Kami" di 41:15 dan (فَأَرْسَلْنَا, fa-arsalnaa) yang berarti "maka Kami kirimkan" di 41:16. Dapat dibaca bahwa ucapan yang diperintahkan di 41:13 berakhir di ujung ayat itu, dan 41:14 sampai 41:18 menuturkan bahan peringatan tersebut dengan suara pencerita.

Rincian ukuran perbandingan itu belum ada di 41:13. Sifat kedua kaum dan cara masing-masing ditimpa baru tertulis di lima ayat berikutnya, sehingga 41:13 bekerja sebagai pintu yang menamai bahayanya lebih dulu dan menyerahkan uraiannya kepada ayat-ayat sesudahnya.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini memakai kata jika. Ucapan yang diperintahkan baru berlaku bila mereka berpaling, dan tulisan 41:13 tidak mengatakan bahwa hal itu sudah terjadi. Peringatan dirumuskan untuk keadaan yang masih terbuka, sehingga pendengarnya masih mungkin tidak berpaling dan peringatan itu tidak pernah perlu diucapkan. Orang yang menegur dapat memilih antara kalimat yang berbunyi karena kamu begitu dan kalimat yang berbunyi jika kamu terus begitu. Kalimat pertama sudah menjatuhkan vonis, kalimat kedua masih memberi ruang untuk berbalik. Dalam teguran terakhir yang pernah diucapkan seseorang kepada orang lain, ruang itu ada atau sudah tertutup?
  • Di antara 41:4, yang mencatat bahwa kebanyakan mereka berpaling, dan 41:13, yang memerintahkan peringatan, surah ini lebih dulu menguraikan Dia yang menciptakan bumi dalam dua masa di 41:9 dan menjadikan tujuh langit di 41:12. Peringatan datang sesudah bahan yang dapat dipikirkan, tidak sebagai kalimat pertama. Seseorang yang hendak memperingatkan orang lain dapat memeriksa urutan itu pada dirinya sendiri: apa yang sudah diuraikannya sebelum suaranya naik? Apakah orang yang ditegur sudah pernah mendengar uraiannya, atau teguran itu menjadi perkenalan pertamanya dengan pokok soalnya?
  • Kata kerja berpaling di 41:13 tidak membawa objek. Di 28:55 objeknya ada: orang-orang itu berpaling dari perkataan yang buruk, lalu mengucapkan keselamatan atas lawan bicaranya. Kata kerja yang sama dipakai dalam dua suasana yang berbeda, sehingga kata kerjanya sendiri tidak memuat penilaian, dan yang menimbang adalah apa yang ditinggalkan. Ayat 41:14 sesudahnya memuat seruan para rasul agar tidak mengabdi kecuali kepada Allah, dan seruan itu dapat dibaca sebagai hal yang mereka tinggalkan, meskipun 41:13 sendiri tidak menyebutnya. Pembaca dapat menghitung hal-hal yang ditinggalkannya selama setahun terakhir, lalu bertanya apakah semuanya pantas ditinggalkan.
  • Peringatan di ayat ini bersandar pada dua nama kaum. Ayat 14:9 menyebut Ad dan Tsamud sebagai bagian dari berita tentang orang-orang sebelum pendengarnya, bersama kaum Nuh dan orang-orang setelah mereka, lalu menambahkan bahwa tidak ada yang mengetahui mereka selain Allah. Kalimat itu menaruh pengetahuan penuh tentang kaum-kaum tersebut pada Allah, sedangkan manusia memegang berita. Orang yang menimbang sebuah peringatan lewat contoh masa lalu dapat memisahkan dua hal dalam pikirannya, yaitu bagian yang dipegang sebagai berita dan bagian yang dianggap sudah diketahui. Bila yang dimiliki baru berita, apa yang membuat peringatan itu tetap layak dipegang?
  • Daftar yang memuat Ad dan Tsamud di dua ayat lain disusul pernyataan tentang keadilan. Di 40:31 daftar itu, kaum Nuh, Ad, Tsamud, dan orang-orang setelah mereka, ditutup dengan kalimat bahwa Allah tidak menghendaki kezaliman terhadap hamba-hamba. Di 9:70 daftar yang lebih panjang disusul pernyataan bahwa Allah tidak menzalimi mereka, dan bahwa mereka sendiri yang menzalimi diri mereka. Ayat 41:13 tidak membawa kalimat semacam itu, tetapi pembaca yang mengenal dua ayat tadi mendengar kata petir bersama pernyataan yang menyertai nama-nama itu di tempat lain. Apa yang berubah pada cara seseorang mendengar kata petir bila membacanya bersama kalimat tentang keadilan itu?
  • Orang yang diperintah di ayat ini berkata aku memperingatkan, tidak aku akan mengirimkan petir. Tugasnya menyampaikan, dan terjadinya hal yang disampaikan itu tidak diakuinya sebagai tindakannya sendiri. Ayat 42:48 membuka dengan syarat yang sama, jika mereka berpaling, lalu menyebut bahwa orang yang diajak bicara tidak diutus sebagai penjaga atas mereka. Dua ayat itu menaruh batas yang sama pada tugas penyampai: penyampai berbicara, dan akibatnya ada di luar tangannya. Seseorang yang pernah menegur temannya, anaknya, atau rekan kerjanya dapat bertanya, kapan teguran itu berubah menjadi usaha menjaga, dan apa yang terjadi pada hubungan keduanya ketika itu terjadi?