إِذْ جَاءَتْهُمُ الرُّسُلُ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّهَ ۖ قَالُوا لَوْ شَاءَ رَبُّنَا لَأَنْزَلَ مَلَائِكَةً فَإِنَّا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ

ketika para rasul datang kepada mereka dari depan dan dari belakang mereka, “Janganlah kalian mengabdi kecuali kepada Allah,” mereka menjawab, “Sekiranya Tuhan kami menghendaki, tentu Dia menurunkan malaikat-malaikat; maka, sesungguhnya kami kufur terhadap apa yang kalian diutus dengannya.”

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. إِذْ جَاءَتْهُمُ الرُّسُلُ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْidz jaa'at-humu r-rusulu min bayni aydiihim wa-min khalfihimketika para rasul datang kepada mereka dari depan dan dari belakang mereka
  2. أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّهَallaa ta'buduu illaa llaahajanganlah kalian mengabdi kecuali kepada Allah
  3. قَالُوا لَوْ شَاءَ رَبُّنَا لَأَنْزَلَ مَلَائِكَةًqaaluu law syaa'a rabbunaa la-anzala malaa'ikatanmereka menjawab, sekiranya Tuhan kami menghendaki, tentu Dia menurunkan malaikat-malaikat
  4. فَإِنَّا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ كَافِرُونَfa-innaa bi-maa ursiltum bihi kaafiruunamaka, sesungguhnya kami kufur terhadap apa yang kalian diutus dengannya

Terjemahan per kata (23 kata)

  1. إِذْidzketika
  2. جَاءَتْهُمُjaa'at-humudatang kepada mereka
  3. الرُّسُلُr-rusulupara rasul
  4. مِنْmindari
  5. بَيْنِbayniantara
  6. أَيْدِيهِمْaydiihimtangan mereka
  7. وَمِنْwa-mindan dari
  8. خَلْفِهِمْkhalfihimbelakang mereka
  9. أَلَّاallaajanganlah
  10. تَعْبُدُواta'buduukalian mengabdi
  11. إِلَّاillaakecuali
  12. اللَّهَllaahaAllah
  13. قَالُواqaaluumereka berkata
  14. لَوْlawsekiranya
  15. شَاءَsyaa'amenghendaki
  16. رَبُّنَاrabbunaaTuhan kami
  17. لَأَنْزَلَla-anzalasungguh Dia akan menurunkan
  18. مَلَائِكَةًmalaa'ikatanpara malaikat
  19. فَإِنَّاfa-innaamaka sesungguhnya kami
  20. بِمَاbi-maaterhadap apa yang
  21. أُرْسِلْتُمْursiltumkalian diutus
  22. بِهِbihidengannya
  23. كَافِرُونَkaafiruunaorang-orang kafir

Inti bacaan

Susunan (بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ, bi-maa ursiltum bihi kaafiruuna) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 34:34, 41:14, dan 43:24.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (إِذْ جَاءَتْهُمُ الرُّسُلُ, idz jaa'at-humu r-rusulu) yang berarti "ketika para rasul datang kepada mereka". Kata (إِذْ, idz) menandai waktu, dan (الرُّسُلُ, r-rusulu) berakar ر-س-ل dalam bentuk jamak. Pola yang sejalan terbaca di 9:70 dan 14:9: sesudah daftar yang memuat Ad dan Tsamud, para rasul disebut dalam bentuk jamak pula, (رُسُلُهُمْ, rusuluhum) yang berarti "rasul-rasul mereka".

Frasa (مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ, min bayni aydiihim wa-min khalfihim) tersusun dari (بَيْنِ أَيْدِيهِمْ, bayni aydiihim), secara harfiah "antara tangan-tangan mereka", dan (خَلْفِهِمْ, khalfihim), "belakang mereka". Terjemahan memakai "dari depan" untuk bagian pertama karena bagian itu selalu berpasangan dengan "belakang". Kedua bagian berurutan persis seperti ini hanya di dua ayat, yaitu 7:17 dan 41:14, sedangkan 36:9 memuat keduanya terpisah oleh kata lain. Bentuk dengan akhiran tunggal, (مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ, min bayni yadayhi wa-min khalfihi), ada di 13:11, 46:21, dan 72:27. Di 46:21 rangkaian itu disusul langsung (أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّهَ, allaa ta'buduu illaa llaaha), seperti di ayat ini, dan keduanya hanya bertemu di 41:14 dan 46:21. Di 46:21 terjemahannya "sebelum dan setelahnya", tentang para pemberi peringatan yang telah berlalu, sehingga arah depan dan belakang di 41:14 dapat dibaca sebagai ruang atau sebagai waktu, dan ayatnya tidak memilih.

Kata kerja (تَعْبُدُوا, ta'buduu) berakar ع-ب-د, akar yang sama dengan kata "hamba", sehingga terjemahan memakai "mengabdi" dan tidak memakai "menyembah". Susunan (تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّهَ, ta'buduu illaa llaaha) muncul empat kali, yaitu di 11:2, 11:26, 41:14, dan 46:21, dan di 11:26 kata allaa ditulis terpisah, (أَنْ لَا تَعْبُدُوا, an laa ta'buduu). Terjemahan menambahkan "kepada" sesudah "mengabdi" karena kata kerja itu membutuhkannya dalam bahasa Indonesia, sedangkan kata (إِلَّا, illaa) tetap "kecuali". Di 12:40, kata allaa mengikuti kata kerja (أَمَرَ, amara) yang berarti "memerintahkan", sehingga isinya terbaca sebagai bunyi perintah itu. Di 41:14 tidak ada kata kerja perintah sebelum allaa, hanya kedatangan para rasul, dan terjemahan memakai "janganlah kalian", sama dengan 46:21.

Kata (لَوْ, law) yang berarti "sekiranya" membuka pengandaian, (شَاءَ, syaa'a) berarti "menghendaki", dan (رَبُّنَا, rabbunaa) berarti "Tuhan kami". Susunan (لَوْ شَاءَ رَبُّنَا, law syaa'a rabbunaa) hanya ada di ayat ini. Pengandaian dengan kehendak Allah dipakai dengan cara lain di 6:148 dan 16:35, (لَوْ شَاءَ اللَّهُ, law syaa'a llaahu), dan di 43:20, (لَوْ شَاءَ الرَّحْمَٰنُ, law syaa'a r-rahmaanu), oleh orang-orang yang membela perbuatan mereka sendiri dengan kehendak itu. Bagian berikutnya, (لَأَنْزَلَ مَلَائِكَةً, la-anzala malaa'ikatan) yang berarti "tentu Dia menurunkan malaikat", muncul dua kali, yaitu di 23:24 dan 41:14. Awalan (لَ, la-) menegaskan pengandaian itu, dan di 23:24 kalimat lengkapnya (وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَأَنْزَلَ مَلَائِكَةً, wa-law syaa'a llaahu la-anzala malaa'ikatan).

Kata (فَإِنَّا, fa-innaa) yang berarti "maka, sesungguhnya kami" menarik kesimpulan dari pengandaian tadi lewat awalan fa. Susunan (بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ, bi-maa ursiltum bihi kaafiruuna) yang berarti "terhadap apa yang kalian diutus dengannya, kami kufur" muncul tiga kali, yaitu di 34:34, 41:14, dan 43:24, dan di dua yang lain kalimatnya dibuka (إِنَّا, innaa) tanpa fa. Di 14:9 kalimat yang sejalan memakai kata kerja, (إِنَّا كَفَرْنَا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ, innaa kafarnaa bi-maa ursiltum bihi). Kata kerja (أُرْسِلْتُمْ, ursiltum) berbentuk pasif, sehingga pengutusnya tidak disebut dalam kalimat mereka. Terjemahan memakai "kufur" di semua tempat itu.

Tafsiran

Ayat ini menuturkan satu pertukaran: pesan para rasul dalam satu kalimat, lalu jawaban kaumnya dalam dua kalimat yang disambung dengan fa. Kata ganti -hum pada (جَاءَتْهُمُ, jaa'at-humu) dapat dibaca kembali ke Ad dan Tsamud. Dasarnya ada di ayat sesudahnya: 41:15 dan 41:17 memisahkan kedua nama itu satu per satu dengan kata adapun, dan pemisahan seperti itu mengandaikan kelompok yang lebih dulu disebut bersama, yaitu di 41:13. Kata idz, "ketika", menautkan ayat ini ke petir di 41:13, sehingga petir itu dikaitkan dengan waktu kedatangan para rasul, meskipun 41:14 tidak menyatakan hubungan sebab di antara keduanya.

Pesan para rasul tidak dijawab isinya. Para rasul berkata agar tidak mengabdi kecuali kepada Allah, dan kaum itu menjawab dengan hal lain: bentuk pembawa pesan, yaitu malaikat. Jawaban itu memakai kata rabbunaa, "Tuhan kami", sehingga kaum itu sendiri menyebut Tuhan, dan sasaran penolakan mereka adalah apa yang dibawa para rasul. Keberatan di 41:14 menyangkut malaikat. Keberatan sejenis yang menyangkut manusia tertulis di 14:10 untuk daftar kaum yang sama dengan 14:9, dan 23:24 memuat keduanya sekaligus dalam satu ucapan.

Dalam alur 41:13 sampai 41:18, ayat ini menjadi tempat peringatan di 41:13 mulai diuraikan: percakapan antara para rasul dan kaumnya dituturkan di sini, kemudian 41:15 dan 41:16 mengurai Ad, 41:17 mengurai Tsamud, dan 41:18 menyebut yang diselamatkan.

Renungan dan Hikmah

  • Para penjawab di ayat ini memakai kehendak Tuhan sebagai premis: sekiranya Dia menghendaki, tentu Dia menurunkan malaikat. Di 6:148, 16:35, dan 43:20 kehendak Allah dan Ar-Rahman dipakai oleh orang-orang yang membela perbuatan mereka sendiri. Kalimatnya berbentuk andaian yang menaruh perbuatan mereka di bawah kehendak itu, seakan-akan perbuatan itu terjadi karena Dia tidak mencegahnya. Seseorang dapat memeriksa kapan terakhir kali dirinya mengucapkan sekiranya Tuhan menghendaki sebagai pintu keluar dari percakapan yang tidak ingin dilanjutkan. Apakah kalimat itu pernah diucapkan untuk sesuatu yang sebenarnya dapat diputuskannya sendiri?
  • Pesan para rasul adalah satu kalimat: janganlah kalian mengabdi kecuali kepada Allah. Jawaban kaumnya tidak menyentuh pengabdian ataupun larangan itu, dan langsung berbicara tentang malaikat. Percakapan yang dibuka dengan sebuah isi berbelok ke soal bentuk pembawanya. Ayat 14:10 memuat belokan serupa: para rasul bertanya apakah ada keraguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi, dan pendengarnya menjawab dengan hal lain, yaitu bahwa para rasul itu manusia seperti mereka. Ayat 14:11 mencatat bahwa para rasul tidak menyangkal hal itu. Dalam percakapan yang dimulai dengan isi lalu berubah menjadi percakapan tentang orang yang membawakannya, siapa yang membelokkannya?
  • Kalimat para rasul di ayat ini muncul dengan susunan yang hampir sama di tiga ayat lain: 11:2 sebagai tujuan sebuah kitab yang tanda-tandanya dijelaskan secara terperinci di 11:1, 11:26 sebagai isi seruan kepada kaum Nuh, dan 46:21 sebagai isi peringatan di Ahqaf. Pembicaranya berbeda-beda dan kaum yang mendengarnya pun berbeda, sedangkan kalimat tentang Allah di dalamnya tetap sama. Pesan yang sama tiba lewat banyak pembawa, dan 46:21 bahkan menyebut para pemberi peringatan yang berlalu sebelum dan setelah seorang di antara mereka. Orang yang pernah menolak sebuah pesan dapat bertanya, apakah pesan itu tiba lewat satu pembawa saja, atau lewat banyak pembawa yang berbeda, dan apakah penolakannya sama untuk semuanya?
  • Jawaban kaum itu ditutup dengan pernyataan terang: kami kufur terhadap apa yang kalian diutus dengannya. Kata kerja diutus berbentuk pasif, sehingga pengutusnya tidak disebut, dan kalimat itu tidak menyangkal bahwa para rasul diutus. Penolakannya diarahkan pada isi yang dibawa. Orang yang menolak sesuatu dapat memeriksa hal yang sama pada dirinya: apakah yang ditolaknya isi pesan atau orang yang membawakannya, dan apakah ia bersedia menyatakannya sejelas kalimat penutup ayat ini? Alasan yang disusun rapi sering berakhir pada penolakan yang sudah dipilih lebih dulu, dan ayat ini memperlihatkan kalimat penolakan itu tanpa pembungkus apa pun.
  • Para penjawab di ayat ini berkata Tuhan kami. Dalam ayat ini mereka tidak membantah adanya Tuhan, dan kata ganti kami menandai bahwa Tuhan itu mereka sebut sebagai milik sendiri. Seruan agar tidak mengabdi kecuali kepada Allah mereka tolak dengan kata yang menyebut Tuhan di mulut. Kata Tuhan kami dapat berarti dua hal yang berbeda sekali: Dia yang berhak memerintah kami, atau Dia yang kami harap menyetujui pilihan kami. Ayat ini hanya memperlihatkan bahwa kata itu keluar dari mulut orang-orang yang kemudian menyatakan kufur. Ketika seseorang berkata Tuhanku, siapa yang sedang disebutnya: yang memerintah dirinya, atau yang diharapkan membenarkan jalannya?
  • Dua sisi, depan dan belakang, dipakai di 41:14 untuk kedatangan para rasul, di 72:27 untuk penjaga yang Dia tempatkan di depan dan di belakang rasul yang Dia ridai, dan di 7:17 untuk pembicara yang berjanji mendatangi manusia dari depan, belakang, kanan, dan kiri setelah menyatakan akan menghadang mereka di jalan yang lurus. Ketiga ayat itu berbeda pokoknya dan tidak disamakan. Dari ketiganya terlihat bahwa dua sisi yang sama dapat menjadi jalan seruan, jalan penjagaan, atau jalan godaan, dan ayat-ayat itu tidak menyebut sisi mana yang dengan sendirinya aman. Dari depan dan dari belakang, siapa yang datang kepada seseorang hari ini, dan mana di antara mereka yang diizinkannya masuk?