فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا صَرْصَرًا فِي أَيَّامٍ نَحِسَاتٍ لِنُذِيقَهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَخْزَىٰ ۖ وَهُمْ لَا يُنْصَرُونَ
Maka, Kami kirimkan kepada mereka angin yang sangat dingin pada hari-hari yang nahas, agar Kami cicipkan kepada mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia; dan sungguh, azab akhirat lebih menghinakan, dan mereka tidak ditolong.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا صَرْصَرًا فِي أَيَّامٍ نَحِسَاتٍfa-arsalnaa 'alayhim riihan sharsharan fii ayyaamin nahisaatinmaka, Kami kirimkan kepada mereka angin yang sangat dingin pada hari-hari yang nahas
- لِنُذِيقَهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَاli-nudziiqahum 'adzaaba l-khizyi fii l-hayaati d-dunyaaagar Kami cicipkan kepada mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia
- وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَخْزَىٰwa-la-'adzaabu l-aakhirati akhzaadan sungguh, azab akhirat lebih menghinakan
- وَهُمْ لَا يُنْصَرُونَwa-hum laa yunsharuunadan mereka tidak ditolong
Terjemahan per kata (19 kata)
- فَأَرْسَلْنَاfa-arsalnaamaka Kami mengirimkan
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- رِيحًاriihanangin
- صَرْصَرًاsharsharanyang sangat dingin
- فِيfiipada
- أَيَّامٍayyaaminhari
- نَحِسَاتٍnahisaatinnahas
- لِنُذِيقَهُمْli-nudziiqahumagar Kami mencicipkan kepada mereka
- عَذَابَ'adzaabaazab
- الْخِزْيِl-khizyikehinaan
- فِيfiidalam
- الْحَيَاةِl-hayaatikehidupan
- الدُّنْيَاd-dunyaadunia
- وَلَعَذَابُwa-la-'adzaabudan sungguh azab
- الْآخِرَةِl-aakhiratiakhirat
- أَخْزَىٰakhzaalebih menghinakan
- وَهُمْwa-humdan mereka
- لَاlaatidak
- يُنْصَرُونَyunsharuunaditolong
Inti bacaan
Kata (أَخْزَىٰ, akhzaa) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 41:16, dan berakar sama dengan (الْخِزْيِ, l-khizyi) di ayat yang sama.
Penjelasan pilihan kata
Kalimat pertama ayat ini, (فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا, fa-arsalnaa 'alayhim riihan), berarti "maka Kami kirimkan kepada mereka angin". Kata kerja (أَرْسَلْنَا, arsalnaa) berakar ر-س-ل, akar yang sama dengan (الرُّسُلُ, r-rusulu) "para rasul" dan (أُرْسِلْتُمْ, ursiltum) "kalian diutus" di 41:14. Susunan (أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا, arsalnaa 'alayhim riihan) ada di tiga ayat, yaitu 33:9, 41:16, dan 54:19. Terjemahan memakai "diutus" untuk orang di 41:14 dan "kirimkan" untuk angin di sini, sedangkan kata Arabnya satu akar.
Kata (صَرْصَرًا, sharsharan) menerangkan angin itu, dan (رِيحًا صَرْصَرًا, riihan sharsharan) ada di dua ayat, yaitu 41:16 dan 54:19. Akar ص-ر-ص-ر dipakai di tiga ayat: 41:16, 54:19, dan 69:6, tempat bentuknya (بِرِيحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ, bi-riihin sharsharin 'aatiyatin) diterjemahkan "dengan angin sangat dingin yang menderu". Di sana sifat kedua, (عَاتِيَةٍ, 'aatiyatin), melahirkan kata "menderu". Di 41:16 tidak ada sifat kedua, sehingga terjemahan berhenti pada "yang sangat dingin" dan tidak menambahkan "bergemuruh".
Frasa (أَيَّامٍ نَحِسَاتٍ, ayyaamin nahisaatin) yang berarti "hari-hari yang nahas" hanya ada di ayat ini. Akar ن-ح-س dipakai di tiga ayat: 41:16, 54:19 dengan (يَوْمِ نَحْسٍ, yawmi nahsin) "hari nahas" yang berbentuk tunggal, dan 55:35. Kata (أَيَّامٍ, ayyaamin) berbentuk jamak, dan 69:7 menyebut angin pada Ad itu berlangsung (سَبْعَ لَيَالٍ وَثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ, sab'a layaalin wa-tsamaaniyata ayyaamin) yang berarti "tujuh malam dan delapan hari". Kata nahisaat sendiri tidak memuat hitungan hari.
Kata (لِنُذِيقَهُمْ, li-nudziiqahum) yang berarti "agar Kami cicipkan kepada mereka" tersusun dari huruf tujuan li dan kata kerja bentuk keempat dari akar ذ-و-ق. Kata kerja yang sama dengan Kami sebagai pelaku dipakai lagi di dalam surah ini, yaitu (فَلَنُذِيقَنَّ, fa-la-nudziiqanna) di 41:27 dan (وَلَنُذِيقَنَّهُمْ, wa-la-nudziiqannahum) di 41:50, dan terjemahan 41:27 memakai "mencicipkan". Di 39:26 kata kerja bentuk keempat itu muncul dengan Allah sebagai pelaku, (فَأَذَاقَهُمُ, fa-adzaaqahumu), berdampingan dengan (الْخِزْيَ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا, l-khizya fii l-hayaati d-dunyaa) yang berarti "kehinaan dalam kehidupan dunia".
Kata (الْخِزْيِ, l-khizyi) berakar خ-ز-ي dan muncul di lima ayat, yaitu 9:63, 10:98, 16:27, 39:26, dan 41:16. Frasa (عَذَابَ الْخِزْيِ, 'adzaaba l-khizyi) hanya ada di dua ayat, yaitu 10:98 dan 41:16. Kata (أَخْزَىٰ, akhzaa) di ujung ayat ini berbentuk perbandingan dari akar yang sama dan muncul satu kali saja di Al-Qur'an, sehingga ukuran azab akhirat di sini disebut dengan akar yang sama dengan sifat azab dunia. Rumusan (وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ, wa-la-'adzaabu l-aakhirati) ada di lima ayat, yaitu 13:34, 20:127, 39:26, 41:16, dan 68:33, dan tiap kali disusul kata perbandingan yang bervariasi: (أَشَقُّ, asyaqqu) di 13:34, (أَشَدُّ وَأَبْقَىٰ, asyaddu wa-abqaa) di 20:127, (أَكْبَرُ, akbaru) di 39:26 dan 68:33, dan akhzaa di sini.
Kalimat penutup, (وَهُمْ لَا يُنْصَرُونَ, wa-hum laa yunsharuuna), berarti "dan mereka tidak ditolong". Kata kerja (يُنْصَرُونَ, yunsharuuna) berakar ن-ص-ر dan berbentuk pasif, sehingga penolongnya tidak disebut. Bentuk (لَا يُنْصَرُونَ, laa yunsharuuna) muncul empat kali, yaitu di 3:111, 28:41, 41:16, dan 59:12. Di 28:41, (وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يُنْصَرُونَ, wa-yawma l-qiyaamati laa yunsharuuna), waktunya disebut, sedangkan di 41:16 ayat ini tidak menyatakan apakah ketiadaan pertolongan itu terjadi di dunia, di akhirat, atau di keduanya.
Tafsiran
Ayat ini menuturkan akibat bagi Ad dalam dua lapis, lalu menutupnya dengan satu kalimat tentang pertolongan. Lapis pertama berlangsung di dunia: angin dikirim pada hari-hari yang nahas, dengan tujuan yang dinyatakan di dalam kalimatnya sendiri, yaitu agar Kami cicipkan azab yang menghinakan. Lapis kedua disebut sebagai perbandingan atas yang pertama, yaitu azab akhirat yang lebih menghinakan. Kalimat penutup menyatakan bahwa mereka tidak ditolong.
Pola dua lapis ini muncul juga di 13:34 dan 39:26, tempat azab dalam kehidupan dunia disusul pernyataan bahwa azab akhirat lebih berat atau lebih besar. Kata ukuran di kedua ayat itu berbeda dari kata yang menyebut azab dunia. Di 41:16 ukurannya memakai akar yang sama dengan kehinaan yang disebut lebih dulu, sehingga kehinaan dibandingkan dengan kehinaan, dan azab akhirat diukur dengan jenis yang sama dengan azab dunia.
Ayat ini mengikuti 41:15, tempat Ad menyombongkan diri dan bertanya siapa yang lebih hebat daripada mereka. Dapat dibaca bahwa azab yang menghinakan dan kalimat tidak ditolong menjadi pasangan dari kesombongan dan pertanyaan itu, sebab yang pertama berurusan dengan kedudukan dan yang kedua dengan kekuatan. Ayat 41:16 sendiri tidak menyatakan hubungan itu.
Di antara 41:13 sampai 41:18, angin disebut di ayat ini saja. Ayat 41:13 dan 41:17 memakai kata petir, dan 41:18 menyebut yang diselamatkan. Kisah Ad dengan demikian ditutup di 41:16 sebelum kisah Tsamud dibuka di 41:17.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 41:15 menyebut Ad menyombongkan diri, dan ayat ini menyebut azab mereka sebagai azab yang menghinakan. Keduanya menyangkut kedudukan: kesombongan menaikkan kedudukan yang diklaim sendiri, dan kehinaan adalah kedudukan yang direndahkan. Di 39:26 Allah disebut sebagai pelaku yang menimpakan kehinaan dalam kehidupan dunia, dengan kata kerja Arab yang sama seperti di sini. Dua ayat itu memakai kata yang sama untuk dua peristiwa yang berbeda dan tidak disamakan. Pembaca dapat bertanya, kedudukan apa yang sedang dijaganya dengan susah payah di depan orang lain, dan apa yang terjadi pada kedudukan itu bila bukan dirinya yang menentukan ukurannya?
- Ayat ini membandingkan dua lapis, kehinaan dalam kehidupan dunia dan azab akhirat yang lebih menghinakan. Di 13:34 dan 39:26 susunan yang sama dipakai, dan di tiga ayat itu peristiwa di dunia disebut lebih dulu, lalu disebut bahwa yang kemudian lebih besar. Susunan ini menaruh peristiwa di dunia pada awal sebuah rangkaian yang belum selesai di sana. Orang yang menilai sebuah akibat dari apa yang tampak sekarang saja dapat bertanya, apakah penilaiannya sudah memperhitungkan lapis yang tidak tampak, dan menurut siapa lapis itu lebih besar? Di 39:26 yang menyebut kehinaan dunia lebih dulu adalah Allah, lalu kalimat tentang azab akhirat menyusul.
- Kalimat penutup berbentuk pasif: mereka tidak ditolong, dan penolongnya tidak disebut. Orang yang bertanya di ayat sebelumnya siapa yang lebih hebat daripada dirinya sekarang tidak memiliki penolong yang disebut. Di 28:41 bentuk yang sama berkaitan dengan hari Kiamat, dan di 3:111 dengan orang-orang yang berbalik memberikan punggung. Ayat ini tidak menyebut siapa pun sebagai penolong mereka, padahal 41:15 menyebut kekuatan mereka dan kekuatan Allah yang menciptakan mereka. Pembaca dapat menimbang kepada siapa kekuatannya bersandar. Ketika kekuatan sendiri tidak memadai, siapa yang ada di sisi seseorang?
- Ayat ini memakai bentuk jamak, hari-hari yang nahas, dan 69:7 menyebut angin pada Ad itu Dia timpakan atas mereka tujuh malam dan delapan hari terus-menerus. Akibat yang dituturkan kedua ayat itu berlangsung berhari-hari, tidak sekejap. Ayat-ayat itu tidak menceritakan apa yang dipikirkan para pelakunya selama waktu itu. Hitungan tujuh malam dan delapan hari menaruh akibat itu dalam deretan waktu yang dapat dihitung satu per satu. Pembaca dapat menimbang deretan itu pada akibat dari keputusannya sendiri yang paling jauh gemanya: apa yang dipikirkannya pada hari pertama, dan apa pada hari kedelapan?
- Kata nahas di ayat ini menerangkan hari-hari ketika angin dikirim kepada Ad, dan akar yang sama di 54:19 menerangkan satu hari dalam kisah yang sama. Tidak satu pun dari kedua ayat itu menyebut hari-hari lain sebagai nahas bagi orang lain. Dapat dibaca bahwa hari-hari itu disebut nahas karena apa yang menimpa Ad pada hari-hari itu, dan tidak karena tanggalnya. Seseorang dapat memeriksa hari-hari yang pernah disebutnya nahas, dan apa yang sebenarnya terjadi pada hari-hari itu. Apakah penyebabnya hari itu sendiri, atau sesuatu yang terjadi pada dirinya sebelum hari itu tiba?
- Kata kerja mengirim dipakai dua kali dalam rangkaian ini dengan akar yang sama: para rasul diutus di 41:14, dan angin dikirim di 41:16. Dalam kalimat kaum Ad di 41:14 pengutus para rasul tidak disebut karena kata kerjanya pasif, sedangkan di 41:16 pelaku pengiriman disebut dengan kata Kami. Seseorang yang menolak sebuah kiriman dapat memperhatikan hal serupa pada dirinya, yaitu apakah dalam kalimat penolakannya pengirimnya disebut atau dilewatkan. Ketika pengirimnya dilewatkan, bagian apa dari percakapan yang jadi lebih mudah untuk ditolak?