وَأَمَّا ثَمُودُ فَهَدَيْنَاهُمْ فَاسْتَحَبُّوا الْعَمَىٰ عَلَى الْهُدَىٰ فَأَخَذَتْهُمْ صَاعِقَةُ الْعَذَابِ الْهُونِ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Adapun Tsamud, Kami beri mereka petunjuk, tetapi mereka lebih mencintai kebutaan daripada petunjuk. Maka, mereka disambar petir azab yang menghinakan karena apa yang telah mereka usahakan.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَأَمَّا ثَمُودُ فَهَدَيْنَاهُمْwa-ammaa tsamuudu fa-hadaynaahumadapun Tsamud, Kami beri mereka petunjuk
- فَاسْتَحَبُّوا الْعَمَىٰ عَلَى الْهُدَىٰfa-stahabbuu l-'amaa 'alaa l-hudaatetapi mereka lebih mencintai kebutaan daripada petunjuk
- فَأَخَذَتْهُمْ صَاعِقَةُ الْعَذَابِ الْهُونِ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَfa-akhadzat-hum shaa'iqatu l-'adzaabi l-huuni bi-maa kaanuu yaksibuunamaka, mereka disambar petir azab yang menghinakan karena apa yang telah mereka usahakan
Terjemahan per kata (14 kata)
- وَأَمَّاwa-ammaadan adapun
- ثَمُودُtsamuuduTsamud
- فَهَدَيْنَاهُمْfa-hadaynaahummaka Kami menunjukkan mereka
- فَاسْتَحَبُّواfa-stahabbuumaka mereka lebih menyukai
- الْعَمَىٰl-'amaakebutaan
- عَلَى'alaaatas
- الْهُدَىٰl-hudaapetunjuk
- فَأَخَذَتْهُمْfa-akhadzat-hummaka menimpa mereka
- صَاعِقَةُshaa'iqatupetir
- الْعَذَابِl-'adzaabiazab
- الْهُونِl-huunikehinaan
- بِمَاbi-maakarena apa yang
- كَانُواkaanuumereka selalu
- يَكْسِبُونَyaksibuunamereka usahakan
Inti bacaan
Rangkaian (بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ, bi-maa kaanuu yaksibuuna) muncul delapan kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:129, 7:96, 9:82, 9:95, 10:8, 36:65, 41:17, dan 45:14.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَأَمَّا ثَمُودُ, wa-ammaa tsamuudu) yang berarti "dan adapun Tsamud", pasangan bagi (فَأَمَّا عَادٌ, fa-ammaa 'aadun) di 41:15. Kata (فَهَدَيْنَاهُمْ, fa-hadaynaahum) yang berarti "maka Kami beri mereka petunjuk" berakar ه-د-ي dan memakai kata ganti Kami sebagai pelaku. Kata kerja ini dengan kata ganti mereka yang sama muncul tiga kali, yaitu di 4:68, 6:87, dan 41:17, dan tiap kali didahului awalan yang berbeda. Di 4:68, (وَلَهَدَيْنَاهُمْ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا, wa-la-hadaynaahum shiraathan mustaqiiman), dan di 6:87, (وَهَدَيْنَاهُمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ, wa-hadaynaahum ilaa shiraathin mustaqiimin), kata kerja itu disusul kata jalan. Di 41:17 tidak ada kata jalan, tetapi kata benda dari akar yang sama, (الْهُدَىٰ, l-hudaa) yang berarti "petunjuk", muncul sesudahnya, sehingga terjemahan "Kami beri mereka petunjuk" mengikuti kata benda itu.
Kata (فَاسْتَحَبُّوا, fa-stahabbuu) berakar ح-ب-ب, dan terjemahan memakai "lebih mencintai". Kata kerja (اسْتَحَبُّوا, stahabbuu) muncul tiga kali, yaitu di 9:23, 16:107, dan 41:17, dan bentuk kini (يَسْتَحِبُّونَ, yastahibbuuna) ada di 14:3. Keempat ayat itu menyusun kalimat dengan cara yang sama: kata kerja, lalu apa yang dicintai, lalu kata (عَلَى, 'alaa), lalu apa yang ditinggalkan. Di 9:23, (اسْتَحَبُّوا الْكُفْرَ عَلَى الْإِيمَانِ, stahabbuu l-kufra 'alaa l-iimaani), yang dicintai kekufuran dan yang ditinggalkan keimanan. Di 16:107, (اسْتَحَبُّوا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى الْآخِرَةِ, stahabbuu l-hayaata d-dunyaa 'alaa l-aakhirati), yang dicintai kehidupan dunia dan yang ditinggalkan akhirat. Di 41:17, (فَاسْتَحَبُّوا الْعَمَىٰ عَلَى الْهُدَىٰ, fa-stahabbuu l-'amaa 'alaa l-hudaa), yang dicintai kebutaan dan yang ditinggalkan petunjuk.
Kata (الْعَمَىٰ, l-'amaa) yang berarti "kebutaan" berakar ع-م-ي dan berbentuk kata benda. Kata benda ini muncul di dua ayat, yaitu 41:17 dan 41:44. Di 41:44, (هُدًى وَشِفَاءٌ, hudan wa-syifaa'un) yang berarti "petunjuk dan penyembuh" disebut bagi orang-orang yang beriman, dan (وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى, wa-huwa 'alayhim 'aman) yang berarti "dan ia atas mereka adalah kebutaan" disebut bagi yang tidak beriman. Pasangan petunjuk dan kebutaan dengan demikian tertulis dua kali dalam satu surah.
Kata (صَاعِقَةُ, shaa'iqatu) di sini bersambung dengan (الْعَذَابِ الْهُونِ, l-'adzaabi l-huuni), "petir azab yang menghinakan". Kata kerja (فَأَخَذَتْهُمْ, fa-akhadzat-hum) memakai pola yang ada di empat ayat tentang petir, yaitu (فَأَخَذَتْكُمُ الصَّاعِقَةُ, fa-akhadzatkumu sh-shaa'iqatu) di 2:55, (فَأَخَذَتْهُمُ الصَّاعِقَةُ, fa-akhadzat-humu sh-shaa'iqatu) di 4:153 dan 51:44, dan (فَأَخَذَتْهُمْ صَاعِقَةُ, fa-akhadzat-hum shaa'iqatu) di ayat ini. Kata (الْهُونِ, l-huuni) berakar ه-و-ن dan dengan kata sandang muncul tiga kali, yaitu di 6:93, 41:17, dan 46:20, sedangkan bentuk tak tentunya (هُونٍ, huunin) ada di 16:59. Frasa (عَذَابَ الْهُونِ, 'adzaaba l-huuni) di 6:93 dan 46:20 diterjemahkan "azab yang menghinakan", sama dengan terjemahan (عَذَابَ الْخِزْيِ, 'adzaaba l-khizyi) di 41:16 dan (عَذَابٌ مُهِينٌ, 'adzaabun muhiinun) di 2:90, 3:178, 4:14, dan 58:5. Tiga frasa dari tiga akar itu dibaca dengan satu padanan Indonesia, dan perbedaan akarnya hanya terlihat pada kata Arabnya.
Kalimat penutup, (بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ, bi-maa kaanuu yaksibuuna), berakar ك-س-ب dan muncul delapan kali, yaitu di 6:129, 7:96, 9:82, 9:95, 10:8, 36:65, 41:17, dan 45:14. Terjemahan memakai "usahakan" di 6:129, 7:96, 9:82, 9:95, 10:8, 36:65, dan 45:14, sehingga 41:17 memakai padanan yang sama dan tidak memakai "kerjakan".
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan Tsamud lewat urutan tiga peristiwa yang disambung dengan fa: petunjuk diberikan, kebutaan dipilih, lalu petir menyambar. Urutan itu menaruh pilihan sesudah petunjuk. Ayat ini tidak menyatakan lewat apa petunjuk itu sampai. Dapat dibaca bahwa petunjuk itu adalah kedatangan para rasul yang dituturkan di 41:14, tetapi 41:17 tidak menghubungkannya secara tertulis.
Petir yang diperingatkan di 41:13 menjadi kejadian di ayat ini. Ayat 41:13 menyebutnya sebagai bahaya yang dibandingkan dengan petir Ad dan Tsamud, dan 41:17 menuturkan petir itu menimpa Tsamud. Ujung ayat memberi alasannya, yaitu apa yang mereka usahakan, sehingga sebab kejadian itu diikatkan pada perbuatan mereka sendiri dan ayat ini tidak menyebut hal lain sebagai sebabnya.
Pasangan petunjuk dan kebutaan kembali di 41:44, tetapi dengan hubungan lain. Di 41:44 bacaan yang sama menjadi petunjuk bagi orang yang beriman dan kebutaan atas orang yang tidak beriman, sehingga kebutaan di sana digambarkan sebagai cara bacaan itu mengenai pendengarnya. Di 41:17 kebutaan diposisikan sebagai pilihan yang dicintai. Ayat 41:44 tidak menjelaskan hubungan kedua gambaran itu, dan keduanya hadir dalam satu surah.
Ayat 41:18 sesudahnya menyebut orang-orang yang diselamatkan, sehingga uraian tentang kedua kaum diakhiri dengan pihak yang tidak ikut ditimpa.
Renungan dan Hikmah
- Susunan ayat ini menaruh petunjuk lebih dulu: Kami beri mereka petunjuk, kemudian mereka memilih, kemudian petir. Pilihan itu terjadi sesudah petunjuk, tidak sebelumnya. Seseorang yang memikirkan keputusan terbesarnya dapat menelusuri urutannya sendiri: apa yang sudah diketahui sebelum memutuskan, dan apa yang baru diketahui sesudahnya? Dalam hidup seseorang, kapan petunjuk pernah datang lebih dulu daripada pilihannya, dan apa yang dipilih sesudah itu?
- Kata mencintai dipakai untuk kebutaan. Kata kerja yang sama dipakai di 9:23 untuk kekufuran yang dicintai atas keimanan dan di 16:107 untuk kehidupan dunia yang dicintai atas akhirat. Di 16:107 pilihan semacam itu disebut sebagai sebab, dan ayat itu ditutup dengan pernyataan bahwa Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kufur, lalu 16:108 menyebut orang-orang yang Allah kunci hati, pendengaran, dan penglihatan mereka. Ketiga ayat itu berbeda pokoknya dan tidak disamakan. Dari sandingan itu terbaca bahwa apa yang dicintai ikut menentukan arah langkah berikutnya. Apa yang dicintai seseorang sampai petunjuk dipinggirkan demi itu?
- Ayat 22:46 menyebut hati yang berada dalam dada sebagai tempat kebutaan. Ayat 41:17 menyebut kebutaan yang dicintai, dan tidak menyebut tempatnya. Dua ayat itu berbeda pokoknya, tetapi sandingannya mengajukan sebuah pertanyaan: kebutaan yang dicintai Tsamud itu berada di mata, atau di tempat lain? Seseorang yang memandang sekitarnya tiap hari dapat menanyakan hal yang sama pada dirinya, yaitu apa saja yang jelas terlihat oleh matanya tetapi tidak sampai ke hatinya, dan siapa yang menyadari hal itu lebih dulu, dirinya sendiri atau orang lain?
- Di 41:44 dua kata yang sama membagi pendengar sebuah bacaan: petunjuk dan penyembuh bagi orang yang beriman, dan kebutaan atas orang yang tidak beriman. Bacaan yang sama jatuh sebagai petunjuk di satu tempat dan sebagai kebutaan di tempat lain, dan ayat itu menyebut pembedanya adalah beriman atau tidak. Hal ini berbeda dari 41:17, tempat petunjuk diberikan lalu kebutaan dipilih. Pada bacaan apa dalam hidup seseorang kalimat yang sama terbaca lain di waktu yang berbeda, dan apa yang sudah berubah pada pembacanya?
- Ayat ini menutup dengan alasan yang melekat pada pelaku: karena apa yang telah mereka usahakan. Dua ayat di surah yang sama menempatkan akibat pada pelakunya dengan cara serupa: 41:46 menyatakan bahwa siapa yang mengerjakan amal saleh, maka untuk dirinya sendiri, dan siapa yang berbuat jahat, maka atas dirinya sendiri, dan bahwa Tuhanmu sekali-kali tidak menzalimi hamba-hamba. Bagian mana dari akibat yang dialami seseorang layak diberi nama nasib, dan bagian mana berasal dari usahanya sendiri?
- Kata kerja pemberian di ayat ini memakai kata Kami: Kami beri mereka petunjuk. Ayat 6:88, sesudah menyebut orang-orang yang diberi petunjuk di ayat-ayat sebelumnya, menyebutnya petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya. Dua ayat itu menaruh petunjuk sebagai sesuatu yang diberikan, tidak sesuatu yang disusun sendiri. Pembaca dapat menimbang apa saja yang selama ini diperlakukan sebagai milik sendiri padahal diterima dari pihak lain. Bila petunjuk itu diberikan, apa yang berubah pada cara seseorang memegangnya?